Bukan Wanita Malam

Bukan Wanita Malam
Ada Apa Dengan Hanna ?


__ADS_3

Waktu masih menunjukan pukul 5 subuh. Hanna turun dari ranjang dan berlari ke arah kamar mandi.


" Hueek Hueek " perut Hanna terasa mual dan mengeluarkan cairan putih dari mulutnya.


Hans yang meraba samping tidurnya tidak ada sang istri langsung membuka mata, Hans pikir sudah siang dan saatnya ia bangun, karena hari ini weekend biasanya mereka bangun siang hari.


Hans melihat ponselnya yang ada di meja nakas dan masih sangat pagi untuk bangun tapi Hanna tidak ada disamping Hans.


Samar-samar Hans mendengar suara orang muntah-muntah dan saat kesadarannya cukup ternyata itu adalah suara Hanna.


" Sayang, sayang kamu kenapa ? " Hans panik turun dari ranjang langsung berlari dengan tubuh polosnya Karen mereka memang habis melakukan olahraga malam .


Hans melihat sang istri bersandar lemas didekat wastafel.


" Ya ampun sayang kamu kenapa ? " Tanya Hans panik. Karena ia belum pernah mendapatkan Hanna seperti ini Selema menikah.


" Mas lemes " Ujar Hanna yang sama-sama polos tidak mengenakan apapun seperti Hans.


Hans membersihkan sisa cairan di sekitar bibir Hanna dengan tissue dan langsung menggendong Hanna kembali ke ranjang.


" Sayang kalau besok-besok mual begini kamu bangunin aku " Ujar Hans panik.


" Iya mas ,tadi gak sempat aku langsung mual banget dan langsung aja ke kamar mandi " ujar Hanna nyaman di pelukan sang suami.


" Ya udah ini kamu sejak kapan mual-mual, sejak nikah sama aku baru aku lihat kamu gini " Tanya Hans sambil merebahkan Hanna di ranjangnya.


" Aku emang ada sakit mag tapi dulu, sejak nikah gak lagi karena aku makan teratur dan gak pernah mual-mual. Tapi mungkin kemarin aku kebanyakan makan rujak mas bareng bibik jadi mual deh " Cerita Hanna ke Hans.


" Okey nanti kita panggil dokter untuk periksa kamu ya sayang " Ujar Hans .


" Aku biasa pakai minyak kayu putih aja hilang sih mas mualnya " ucap Hanna.


Hans segera mengambil yang disebut Hanna tadi dan langsung mengoleskan di perut Hanna.


Hans juga mengecilkan AC dan memakaikan Hanna gaun tidur agar Hanna tidak merasa dingin.


" Makasih ya Mas ,sini mas deket-deket aku mau pelukan " Ujar Hanna manja tidak seperti biasanya.


" Kalau pelukan sama aku gak mual nih ya ? " Goda Hans. Hanna pun mengangguk dan tersenyum. Seperti ada kekuatan dan tenaga jika berada dekat dengan Hans.


Hanna menelusup kan kepalanya ke dada bidang sang suami dan menghirup aroma tubuh suaminya yang menurutnya wangi padahal belum mandi itu.


" Aku masuk angin atau Magh nih mas " Ujar Hanna .

__ADS_1


Hans mengangguk mengiyakan. Ia meraih ponselnya dan bertanya ke temannya Dokter Risa.


Hans mengetikan sesuatu :


" Ris ,istri gue mual-mual pagi ini, mungkin hamil gak ya ? "


Dokter Risa membalas :


" Bisa jadi Hans, tapi coba aja testpack dulu untuk memastikan baru ke dokter kandungan kalau udah garis dua "


Hans tersenyum membaca balasan dari dokter Risa. Tidak ada salahnya Hans berharap Hanna hamil ,walau pernikahan sebelumnya Hanna belum bisa hamil


" Thanks Ris pendapatnya coba nanti gue jalankan ya "


Hans membalas lagi dan meletakkan ponselnya dan tanpa ia sadari Hanna memerhatikan Hans sedari tadi yang senyum-senyum sambil membaca pesan di ponselnya .


" Seneng banget Mas , sale senyum-senyum liat handphone " Ujar Hanna sambil menatap Hans .


" Iya sayang " Jawab Hans sambil mencium pucuk kepala Hanna.


" Berbalas pesan sama siapa ? " Tanya Hanna yang masih setia di pelukan Hans.


