Calon Istriku Ketua Geng Jabrik

Calon Istriku Ketua Geng Jabrik
[MASIH TAHAP REVISI]


__ADS_3

Ganguan tidur yang menyebalkan, kecelakaan orang tua dan adik perempuan nya yang selalu terbayang, membuat Ken benci memejamkan mata, bagaimana tidak!Krn masih belum terima dengan kecelakaan tersebut, hingga kini dia tetap menyalahkan diri sendiri, Ken dan Aldo memang saudara tapi mereka berbeda ibu, Aldofenderick adalah anak pertama dari istri pertama keluarga Fenderick. sedangkan Ken adalah anak kedua dari istri kedua Daniell Fenderick, serta Merry Fenderick adalah anak ketiga yang satu ibu dengan Ken.


Ibu kandung beserta adik perempuan nya telah tiada akibat kecelakaan maut tiga tahun silam yang membuat Ken menutup diri sampai sekarang, kala itu Ken bersama ibu dan adik nya menuju pantai, tapi ditengah perjalanan sebuah truk menabrak mobil mereka dari arah yang berlawanan, hinga memecahkan kaca depan dan hantaman keras membuat mobil yang mereka gunakan berjejer di trotoar, seketika mobil putih itu terseret ke arah tepi jalan, pengemudi mobil adalah Ibu Ken sendiri dan adiknya duduk dibagian depan, lalu Ken duduk dibangku belakang.


Betapa tertekan nya Ken jika mengingat hari itu, sebab secara psikologis tubuhnya bereaksi saat mengingat potongan-potongan kejadian dimasa lalu, rasa sakit yang membelengu, serta keperihan yang tak berhenti, dan luka lama yang tak pernah sembuh membuat nya sulit menerima keadaan.


Untuk menghilangkan semua trauma masa lalunya, Ken berusaha memberi ruang untuk dirinya sendiri, agar kesembuhan nya secara mental dapat membaik dengan waktu, sebab dia tidak begitu nyaman berada di antara keluarga Fenderick, hal itu akibat rasa curiga berlebihan Ken yang tak dapat diatasi.


Hal inilah penyebab Ken tinggal menyendiri di apartemen miliknya itu, perasaan curiga terhadap keluarga menjadi faktor untuk nya yang tidak bisa berada di tengah keluarga Fenderick, hingga saat ini Ken masih belum bisa memaafkan diri sendiri, setelah kejadian itu Aldo dan Ken berubah menjadi orang asing yang tak ingin kenal, Aldo yang jengkel terhadap perlakuan Ken malah larut dalam emosi yang membuatnya membenci semakin jauh dengan Ken hingga saat ini.


Dua tahun setelah kepergian ibu dan adik kandung nya itu, Ken mulai tersenyum malam itu, tingkah gadis asing yang membuat dirinya begitu tertarik dengan wanita yang memiliki paras cantik dan polos tersebut, setelah kejadian itu Ken seakan menekuni bidang bisnis dengan serius meskipun dia tengah menyelesaikan studi dengan jurusan psikologi, tapi Ken tak pernah mengkesampingkan jurusan nya, sebaik mungkin waktu nya digunakan untuk bisnis dan kuliah, Ken mengatur jadwal kuliah dan jadwalnya dalam berbisnis agar tak menganggu satu sama lain.


Ken sudah mempelajari bisnis sejak SMA dari ayah nya, jadi tak heran kecerdasan Ken membuat nya berhasil dalam banyak hal, apalagi menyadari rekan bisnisnya adalah keluarga Jaya, membuat pria itu semakin bersemangat dalam menjalankam bisnis nya, dan menunjukan kemampuan yang dia punya sebaik mungkin, sebab ketertarikan Ken kepada Eca sudah berlangsung dari hari pertama mereka bertemu


Kala itu Ken berada di semester 3, dia mulai sibuk dengan beberapa jadwal kuliah dan melonggarkan beberapa jadwal bisnis nya, mobil mewah yang dikenakan nya selalu menarik perhatian wanita, tapi dari banyaknya wanita yang memperhatikan apa yang di miliki nya, membuat Ken semakin membenci sifat wanita, bahkan Ken tak tertarik sedikitpun kepada mereka.


Berbagai macam cara dilakukan wanita untuk mendekatinya tetapi tetap saja tak membuat Ken bergeming sedikitpun, hingga dia menjadi pria yang sangat dingin tatapi dikagumi jutaan wanita di kampusnya, dan selalu menjadi transenter dalam segala hal.


Siang yang terik, seoalah menjadi waktu yang tepat untuk menyeruput minuman dingin kala itu, Ken duduk di kantin kampus dengan leptop dihadapan nya, mengerjakan beberapa tugas kuliah, seketika Yafed mengahampiri Ken dengan penuh semangat berjalan ke arah nya yang duduk sendirian, Yafed adalah teman terdekat Ken dikampus, laki-laki dengan segudang semangat didalam hidupnya.

