Bukan Wanita Malam

Bukan Wanita Malam
28. Siap Om


__ADS_3

" Butuh apa Ki " Tanya Vinna.


" Hmm butuh apa ya bingung " Riki bingung sendiri dan akhirnya ia membuka aplikasi Marketplace dan lebih memilih barang-barang yang akan dibeli untuk ditaruh di ruang kerjanya.


" Riki yang sedang serius memilih barang pun akhirnya di tarik Vinna ke dalam kamar pribadi di ruangan Riki "


" Kamu gak peka ya Ki ? " tanya Vinna kesal.


" Loh ada ruangan ini ? " Riki bingung dibalik rak ternyata ada ruangan seperti kamar.


" Aku suka kamu Ki, sayang kamu, " Vinna menyatakan isi hatinya.


" Eh hmm Vin, koq gitu " Riki kelabakan mendengar perkataan Vinna.


" Kamu mau balas perasaan aku gak ? " Tanya Vinna lagi sambil mendekat.


Riki hanya diam saja dan bingung harus bagaimana, dia teman kakaknya, anak Boss nya ,Riki harus apa .


" Kamu gak punya perasaan sama aku ? aku sering liat kamu melirik aku, aku tau kamu ada rasa sama aku kan ? " Tanya Vinna .


Riki masih tidak menjawab. Jawaban apa yang pas . Pikir Riki.


Vinna menghela nafasnya. " Aku kira kamu punya rasa sama aku. Ya udah aku minta maaf udah narik kamu tadi ,udah ganggu kamu " Lirih Vinna dan ia pun ingin menjauh dari Riki .


Tapi dengan sigap Riki menarik tangan Vinna ,kini Mereka saling berhadapan dan Riki memagut bibir teman baik kakaknya itu .


Mereka saring melummat dan menyesap bibir di hadapannya.


Riki melepaskan pagutannya dan memandang Vinna.


" Aku kan adik Kak Hanna Vin "


" Gak masalah "


" Aku cuma asisten Om Juna "


" Gak masalah "


" aku lebih muda dari kamu "


" aku gak perduli "


" Kamu sayang aku ? "


" Banget "


" Papa kamu gimana ? "


" Papa.udah tau dan gak masalah ,malah bagus karena pasangan aku orang yang dia kenal . Kita pacaran ya" ujar Vinna sambil mendekatkan lagi bibirnya ke Riki.


" Aku bisa khilaf Vin " ujar Riki


" Ah iya udah keras disini " Vinna menekan intinya ke tongkat Riki..


" Akhh Vin , aku mau ke kamar mandi " Ujar Riki menahan sesak.


" Ayo saling bantu keluarkan " Bisik Vinna nakal.

__ADS_1


Riki memagut bibir kekasih yang baru dipacarinya itu.


" Hmmmppp " mereka memagut mesra .


Tangan Riki. sudah bergerak kreatif kesana kesini dan tangan Riki dituntun Vinna untuk menyentuh bagian yang membusung kedepan itu .


Riki pun meloloskan permintaan Vinna untuk memegang pepaya gantungnya.


Tubuh Vinna dan Riki semakin panas akibat ulah keduanya .


Riki melepaskan pagutannya dan membetulkan pakaian Vinna. " Baju kamu berantakan Vin "


" Gak apa-apa asal jangan hati aku yang berantakan " Tangan Vinna kini nakal mencoba mengelus milik Riki.


" Vin " Riki menggeleng.


Vina mengangguk.


Vinna mengangkat roknya sendiri . " Aku butuh pelepasan sepertinya " Bisik Vinna. Riki mendapat lampu hijau lalu menggendong Vinna ke ranjang yang ada disana lalu membuka baju Vinna perlahan dan menyembul lah pepaya Vinna yang segar itu .


Dihisap dan disesap pepaya Vinna dan tangan Riki meloloskan segitiga Vinna . Kini tangan Riki bermain-main dibawah sana sedang bibirnya setia menyesap bagian dada yang membusung itu.


" Euunggghh Ki,, " Lenguh Vinna menikmati setiap aksi Riki.


Tiba-tiba Riki mengeluarkan jarinya dari sawah Vinna.


" Ki " Wajah Vinna memohon meminta Riki memasukannya jarinya.


" Milik aku, udah ga boleh sama siapa-siapa lagi " Ujar Riki prosesif.


