Calon Istriku Ketua Geng Jabrik

Calon Istriku Ketua Geng Jabrik
[MASIH TAHAP REVISI]


__ADS_3

Dari arah depan, laki-laki bertubuh bidang dengan dandanan casual itu perlahan berjalan kearah Eca, tampak sekali percaya diri dan kesombongan nya sembari berjalan angkuh menggunakan kaca mata hitam sambil mengenggam tas jinjing ditanggan kiri nya, siapa lagi kalau bukan Ken Fenderick yang membuat Eca harus menunggu, Pria itu benar-benar membuat Eca tidak nyaman dengan kehadiran nya, sehingga dengan sengaja dia memalingkan wajah sebab terlalu enggan untuk melihat kearah Ken.


Seketika Ken semakin mendekat saat Eca menarik nafas panjang akibat sesak nya, Ken berusaha mencocokan duduk yang nyaman dikursi tersebut, betapa kaget nya Eca ketika Ken tiba-tiba duduk tepat di samping nuw, bahkan dengan penuh percaya diri dia merasa tidak masalah dengan sikap barusan, Eca yang sebelumnya tidak mempedulikan Ken melirik kesal sembari menenangkan diri agar tidak tersulut emosi, rasanya gadis itu ingin sekali mengusir Ken dengan paksa, namun perlahan dia mencoba mengumpulkan kekuatan dan menyusun beberapa kata untuk di utarakan, sebab untuk berdebat dengan pria itu adalah sia-sia yang membuang tenaga nya yang berharga, tapi logika dan perasaan tak sedang sejalan, Eca seperti dipaksa untuk menerima kenyataan bersamanya, namun batin nya menolak kehadiran pria itu.


Beberapa saat kemudian, Eca berusaha diam tanpa mempedulikan Ken, namun sikap pria itu semakin menjadi-jadi di samping nya, bahkan dengan angkuh nya Ken mengangkat kaki nya sambil mendengarkan musik, bahkan dengan santai pria itu duduk tanpa meminta izin, bagaimana bisa Eca mentolirir ketidak sopanan itu, hingga dia menyadari bahwa diri nya tidak sekuat itu menerima semua ini, rasanya Eca benar-benar tak tahan menyikapi Sikap Ken yang tak mempedulikan keberadaan dirinya disana.


"kak, apa kau tidak bisa duduk di sana!" seru Eca kepapa Ken, namun pria itu tidak menghiraukan perkataan Eca, bahkan dirinyan tak bergeming sedikit pun, sembari mengeluarkan handphone dari saku celana yang di kenakan, Ken hanya menoleh sedikit lalu fokus dengan handphone miliknya itu. melihat hal tersebut tentu sama membuat Eca semakin kesal dengan perlakuan yang ditampilkan kan nya.


"Kak!! pergilah dari sini" teriak Eca saat nada suara nya meninggi ke arah ken, bahkan tangan nya mendorong lengan kekar pria itu, bagaimana tidak Eca sangat tidak suka dengan cara Ken yang tidak menghargai diri nya, seakan pria itu menganggap tidak afa Eca diruangan tersebut.


Seketika Ken menoleh ke arah eca, dia menatap tajam kedua mata gadis yang menyita perhatian nya, membuat mata mereka saling bertatapan dengan memancarkan kilauan tajam


"Kenapa aku harus pindah? " bahtah Ken pada gadis yang menganggu diri nya, bahkan senyum kecut nya itu terlihat menghina ke arah Eca


"Aku hanya tak nyaman bersama mu" sahut gadis itu sambil mengubah cara duduk nya


"Apa aku harus membuat mu nyaman dengan ku?" balas pria itu dengan nada menghina nya, membuat Eca bungkam akan perkataan Ken.


