
Eca mematung duduk di samping ken, seketika petir menyambar dengan sangat kencang. membuat eca kaget dengan suara ledakan itu, hingga menengelamkan wajahnya kebahu bidang milik ken. ken yang kala itu lebih kaget dengan detak jantungnya seakan membuat dia seketika lupa untuk bernafas .perlahan air mata dan tangisan eca memecahkan perhatian ken, dia melihat wajah polos eca begitu tertekan dengan keadaan . ken sangat khawatir menatap gadis mungil ini, pandangan yang begitu resah membuat dirinya begitu sesak. tak segan bahu bidang milik ken merangkul tubuh wanita mungil ini.
“ ada apa? Kenapa kau menangis” tanya ken dengan lirih, sambil memutarkan sebagian badan nya menghadap eca
“ aku takut petir kak” isak eca dengan terbata-bata
“jika takut kenapa kau tidak bilang pada ku dan menahan nya sendiri" tanya ken dengan penekanan yang tenang, seketika ken mengusap air mata eca dengan tangan nya secara lembut. kelembutan ken menghapus air mata yang ada diwajah wanita cantik itu membuat eca menatap dalam mata ken.
“ aku tak bisa meninggalkan kakak disini, dan karna itulah aku menahan takut dari tadi. Tapi petir besar itu benar-benar menakutkan” jawab eca dengan wajah sedihnya menghadap kepada ken.
Dengan lembut ken menghapus lagi air mata yang keluar dari mata eca, pipi eca yang begitu kenyal sangat terasa nyaman di jempol tangan ken, perlahan ken tak mampu menahan dirinya dia menarik lembut tubuh eca dan mendaratkan kepada gadis itu dibahu bidang nya, eca pun tengelam ke dalam pelukan nya, dada bidang yang lebar membuat kenyamanan tersendiri mendekap tuhuh mungil eca.
eca yang masih terisak dipelukan ken membuat dia merasa bersalah karna ini, isakan eca seperti mengiris beberapa luka yang membuatnya tak mampu berkata. Dengan lembut ken mengusap kepala bagian belakang eca perlahan demi perlahan menenangkan nya, lalu rambut yang terurai dengan lembut itu membuat ken merasakan nyaman yang tak bisa di bayangkan sebelumnya, Dengan lirih eca mengatakan kepada ken.
“ kakak jagan tinggalin eca” wajah takut dan suara berat karna isakan itu membuat ken semakin mendekap erat tubuh mungil eca, pelukan yang menghangatkan sebagian tubuhnya tapi menyakiti sebagian hatinya.eca yang masih berada dipelukan ken dengan tenang memejamkan mata dan tertidur lelap.seketika ken menyaksikan gadis yang dicintainya tenang didalam pelukan nya, membuat dirinya tak mampu berkata selain mengambarkan bahwa dia “BAHAGIA”
__ADS_1
“apa boleh aku mencium kening mu” gumam ken didalam hatinya, apakah ken sangat egois untuk melakukan ini, sebab baru beberapa saat dia meminta untuk mendekatkan nya kepada eca dan sekarang eca berada dipelukanya. apakah terlalu egois untuk mewujudkan bentuk sayang dan cintanya menjadi sebuah kecupan di kening indah eca? Entah apa yang membuat ken seperti orang yang tak memiliki kontrol diri malam ini, seketika dia mendaratkan kecupan manis dikening gadis pemilik nama alizafairy jaya.
setelah kepergian orang tua nya baru kali ini perasaan nyaman dilapisi bahagia menyelimutinya dibawah rintik-rintik hujan malam. Perlahan ken merasa bahagia, ini bukan kepuasan atas cinta namun ini wujud cinta dalam diam berdasarkan ketulusan.
____
kali pertama bagi ken kerumah wanita, sekaligus menjadi perdana menginjakan kaki masuk rumah eca, ken yang duduk disofa sambil memeluk tubuh mungil eca binggung untuk membaringkan nya dikamar mana.ken benar benar tidak tau dibagian mana kamar eca, sebab jelas sekali dirumah sebesar ini dan pintu kamar yang lebih dari 5 membuat nya makin kesulitan menerka. disatu sisisi membangun kan eca adalah hal yang tidak mungkin, dan melepaskan tubuh eca membuatnya tak sampai hati melakukan. perlahan ken membaringkan badan eca disofa tersebut sambil menganjal kepalanya, seketika kedua mata eca bergerak dan membulat menatap ken, ken yang merasa canggung karna kesadaran eca melepaskan perlahan tanggan yang berada di kepala gadis itu.
