
Eca bertolak belakang degan semua ini, bagaimana bisa dia menghadapi situasi yang tidak menyenangkan, menjadi pusat perhatian dari ribuan mata yang terpajang. Seakan kaki Eca yang menuruni mobil Ken seperti objek langka yang mereka lihat.
Eca hanya dapat menekuk wajah hingga menahan malu, sembari menjauh dari arah Ken yang sepertinya ingin sekali menyeimbangi langkah kaki gadis itu. bagi Eca, Ken adalah tipe laki-laki yang ke 100001 untuk menjadi pasangan nya.
Dan sekarang papa malah menjodohkan nya untuk seumur hidup bersama pria yang tidak diinginkan oleh hatinya, Eca hanya berfikir pria itu pasti akan menyiksa nya dengan cara yang keterlaluan jika nanti dirinya telah sah menjadi istri Ken.
Bagaimana tidak ikatan pernikahan diterimanya dengan lapang dada padahal selama ini mereka tak pernah akur, dan ini adalah suatu keputusan yang membuat Eca tak dapat menghindari!! Sebenci apa Ken pada Eca hingga memberikan keputusan terberat didalam hidup nya.
Beberapa bisikan dari semua mulut terdengar jelas ditelinga Eca yang berlalu melewati mereka
"Apa kau tidak tau wanita biasa itu, ternyata keluarga Jaya. Bagaimana bisa dia berdandan ala sampah dengan reputasi Jaya yang bak mahkota"
"Aku masih tidak menyangka berita yang kudengar pagi ini dari papi ku, kalau keluarga Fenderick dan Jaya akan menjadi besan. Apa jadinya aku nanti! Mungkin aku hanya puing puing yang tidak dihitung"
"Dunia ini memang nggak adil"
"Aku iri sekali, bagaimana bisa dia menyembunyikan identitasnya dan bersekolah di kampus biasa. Dasar wanita yang tidak bisa berterima kasih"
__ADS_1
"Kak Ken sangat tidak beruntung, dan aku benci dengan ini, mengapa harus wanita seperti itu yang menjadi calon istri nya"
Dan masih banyak lagi ocehan dan omongan yang terdengar, seakan darah kental menjalar kemudian medidihan sampai puncak emosi yang harus ditahan Eca. ingin sekali dia murka dengan mereka yang hanya bisa menerka. Ingin sekali rasanya mengelegarkan emosi yang dipendam tapi tik dapat redam.
Eca benci situasi bungkam karna dirinya membutuh kan ruang untuk teriak. Mengapa orang lain hanya berfokus menceritakan sisi negatif dari diri seseorang!!!! Apakah melihat sisi positif seberat itu?
Ken memang seperti masalah yang datang dalam hidup gadis itu, dia bahkan boomerang yang tak adil bagi kebahagiaan nya, Ken adalah sosok yang perhatian dan penuh kelembutan, namun itu semua hanya sudut pandang dari orang lain, sebab bagi Eca pria itu benar-benar menyebalkan
Namun bagi Ken, Eca seperti hadiah yang diberikan tuhan pada nya, hadiah yang hanya bisa di hayalkan hingga tak berfikir untuk minta dikabulkan, Tapi sekarang ini nyata. gadis yang menarik seluruh pandangan Ken secara utuh, gadis polos yang merubah emosi negatif dari diri Kenfenderick, bahkan rasanya Eca sudah mengenggam sebagian hidup nya
______
"Ecaa"teriak gadis yang memakai sweter kuning dari arah kursi sudut depan.
"hm" Eca berlalu meninggalkan Ken, hingga menuju ke arah syila
"Eca apa yang ku dengar hari ini nyata?" tanya syila dengan penuh keseriusan
__ADS_1
"Iya" balas Eca dengan wajah jutek nya bahkan Eca terlihat snagat santai memberi jawaban singkat namun padat.
"Ecaaaaaaaaa!!!!! apa-apaan keadaan ini. bukan nya Lo tau Gue suka sama Kak Ken! bagaimana Lo ngerebut dia dari Gue" teriak Syila dengan nada suara yang melengking, membuat Eca merasa risih dengan pendengaran nya, sedangkan wajah imut Syila meronta-ronta di hadapan Eca.
bahkan membuat Eca menyunggingkan senyum dengan bahagia, sebab berhasil membuat Syila murka
"Apa yang Lo sukai dari laki-laki ketus itu" " celetuk Eca membalas perkataan teman nya
"Sejak kapan Kak Ken ketus dan kasar, apa Lo nggak tau semenjak Kak Ken menjabat sebagai presiden mahasiswa dia sangat terkenal dengan kelembuatan nya, bahkan tutur kata nya itu membuatawan bicara nya meleleh"
"Apa nya yang lembut ****, apa Lo nggak tau dia semenyeramkan apa, bahkan dia lebih seram dari pada pedofilia!!"
"Eca!!!" Syila membungkam mulut sahabat nya dengan tangan mungil nya itu, membuat Eca meronta ingin dilepaskan "Hati-Hati bicara tentang Kak Ken, udah ah lupakan dia. bagaimana bisa Lo bertunangan dengan nya?"
"Dia rekan bisnis papa ku" saut Eca saat melepaskan tangan syila dari mulut nya
"Hanya sesederhana itu!" Teriak Syila di sertai dengan wajah tak menyangka nya, membuat eca melipat kedua tangan nya sembari melangkah pasti
__ADS_1