Entah mengapa mendengar pernyataan dari Ken membuat eca merasa bahwa pria itu tidak menghargai nya sebagai wanita, lebih tepatnya sebagai anak dari rekan bisnis nya, sikap yang lancang Ken sontak membuat Eca geram, hingga tampak jelas wanita tersebit menaiki kedua alis nya sambil menatap tajam ke arah Ken


"Dasar brengsek" seketika Ken berdecak kesal


"apa yang kau ucapkan barusan!" celetuknya membalas Eca dengan tatapan sinis


"Aku mengatakan mu brengsek!! bukan kah aku benar" balasa wanita itu dengan nada menantang

__ADS_1


"Apa aku melakukan sesuatu yang salah padamu, atas dasar apa kau mengatai ku brengsek, dasar wanita menyebalkan" balas Ken dengan menajamkan alis nya


"Atas dasar apa!! kau masih bertanya atas dasar apa!! tidak kah kau merasa lancang duduk disamping ku, padahal sebanyak ini kursi yang kosong, mengapa kau harus dekat dengan ku!! apa kau menyukai ku!!0" bentak Eca dengan sangat geram nya, bahkan ingin sekali dirinya menerkam Ken secara mentah-mentah


"Menyukaimu? apa wanita seperti mu pantas untuk disukai! Cih! ini adalah pesawat ku, terserah pada ku untuk duduk di mana, bukan kah kau yang harus sadar diri" balas Ken ke arah Eca, membuat gadis itu tidak percaya dengan apa yang di katakan pria tersebut.


Eca hanya diam tanpa membalas apapun, dirinya merogoh ponsel selulur nya, dan menelfon papa nya dengan kesal, hingga Tuan Jaya mengangkat telefon dari anak nya sembari membenarkan jika Eca lah menumpang di pesawat Ken.


Tentu saja hal itu membuat Eca lebih kesal, hingga dia sadar diri dengan posisi nya, dengam cepat Eca beranjak dari sana, namun pramugari cantik itu menghentikan langkah nya, untuk meminta Eca mematikan jaringan ponsel nya, sebab pesawat akan beroperasi sebentar lagi.


"Mau kenama kau!" Ken menatik tangan Eca untuk mendudukan diri diposisi semula, bahkan membuat tubuh Eca terbentur dengan keras ke kursi tersebut.


"Aku manusia yang tau diri, jika saat ini aku menumpang di sini, aku yang akan beranjak dari mu" balas nya saat menajamkan mata tak suka ke arah Ken


"Kau!!!!" Eca berteriak dengan Keras, bahkan suara nya membuat telinga Ken nyaring, suara wanita itu bercampur dengan amarah. membuat Ken berdecak kesal


"Apa lagi mau mu!! apa kau tidak bisa bersikap baik saja!!! aku masih ounya pendengaran yang baik!, tidak perlu kau berteriak seperti itu" balas Ken dengan suara kesal nya.


"Kau fikir siapa dirimu, bisa memerintah ku! apa kau menganggap dirimu berada di atas ku!! apa kau tidak sadar posisi mu" Eca begitu menantang saat berucap dengan lantang, Entah kenapa dirinya sangat tersulut emosi terhadap pria itu, meskipun Eca tau bagaimana besar nya kekuasaan papa nya, namun selama ini Eca tidak pernah mengunakan itu, tapi untuk hal satu ini Eca menunjukan nya, bahkan tanpa di sadari oleh dirinya.


"Apa sekarang Nona muda Jaya sudah tau kasta nya" balas Ken dengan penuh hinaan, bahkan wajah nya sana terlihat meremehkan, sebab dia mengetahui Eca dikampus menyembunyikan status nya, bahkan gadis ini seperti tidak suka dengan posisi yang dimiliki nya sebagai anak dari koglomerat kelas atas yang beradi di urutan pertama di Indonesia, bahkan Jaya sangat disegani di dunia, sebab Jaya melebarkan sayap di Eropa dan amerika membuat siapapun sangat mengerti bagaimana tinggi nya tahta yang disandang oleh keluarga jaya.


