Calon Istriku Ketua Geng Jabrik

Calon Istriku Ketua Geng Jabrik
[MASIH TAHAP REVISI]


__ADS_3

Ting tong…ting tong…ting tong....


Berulang kali bel berbunyi, biasanya brian tidak pernah membunyikan bel begitupun paman lee. Sudah pasti ini tamu. Perlahan eca berjalan kearah pintu untuk melihat siapa yang datang hujan-hujan begini, Rasanya sudah lama tidak ada tamu yang datang kerumah sebab mama selalu tidur di apartement dari pada dirumah, hal itu kantaran tempat mama bekerja sangat jauh dari rumah.


kadang mama harus berpergian keluar negri, tapi saat eca membuka pintu melihat tamu yang datang dia malah melihat laki-laki yang tidak asing sama sekali tapi sangat asing untuk datang kesini. dengan wajah yang kaget eca mematung sambil memandang pemilik tubuh bidang yang selalu difikirkan nya dari tadi. ken datang dengan keadaan basah kuyup kerumah eca, Hujan sangat deras dan dari tadi daerah rumah eca tak berhenti dituruni hujan. tapi bagaimana bisa ken menggunakan motor yang terparkir di halaman rumah eca, untuk menuju kesini appa mobilnya rusak fikir eca


.


“apa aku boleh masuk” sontak suara ken mengagetnya nya


“ya silahkan masuk” eca yang binggung harus menjawab apa, pergi mengambilkan handuk untuk menghangatkan tubuh ken

__ADS_1


“ini kak handuknya” sambil menyodorkan handuk tersebut kepada ken


“terimakasih” jawab ken yang masih berdiri dengan wajah sedikit binggung, bagaimana tidak ken hanya ingin mengoda eca tapi malah keadaan yang menggodanya. ken berfikir dirumah ini eca memiliki pembantu berpuluh-pulahan ternyata dia tidak melihat siapapun kecuali penjaga gerbang. Rasanya dia ingin mengurungkan niat untuk berlama-lama dan pergi secepatnya dari rumah eca. Ken saat ini benar-benar kaku mau melakukan apa, dan harus mengatakan apa.seperti patung yang terpajang dia hanya duduk manis tanpa berkata.


“ kak ngapain kesini” tanya eca untuk dirinya serta keadaan


“ bukankah kau menerima ajakan ku untuk dinner, jadi aku kerumah mu” jawab ken dengan canggung


“ tidak perlu” jawab ken yang menghentikan langkah eca


“haaa.. kendala?” dengan wajah polos itu dia melihat kearah ken, ken pun membalas dengan senyum seraya meminta duduk diruang tamu eca

__ADS_1


"aku akan pulang sebentar lagi, diluar hujan deras dan petir, tadinya aku membawa motor ingin mengajak mu untuk melepaskan stress, tapi sebelum sampai disini aku malah kehujanan, sebenarnya aku bisa menepi tapi jalanan macet, emmm jadi aku langsung saja kesini, yaa gitu ca” dengan terbata-bata ken menjelaskan maksud kedatangan nya.


“ohh gitu yaa, hahaha”ketawa eca yang dibuat-buat membuat suasana semakin canggung diantara mereka.


“ kak ken, apa kakak sudah makan malam” tanya eca, seketika kecanggungan mereka hancur.


“ belum” jawab ken singkat


“ oh kemarilah, kita makan dulu untuk menghangatkan perut mu.biar nanti kau tidak masuk angin” lalu eca bangkit daei duduknya dan menunjukan arah meja makan kepada ken, ken pun mengikuti langkah eca. ken menarik kursi yang ada dihadapanya, eca pun mengambilkan piring dan memberikan nya kepada ken, dengan sigap eca menyendokan nasi kepiring milik ken hal itu malah membuat ken semakin canggung saat eca sendiri yang melayani nya untuk makan.


“ aku bisa ambil sendiri” pinta ken kepada eca yang sedang mengambilkan makanan untuknya

__ADS_1


“ tidak apa-apa kak, kau disini tamu jadi terbiasalah. Ini ajaran orang tua ku untuk menghormati tamu” senyum manis eca yang dilayangkan kepada ken, membuat ken jatuh cinta dengan wanita ini. Bagaimana tidak dia tidak pernah melihat wanita luar biasa secara materi tapi bersikap sederhana. Wanita yang sangat cocok dijadikan sebagai istri, tak tanggung-tanggu ken menatap eca tanpa sadar, yang membuat eca salah tingkah dengan tatapan tersebut.


__ADS_2