" kak ken" pandang eca sangat dalam
"makasih nggak ninggalin eca" jawab eca dengan mata yang berkaca-kaca, betapa terenyuhnya hati ken melihat gadis yang disangkanya kuat ternyata serapuh ini, ternyata senyuman indah yang ditampilkan nya selama ini hanya untuk menutupi kesepian yang menyelimuti dirinya.
ken benar-benar ingin memiliki eca dan mengisi kekosongan yang ada dimata gadis ini. dorongan ketulusan yang ada di dalam diri ken, membuatnya sadar betapa dia sangat menginginkan gadis ini malam ini.
langsung saja ken mencium bibir tipis eca dengan lembut, mengenggam erat tangan eca dan membelai halus rambut nya, eca yang sama sekali tidak ada perlawanan malam itu menikmati setiap belaian ken. perlahan gairah meguasai ken dan eca, dengan kecupan lembut ken mengangkat tubuh eca dan mendudukinya sejajar dengan dirinya, tubuh mungil itu memeluk hangat bahu ken dan melingkarkan tangan nya kebelakang punggung yang membuat ken membalas pelukan itu, seketika eca menarik paksa tangan ken dan mengajaknya kearah kamar.
__ADS_1
gairah antar kedua nya seakan merajai dua pasangan malam ini, bahkan mereka seperti lupa kecanggungan sebelumnya. eca benar-benar terhipnotis dengan kehadiran ken disisinya, seakan dia yang tak pernah melakukan ini sebelumnya mengikuti arus tapa melawan, bahkan menjelma menjadi sosok yang lihai dalam bercinta.
ken yang berjalan dibelakang eca memperhatikan rambut panjang yang teruiai indah itu lalu menarik eca dan ******* kembali kedua bibir eca dengan basah, disambut dengan hidapan yang membasahkan kedua bibir mereka, eca yang sangat sensitif terhadap kecupan panas itu membuat ken semakin terhipnotis. "aghh..ahh" bahkan membuat gadis itu mendesah dengan sangat bergairah. seketika tanpa jeda eca melawan ken dengan penuh tenaga hingga ken tak memberi ruang mereka bernafas. desahan mengalir begitu saja bahkan gairah yang tak pernah dirasakan terjadi dengan begitu hebatnya. diantara pintu kamar mereka seperti orang yang tak ingin mengalah satu sama lain, perlahan demi perlahan keduanya saling mengeserkan tubuh ke arah ranjang, seketika ken berhenti untuk mengatur nafas ciuman yang masih eca lanjutkan. tatapan antar kedua mata mengisyaratkan saling menginginkan.
"aku menginginkan mu" tatapan yang penuh makna itu membuat eca hanya mengedipkan kedua matanya mengisyaratkan bahwa dirinya sangat menginginkan ken. seketika saja ken mengecup lembut dan mengubah beberapa kali gaya ciumanan mereka, dengan sangat panjang mereka saling memanaskan diri dan saling menatap kembali, ken yang tadinya sangat manis menjelma menjadi buas, eca yang tadinya menagis beralih menjadi panas. kek membaringkan tubuh mungil eca sembari menahan kepala bagian belakangnya dengan perlahan, menuntun eca untuk nyaman. ciuman yang berlangsung dengan beberapa jeda masih berlangsung secara tanpa kata. eca yang mengenakan baju kaos tipis berwarna merah muda itu sangat cantik dan mempesona, perlahan tangan ken merambat masuk kedalam bagian dada eca, yang membuat nya mendesah dengan parah
"akhhh...mm" ken yang melihat kesensitifan eca semakin membuat dirinya menegang. jari ken yang memainkan bagian payudara eca dengan perlahan, semakin membuat gairah malam yang dingin itu dengan sangat panas. tanpa aba-aba ken membuka baju eca dengan sangat cepat namun mata nya tertuju kepada foto keluarga yang terpajang tepat dihadapanya. langsung saja iya mengurungkan niat nya lalu terdiam seakan tertampar melihat foto keluarga eca yang berada dikamarnya.
hal itu langsung membuat ken sadar dengan keadaan, ken melepaskan eca yang masih melanjutkan kegiatannya. ken menyadari keadaan bahwa dia terlalu jauh menginginkan eca.
"maaf ca" dengan wajah bersalah menatap eca, seketika eca langsung sadar bahwa dirinya terlah terhipnotis dengan gairah.
" aku akan pergi sekarang" sambung ken.
seketika eca menahan tangan ken, dan menatapnya dalam
__ADS_1
" apa kakak akan meninggalkan ku?" tanya eca, ken hanya dapat terdiam tanpa menjawab ya atau tidak.