Bukan Wanita Malam

Bukan Wanita Malam
Tidak Beraksi


__ADS_3

Pagi itu Hanna senang karena sarapan lengkap dengan adik-adiknya.


Adi kembarnya Riki dan Riko pun bahagia perihal sang kakak sudah menikah lagi dengan orang yang sangat mencintainya . Mereka berharap ini pernikahan terakhir dan kakaknya bahagia.


" Ki,Ko " Panggil Hans.


" Kita merasa seperti jajanan bocil-bocil Kak " Cengir Riko.


Hans bingung jajanan jenis apa itu,tapi ia tidak memusingkannya.


Sedang Hanna tersenyum lucu. Riko yang agak pendiam jika ssma orang yang belum lama dikenal kini malah mencoba bercanda.


" Oh ya kalian udah siap - siap bawa koper itu mau segera pindah kerumah baru kalian ? " Tanya Hans di sela-sela sarapannya.


kedua adik iparnnya mengangguk dengan mantab.


" Ya sudah sedari sama Riki ketemu Juna dan Riko sama aku ya ketemu di perusahaan. "


" Iya kak " Jawab keduanya antusias.


" Makasih ya Mas " Hanna mengelus lengan suaminya .


" Cium dulu dong " Hans mendekatkan pipinya lalu ditepis Hanna.


" Issh apa sih ada Riko sama Riko tau ga " Hanna mencebik kesal.


" Kita ga lihat kak " Riko berujar dan langsung menelungkup wajahnya ke meja diikuti Riki.


Hans terkekeh melihat kelakuan kakak beradik .


" Jadi rame ini rumah . Kalian kenapa sih gak tinggal disini aja " Hans menawarkan kembali untuk so kembar tinggal disini.


" Ngga ah, nanti kalau bawa pacar ketauan sama Kak Hanna " Riki berseloroh Hans pun tertawa.


" Kerja dulu yang bener,cari uang yang banyak biar mapan, nanti juga cewek Dateng sendirinya , trus jangan macem-macem ,jangan apa-apain anak orang sebelum punya tabungan yang banyak " Hanna mulai menceramahi adiknya.


" Kalau udah punya tabungan boleh dong berati " Riki menggoda kakaknya.


Hanna hanya mendelik dan ketiga pria disana pun langsung tertawa .


" Tenang aja sayang, aku udah pikirkan masa depan adik kamu. Aku mau lihat dulu seberapa mereka gigih bekerja. Banyak perusahaan aku yang aku belum punya pemimpin disana.


Jadi kamu jangan marah ya kalau aku didik mereka agak keras " Hans mencoba menjelaskan ke Hanna perihal dirinya yang akan menggembleng adik iparnya agar menjadi orang yang bisa memegang kendali di perusahaan cabang Hans.


" Makasih sayang " Hanna memeluk Hans dan melupakan adiknya yang masih berada disana.


" Hiks Hiks kita sudahi aja sarapannya " Riki berlalu pergi dan menarik Riko yang masih saja makan karena tanggung sisa satu suapan lagi .


Riko berlalu karena kebetulan memang habis juga sarapannya.


Hanna dan Hans terkekeh kemudian menyusul mereka berdua.


" Ki , Ko ini pakai mobil untuk kalian . Bisa nyetir ga? " Tanya Hans .


Mereka mengangguk kemudian menggeleng.


Hans mengernyitkan dahinya. Begitu pula Hanna.

__ADS_1


" itu adik kamu aneh ga sih, " Hans terkekeh melihat kelakuan lucu si kembar.


" Bisa bawa mobil tapi gak punya SIM " Cengir Riki.


" Riko mau bawa motor itu aja boleh ga? " Riko menunjuk deretan motor sport Hans.


" SIM ? " Tanya Hans.


" SIM motor Riko ada kak, udah buat. " ujar Riko mantab.


" Tuh deretan kunci motor ambil yang kamu mau pakai asal jangan yang biru " ujar Hans membuat Hanna bingung..


" Motor kenangan sama mantan ? " Hanna ternyata cemburu.


Hans terkekeh. " Pernah jatuh, pamali katanya kalau dipakai orang lain, takut orang yang pakai jatuh juga. "


Gantian Hanna yang terkekeh. " Bule tau-tauan pamali "


" Ya udah sana ambil disini semua milik kamu, mau pakai Gonta ganti juga boleh asal siap-siap dikerubungi cewek-cewek " Ucap Hans yang senang bisa memberikan apapun untuk adik istrinya.


" Satu aja Kak, nanti dikira aku orang kaya " Ringis Riko.


" kamu udah kaya,mau beli apa aja bisa. satu bulan ini sebelum mendapat gaji kamu dapat uang jajan dari kakak nanti, setelah dapat gaji kalian harus kelola uang kalian sendiri . okey "


setelah berbicara begitu Riki dan Riko memeluk Hans juga Hanna..


Si kembar menangis terharu atas kebahagiaan yang datang bertubi-tubi untuk mereka dan kakaknya.


" Sudah tampan nangis, udah tinggal Riki mau pakai yang mana, hari ini SIM kamu jadi, kamu serahin aja ke asisten kakak yang nanti kamu ketemu di perusahaan.