Eca hanya terdiam meskipun tatap nya tak redup sedikit pun, mendegar hal itu tentu saja ada rasa aneh yang mendera nya, sebab dia seperti tersadar akan posisi nya, selama ini Eca tidak pernah membawa nama keluarga nya untuk membanggakan diri, tapi entah kenapa kali ini dia melakukan hal itu hanya perkara pria yang menyebalkan.


"Aku tidak akan bisa menang jika berdebat dengan laki-laki ******** ini, lebih baik aku pergi dan mengalah" Eca ingin beranjak dari duduk nya karna dia merasa tak sudi berdampingan bersama Ken

__ADS_1


"Jika kau berani pindah!! aku akan melemparmu keluar!! nada mengancam itu terdengar seram di telinga Eca, bahkan membuat tubuh nya membisu, eca melirik ke arah Ken


"Apa kau mengancam ku" tanya Eca dengan nada dingin


" Tidak! Aku memberi mu pilihan" seketika Ken membaca beberapa lembar kertas yanga da di tangan nya, sedangkan Eca mempertimbangkan niat nya


"Dasar pria ********, untuk kali ini aku akan mengalah!! lebih baik aku disini saja sebagai pelayan untuk nya, siapa yang tau jika perkataan nya itu menjadi kebenaran nanti nya, dia kan pria gila. tentu saja hal yang mungkin untuk dia melemparku dari sini" geruru Eka saat mendudukan diri nya kembali, sedangkan Ken menarik senyum di sudut bibir nya, sebab dia merasa memenangkan perdebatan mereka.


Di tengah penerbangan Ken sibuk dengan beberapa kertas yang dibalikan nya berulang-ulang, dan beberapa kertas yang ditanda tangani nya secara bersamaan, sedangkan Eca hanya fokus mendengarkan musik lewar aerphone milik nya.


Di antara keheningan mereka yang di susul degan kesibukan Ken yang masih setia bekerja membuat Eca binggung dengan pria itu, dia berfikir tentang pria yang ketus tersebut, bagaimana cara Ken dalam mengelola waktu, sehingga dapat melakukan segala hal secara bersamaan, Eca tau Ken termasuk mahasiswa yang terkenal difakultas pikologi, baik di lingkup organisasi maupun universitas, semua orang mengenal seorang Ken, tapi di balik itu semua dia memiliki segudang bisnis yang berstandar internasional yang tengah di kelola, bagaimana bisa pria seperti itu melakukan nya dengan sempurna, membuat eca tak habis pikir, meskipun dia merasa bangga namun tak akan sudi di utarakan nya.


"apakah dia tak pernah tidur" gumam Eca dengan segudang pertanyaan di otak nya.


"Ahh sial!! mengapa aku harus memikirkan nya, dasar sial! " umpat Eca hingga terdengar oleh Ken, pria itu melirik Eca yang tak tenang sedari tadi, bahkan mata mereka saling bertatap dan menantang, membuat kedua nya sama-sama geram.


"Apa yang kau lihat" tantang Ken dengan nada menantang nya


"Siapa yang melihat mu, peercaya diri sekali" Eca mengalihkan pandangan nya hingga memunggungi Ken, membuat pria itu tersenyum karna berhasil membuat Eca kesal


Di tengah kesibukan nya yang dengan seksama mendengarkan musik, membuat mata gadis itu mulai berat, sesekali Eca menguap hingga Ken memperhatikan dari arah samping, entah apa yang terjadi Eca menghilang dari kesadaran nya.


Membuat Ken memadang punggung Eca yang meringkuk didalam posisi tidur nya, menyaksikan ketenangan dari Eca membuat Ken yakin, wanita itu telah masuk ke alam mimpi nya, sehingga dengan fokus Ken melanjutkan pekerjaan nya.


Eca memutar posisi ke arah Ken, membuat pria itu kaget saat Eca mulai dekat dengan tubuh nya, bahkan mereka hampir bersentuhan, tentu saja hal itu mengundang mata Ken memperhatikan nya, Hingga kepala Eca mendarat di pundak pria itu, membuat ken membeku di posisi nya.

__ADS_1


__ADS_2