
" Sela, ini peringatan terakhir untukmu. Saya tidak ingin kehilangan kontrak kerja sama dengan H Group. " Tegas Pak Mario.
" Iya Pak Maaf " Jawab Sela.
Bagas pun mengantarkan rekan bisnis Hans itu sampai ke lift. Setelahnya Bagas kembali ke ruangannya dan mulai bekerja kembali.
Sedang diruangan Hans.
Hanna tertidur pulas , Hans melihat istrinya dengan teduh. " Semoga kamu bahagia Han bersama ku ,dan tidak pernah tergoda oleh laki-laki lain diluar sana " . Gunam Hans.
Hans pun melanjutkan pekerjaannya . Sempat teringat Sela diruangan tadi membuat Hans agak takut, bukan takut jatuh cinta ,takut Sela mengacaukan pernikahannya dengan Hanna.
Hans pun menghubungi Bagas. Hans memerintahkan Bagas jika ada meeting dengan perusahaan Pak Mario, Biar Bagas saja yang hadir untuk mewakilkan dirinya.
Kecuali jika Sela tidak ada baru Hans yang maju , Ia tak ingin bertemu dengan orang-orang di masa lalu nya yang membuat hidupnya kacau.
Setelah selesai menghubungi Bagas, Hans pun melanjutkan pekerjaannya kembali tanpa sadar sebenarnya Hanna bangun dan mendengarkan apa yang dibicarakan oleh Hans dsn Bagas .
Tapi Hanna tidak ingin bertanya kecuali Hans yang bercerita. Hanna pun di kamar saja sambil menunggu beberapa saat untuk keluar.
Setelah 15 menit berlalu Hanna keluar dari kamar dan sudah mengganti pakaiannya karena tadi sudah kusut akibat ulah Hans di dalam mobil.
" Mas " Sapa Hanna sambil tersenyum manis dan duduk dipangkuan suaminya.
" Udah bangun sayang, baru aja mas mau nyusul " Kekeh Hans. Hanna hanya membalas dengan senyuman.
" Gimana meeting nya tadi Mas ,lancar ? " Tanya Hanna seperti biasa .
" Lancar sih " Hans menghela nafasnya kasar.
" Syukurlah kalau lancar " Hanna meyandarkan kepalanya di dada Hans.
Detak jantung Hans terdengar begitu cepat terdengar jelas oleh Hanna.
" Mas abis marathon ya " Hanna menggerakkan memainkan jarinya di dada Hans.
" Sayang, boleh aku cerita ? " Tanya Hans pelan.
Hanna mengangguk, " Cerita aja mas aku siap dengerin " Ujar Hanna tersenyum manis yang membuat hati Hans tenang jika melihat senyumannya.
Hans bingung memulai cerita dari mana. Ia menghela nafasnya panjang
" Hmm gini, tadi aku meeting dan ternyata klien aku itu asistennya adalah teman dekat ku di masa lalu. Hmm dulu kami dekat dan jujur aku sempat merasa dikhianati dan terpuruk karenanya.
Jadi jika suatu saat kamu bertemu tolong jangan terpancing apapun yang dia katakan. karena saat ini aku sayang kamu . Okey . " Tegas Hans di ceritanya itu .
Hanna tersenyum senang , Hans memang suami luar biasa yang sangat mencintainya .Di buktikan saat ia berdua maupun ada orang lain. Hanna merasa beruntung bisa mendapatkan suami seperti Hans.
" Makasih ya Mas udah sayang sama aku " Hanna memeluk Hans diatas pangkuannya .
__ADS_1
***
" Oh jadi tadi ketemu Bang Eric " ujar Riki saat Vinna bertemu dengannya di kantor.
" Iya dan Om Hans ya ampun cemburunya Yank. Parah deh pokoknya hahaha bucin akut dia ". Vinna menertawakan Om nya itu tanpa memikirkan perasaan Riki.
" Seneng banget yang abis ketemu Bang Eric " Ujar Riki menyindir Vinna.
Riki cemburu karena ia tau dulu itu Eric suka dengan Hanna kakaknya , Eric sering membantu Hanna dalam hal keuangan dan makanan. Sempat meminta ingin lebih dekat dengan Hanna tapi Hanna tidak mau.
Karena Hanna tau sahabatnya Vinna suka dengan Eric. Dan Hanna menceritakan nya dengan sang adik saat Eric meminta bantuan ke Riki dan Riko untuk mendekati Hanna.
