
Tengah malam Eca mengerjapkan mata saat dirinya terbangun dari tidur siang nya, bahkan gadis itu merasakan bengkak dibagian mata nya, Eca beranjak dari ranjang sambil melangkah ke arah cermin, dia melihat wajah nya membengkak saat baru bangun tidur.
“Kenapa bengkak sekali” dengus Eca ketika memperhatikan wajah nya, dia berjalan keluar ruangan guna menuju ke arah dapur, sebab sendok dingin yang dimasukan ke lemari es dapat menghilangkan bengkak mata dengan cepat.
Eca begitu sibuk nya dengan aktivitas yang dilakukan nya disana, dirinya berulang kali mengompres mata nya dengan sendok dingin itu hingga perlahan bengkak di bagian mata gadis itu menghilang, membuat Eca menyudahi kegiatan nya.
“Nona apa anda membutuhkan sesuatu?” tanya seorang pelayan yang baru saja menghampiri Eca yang berdiri di dapur
“Tidak bi” balas gadis itu sembari menuangkan minum ke gelas yang baru diambil nya, sedangkan pelayan tersebut begitu sopan menghadap dirinya
“Apa nona ingin saya siapkan makan malam?” sambung pelayan itu kepada Eca yang tengah meneguk minuman nya.
“Tidak usah bi, bawakan saja beberapa buah kekamar saya” tutup Eca hingga berlalu kearah kamar nya.
Saat gadis itu menelusuri tangga, dirinya melihat ke kamar besar yang berada di ujung koridor itu, tentu saja itu kamar orang tua nya, membuat Eca mengharapkan sesuatu yang mustahil untuk nya.
“Andaikan mama dan papa ada di kamar mereka, tapi tentu saja itu tidak mungkin” seru Eca dengan tersenyum getir, gadis itu berlalu memasuki kamar nya dan mendudukan diri di meja belajar untuk melihat beberapa tugas kuliah yang harus di selesaikan.
“Sayang” panggil Jaya lirih ke arah Adellia yang masih tertidur di dalam pelukan nya
“Adell” seru nya sekali lagi saat menyelusuri pipi istri nya hingga mencium gemas wanita yang di cintai nya
“Ahhmmmm” desah Adellia tanpa membuka mata nya
“Sayang…bangunlah, kau butuh makan malam” seru pria itu ke pada istri nya
“Ahmmm….aku masih mengantuk, makan lah sendiri” seketika saja Adellia semakin membenamkan kepala nya ke dada bidang Jaya, membuat pria itu semakin gemas dengan tingkah Adellia, meskipun usia mereka beranjak tua bahkan memiliki seorang anak yang hampir menikah, namun Jaya merasa bercubuan dengan remaja, Adellia masih saja mengemaskan dan begitu cantik, hingga pria itu mengaduh kenyamanan istri nya, bahkan Jaya mencium kening istri nya tanpa ada jeda
“Jaya, aku mengantuk sekali. Apa yang kau lakukan” dengan kesal Adellia membuka mata nya melihat ke arah suami nya itu, seketika dirinya disambut oleh senyuman, membuat Adellia tertegun, sebab selama ini saat dirinya membuka mata entah di siang sore malam dan pagi hari, tidak ada siapapun disamping nya, namun kali ini suami nya memeluk tubuh nya yang bersirobok dengan senyuman ketika membuka mata.
“Sudah hampir lima belas tahun saat aku membuat perbedaan di antara kita, kenapa sikap nya tidak berubah” gumam Adellia didalam diam nya
__ADS_1
“Adell, makan dulu, kau butuh tenaga untuk melanjutkan aktivitas kita” goda Jaya ke arah istri nya
"Apa maksud mu dengan aktivitas?” membuat Adellia salah tingkah dengan apa yang dikatakan Jaya ke arah nya
“Nanti kau akan tau sendiri, sekarang kita harus mengisi tenaga mu sayang. Kita tidak berumur dua puluh tahunan, kita sangat berumur jadi harus mengisi stamina penuh untuk melanjutkan nya”
“Jaya” teriak Adellia, ketika dirinya begitu malu mendengar perkataan suami nya
“Kenapa dia percaya diri sekali mengatakan hal itu, aku sangat malu mendengar nya, yang benar saja pria ini” Adellia menekuk wajah nya nya sebab dirinya tak sanggup menatap Jaya
“Lihat aku” pria itu meraih dagu Adellia, hingga mata nya bersirobok dengan bibir pucat istri nya yang begitu mengoda, dengan cepat Jaya menyambar bibir istri nya, hingga memeluk Adellia dengan sayang, dia meleburkan rindu dan cinta nya sekali lagi, bahkan membuat Adellia memejamkan mata untuk menikmati nya
“Nyaman sekali” seru Adellia dengan penuh penerimaan
Seketika Jaya melepaskan ciuman nya disaat nafas istri nya mulai terengah dengan tautan bibir mereka, hingga pria itu mengkecup nya untuk dijadikan penutupan, bahkan Adellia tidak mengerti lagi perasaan bahagia seperti ini tanpa disadari melebur di dalam hati nya.
