
"Nona Muda" panggil seorang laki-laki dengan jas lengkap di tubuhnya kepada Eca yang sedang terlelap memejamkan mata.
"Apakah kita sudah sampai" tanya gadis itu kepada pria tersebut
"Sudah nona, dan Tan Ken menunggu anda diluar" jelas nya dan berlalu meninggalkan Aca.
"Kenapa dia menunggu ku, apa tidak bisa dia membangunkan ku saja, dasar pria aneh" Eca membereskan barang-barang nya sembari beranjak dengan mulut yang terus menyerocos kesal
"Mengapa kau menunggu ku" dengan penuh penekanan Eca bertanya kepada Ken yang duduk didalam mobil hitam milik Eca, tentu saja wajah gadis itu sangat tidak mengenakan untuk di pandang
"Kemarilah, aku capek" balas Ken singkat seraya memalingkan wajah nya dari hadapan Eca, sebenarnya Eca tidak mengerti harus mengatakan apa lagi, perlahan Eca melangkahkan kaki sambil mamasuki mobilnya, seketika terlintas difikiranya bahwa terlalu lelah jika terus berdebat dengan Ken, tapi entah mengapa di hadapan Ken dia menjadi manusia leluasa dalam bersikap.
Eca di hadapkan dengan apartement mewah yang menjulang tinggi, tidak tanggung-tanggung apartement ini milik Ken sendiri, dia berusaha menatap Ken yang bias-biasa saja dalam bersikap padahal dia bisa saja membanggakan apa yang dimilikinya, bahkan dia bisa saja membeli wanita, tapi entah mengapa pria itu begitu ketus jika berhadapan dengan wanita apalagia Eca.
Fikiran Eca yang tak henti memikirkan Ken, buyar begitu saja saat Ken mengucapkan terimakasih dan hati-hati kepada Eca yang harus melanjutkan perjalanan nya untuk pulang, mendengar kata tersebut dari mulut pria itu, eca memilih diam dengan wajah jutek nya.
***
__ADS_1
Pagi menyapa kembali, Eca bersiap untuk kekampus lantaran banyak tugas kuliah yang terbangkalai, seperti biasa Eca sibuk dengan rutinitas dan keseharianya yang membosankan, selang berapa lama Eca pergi meninggalkan meja makan dan berjalan ke pintu keluar.
Namun Eca di hadap nya dengan mobil mewah yang asing di pandangan nya, betapa kaget gadis itu saat menyaksikan seorang pria menyandar dengan postur cool di luar mobil nya seakan menunggu seseorang, bahkan mobil mewah yang terpakir dihalaman rumah nya itu membuat Eca semakin tak yakin dengan pemandangan yang di saksikan nya, sesaat gadis itu berpikir tentang siapa pemilik mobil tersebut, namun Eca tidak ingin menebak sebab diri nya hanya ingin kepastian, dengan langkah cepat dia mendekat ke arah depan hingga semakin dekat dengan keadaan
Laki-laki bertubuh bidang itu menggunakan kacamata hitam sembari melirik kearah Eca yang tak dapat mengkondisikan wajah nya.
"Kak Ken, kau sedang apa dirumah ku" tanya Eca kepada Ken
"Kenapa kau kaget sekali melihat ku" senyum simpul Ken membalas ekspresi Eca yang tidak dapat di kondisikan " Tentu saja aku menjemput Tuan Putri" tutur nya dengan nada mengejek
"Tuan putri? Apa maksud mu" ketus Eca saat menajamkan mata ke arah pria itu
"Apa maksud mu dengan menjemput ku! kenapa kau pemarah sekali, itu saja kesal, apa aku salah jika bertanya tentang ke anehan ini" Tutur Eca dengan nada tinggi nya, bahkan dia mendegus dengan kesal ke arah pria itu " Menyebalkan sekali, pagi-pagi sudah merusak mood ku" Eca mengoceh dengan mata nya yang tak henti menajam ke arah Ken.
