
Papa dan mama sangat bangga dengan Ken Fenderick dia terlihat sangat luar biasa menjadi figur bisnis, kedekatan antara keluarga Jaya dan Fenderick terbilang cukup lama akibat bisnis dan beberapa hal lain nya, jadi tak heran papa menjadi inverstor terbesar untuk acara ini, sesekali Eca melihat ke arah Ken. Tidak, Ken fenderick sebab dia terlalu mengagetkan nya.
Kala itu di privat room beberapa investor di jamuan dengan makan malam, tek terkecuali keluarga Jaya, disana hanya ada keluarga Fenderick, keluarga Jaya, dan keluarga Quiin.
Sesekali mata Eca menatap Ken lalu mamalingkan pandangan saat mata mereka bersiribok bertemu, Eca butuh kejelasan dari sikapnya Ken kamarin setelah mempertanyakan tentang keluarga nya, sebenarnya Eca tidak membutuhkan penjelasan tapi kenapa keluarga nys terasa begitu akrab dengan keluarga Ken, jika untuk masalah bisnis mama dan papa tidak pernah menjelaskan apa-apa kepada nya, jadi Eca tidak tau menau bahwa Fenderick sudah seperti keluarga bagi orang tua nya.
Tapi jika tiba-tiba begini Eca sedikit canggung menghadapi situasinya, sebab logika nya hanya berfikir Ken itu orang biasa yang pintar dan sombong, dia tidak tau jika Daniell Fenderick memiliki anak yang bernama Ken, yang Eca tau, Daniell Fenderick hanya memiliki anak bernama Aldo.
"maa eca keluar sebentar" bisik gadis itu kepada mama dengan lirih
"cepat balik syang" saut wanira tersebut sambil menatap Eca dengan dekat.
Mendengar persetujuan dari mama Eca hanya mengedipkan mata sembari mengiyakan perintah mama nya, rasanya Eca butuh udara segar untuk menyegarkan otak nya, karna dirinya terlalu capek dengan acara yang di jalani sedari tadi.
Tanpa di sadari Ken mengikuti langkah gadis itu dari arah belakang, perlahan dia memperhatikan tujuan wanita yang ada di depan nya.
"hei kau" teriak orang asing dari arah belakang sambil berjalan ke arah Eca, saat itu Eca yang tengah berdiri di luar ruangan, dia membalikan bandan untuk menghadap kearah suara, dia melihat Ken yang ada di belakang nya, seketika Eca memperhatikan sekitar, sebab bisa jadi bukan diri nya yang di teriaki pria itu.
"apa kau memanggil ku?" tanya Eca sambil menunjuk diri nya sendiri
" apa kau melihat ada orang lain lagi selain kau disini? " tanya pria itu dengan ketus, sambil berhenti tepat dihadapan Eca
__ADS_1
"kenapa pria ******** ini ketus sekali terhadap ku, apa dia sebegitu membenci ku" gumam Eca saat mata nya bertatap tajam dengan mata Ken
"ada apa kak ken" celetuk Eca sembari memaksakan wajah ramah nya kepada pria itu
"kenapa aku memanggil nya, apa yang harus aku katakan" gumama ken saat mata nya masih setia menatap wajah cantik Eca.
" menapa kau terkejut melihat ku? kau bahkan memandang ku seperti melihat hantu, apa kau tidak tau siapa aku? " tanya nya dengan penuh keseriusan
"Jelas saja aku melihat Kakak seperti itu, aku mengenal kakak sebagai kating ku di kampus, aku tidak menyangka saja ternyata kakak anak Tuan Daniell" jelas Eca sambil menantang memghadap Ken
"Apa kau yakin hanya mengenal ku di kampus" tanya Ken untuk memastikan kembaki
"tentu saja, apa kita pernah bertemu selain kakak menjadi tutur belajar ku, tidak kan" tutur Eca dengan mimik wajah yakin nya.
"hei kenapa kau datang seenak nya dan pergi seenak nya" teriak gadis itu ke arah Ken yang setia melangkah dengan penuh kesombongan, sebenar nya hal yang membuat Eca terganggu adalah sikap sombong dan ketusnya, sebab pria itu sangar ketus ke pada Eca.
Mendegar teriakan dari wanita menyebalkan itu membuat langkah kaki Ken terhenti, dia membalikan badan sambil menatap Eca dengan tajam, melihat hal itu tentu saja ada rasa takut yang tertampil di wajah Eca
" apa kau mau aku menemani mu? " tanya pria itu dengan tatapan merendah menatap Eca, jelas sekali bagaimana cara dia menatap itu degan penuh arogansi yang melebihi galaksi
" tidakkkk, aku hanya bertanya, maafkan aku!" sahut Eca seketika, dia berjalan meninggalkan ken yang tengah berdiri menatap dirinya.