Jaya beranjak dari ranjang itu dengan bentuk tubuh polos, hingga istri nya sedikit malu memandangi suami nya, melihat hal itu tentu saja Jaya semakin ingin mengoda, dia mengendong tubuh Adellia untuk membersihkan diri bersama nya, hingga Jaya menjatuhkan tubuh istri nya ke dalam batthub kamar mandi, dirinya menceburkan diri saat menyambar tubuh istri nya.
dari suami nya
“Tidak, kemarilah. Aku ingin memandikan mu” dengan paksa Jaya mengusapkan jemari nya untuk memandikan tubuh istri nya
“Apa bisa kau melakukan nya dengan cara baisa saja” ketus Adellia dengan kesal, karna tangan Jaya begitu nakal mempermainkan tubuh nya
“Ini cara paling normal untuk aku lakukan” balas pria itu dengan tersenyum jahat, dia bahkan melayangkan jemari nya kebagian bawah Adellia, hingga istri nya kembali bergindik geli
“Hentikan, kau sudah keterlaluan” dengus nya dengan kening mengkerut, sebab suami nya itu semakin menjadi-jadi
jika di biarkan
“Aku keterlaluan dengan istriku sendiri” seru Jaya saat melanjutkan aktivitas tangan nya
__ADS_1
“Bukan kah selama ini kita telah menjadi orang berbeda, sejak kapan kita suami istri” balas Adellia dengan nada datar nya, membuat tangan Jaya berhenti dari aktifitas nya, tentu saja ada rasa bingung untuk membalas perkataan yang di lontarkan Adellia barusan, hingga keadaan mereka hening dalam beberapa detik
"Akkkkkhhh" Jaya memainkan bagian bawah Istri nya hingga memecah keheningan mereka akibat desarah Adellia
“Tetap saja tidak merubah fakta, jika kau istri ku” Jaya menyosor bibir Adellia, namun kali ini bukan seperti baisa nya, seakan ada kekesalan yang dilampiaskan nya disana
“awww” rintih Jaya saat mendesis kesakitan, sebab Adellia mengigit bibir nya, hingga terlihat membengkak
“Kau pantas mendapatkan itu” seru Adellia dengan tersenyum penuh kemenangan, bahkan membuat dirinya terkekeh dengan rasa puas.
“Adellia” lirih Jaya dengan tatapan mata yang mengkilat, hingga menghentikan kekehan wanita itu
“Maaf. Aku hanya bercanda” sambung nya
“Aku harus membalas perlakuan kasar mu, tapi tenang saja aku membalas nya dengan penuh kelembutan” Jaya mengangkat tubuh istri nya, hingga Adellia tepat berada di paha Jaya, bahkan dengan cepat Jaya membuat posisi Adellia mengangkang di atas nya, hingga dari arah bawah diri nya dengan mudah memasukan ke pemilikan nya ke tubuh Adellia, Jaya mengenjot tubuh sitri nya dengan ritme pelan yang mulai senada dengan hembusan nafas mereka.
Adellia mengarang dengan terengah, dirinya memekik kesakitan dengan rasa nikmat, namun tak ada rasa ingin melepaskan, hingga Adellia memeluk Jaya untuk menahan rasa siksaan itu, jari nya tanpa sadar mencakar punggung suami nya hingga memerah.
Mereka berdua sama-sama terengah dan mengarang, setiap kali suara serak basah terasa sensual di pendengaran Adellia hingga desah kesakitan terdengar nikmat di pendengaran Jaya, membuat kedua nya berlama-lama di dalam sana untuk melakukan banyak gaya yang sebelum nya tidak pernah mereka lakukan lagi.
"Apa begini yang kauu bilang lembut...akhh.. akhhhhh" gerutu Adellia dengan mimik wajah mengoda
"Ini kelembutan yang pantas untul istri keras kepala seperti mu" balas Jaya saat suara nya mulai bersusah paya untuk di utarakan.
Ritme genjotan itu berulang-ulang membuat mereka menegang, bahkan ada rasa kepuasan setiap kali pelepasan, bahkan tubuh Adellia semakin terbiasa dengan siksaan kenikmatan, membuar dua ornag itu tidak ingin menyudahi nya.
Setelah beberapa lama didalam sana, akir nya Jaya mengendong istri nya ke luar kamar ala bride style, membuat Adellia hanya pasrah karna diri nya begitu gemetar untuk melangkah.
Adellia dan Jaya mengunakan pakaian mereka masing-masing, meskipun sesekali pria itu mengoda istri nya dengan lirikan mata, namun Adellia tidak mengubris sikap Jaya.
Wanita itu benar-benar kesal dengan apa yang dilakukan Jaya pada nya, bahkan pria itu berulang kali ingin mengenjot dirinya, tentu saja Adellia kesal saat dirinya merasakan sakit di bagian pinggang, bahkan kaki nya saja masih saja gemetar, dengan langkah cepat Adellia meninggalkan kamar dan berlalu dari hadapan suami nya.
__ADS_1
Melihat wajah jutek dari istri nya, ada kepuasaan di hati pria itu, sebab kapan lagi dirinya membuat Adellia kesal, karna selama lima belas tahun Adellia berubah menjadi wanita manis dengan semua kepura-puraan nya, bahkan istri nya tidak pernah melihatkan sikap seperti itu sebelum nya, namun sekarang Adellia sudah seperti diri nya saat pertama kali jaya jatuh cinta