Calon Istriku Ketua Geng Jabrik

Calon Istriku Ketua Geng Jabrik
[MASIH TAHAP REVISI]


__ADS_3

“ca ada apa sih?” tanya gadis imut itu kepada eca yang beberapa hari ini terlihat begitu murung


“ tidak” jawaban eca polos kepada isil yang begitu penasaran dengan perubahan sahabatnya


“ ahg aku marah ni” bentak isil sontak membuat eca terkejut dengan tingkah nya yang menganggu pikiran eca siang ini.

__ADS_1


“sil apaan sih, jagan kayak anak kecil deh, ini perpustakaan! Orang melihat kita” lirik eca ke arah sekitar sambil menundukan sedikit wajahnya karna malu.


Isil yang sangat tidak tahan akan ke ingin tahuan terhadap prilaku eca. Berulang kali memaksa eca untuk bercerita tapi eca selalu bungkam dan tidak mau menjelaskan apa-apa. Kepekaan isil ini ber landaskan latar belakang dia sebagai anak psychology yang peka akan lingkungan dan perilaku orang sekitar. bagaimana tidak akir-akir ini eca seperti orang yang menderita bipolar, yaitu gangguan mood yang di alami seseorang, hal ini dikarenakan perubahan emosi secara drastis. Seseorang yang menderita bipolar dapat merasakan gejala mania (sangat senang yang berlebihan) atau depresif ( sangat terpuruk atau sedih)


Tapi itulah eca, dia jarang ingin berbagi tentang apa yang dialaminya, isil kenal betul sahabatnya. dia selalu bahagia setiap kali memiliki masalah, untung saja hobby makan eca sangat membantu dalam memudarkan permasalahan yang dihadapinya. Eca wanita langka yang pernah ada bagi isil, bagaimana tidak. status keluarga yang luar biasa tak merubah kepribadian nya menjadi anak yang sombong bak sosialita. Bahkan dia menginginkan kehidupan yang sederhana saat membina rumah tangga kelak. Hal itu diketahui isil saat eca menulis beberapa harapan saat mereka mengikuti ospek tahun lalu. Bahkan sampai hari ini isil masih tidak percaya dia dapat berteman dengan koglomerat kelas atas, dan yang anehnya gaya isil dan eca lebih elegan isil saat dikampus dari pada eca yang biasa-biasa saja.

__ADS_1


Eca menyantap makan malamnya seorang diri, brian yang belum pulang dari luar negri karna beberapa tugas yang harus dipelajarinya dari papa. Dan paman lee yang sedang berada di rumahnya di korea. Mama, yang masih sibuk dengan politiknya. Serta eca yang selalu sendirian dirumah yang besar tanpa siapa-siapa. Eca memiliki banyak pembantu rumah tangga dalam mengurus rumah besarnya tersebut. Tapi mereka pulang sebelum petang, Jujur saja eca juga kurang nyaman jika sendirian tapi dia lebih tidak nyaman bersama orang asing yang nantinya tau penderitaan yang dirasakan eca, dirumahnya yang sangat mencengkam ini.


“ken apa kau mempermainkan ku?” rintih eca seketika memecahkan tangisan nya dihadapan makanan yang belum habis di santapnya. Setelah hari itu ken tidak pernah muncul, Dia tidak memberi sedikit kabar setelah membuat bekas ditubuh polos eca. Ken seakan menetapkan kepemilikan nya terhadap eca tapi tak mengisi dirinya seutuhnya. Eca selalu tersenyum saat jantungnya bergetar memikirkan kehagatan tubuh ken, tapi hatinya seperti teriris menjalani kenyataan bahwa ken menikmatinya lalu pergi.


Eca tidak pernah sesensitif ini menjadi wanita. Bahkan eca adalah wanita yang selalu berfikirkan positif tentang siapa-siapa tapi untuk satu hal ini, dia benar benar dicampakan oleh orang yang membuat getaran dijantungnya. Orang yang seketika tidak meninggalakan nya saat memohon tapi melupakan nya saat tidak diminta. Eca selalu berfikir tentang ken yang kini telah meninggalkan mungkin mencampakan nya, dan ken pasti membatalakan pernikahan mereka. Jelas saja dia membatalkan pernikhan itu, mana mau dia bersama wanita yang di sadari, bahwa wanita itu tidak elegan sedikitpun, bahwa wanita itu sakit secara mental, bahwa wanita itu rapuh. Dan mana ada pria yang ingin hidup bersama wanita yang sangat murahan untuk diajak bercinta. Lintasan fikiran itu semakin membuat eca tertekan secara mental. Eca bahkan kembali seperti dirinya dahulu, rasa tidak percaya kepada siapapun, rasa tertekan seakan orang lain meninggalkan nya dan rasa dimana dirinya menginginkan kedamaian.

__ADS_1


__ADS_2