Bukan Wanita Malam

Bukan Wanita Malam
Terima Kasih Sayang


__ADS_3

mudah-mudahan bisa update 2 bab hari ini..


***


Selesai makan Hanna dan Hans kembali kerumah Hans.


Terlihat Oma sedang minum teh di teras depan sambil menunggu Hanna dan Hans.


" Halo Oma, sendirian aja sih . Jordan nya kemana Oma " sapa Hanna.


" Jordan Oma lagi keluar, Oma minta tolong beli keperluan Oma ke Jordan " Ucap Oma Jeny.


" Oh " Ucap Alin sambil tersenyum.


Tak lama Om Hans keluar dari mobil langsung menyapa Oma dengnay mencium keningnya lalu masuk tanpa bicara.


" Kenapa si tengik Han ? " tanya Oma Jeny


" Ga tau Oma dari tadi diem aja. " Ucap Hanna tak enak hati.


Oma terdiam dan berfikir .


" Hmm apa kalian berantem ? " Tanya Oma lagi.


" Ga koq Oma . mungkin Om Hans lagi lelah aja seharian urus masalah aku sama om Alex " ujar Hanna


" Oh ya tadi bagaimana ? " Tanya Oma Jeny


Hanna pun menceritakan apa yah tadi dibahas di firma hukum om Alex dan kelanjutan Tetang perceraian nya.


" Kata Om Alex si bakal cepet Oma. Doain ya Oma " Ucap Hanna bersimpuh di kaki Oma.


" Hanna bangun jangan begini " ucap Oma Jeny melihat Hanna duduk di lantai.


" Biarin begini Oma, aku kangen sama Ibu sama Ayah. Dulu kepala aku suka di usap sambil posisi begini " Ucap Hanna dan tak sengaja menitikan air mata dan jatuh kena tepat di kaki Oma Jeny.


Oma Jeny pun mengelus rambut Hanna .


" Semoga kamu setelah ini bisa bahagia " Doa Oma Jeny dalam hati untuk Hanna.


Ada 15 menit Hanna diusap rambutnya oleh Oma Jeny.


Oma Jeny mengambil gambar Hanna dan mengirimkan kepada Hans.


Hans segera menemui Oma karena Hanna tertidur setelah di usap oleh Oma.


" Hey tengik jangan ngambek-ngambek


.Kau pikir kau siapa heh. bukan siapa-siapa Hanna tapi kau ngambek-ngambek " Oma menekan suaranya agar tak membangunkan Hanna yang tertidur.


" Koq dia bisa tidur sana Oma ? " Tanya Hans.


" Dia rindu ayah ibunya " Ucap Oma singkat.


Hans pun mengangkat tubuh Hanna.


" Bawa ke kamar mu saja ,lakukan pendekatan biacra dari hati ke hati biar wanita luluh. jangan bisanya hanya ngambek" ketus Oma.


Hans tersenyum dan mengangguk.


Happy Si Hans karena boleh membawa Hanna ke kamarnya. Karena Ia ingin memandangi Hanna dari dekat saat tertidur.


Hanna makin lelap tidurnya walau digendongan Hans.


Sesuai perintah Oma. Hans membawa Hanna ke kamarnya.


Oma Tersenyum dan berharap banyak kepada sepasang laki-laki dan perempuan itu

__ADS_1


Direbahkan nya tubuh Hanna di kasur empuk Hans yang super besar itu..


Hans melihat Hanna tertidur pulas



anggap saja tidurnya begini ya..


Hans melihat bibir Hanna yang menurut Hans Sexy , Ia jadi teringat saat bertemu Hanna kedua kalinya di club milik Jerry.


Hanna yang dicium oleh Hans tapi diam saja tak membalas malah menepuk-nepuk Daddy Hans karena itu adalah ciuman pertama Hanna yang direbut oleh Hans.


saat Hans memandangi wajah Hanna.


Tiba-tiba Hanna Membuka matanya.


" Om " panggil Hanna.


