Bulan & Bintang (Revisi)

Bulan & Bintang (Revisi)
Bagian 12. Benci Tapi Cemburu


__ADS_3

Setelah Bulan mulai merasa tenang, Tata pun mulai mencoba mengajaknya berbicara.


"Ada apa Lan, kok bisa sampai bertengkar sama Bintang? Kalian ada masalah?" tanya Tata pada Bulan. "Kalau lho ada masalah cerita aja sama gue. Gue janji gue pasti bantu. Oke."


Bulan hanya terdiam. Hanya suara tangisan yang terdengar keluar dari mulutnya. Tata pun langsung memeluknya dari samping dan berusaha menenangkannya.


"Ya udah, kalau kamu belum mau cerita juga gak papa kok. Tapi kalau lho udah baikan janji ya bakal ceritain semuanya sama gue" ucap Tata. Ia benar benar sahabat terbaik untuk Bulan. Hanya dia yang bisa memahami perasaannya.


Bulan hanya mengangguk sebagai jawabannya.


"Ya udah ke kelas yuk?" ajak Tata pada Bulan. Lagi lagi, Bulan hanya menjawabnya dengan anggukan. Namun, Tata mengerti itu semua. Perasaan Bulan sekarang lagi kacau. Makanya agak cuek begitu.


Mereka pun meninggalkan ruangan UKS tersebut dan menuju kelas. Sesampainya di kelas, semua mata tertuju kepada kedua gadis tersebut.


"Apa liat liat?" gertak Tata pada teman temannya dengan mempelototi mereka. Teman temannya pun langsung mengalihkan pandangan mereka, berpura pura seolah olah tak memperhatikannya.


Bulan dan Tata pun melanjutkan langkah kakinya. Mereka pun melangkahkan kakinya ke arah meja Bintang. Bintang yang melihat itu merasa agak lega dan senang. Ia mengira kalau Bulan sudah memaafkannya. Tapi kenyataannya tidak. Bulan hanya melewati meja Bintang saja. Bulan sekarang duduk di samping Tata. Bintang pun menolehnya ke belakang, namun Bulan yang mengetahui itu menatapnya sebenatar lalu memutar bola matanya ke arah lain. Bintang yang melihat itu semakin merasa bersalah, telh menyakiti hati Bulan.


"Sepertinya Bulan masih marah sama gue. Kenapa sih  Tang, lho tuh **** banget?" batinnya. "Arghhh" tanpa sengaja ucapannya itu keluar dari mulutnya. Semua mata pun menatapnya heran.


Sementara Bulan, ia mengata ngatai cowok itu dalam hatinya. "Rasain tuh, lho nyesal kan, merasa bersalah kan, udah nyakitin gue.".


'Kring... " bel tanda istirahat pun berbunyi. Murid murid kelas XI IPA 1 pun berhamburan keluar kelas.


"Lan, ke kantin yuk" ajak Tata yang langsung dianggukan Bulan.


Setelah mereka mengemas buku buku mereka,  mereka pun bangkit dari bangkunya dan berjalan menuju kantin. Saat melewati meja Bintang, tiba tiba Bintang mecekal tangan Bulan. Langkah mereka pun terhenti.


"Lepasin tangan gue!" ucap Bulan agak membentak.


Namun Bintang tak melepaskannya, malah ia menpererat cengkramannya.


"Gue bilang lepasin tangan gue!". Suaranya mulai meninggi.


"Woy, lepasin tangan Bulan. Cowok kayak lho yang cuma bisa nyakitin sahabat gue ini, gak pantes megang megang dia". Tata pun ikut bicara.

__ADS_1


"Gue gak ada urusan sama lho, jadi mending lho diam aja." ucap Bintang pada Tata.


"Urusan Bulan itu, urusan gue juga. Dan gue gak akan biarin lho buat dekat dekat lagi sama Bulan." balas Tata.


"Lho dengar sendiri kan, Tata bilang apa? Jadi tolong lepasin gue?" Ucap Bulan lagi.


"Gue akan lepasin lho sebelum lho maafin gue" ucap Bintang yang mengundang emosi kedua gadia tersebut.


"Apa lho bilang, MAAF" ucap Bulan sengaja menekankan kata maaf.


"Gak semudah itu." tambahnya, kemudian melepaskan tangannya dari cengkeraman Bintang dengan keras. Lalu berlalu dari tempat itu.


