Bulan & Bintang (Revisi)

Bulan & Bintang (Revisi)
Bagian 29. Berpiknik


__ADS_3

Hari ini, hari Minggu. Bulan dan Bintang memutuskan untuk pergi berpiknik untuk mengisi waktu luang mereka hati ini. Mereka memutuskan untuk pergi berpiknik ke pantai. Awalnya mereka berencana untuk berpiknik ke pantai berdua saja, namun tanpa mereka duga Tata dan Surya mengikuti mereka dari belakang.


Keduanya memang keras kepala. Bulan dan Bintang sudah memperingati mereka untuk tidak mengikutinya, namun tetap saja keras kepala. Diam-diam mereka mengikutinya dari belakang. Jadi disinilah mereka berempat sekarang.


"Hai Bulan, Bintang." ucap Tata dan Surya berbarengan.


Bulan dan Bintang tengah asyik bermain pasir mengarahkan pandangannya ke sumber suara.


Tata dan Surya pun saling menatap. "Lho?" ucapnya lagi bersamaan.


Cepat-cepat Tata memalingkan wajahnya ke samping sambil bersedekap dada. "Ngapain lho di sini?" tanyanya ketus.


"Lah, lho sendiri ngapain di sini?" Bukannya menjawab, Surya malah bertanya balik bahkan lebih ketus dari Tata.


Tata yang mendengarnya berdecak kesal kesal dalam hatinya. "Lah, lho sendiri ngapain di sini?" batinnya mengulang ucapan Surya barusan.


"Lho ngikutin gue ya!" tebak Surya tepat sasaran.


Tata lamgsung terpaku mendengarnya. Benar gadis itu mengikutinya dari belakang tanpa sepengetahuan Surya. "Kok dia tau sih?" gerutunya dalam hati.


"Idih siapa juga yang ikutin lho. Najis!" ucap Tata mengelak. Bisa-bisa harga dirinya turun dan Surya semakin kepedean jika ia berkata jujur.


Ya sejak kemarin, sejak Surya sudah meminta maaf kepada Tata hubungan mereka kembali seperti dulu bak Tikus dan Kucing.


"Jujur aja kali, gak usah pura-pura juga. Lho pikir gue gak liat tadi lho buntutin gue dari belakang."


Skakmat.


Tata bisa apa? Ternyata Surya mengetahuinya. Tata hanya bisa merituki dirinya sendiri. Surya memang tadi tak sengaja melihat mobil Tata membuntutinya lewat kaca spion motornya.


Seketika pipi Tata berubah jadi merah merona. Rasa malu meliputi dirinya sekarang. Surya yang merasa heran kenapa Tata jadi diam, melirik ke sampingnya. Surya membekap mulutnya untuk menahan tawanya ketika melihat wajah gadis itu merah merona.


"Cieee, mukanya merah tuh. Kenapa ya?" godanya sambil menunjuk-nunjuk pipi Tata.


Tata pun segera menepis tangan Surya dengan kasar. "Apaan sih!" ucapnya tersipu malu. Ada perasaan senang ketika cowok itu memegang pipinya. Tiba-tiba perasaan itu kembali muncul di hatinya, setiap ia berada di dekat Surya. Jantungnya lagi-lagi beedegup dua kali lebih cepat. Perasaan apa ini? Mungkinkah aku jatuh cinta kembali pada Surya? Pikir gadis itu.


Tanpa Tata sadari, gadis itu telah menatap lama wajah Surya. Surya yang punya kepedean tinggi itu pun langsung kumat.


"Kenapa muka gue neng? Kegantengannya ya? Ya iyalah Surya gitu lho," bangganya denga PD. Seketika Tata tersadar, ia pun langsung memalingkan wajahnya karena malu. Lagi-lagi ia kedapatan.


"Ganteng kan gue? Alah ngaku aja deh. Gak usah sok malu-malu gitu juga kali." ucap Surya sambil mencolek dagu gadis itu.

__ADS_1


Tata pun segera menepis tangan Surya. Lagi-lagi mukanya merah seperti udang rebus. "Apaan sih,"


"Elle, masih aja ngeles." Surya memutar bola matanya malas karena Tata masih mengelak juga.


Karena kesal, Tata memukul lengan cowok itu dengan keras. Surya pun meringis kesakitan.


"Aww... Sakit ****. STOP!" ringis Surya sambil memegangi lengannya yang terasa sakit. Tata pun menghentikan pukulannya.


"Sialan, lho." umpat Surya kesal.


"Apa lho bilang? Coba ulang sekali lagi!" ucap Tata, menyuruh Surya untuk  mengulangi kata-katanya.


Dengan begonya, Surya pun mengulang kata-katanya tadii, "Sialan, lho." ulangnya. Sontak ia mendapat pukulan dari Tata di lengannya dengan sangat brutal.