" Eh ya Han , kenapa ? "


" Ini di kamar siapa ? "


" Kamar aku "


Hanna duduk dari tidurnya lalu mengucek matanya.


" Koq aku disini Om perasaan tadi sama Oma " Ucap Hanna.


" Iya kamu aku bawa kesini disuruh Oma "


" Aku di gendong ? "


" Iya ,gak papa kan? "


" Gak mama " Sahut Hanna sambil tersenyum.


" Kamu mau dipanggil mama ? " Hans mendekat ke arah Hanna.


" Kalau ga bercanda juga gak apa-apa kan ? " Hans tersenyum dan semakin dekat.


Hanna memundurkan duduknya tapi malah mentok ke kepala ranjang Hans.


" Om mau ngapain " Tanya Hanna gugup.


" Ga ngapa-ngapain " Sahut Hans.


" Kamu inget ga dulu itu kamu aku cium tapi ga bales ." ujar Hans lagi.


" Hmm waktu di club om Jerry "


" Sekarang boleh lagi ga " Tanya Hans..


" Om aku masih berstatus istri orang , aku bukan gadis lagi seperti dulu pertama ketemu om " ucap Hanna memalingkan Wajahnya.


Berdebar rasanya hati Hanna didekati oleh Hans.


" Duh hati tolong kondisikan, aku belum bercerai " Bathin Hanna.


Tangan Hans meraih tangan Hanna.Lalu diarahkan ke dada Hans.


" Pegang Han " Ucap Hans.


" apanya " tanya Hanna


" Dada " ucap Hans. sambil mendekat kembali ke Hanna.


degbdegdegdegdegdeg

__ADS_1


Jantung Hans berpacu kencang.


" Aku dari dulu berdebar tiap ketemu kamu Han " Ucap Hans.


Hanna tak berani menatap Hans.


" Bagaimana jantungmu " tanya Hans.


" Ah jantung ku normal " ucap Hanna gugup


" Oh ya? gantian ya aku ingin tahu. tenang saja jariku tak akan bergerak hanya ingin mengetahui detak jantungmu apakah sama dengan jantungku.


jika iya artinya kamu punya perasaan seperti aku. dan aku tak akan melepaskan mu kali ini.." Ujar Hans tegas.


Hanna berusaha menghindar ia masih ragu jika harus menjalin hubungan dengan seseorang ditambah status nya belum jelas saat ini.


Tangan Hans berada di dada Hanna tepat di jantungnya.


Duh tubuh Hanna berdesir saat tangan Hans ada di dadanya.


degdegdegdegdegdeg


Terdengar jantung Hanna berdetak cepat


" Han, menikahlah dengan ku " Lamar dadakan pun langsung terucap dari mulut Hans.


" Eh " Hanna bingung.


Hans memeluk Hanna.


Hanna tak menolaknya.tapi belum membalas pelukan Hans.


" Han " Panggil Hans.


" Ya om " Sahut Hanna


" mau ga nikah sama aku ? " Tanya Hans.


" Om ga malu sama status aku ? "


" Kenapa harus malu ?"


" Aku juga kan belum cerai om "


" kan dikit lagi selesai, aku tunggu koq "


Hanna terdiam.Hans makin mengeratkan pelukannya.


" Om sayang aku ? " tanya Hanna


" banget dan dari dulu " jawab Hans pasti


Mendengar Jawaban dari Hans yang tegas itu,


Hanna pun membalas pelukan Hans.


Hans mengusap kepala Hanna lembut.


" Jangan pergi lagi ya, walau kamu belum bisa cinta sama aku, aku akan buat kamu jatuh cinta sama aku " ucap Om Hans.


Hanna mengangguk.


" Mau ya nanti setelah cerai nikah sama aku " ucap Hans


Hanna mengangguk lagi.


" Terima kasih sayang " Hans mengecup pucuk kepala Hanna .

__ADS_1


***


cukup satu bab ya hari ini. apa mau dua bab?


__ADS_2