__ADS_1


"hai Ken" sapa Yafed sambil berjalan mendekat ke arah teman nya, bahkan tak segan dirinya merangkul pundak Ken dengan akrab


"hm! duduk lah" sahut Ken sambil menyuruh Yafed duduk bersama nya


"Apa yang Lo lakuin Ken" tanya Pria itu dengan penuh semangat


"Apa mata Lo buta" sahut Ken saat jemari nya sibuk dengan aktivitas di leptop Apple keluaran terbaru tahun ini


"Bro, apa Lo nggak kasiahan dengan makanan mereka? lihat lah para wanita itu bahkan tak memperdulikan makanan nya" celetuk Yafed kepada Ken, sembari menggoda teman nya yang selaly mencuri pandang kepada wanita yang sibuk diperhatikan nya.


"Gue nggak maksa mereka ngelakuin itu" Tutur Ken dengan nada santai nya, bahkan mata nya engan melirik kepada wanita yang menyebalkan tersebut


Dengan terpaksa Ken memajukan sedikit badanya sambil ingin tau apa yang ingin dikatakan Yafed padanya


"Percayalah! jika Lo terus menunggu dan memandanginya dari jauh, dia nggak bakalan memandang balik ke arah Lo, jadi langsung aja tunjukin kalo Lo laki-laki sejati, apa Lo nggak capek gini-gini terus! Loser bangat sih" bisiknya secara lirih kepada Ken, sontak membuat Ken kesal lalu memuluk kecil kelapa Yafed, jelas saja Ken mencuri perhatian dari Eca yang tidak pernah melihat kearahnya, Ken tau bahwa Eca adalah gadis malam itu meskipun caranya berpakaian berbeda, tapi getaran yang dirasakan Ken saat memandang Eca selalu sama.


Ken yang terkenal di kalangan organisasi, dengan intelektual yang luar biasa dan cara pandang yang berbeda membuat dirinya memiliki karismatik yang tidak dapat diremehkan, Ken selalu memperhatikan Eca yang tak pernah memperhatikan nya, Dca yang selalu sibuk dengan dirinya sendiri selalu membuat Ken jatuh cinta setiap kali melihatnya.


Sesaat Ken berjalan keluar dari kantin tersebut lalu melewati Eca, tak sengaja dia mendengar keluahan Eca kepada wanita yang duduk didepan nya, Eca mengerutu tentang nilai nya menurun semester ini, sontak membuat Ken tersenyum kecil melihat raut wajah imut itu saat mengeluh, namun s eketika Ken berfikir ingin sekali membantu gadis itu dalam belajar, tapi dia tidak bisa melakukan apa-apa untuk mengajukan diri, bahkan Ken sangat kesal untuk itu, bagaimana bisa dia sepengecut ini menjadi seorang pria.

__ADS_1


Selama beberapa hari Ken selalu memikirkan cara untuk bisa membantu Eca, tapi dia tak dapat melakulan apa-apa, beberapa kali pun di paksa untuk berfikir selalu dengan permasalahan yang sama yaitu bagaimana untuk memulai pertama kalinya.


"Lo emang payah Ken! " gerutu pria itu kepada dirinya sendiri.


Tak lama kemudian notifikasi di ponsel nya berdering, Ken perlahan meraih ponsel yang ada disamping tempat tidurnya dan memeriksa pesan yang masuk dari whatsapp, itu adalah pesan dari sekretarisnya dikampus.


"selamat malam kak Ken :)) Kak, semua projek dari beberapa divisi sudah saya rangkum dan sudah dikirim ke Email kakak, jadi kakak harus memeriksa dan melihat apa saja kegiatan yang akan kita acc untuk blan ini, bahkan proposal yang dikerjakan divisi Humas sudah selesai dan menunggu tanta tanggan dari kakak, terima kasih sudah membaca pesan ini kak, dan maaf menganggu malam-malam" -Chyntia, wakil Ketua Bem


"Lagi-lagi masalah organisasi" gerutu Ken saat membaca pesan masuk, sebab sedari tadi fikiran nya dipenuhi oleh Eca.


Rasa nya selama satu tahun terakir ini Ken terlalu sibuk dengan organisasi tapi untuk tahun depan dia harus memadatkan jadwal bisnis, sebab Ken mengambil beberapa projek besar di awal tahun.


Ken menjernihkan fikiranya dan memfokuskan diri ke pada kegiatan organisasi nya, sebab dia tidak bisa berfikir untuk sesuatu yang kusut


Ken berjalan ke meja belajar dan membuka leptop miliknya, Dia melihat rancangan kegiatan yang harus di pertimbangkan nya, bahkab ken sangat kesal jika membaca rancangan kegiatan dari Aldo Fenderick, namun Ken harus mengkesampingkan ego nya.


"psychology fams" Seru Ken saat membaca rangkuman kegiatan yang di rancang saudara nya


Dengan seksama pria itu membaca kegiatan yang dirancang oleh Aldo, betapa terkejutnya Ken saat membaca kegiatan yang dirancang oleh saudara nya, sebab itu seperti jawaban bagaimana cara dia dapat membantu Eca.

__ADS_1


"Ya tuhan!! Gue nggak percaya dengan semua ini, bagaimana bisa Gue nggak membayangkan cara sesederhana ini, kenapa Gue **** banget sih, Ken bodoh! " teriak Ken dengan kegirangan hingga dia tak sabar untuk besok pagi untuk melihat mentari yang indah lebih tepatnya Eca.


__ADS_2