" Ok aku percaya karena ini terasa sempit " Riki pun memasukkan jarinya lagi dan bergerak keatas kebawah . Pinggul Vinna pun mengikuti ritme jari Riki dan ..


" AKKHHH " Vinna merasakan tubuhnya bergetar dan pelepasan pertamanya terjadi.


Nafas Vinna tersengal dan dia menatap Riki .


" Malu Ki, " ujar Vinna


" tapi suka ? " tanya Riki. Vinna mengangguk.


Vinna pun sadar diri dan tangannya kini mulai merambah ke milik Riki. Riki memejamkan matanya menikmati sentuhan tangan Vinna.


Sesekali Vinna mengulumnya membuat Riki menginginkan lebih. Dengan cara arisan akhirnya Riki pun mengeluarkan olinya dan mengerang. Lalu menarik wajah Vinna dengan lembut dan mencium bibirnya.


" Makasih pacar " ujar Riki tersenyum . Vinna pun membersihkan milik Riki dengan tissue . setelah itu Riki juga ingin membersihkan inti Vinna tapi dilarang Vinna.


" aku aja bisa sendiri " Ujar Vinna lalu ke kamar mandi


Entah kedepannya Riki harus bagaimana membicarakan hubungannya dengan Vinna.


Setelah membersihkan diri, Vinna keluar dan mukanya terlihat cerah kembali karena sudah disapu make up.


" Udah ? mau kemana lagi ? " tanya Riki.


" Aku kerja disini aja deh , aku disuruh papa kan temenin kamu. aku pilihin sini barang apa yang harus dibeli " Ujar Vinna.


" udah aku pilih Vin, nanti aku ajuin dulu ke bagian keuangan " ujar Riki.

__ADS_1


" Udah mana sini " Ponsel Riki diambil Vinna dan Vinna memasukan nomor kartunya dan langsung dibayar detik itu juga.


" Vin, ini kebutuhan kantor biar aja " ujar Riki .


" Kamu ajuin aja, nanti kan turun uangnya " ujar Vinna .


" Ya udah nanti aku ganti ya " Ujar Riki tak enak hati


" Ga usah ,buat kamu, buat beli keperluan kamu dulu, kan kamu baru pindahan kan ? " tanya Vinna.


" Hmmm iya tapi disana udh lengkap semuanya ada " jawab Riki.


" ya udah pegang aja "


" Aku seperti berondong dibayar " gerutu Riki.


Vinna terkekeh. " Mana ada tante-tante secantik aku "


" Cantik, bikin pengen Deket terus lagi " Riki menarik tangan Vinna dan mereka pun mendekat.


" udah ah, aku gak pake celana nih, tadi lembab " ujar Vinna.


" besok-besok bawa lebih makanya "


" hmm " Sahut Vinna dan tak lama Papa Juna masuk


" Ehemm. " Papa Juna berdehem.


" Papa panggilan loh kalian dari tadi " ujar Papa Juna lalu duduk di sofa.


Riki yang tadinya mendekat ke Vinna kini menjauh dan menghampiri Papa Juna.


" Eh Om hmm maaf tadi " Riki bingung harus menjelaskan bagaimana . Gak mungkin kan menjelaskan abis mengeluarkan Oli.


" Iya udah ,kalian mau ngapain terserah asal Riki tanggung jawab " ujar Papa Juna. Bukan tanpa alasan papa Juna berbicara begitu. Karena dia pernah melihat Vinna sedang menonton video dewasa. Papa Juna merasa Vinna sudah harus menikah dari pada terjerumus ke pergaulan bebas.


" Iya Om " ujar Riki.


" kamu udah beli barang-barang untuk diruangan ini ? " Tanya Papa Juna


" Udah om tadi, " Ujar Riki


" Ya udah tinggal klaim ya ke bagian keuangan nanti "


Riki mengangguk dan Vinna mendekat ke arah sang papa.


" Pa kalau Vinna sama Riki pacaran gimana ? " Tanya Vinna sambil bergelayut manja.


" Pacaran sama Riki tapi gelayutan sama Papa " Cibir sang papa tapi kemudian tersenyum.


" Asal kerjaan gak keganggu ya Ki " tukas Papa Juna.


" Siap Om "Riki yang tadi ya takut akhirnya tersenyum


***


Jangan proses sama Othor polos ya, Emang disini ceritanya suka begitu. kalau mau cerita yang gak bikin lembab bukan disini tempatnya 😁🙏

__ADS_1


__ADS_2