" Sama teman sayang " Jawab Hans sambil tersenyum .


" Cewek sayang, dokter Risa " Jawab Hans yang tetap tersenyum.


" Oh pantes " Ujar Hanna agak mengendurkan pelukannya.


" Aku tadi bilang ke Risa, kamu mual-mual ,apa kamu hamil . Kata Risa suruh testpack dulu ,baru kalau udah garis dua kita ke dokter " Ujar Hans menceritakan jujur apa yang tadi ia bicarakan dengan dokter Risa .


Sontak saat itu juga Hanna melepaskan pelukannya dengan Hans dan langsung menjauh turun dari ranjang serta langsung ke kamar mandi.


Hans lupa kalau ia tidak akan membahas masalah kehamilan. Karena permasalahan Prass dan Hanna bercerai selain KdRT adalah karena kehamilan yang tidak kunjung datang.


" Sayang, Sayang " Panggil Hans ke Hanna . Hans benar-benar lupa dan belum ingat kalau ini sangat sensitif untuk Hanna.


Hanna tidak menyahut dan terus masuk ke dalam kamar mandi. Hanna membersihkan dirinya dari sisa semalam dan setelah mandi Hanna memakai pakaian rumahan seperti biasanya.


Setelah rapih Hanna keluar dengan senyum mengembang seperti biasa. " Mas kalau mau mandi sudah aku siapkan semuanya ya pakaian dan handuk. Aku kebawah ya mas, ada yang ingin aku masak " Ujar Hanna tersenyum tapi terasa dingin oleh Hans.


" Kenapa tidak seperti biasanya " Ujar Hans dalam hatinya .


Hans pun mandi dan dibawah Hanna sedang membuat cemilan dari tangannya sendiri setelah ia selesai membuat sarapan sandwich untuk Hans.

__ADS_1


Setelah turun Hans langsung menuju dapur dan melihat istrinya sedang menyiapkan piring sarapan untuknya.


" Ayo mas sarapan dulu, " Ajak Hanna. Hans pun duduk di kursi biasanya dan dilayani oleh Hanna.


Hans yang tadi melihat Hanna memakai celemek pun bertanya, " Sayang, bukannya udah selsai buat sarapannya koq tadi masih pakai celemek " Ujar Hans.


" Iya lagi pengen buat cemilan aja, katanya Riki sama Riko mau kesini nanti siang " Ujar Hanna dengan senyum hambarnya.


" Ah iya sayang kemarin Riko juga bilang sama aku dikantor ,tapi aku lupa sampaikan ke kamu " hans menepuk dahinya dan Hanna pun tersenyum.


" Iya gak apa-apa mungkin mereka hanya izin ke kamu, karena kamu kan suami aku dan kepala rumah tangga disini . Tidak enak mungkin jika asal datang " jelas Hanna.


" Padahal tinggal datang saja gak apa-aoa sayang, aku kan gak masalah soal itu. Adik kamu tinggal disini pun tidak masalah " Hans mengusap kepala Hanna dengan lembut .


" Iya mas terima kasih " Hanna berkata tanpa melihat Hans dan terus memakan sereal nya dan minum air mineral sesekali .


" Siang nanti mau makan apa mas ? " Tanya Hanna sambil membersihkan pinggir bibir Hans dengan tissue karena ada sisa makanan sedikit menempel.


" Mau makan kamu aja boleh ? " Tanya Hans menggoda Hanna.


" Issh ada Riki sama Riko gak enak aku . Masa lagi main kesini ditinggal ke kamar " Untuk pertama kalinya Hanna menolak Hans. Walau diucapkan dengan lembut dan masuk akal. tetap saja itu penolakan secara halus.


" Kamu kenapa sayang, tumben " Tanya Hans bingung ke Hanna yang tidak biasanya menolak apapun permintaan Hans , apa lagi ritual nya itu.


" Gak apa-apa, aku mau lanjut buat cemilan dulu ya . Mas kalau ada butuh apa-apa panggil aku nanti aku ke Mas " Ujar Hanna meninggalkan Hans dimeja makan sendirian .


Ada apa dengan Hanna ???


Hans.


***


Jangan lupa ritualnya ya bestie 😘.


Like


komen


Fav


Vote


Hadiah buat Othor yang ngantuk-ngantuk tetep nulis 🤭

__ADS_1


__ADS_2