"Gadis yang menyebalkan, tapi aku suka sekali dengan sikap ini" Gumam Ken saat menarik senyum kecil di sudut bibir nya "masuk lah, kita akan sama-sama kekampus" perintah Ken sekali lagi hingga berlalu kedalam mobil mewah nya
Hei!! bagaimana bisa kau memerintahku dirumah ku sendiri, aku masih punya kaki untuk berjalan dan tidak butuh tumpagan mu" teriak Eca kepada Ken bahkan dia tidak mengindahkan apa yang dikatakan pria itu
__ADS_1
"Siapa bilang ini tumpangan, ini perintah!!" tegas Ken, sambil mencondongkan kepalanya melihat ke arah Eca yang masih setia di tempat nya berdiri
"Jika ku tidak mau, bagaimana!! " dia berlalu meninggalkan Ken yang terdiam melihat sikap Eca pada nya, bagaimana tidak Eca yang dikenalnya sebagi orang yang jarang memberonrak, namun sekarang sangat keras kepala sekali
"Siapa memang nya dia memaksa ku! dasar ********!! Siapa yang meminta nya untuk menjemput ku, mengelikan sekali pria aneh itu" Cerocos Eca saat melangkah dengan pasti ketika meninggalkan Ken
"Apa kau belum membaca kabar dari papa mu" teriak Ken yang membuat langkah Eca terhenti
"apa-apa an kau ini, sampai menanyakan hal itu. memang nya ada apa!" gerutu Eca heran lalu memeriksa ponsel miliknya, Eca memang jarang mengenggam ponsel seluler nya sebab iya terlalu sibuk mendengarkan lagu sambil menggunakan aerphone.
"Dua belas panggilan tak terjawab dari papa" Seru Eca saat melihat layar ponsel yang baru di gesek nya, bagaimana bisa dia tidak mendengar nada dering ponsel nya, membuat gadis itu melirik ke arah Ken, bahkan senyuman yang di berikan pria itu menuntun firasat buruk nya
"Sayang maaf papa menganggu tidur mu, papa tak ingin membangunkan mu lagi jadi papa mengirim pesan ini. Eca sepertinya Tuan Frnderick menyukai mu, jadi papa sangat ingin kau dan anaknya lebih dekat hingga kalian melangsung kan acara pernikahan, Eca mungkin kau kaget dengan pernyataan papa yang tiba-tiba.Tapi Nak, papa menyayangi mu lebih dari apapun, papa dan mama bekerja kerars demi dirimu dan Brian. Eca tau sendiri kami tidak lagi seperti pasangan suami istri bahkan sudah seperti mitra kerja saja, jadi papa sangat berharap Eca memiliki suami yang sempurna untuk penopang hidup mu kelak. Dan laki-laki yang tepat itu adalah Kenfenderick, papa sangat mengenalnya telah lama, hingga papa tertarik pada nya dan berharap hubungan keluaraga kita dan Fenderick lebih dari mitra kerja, dan sekarang kesepakan antar dua keluarga memboyong keputusan terbaik untuk dirimu sayang. Jadi, mulai hari ini Eca harus terbiasa dengan Ken hingga peenikahan kalian. i love you Eca, papa sayang kamu dan Brian. Jagan kecewakan mama sayang, dan papa apalagi, karna Ken pria yang baik"
Sontak Eca terdian hingga terjatuh dengan sadar, dia hanya memikirkan bagaimana bisa dia hidup dengan pria seperti Ken, bahkan sangat mustahil ada cinta di antara mereka, Eca tak habis fikir dengan apa yang di putuskan orang tua nya, dia tidal mencintai. Ken, bagaimana bisa mereka memutuskan hal itu secara sepihak, bahkan laki-laki angkuh itu semakin menyulitkan Eca dalam banyak hal
Ken yang melihat Eca mematung setelah memeriksa ponsel nya dengan kesal menarik gadis itu kedalam mobil, Ken kesal melihat reaksi wanita yang dicintai nya seakan menjelaskan bahwa dia tidak terima dengan takdir yang diputuskan orang tua nya.
__ADS_1
Tapi lain dari semua itu, Ken cemas hal ini membuat Eca shock dan terjadi sesuatu yang buruk pada wanita yang di cintai nya, Eca yang masih mematung duduk di samping Ken hanya dapat membungkam mulut sampai tak mampu berkata-kata lagi.