Sekarang kamu diantar supir dulu kerumah . nah kirim rekening kalian ke ponsel ku ya. Beli pakaian dan beberapa jas untuk besok mulai bekerja.. Karena jabatan kalian tidak main-main jadi penampilan harus dijaga. okey "


Si kembar pun pergi. Kini tinggal Hanna dan Hans dirumah besar itu.


" Mas, " Panggil Hanna yang sedang bersandar di dada sang suami di sofa ruang kerja Hans.


" Mas gak berlebihan kasih adik-adik aku fasilitas dan semuanya itu "


" Nggak ,mereka pantas mendapatkannya. Aku sudah cari tau kenapa mereka resign..Ada orang yang tidak suka dengan adik mu makanya si kembar di pecat dengan tuduhan tidak baik dan aku ingin membuktikan ke perusahaan teman ku itu kalau keputusannya salah. "


Hans membelai rambut Hanna.Hanna pun memejamkan mata.


" Kamu hari ini ikut ke kantor, aku ingin memperkenalkan kamu sebagai istri aku " Ujar Hans dan diangguki Hanna.


Ia senang pasalnya saat bersama Prass dulu Prass tidak mau kalau Hanna ke kantornya tempat bekerja walau hanya mengirim makanan.


" Terima kasih ya mas, aku senang jadi istri Mas " Hanna memeluk Hans.


" Apa lagi aku sayang, aku tuh udah lirik-lirik kamu sejak pertemuan kita di ulang tahun Vinna " Ujar Hans mengenang pertemuan pertamanya.


" Aku tau " Jawab Hanna.


" Masa sih "


" Aku tau ,Tiap hari aku kerjanya kan perhatiin orang-orang yang ngeliatin aku. Aku harus waspada jangan sampai tersentuh " Hanna mengingat masa lalunya .


" Andai dulu aku cepat, kamu gak akan tersiksa sama mantan kamu itu " Hans memeluk Hanna posesif.

__ADS_1


" Jangan disesali kan sekarang kita udah sama-sama. Mas udah kasih aku kebahagiaan yang diluar ekspetasi aku " Hanna memeluk Hans.


Hanna diangkat Hans dan naik ke pangkuannya. Hanna melingkarkan tangannya ke Hans .


" Mau ngapain hayoooo " Tiba-tiba ketiga teman Om Hans datang , Om Jerry,Om Juna dan Om Alex dan Hanna pun kaget ingin turun dari pangkuan Hans tapi ditahan Hans .


" Ganggu aja " Ujar Hans.


" Lo ga liat sikon " Juna Duduk di depan Hans ,kemudian Jerry dan Alex.


" Lo yang pada gak tau diri ,datang kerumah pengantin baru pagi-pagi " Gerutu Hans.


" Mas aku mau turun " Hanna tak enak dengan posisinya.


" Udah diem-diem mereka ga akan pergi dan ganggu kesenangan kita bisa-bisa " Hans tetap menahan Hanna.


" Gue mau tanya Riki , kapan dia ke kantor gue " Ujar Juna .


" Udah jalan dari tadi taro koper dulu di rumah barunya " Hans terus memainkan rambut Hanna . Sedang Hanna sudah melotot di depannya ingin turun dari pangkuan sang suami.


" Oh " Juna bingung ingin alasan apa lagi karena mereka memang berniat ingin mengerjai Hans.


" Lo ngapain ? " Tanya Hans ke Alex.


" Mau lihat ponakan gue lah, aman gak sama Lo " Ada-ada aja alasan Alex.


" Kalau Lo Jer ? " Hans memicingkan matanya.


" Mau numpang makan laper " jawab Jery sambil memakan cemilan di depannya..


" Kurang kerjaan Lo bertiga , ga liat gue lagi hot-hotnya apa " Cibir Hans yang sudah tau kalau ketiga temannya itu pasti ingin mengganggu..


Hanna sudah ingin turun dan bergerak-gerak membuat Tongkat Hans menjadi membesar.


" Lo masih pada mau disini ? " Tanya Hans yang punya ide ingin mengerjai balik.


Ketiganya mengangguk tak tahu diri.


Akhirnya Hans berbisik ke Hanna dan Hanna menggeleng tapi Hans tetap melakukan apa yang tadi dibisikkannya.


Hans menciumi dan melummat bibir Hanna, mau tak mau Hanna terbuai dan membalasnya dan melupakan kalau ada ketiga teman suaminya itu.


Ketiga teman Hans normal dan merekapun mengumpat Hans.


Hans dengan santainya mengangkat dan menggendong Hanna ala koala dan membawanya kearah tangga naik ke kamarnya. Hanna pun mengeluarkan suara indahnya sambil memejamkan matanya dan terus menerima serangan lidah sang suami.


" Arrgh Shiittt kenapa jadi kita yang dibikin pengen sama si Hans " Juna mengumpat apalagi dia masih punya perasaan dengan Hanna .


Sudah lama tongkatnya tidak beraksi kesana kesini mengingat Vinna yang beranjak dewasa ,ia takut akan karma.


Berbeda dengan Alex dan Jerry mereka masih jajan diluar sana .


Ketiga teman Hans mengakui tubuh Hanna sangat sempurna dan saat memejamkan mata waktu ber- ciuman dengan Hans itu sangat terlihat lebih sexxy dari biasanya.


***


Kemana ya kira-kira pelampiasan mereka. Jabarin ga nih ?

__ADS_1


jangan lupa like dan hadiahnya ya 😘


__ADS_2