Jadi wajar saja Riki cemburu karena Riki tau Vinna sempat menyukai Eric dimasa lalu.
" Eh koq gitu, aku gak seneng biasa aja Yank, aku cuma seneng aja lihat Om Hans bucin parah " Tawa Hanna terdengar renyah mungkin untuk orang lain. Tapi tidak dengan Riki .
" Aku meeting dulu sama Papa kamu " Ujar Riki meninggalkan Vinna diruangan nya .
" Eh eh koq aku ditinggal yank, kita kan meeting bareng, tungguin dong sayang " Vinna yang bingung langsung menyusul Riki berjalan lebih cepat agar menyamai langkah sang kekasih.
Riki berjalan dengan biasa. Mood nya harus diatur agar saat meeting nanti dia tidak terbawa perasaan nya yang sedang tidak karuan.
" Yank tungguin isshh koq main tinggal aja deh ah " Vinna menggerutu kesal.
Riki menyamakan langkahnya dengan Vinna agar tidak mengganggu karyawan yang lain dan agar tidak mencolok tentang hubungan mereka.
" Kamu marah aku ketemu Eric ? " Tanya Vinna sambil senyum-senyum. Sejujurnya Vinna memang mendambakan pria nya itu menunjukan kecemburuannya . Yang tandanya berati Riki sangat mencintainya.
" Yayang gue baru kerja sebentar kenapa auranya kayak om Hans sih " cebik Vinna.
Vinna pun bersikap biasa saja dan saat datang langsung membisikkan sesuatu di telinga papa nya.
" Riki lagi marah Pa "
Papa Junna kaget . " Masa sih ? "
Vinna menganggukkan kepalanya.
" Gara-gara apa ? " Tanya Papa berbalik berbisik ke arah sang anak .
" Gak tau, tanya Riki aja pa " .Vinna cekikikan atas pertanyaan sang Papa.
Saat Papa Juna dan Vinna sibuk berbisik. Riki datang meinta izin membuka meeting
Papa Junna mengiyakan dan meeting pun dimulai . Semua yang ada di sana fokus memperhatikan materi meeting yang dibawakan oleh Riki.
Sekitar satu jam berlalu, semua pun menyelesaikan meeting dengan baik.
" Ki pulang jam berapa , mau bareng gak ? " Ajak Vinna sebelum Riki keluar dari ruangan .
__ADS_1
" Aku ada perlu sama papa nya non Vinna jadi mohon maaf tidak bisa " Ujar Riki datar.
Vinna hanya merengut diam. " Pergi aja, saya gak apa-apa " Ujar Papa Junna membuat Vinna senang.
" Ki kenapa sih " Tanya Vinna setelah sampai diruangan Riki.
" Gak apa-apa " ujar Riki datar.
" Ki, issh KLO marah itu bilang marah, jangan gak bilang. " Vinna sedikit kesal karena Riki mendiamkannya dari tadi.
" Ayo pulang, kamu mau kemana ? " Tanya Riki datar .
" Gak tau, ya udah Anter aku pulang sekarang juga " ujar Vinna ketus. Jadi berbalik Vinna yang marah bukan Riki.
Riki hanya meliha Vinna yabg ketus itu. " Koq berbalik sih marahnya " ucap Riki bingung..
Riki dan Vinna pun akhirnya menuju apartermen Vinna yang tidak terlalu jauh dari kantor Papa Junna.
Sepanjang jalan keduanya terdiam.
Riki mengantarkan Vinna hingga pintu apartemennya.
" Koq kamu yang marah Vin, Ayo " Tanya Riki
Vinna hanya diam saja tak menyahut. Hingga pintu apartemen terbuka., Vinna langsung menarik tangan Riki.
" Kamu kenapa marah Ki? " tanya Vinna sambil menatap Riki.
" Bukannya kamu yang lagi marah ? " Riki bertanya balik.
Vinna yang takut emosinya terpancing langsung mencium bibir Riki dengan lembut .
" Aku gak suka marahan, aku sukanya sayang-sayangan . " Ucap Vinna dengan suara sexyh dan menggodanya.
Riki yang tadinya masih marah akhirnya terbuai dengan sentuhan Vinna dan berlanjut ke yang bukan semestinya .
***
Maaf adegan di skip yak.
Jangan lupa ritualnya ya kakak sayang.
Like
Komen
Vote
Favorit
__ADS_1
Hadiah