
suara tangisan yang mengema di meja makan itu membuat risih pendengaran nya sendiri, perlahan eca bangkit dari duduknya lalu berjalan ke dalam kamar yang tidak luas tersebut. dia duduk ditepi ranjang yang sangat empuk sambil menatap diri sendiri dari pantulan kaca, eca dengan tenang menatap tubuhnya hingga tak meninggalkan beberapa inci pun. Perlahan dia melepaskan seluruh pakaian yang di kenakan lalu berjalan kedalam kamar mandi sembari membuka pintu lalu menutupnya kembali dari arah dalam. Eca mendorong kaca bening tersebut dan melangkahkan kakinya menuju matthub. satu langkah kaki ia tengelamkan, dan kaki satunya mengikuti Perlahan. dia menegelamkan diri hinga membuat kepalanya menghilang dari permukaan.
1 menit kemudian…
“ahhhhh ahh” desahan sesak itu keluar dan membuat eca bernafas lega. Bagaimana tidak, sudah sangat sesak hingga membuatnya memekik dengan hebat. tapi tidak ada yang mendengarkan. Tetesan air mata yang pecah membuat nya seperti menyayat pipinya sendiri, isakan tangis yang tidak didengar orang lain, uluran tanggan yang tidak ditawarkan. pundak yang tidak diberikan orang lain, Bahkan saat dia menengelamkan seluruh tubuh nya, untuk menginginkan kedamaian, tidak satu orang pun yang menarik tubuhnya untuk bernafas. Sekuat tenaga eca melawan rasa perih yang menyakitkan, sekuat tenaga keinginan nya untuk pergi juga selalu ada.
Bahkan bayangan bunuh diri seperti bom yang kapan saja bisa terjadi. Rintihan eca semakin melonggarkan dadanya. Eca menyudahi keingin tahuan nya tentang mengakiri hidup, bahkan saat tidak bernafas pun rasa sakit itu selalu ada dan mengikuti.
__ADS_1
Eca tidak akan membiarkan orang lain hadir dan menyakitinya lagi. Kali ini dia akan baik-baik saja,seperti biasanya. untuk kali ini saja dia akan kembali ke waktu saat tidak menemukan ken di dalam hidupnya. Dia bertekat untuk terus mencintai diri sendiri, sebab percuma mencintai orang lain jika dirinya tidak ada yang mencintai.
__Kenfenderick__
Indonesia,15 mei 2005
Pergelangan tangan kanan ken menopang kepala eca dan satunya lagi menepuk lembut punggung belakang nya.
__ADS_1
Dalam hati ken______
aku begitu mencintaimu. Apa kau mencintaiku? Aku menginginkan dirimu apa kau seperti itu kepada ku? Eca aku mencintai diriku sendiri karna telah mencintai dirimu. Selama ini aku selalu menyalahkan diriku atas rasa sakit 3 tahun lalu. Tapi setelah memandang mu dari jauh perasaan itu pergi dan hilang begitu saja. Aku bahkan tak bisa menatap mata wanita lain, sebab mataku selalu tertuju padamu.Tapi sekarang kau benar-benar seperti memiliki ku. Maukah kau menjadi istriku dengan mencintai ku sepenuh hatimu? Jika itu terlalu berat sudikah kau menemani sisa hidup ku tanpa harus mencintaiku? Jujur saja aku tidak yakin dengan perasaan mu, kau seperti miliku malam ini, tapi besok tidak ada yang menjamin bahwa kau menyesali atau menerimanya. Aku takut dengan kenyataan tentang kamu yang terpaksa untuk ku nikahi. Aku takut membuat mu terluka hidup dengan ku, aku takut menjadi penyebab alasan penderitaan mu. Aku tidak mau egois caa, tapi bolehkan kau membalas rasa ini? Eca kenapa kau sangat cantik, hati mu, sikap mu, kepribadian mu, dirimu aku menyukai segalanya tentang itu. bahkan kamu membuat diriku luluh begitu saja. Aku tidak pernah mengenggam tangan mu tapi aku tau cara mencintaimu. aku tidak pernah mendapatkan senyumanan mu, tapi memandagi itu membuat kehangatan bagiku. Kenapa aku seperti orang gila karna menginginkan dirimu, Ecaa.
lirih ken seketika air mata itu membasahi pipinya, dan membuatnya memeluk eca dengan sepenuh hati. Mata ken yang tak kunjung terlelap seakan fikiran nya berkelana kemana-mana.
Pagi-pagi sekali eca masih terlelap dengan tidurnya, ken berusaha pergi tanpa membangunkan. Ken melepaskan pelukan dan mengangkat kepala eca perlahan, seketika dia merasakan kebas ditanga kanan nya, hingga membuat ken merintih ngilu akibat rasa itu, tapi dia langsung menutup mulut dan mengecilkan rintihanya, Agar tidak menganggu tidur gadis yang dicintainya tersebut. Dengan sangat manis eca bergerak sambil memeluk guling tanpa sadar, seketika ken mematung sambil menatap eca, untung saja eca tidak membuka matanya. jika itu terjadi, bisa saja kecangungan untuk ronde kedua diantara mereka terjadi lagi. Ken mengurungkan niatnya untuk meninggalkan eca, dia menatap lagi gadis itu dan mencium kening nya, seketika eca mengeliat akibat rasa ciuman manis dikening nya. hampir saja jantung ken ingin meloncat keluar. tanpa bersuara ken berhenti untuk melakukan nya lagi. sebab untuk ketiga kalinya sesuatu hal akan terjadi.
__ADS_1
Dengan pelan ken mengendap-endap keluar kamar lalu meninggalkan eca. Ken mengendarai motornya dan berlalu pulang, satpam rumah eca yang kala itu sudah berjaga melemparkan senyuman sambil mengucapkan selamat pagi sembari membukakan pagar untuk ken. Ken pun membalas ucapan tersebut dan berlalu meninggalkan rumah eca