__ADS_1
Eca begitu kesal saat mencuci tangan nya di westafel, dia tidak mengerti masalah apa yang dimiliki pria itu terhadap nya, Eca bahkan tidak ingin terlibat masalah dengan siapapun, bahkan dia tidak ingin ada yang tau tantang dirinya, namun Kena malah mengetahui nya, membuat hidup Eca berada di ambang masalah saja
"kenapa kau lama sekali ca? " tanya mama kepada Anak gadis nya sembari Eca menduduki diri di kursi yang tepat disampingnya.
"eca jalan-jalan sebentar ma" jelas nya lalu melayangkan senyuman ke arah wanita it, mendengar hal itu dari anak nya, membuat dirinya menatap Eca dengan penuh perhitungan namun seketika pandangan nya di buyarkan kembali dengan oleh rekan nya, yaitu ibu dari Ken yang kebetulan beliau adalah orang Indonesia.
Melihat kedatangan rekan kerja mama, ECa hanyanmengulas senyum senyum sembari berdiam diri karna tidak tau harus melakukan apa, Eca mendengar kelas percakapan papa nya dan paman Fenderick.
" apakah dia sudah mau menikah? " tanya Tuan Fenderick kepada papa, yg tak lain dia menanyakan tentang Eca selaku putri Jaya.
" dia akan menikah, jika laki-laki itu baik menurut ku" balas Jaya sambil tersenyum sumringah ke arah Tuan Fenderick
"Aku sangat ingin Ken menikah, sebab dia selalu tinggal di apartemen sendiri,setalah dewasa dia tidak mau berbagi hal apapun dengan kami, dia terlalu sibuk menyimpan sendiri dan memikirkan perkerjaan dan kulaih. sekarang aku sangat bangga dengan Ken, tapi aku tidak bisa mengatakan dia bahagia. sepertinya dia hanya berusaha kuat setelah kehilangan Ibu dan adiknya, sekarang dia hanya melakukan apa yang bisa dilakukan nya saja, jadi jika ada wanita yang dicintainya aku akan langsung menikahi nya. " seketika raut wajah tuan Fenderick terlihat sedih dengan tatapan sayu dan senyum tipis nan pilu itu, mendengar hal itu tentu saja Eca terdiam mendengar nya, bagaimana tidak, Ken seperti tembok yang sulit untuk dipecahkan, meskipun Eca mengenal pria itu beberapa hari dia sudah paham betul kepribadian nya, mungkin memang benar meskipun diluar seseorang terlihat luar biasa, tapi kita tidak pernah tau apa yg dirasakan nya, sebab sebagai manusia seseorang selalu menggunakan topeng untuk menghadapi manusia lain, lalu membangun mekanisme pertahanan diri untuk terlihat baik-baik saja, namun lain dari itu semua, kejadian seperti apa yang di alami ibu dan adiknya, membuat Eca melebarkan telinga untuk mendengar percakapan orang tua nya
"Apa kita menjodohkan anak kita" celetukan tuan Fenderick kepada Papa Eca, membuat Jaya hanya terdiam mendengar hal tersebut.
Sedangkan Eca yang dengan seksama menguping pembicaraan mereka kangsung tersedak sebab dirinya tengah meneguk minuman saat mendengar pernyataan tersebut.
Bagaimana tidak seseorang yang tak pernah di ninginkan nya dama sekali, tiba-tiba dinikahkan dengan nya, bagaimana bisa Eca menerima pernyataan konyol itu, bahkan dia tidak habis pikir dengan tuan Fenderick, apa pria itu tidak berfikir dalam mencarikan pasangan untuk anak nya, melihat reaksi anak nya tentu saja tuan Jaya mengetui Eca tengah mendengarkan hal itu, membuat dua pria berumur itu melihat ke arah Eca yang tersedak dengan minuman nya
"Maaf tuan" sambung Eca dengan memberikan hormat ke arah papa dan tuan Fendericm, dia meninggal meja bundar itu guna membersihkan dress nya, terlihat jelas sikap Eca sangat mengganggu percakapan mereka saat itu
__ADS_1
"Ini benar- benar seperti drama dalam hidup ku, jika aku dapat mengatur skenarino. Aku ingin kak Aldo yang dijodohkan dengan ku, kenapa harus ken!!! laki-laki yang tak ku dambakan sama sekali, jauh dibalik itu semua, aku berharap ini hanya sebatas celetukan tuan Fenderick kepada papa. Wajar saja seorang ayah mencemaskan putranya yang sempurna dalam segala hal tapi tidak bahagia dan menyendiri. aku tidak mengerti mengapa ada pria yang seperti dirinya, aneh sekali!! tapi apa tuan Fenderick tidak berfikir menjodohkan ku dan Ken, yang benar saja!! dasar sial!!" umpat wanita itu di dalam kamar mandi, bahkan sudah dua kali dirinya disana