"Surya!" pekik cewek itu kesal sambil terus memukuli lengan Surya tanpa ampun.


"Tata, Surya stop!" ucap Bulan meneriaki dua orang itu. Ia geram sendiri melihat dua makhluk ini yang tak pernah akur sekalipun. Setiap bertemu pasti ada saja yang selalu diperdebatkan.


Keduanya pun langsung menghentikan perdebatannya.


"Kalian ini apa-apaan sih? Tiap kali bertemu pasti aja selalu berantam. Bisa gak sih? Sekali aja gak ribut. Guue capek tau liat kalian berantem terus." tegur Bulan.


"Maaf Lan," Tata menunduk, merasa bersalah.


"Oh iya. Kok  kalian bisa ada di sini sih?" ucap Bulan yang baru menyadari akan hal itu.


"Hehe, itu...anu...ki-kita bun-" ucap Tata terbata-bata yang tak mampu dicerna oleh Bulan dan Bintang maksudnya.


"Kita buntutin lho dari belakang." potong Surya cepat. Kelamaan menunggu jika Tata yang akan menjawabnya. Gadis itu menggigit bibir bawahnya takut kalau Bulan dan Bintang memarahinya.


"Kan, kita udah larang. Kenapa kalian nekat banget sih ikutin kita?" tanya Bintang dengan nada tak bersahabat. Membuat dua orang itu menunduk bersalah.


"Maafin kita, kita cuman pengen ikut jalan-jalan juga." ujar Tata dengan pelan.


"Kan, jalannya gak harus di sini." ketus Bintang.


"Ya, habisnya gu-" kata Tata yang langsung terpotong.


"Udah Tang, biarin aja mereka ikut. Kasihan mereka." ucap Bulan yang langsung diprotes oleh Bintang.


"Tapi gue kan-" protesnya.

__ADS_1


"Stt," Bulan menempelkan jari telunjuknya di bibir Bintang. Bintang pun berdecih kesal. Namun dalam hitungan detik, ia kembali ceria.


Cup.


Bagimana tidak? Bulan mencium pipinya.


"I love you." bisik Bulan tepat di telinga Bintang.


Bintang pun menatapnya dan menyunggingkan senyumnya, kemudian ikut berbisik di telinga Bulan.


"Love you too. Cium lagi dong, tapi kali ini di bibir!"


"Iss apaan sih," Bulan pun menjauhkan dirinya dari Bintang dan refleks memukul lengannya.


"Tapi kamu suka kan?" goda Bintang, berbisik di telinga Bulan.


Bulan pun menatapnya dengan wajah yang memerah. "Iss nyebelin banget sih lho," ucapnya sembari memukul lengan Bintang.


Bintang pun berlari menjauh agar Bulan rak memukulnya. Bulan pun mengejarnya. Aksi kejar-kejaran pun terjadi. Mereka berkejar-kejaran di tepi pantai sambil sesekali bermain air.


Tata dan Surya yang melihat itu pun menggerutu kesal.


"WOY, BUCIN BANGET SIH LHO BERDUA. INGAT TEMPAT WOYY, INI TEMPAT UMUM." terika Surya membuat kedua orang yang sedang berlarian itu berhenti.


"IRI BILANG BOS," balas Bulan dan Bintang bersamaan, kemudian kembali melanjutkan aksi kejar-kejarannya tanpa mengindahkan ocehan Tata dan Surya sehingga membuat dua orang itu semakin kesal. Ohh ralat, cemburu.


"Iss mereka berdua apa-apaan sih," kesal Tata melihat kemesraan Bulan dan Bintang sambil melipat kedua tangannya di atas dada.


Surya meliriknya. "Lho cemburu sama mereka? Lho mau juga?" tanyanya.


Tata pun ikut meliriknya dengan mata yang berbinar. "Jadi lho mau ajakin gue main juga?" ucapnya dengan PD.


"Kata sia-"


Belum semoat Surya selesai berbicara, Tata sudah lebih dulu menyiramnya air laut. Bajunya pun jadi basah.


"Belum selesai juga ngomongnya," decih Surya.


Sementara Tata, gadis itu sudah berlari jauh takut Surya membalasnya. Dari kejauhan Surya melihat gadis itu menjulurkan lidahnya seolah mengejeknya.


"Oh mau nantangin gue?" ucapnya pada diri sendiri.

__ADS_1


Surya pun segera berlari mengejar gadis itu, "AWAS LHO YA, TUNGGU PEMBALASAN GUE!" teriaknya.


Tata pun mempercepat langkahnya. Namun kekuatannya tak sebanding dengan Surya, alhasil Surya mendapatnya. Surya pun membalas Tata. Ia memercikkan air ke tubuh Tata, baju Tata pun ikut basah. Karena tidak terima, Tata pun membalasnya juga. Bermain air-airan pun terjadi.


__ADS_2