Calon Istriku Ketua Geng Jabrik

Calon Istriku Ketua Geng Jabrik
[MASIH TAHAP REVISI]


__ADS_3

Begitu banyak hal yaang diperbincangkan Eca dan Jaya di ruang tamu mereka, bahkan Jaya mengoda anak nya hingga pipi Eca memerah, namun gadis itu tidak ingin mengakui apapun yang dituduhkan oleh papa nya, dia mencoba menyembunyikan segala hal agar papa nya tidak menertawakan nya lebih dari itu


“Papa seorang pria, jadi papa mengerti Eca tengah jatuh cinta” ledek nya


“Tidak pa, Eca tidak jatuh cinta” cela gadis iru dengan berbohong


“Benarkan itu Ken! pria yang dilaporkan pak Jo kepada papa” tanya Jaya kepada anak nya, membuat eeca semakin kikuk menjelaskan nya, bahkan jika di benarkan, Eca takut papa nya mengorek lebih dalam apa yang terjadi malam itu, namun jika dia berbohong sama saja dirinya sudah ketahuan, karna Eca mengerti bagaimana licik nya seorang Jaya jika Eca melakukan langkah yang salah


“Pokok nya bukan Kak Ken” tutup Eca, sambil beranjak dari sana “Apa mama pulang?” tanya dirinya saat membalikan badan melihat ke arah Jaya yang masih duduk di sofa


“tentu saja, dia istri ku, harus menemani ku jika aku balik ke Indonesia” tutur pria itu dengan sombong, membuat Eca membalikan badan menuju kamar nya


"Benarkan pria itu Ken. Sayang" teriak Jaya ketika putri nya semakin menjauh

__ADS_1


"Tidak" seketika Eca membalas perkataan papa nya dengan teriakan yang tak kalah tegas dari papa nya, sebab saat ini Eca hampir sampai di kamar nya


“Hampir saja!!!” Eca menghentakan kaki nya kelantai, dia menjambak rambut nya sendiri akibat pertanyaan yang di lontarkan papa barusan


“Jika papa tau, tamat lah riwayatku” seketika gadis itu membenamkan kepala nya ke kasur, dia tidak berani memikirkan kemungkinan buruk yang akan terjadi “aku merasa bersalah lagi, aku takut mengatakan itu Kak Ken, jika aku iya-kan. Pasti papa akan menikahi ku dengan nya, padahal setelah malam itu dia menghilang, dan tidak mau dengan ku lagi. Tapi aku, setelah malam itu seperti kehilangan seseorang, lucu sekali. Hidup kadang sebajingan itu, mempermainkan kita yang sudah dipermainkan manusia” celoteh Eca dikamar nya.


“Sayang” wanita cantik itu, memeluk suami nya yang duduk santai di sofa tersebut, siapa lagi kalau bukan Adellia Jaya, istrinya Tuan Jaya


“Kenapa kau pulang terlambat?” tanya pria itu dengan nada dingin memperhatikan istri nya yang mengunakan dandanan formal


“Di luar dugaan ku, dia mampu menyelesaikan sebeblum waktu yang ditentu kan” jawab pria itu dengan nada santai nya, lantaran dia begitu kagum dengan Ken


beberapa hari ini

__ADS_1


“Baiklah, aku akan kekamar anak ku” Adellia beranjak dari duduk nya, namun belum sempat kaki nya melangkah Jaya menajamkan pandangan ke arah Adellia “ada apa?” tanya wanita itu dingin, sebab dia sangat terganggu dengan tatapan tajam suami nya


“Apa kau tidak bisa menemani suami mu sebentar?” tutur nya dengan jengkel ke arah Adellia


“Apa kau menganggap aku istrimu? Sayang, bukan kah kita hanya seperti mitra kerja saja, apa kau sudah lupa” balas Adellia dengan tatapan dingin ke arah Jaya, membuat pria itu diam diposisi tanpa membalas perkataan istri nya, sedangkana Adellia berlalu meninggalkan suami nya.


Hubungan orang tua Eca tidak seperti suami istri pada umum nya, sebab mereka menikah di usia yang masih muda, saat usia Jaya 23 tahun dia sudah mempersunting Adellia karna jatuh cinta kepada cinta pertama nya, saat itu usia Adellia menginjak 17 tahun, dimana di hari ulangtahun nya dia memulai hidup baru sebagai seorang istri Jaya, tentu saja anak koglomerat yang begitu terkenal di Indonesia, meskipun Adellia anak orang kaya namun kekayaan Jaya berada jauh di atas nya, tentu saja Adellia tidak menolak karna dirinya mencintai pria itu, hingga dua tahun pernikahan mereka tuhan mengkaruniai Eca sebagai buah hati pertama, kebahagian terjalin diantara rumah tangga kecil mereka yang baru dibangun saat itu, setelah dua tahun kelahiran Eca akirnya Brian juga lahir ke dunia hingga menambah kebahagian mereka, namun disaat itu mulai terjadi beberapa konflik kecil yang masih bisa diatasi dan dimengerti satu sama yang lain nya.


Namun setelah lima tahun pernikahan, perlahan ada hal-hal yang membuat pertengkaran menjadi besar, bahkan hal kecil bisa menjadi besar dengan perdebatan, mereka berdebat untuk hal yang tidak penting sekalipun, usia Adellia baru 22 tahun dimana diri nya masih labil untuk menjalin sebuah hubungan pernikahan hingga egois menjadi hal utama yang dikedepankan, sedangkan Jaya berusia 27 tahun, dimana dirinya menjadi pria yang baru saja matang dengan usia namun emosi yang belum bisa dikendalikan.


Hingga hal itu memicu keretakan di rumaah tangga mereka bahkan hampir terancam perpisahan, namun kedua nya tidak bisa mengakiri hubungan begitu saja, lantaran ikatan mereka telah menyatukan dua keluarga kaya atas hubungaan pernikahan, sampai akirnya di usia Adellia yang ke 22 tahun, dirinya menjelma mencari jati diri yang di inginkan, begitupun dengan Jaya, Adellia sibuk dengan studi hingga karier nya, sedangkan Jaya sibuk dengan bisnis yang diebarkan nya ke seluruh eeropa dan Asia.


Membuat Eca dan Brian tumbuh tanpa kasih sayang kedua orang tua nya, mereka sudah terbiasa dengan kesibukan dua pasangan itu, hingga membuat Eca selalu merendahkan diri dan membandingkan hidup nya dengan orang lain, sedangkan Brian tumbuh menjadi anak yang ketus dan dingin.

__ADS_1


Mengingat itu semua membuat kerutkan di kening Jaya, atas apa yang terjadi di dalam kehidupan nya, saat ini usia Jaya 45 tahun, dimana untuk seorang pria dewasa dirinya masih kuat dan tampan, bahkan Jaya sangat gagah untuk menjadi seorang ayah, begitupun dengan Adellia dia sangat muda di usia 40 tahun, bahkan Eca bukan seperti anak nya melainkan adik Adellia sendiri, begitupun bagi Jaya, dirinya dan Eca lebih mirip seorang pasangan kekasih dari pada pasangan ayah dan anak.


__ADS_2