"Camkan itu!" ucap Tata sebelum pergi dari tempat itu.


"Arghh" teriak Bintang setelah kedua gadis itu pergi sambil memukul mukul mejanya. Tak peduli dengan tangannya yang sudah memar memar dan sedikit mengeluarkan darah. Baginya, itu belum seberapa sakit yang dirasakan Bulan. Tak peduli pula kalau meja itu akan rusak. Hingga Surya datang menghampirinya dan mencoba menenangkannya.


"Sadar Tang, sadar" ucapnya sambil menghentikan Bintang memukul meja itu.


"Arghh". Lagi lagi teriakan itu keluar dari mulut Bintang. Tanpa sengaja Bintang mengeluarkan setetes air matanya. Tak pernah terbayang dalam pikirannya akan menyakiti hati wanita.


Sementara itu Bulan dan Tata yang sedang berada di kantin sambil menikmati makanan yang mereka pesan, mereka bercakap cakap.


"Lho benaran gak mau Lan, maafin Bintang?" tanya Tata tanpa mengalihkan peehatiannya pada bakso yang sedang dilahapnya tersebut.


"Iya" jawab Bulan singkat.


Tata pun menghentikan makannya dan menatap Bulan dengan serius. "Emang lho sebegitu bencinya ya sama dia?".


Pertanyaan Tata kali ini hanya membuat Bulan diam seribu bahasa.


Hening.


Tiba tiba suara notifikasi di Handphone Tata memecah keheningan tersebut. Tata pun mengecek siapa yang mengiriminya pesan dan membacanya. Kemudian ia mengaguk ngangguk sambil senyum senyum tak jelas. Bulan yang melihat itu menjadi heran. "Ada apa sih?" tanyanya.


"Gak ada apa apa" jawab Tata berbohong.

__ADS_1


Tanpa sengaja Mentari mendengar percakapan mereka."Ohh, jadi Bulan dan Bintang lagi marahan." batin Mentari sambil manggut manggut. Dalam hatinya ia merasa sedikot agak senang. Bukankah ini kesempatan bagus untuk mendekati Bintang lagi?


"Gue gak bakal biarin kalian baikan. Gak akan pernah.".


Setelah makan di kantin, mereka pun kembali ke kelas. Tanpa sengaja, Bulan melihat Bintang dan Mentari yang sedang duduk di bangku taman. Mereka terlihat begitu dekat dan lengket. Entah kenapa Bulan merasa cemburu. Namun ia tak bisa memungkiri hal itu, kalau ia masih mencintai Bintang. Meskipun Bintang terlihat begitu tak suka dengan kehadiran Mentari, namun tetap saja Bulan merasa cemburu. Bulan yang sudah tak kuat lagi melihat itu pun pergi begitu saja. Ia berlari menjauh dari tempat itu dan tanpa sengaja air mata menetes di pipinya. Tata yang menyadari itu pun mengejarnya.


"Bulan" teriak Tata saat melihat Bulan telah meninggalkannya.


Sementara itu, Bintang yang mendengar kata Bulan disebut langsung menengok ke belakang. Namun ia tak melihat Bulan sekalipun.


"Yes, rencana gue berhasil" batin Mentari tersenyum puas.


Waktu pun terus berlalu. Bell tanda pulang pun berbunyi. Semua murid pun berlarian keluar dari kelas memuju ke parkiran.


"Lan, pulang bareng gue yuk" ucap seorang cowok yang tiba tiba datang menghampirinya di depan gerbang.


"Gak ahh" jawab Bulan singkat.


"Lho masih marah sama gue Lan?" ucap cowok itu lagi.


"Enggak" jawab Bulan singkat.


"Udah pulang bareng aja Lan". Tata mencoba membujuk Bulan agar pulang sama Langit.


"Kakak emangnya gak keberatan?" tanya Bulan memastikan.


"Iya Lan." jawab Langit singkat.


"Maaf ya Kak, gue gak bisa balas perasaan Kakak." ucap Bulan lagi.


Tentu ini membuat Tata dan Langit sektika menjadi diam. Hingga Langit angkat bicara. "Iya gak papa kok Lan. Gue gak maksa lho buat suka sama lho. Gue gak masalah kok."


Tata pun langsung kagum dengan Langit yang bisa secepat itu move on. "Gue salut deh sama Kak Langit."


"Makasih ya Kak, udah ngertiin Bulan."

__ADS_1


__ADS_2