
Sudah lama rasanya rumah yang di tempati Adellia saat ini adalah rumah yang dibangun Jaya atas pernikahan mereka, tentu saja semua hal yang berada di rumah ini sesuai dengan selera Adellia, dulu Jaya memang pria yang begitu mencintai nya, bahkaan Jaya pernah menjadi pria yang tidak membiarkan Adellia terluka, namun cinta masa muda itu tengelam dengan realita kehidupan mereka yang begitu menuntut perbedaan.
Dengan perlahan Adellia menaiki tangga menuju kamar nya dengan suami nya, bahkan ada rasa gugup di jantung nya saat menaiki tangga, namun Adellia menepis itu bukan lah perasaan cinta, itu hanya perasaan gugup saat menghadapi masa lalu nya.
Seketika tangan nya membuka ganggang pintu tersebut, hingga pintu itu terbuka membuat jantunng Adellia seperti berdegup semakin kencang dan tak beraturan “Ada apa dengan ku” tutur nya saat menyungingkan senyum di sudut bibir
Adellia memasuki ruangan itu, dia melihat semua tempat masih sama seperti dulu, meskipun sudah berganti menjadi sepi, kamar ini hanyalah kamar kosong yang tidak memiliki apapun didalam nya, bahkan sehelai baju pun tidak ada di lemari, membuat Adellia terkekeh dengan situasi yang dihadapi nya, jika didunia ini orang tau ada pasangan seperti dirinya pasti semua orang tertawa garing, betapa menyedihkan hidup yang sudah di jalani Adellia.
Tubuh nya jatuh keranjang yang sangat empuk, bahkan Adellia menutup mata nya saat pergelangan tangan menutupi mata, dia terkekeh ketika ingat jelas malam pertama nya bersam Jaya, membuat Adellia merinding hebat, sebab kejadian dua puluh tahun lalu masih terekam jelas di memory nya.
“Apa yang kau fikirkan, hingga sebahagia itu?” seru seseorang yang terdengar nyata di pendengaran Adellia, membuat wanita itu membuka mata saat menjauhkan tangan dari wajah nya
“Jaya” seru nya dengan kaget, dengan cepat Adellia mendudukan diri menatap ke arah Jaya dengan melototkan mata dengan sempurna
“Apa yang kau fikirkan?” tanya suami nya ke arah Adellia, tentu saja wanita itu tidak mengubris pertanyaan barusan, sebab dirinya hanya mempedulikan kehadiran Jaya, sebab semenjak mereka menyudari hubungan yang ada, Jaya tidak akan pernah menginjakan kaki dikamar ini, namun pria yang sudah meningalkan tempat tersebut berdiri di hadapan Adellia tentu saja wanita itu tidak menyangka
“Apa yang kau lakukan disini” tanya Adellia ke pada Jaya, bahkan tanpa menjawab pertanyaan dari pria itu.
“Kau?” sahut Jaya ketika mengulangi seruan istri nya “sejak kapan istriku berkata seperti itu?” tanya nya ke arah Adellia yang duduk di tepi ranjang, bahkan Jaya berdiri tegak dihadapan istri nya dengan tubuh kekar nan tegap itu
“Dudahlah. Aku akan keluar” Adellia beranjak dari sana, hingga dia berlalu meninggalkan Jaya, namun belum sempat dirinya menjauh, Jaya terlebih dahulu menjangkau tangaan istri nya.
__ADS_1
“apa yang kau lakukan?” teriak Adellia
“kenapa kata-kata seperti ini terdengar lebih akrab dari pada panggilan sayang yang kau buat-buat itu” tutur Jaya saat mata nya menatap mata Adellia dengan tajam
“Bukan kah semua hal yang ada di hubungan kita selalu di buat-buat” balas Adellia dengan tersenyum sungging memancarkan hinaan ke arah suami nya.
“Benarkah, jika semua nya bisa dibuat, aku juga ingin membuat sesuatu dengan mu” balas Jaya saat dirinya mendekat ke arah Adellia, bahkan dengan spontan kaki wanita itu mundur ke arah belakang, namun dengan cepat Jaya meraih pinggul istri nya hingga tubuh mereka menempel
“Apa yang kau...kau lakukan, lepaskan aku!! Aku bukan istrimu!” berontak Adellia saat tangan nya ingin menjauhkan diri dari pelukan suami nya
“Kau maish istri ku, bahkan hingga saat ini media masih memberitakan hubungan harmonis keluarga kita, bagaimana bisa kau bukan istri ku” balas Jaya saat tangan nya dengan lihai membelai rambut Adellia untuk di selipkan ke telinga istri nya
“Apa maksud mu, jangan main-main seperti ini, apa kau pikir aku mainan mu, bukan nya kau memiliki banyak mainan di hotel mu Jaya, apa mereka tidak mencukupi semua kebutuhan mu” tutur Adellia dengan nada menghina ke arah suami nya
“Lepaskan aku, aku akan memaafkan mu jika kau melepaskan ku” bujuk Adellia ke arah suami nya, sebab dia tidak ingin berlama-lama dengan permainan Jaya.
“Aku tidak akan melepaskan mu, sebelum aku memastikan sesuatu” tutur nya
“Apa maksud...mmmmm” seketika mulut Adellia di bungkam oleh bibir Jaya, dia bahkan mendorong tubuh istri nya ke dinding, untuk menikmati tiap inci permukaan bibir Adellia yang seksi, bahkaan Jaya tidak melongarkan kecepatan nya hingga membuat Adellia kehilangan nafas untuk menghirup oksigen
“mm…mmm” tauatan bibir itu mengeluarkan suara yang tidak jelas dari bibir Adellia yang masih memberontak, sedangkan Jaya begitu lihai mencubu istri nya dengan hasrat besar yang tidak pernah tersalurkan, dia tidak menyangka rasa ciuman bersama Adellia sebahagia ini, bahkan wangi tubuh istri nya masih sama seperti lima belas tahun yang lalu, rasa manis bibir istri nya lebih manis dari madu, bahkan Jaya mencicip habis air liur Adellia seakan dirinya tidak ingin melewatkan apapun tentang saat ini.
__ADS_1
Nafas Adellia yang naik turun dengan degubaan jantung yang begitu berdebar seakan ingin meloncat keluar membuat Adellia pasrah dengan apa yang dilakukan Jaya pada nya, meskipun dirinya menolak namun ada penerimaan besar di batin nya, tidak ada rasa penolakan sedikit pun, bahkan dirinya sempat menikmati sensasi luar biasa yang diberikan Jaya setelah lima belas tahun tidak pernah menyentuh tubuh nya.
Kedua nya terengah saat nafas mereka beradu basah, bahkan Jaya menyempatkan bibir nya mengkecup kepala Adellia, membuaat wanita itu menutup mata untuk merasakan nya.
“Adellia” Jaya berseru disaat mata nya menatap dalam kepada istri nya, bahkan tatapan teduh itu mampu menembus bagian hati yang tidak pernah di jangkau pria mana pun selama ini, membuat Adellia membalas nya dengan tatapan diam.
“Aku perlu mencoba nya, untuk memastikan sesuatu” tentu saja Adellia mengetahui maksud suami nya itu, namun diirnya hanya berfikir apakah ini hanya sebatas penasaran antaran mereka berdua, tentu saja Adellia juga ingin memastikan nya, dia bahkan ingin sekali mengetahui apa yang sebenarnya dirasakan oleh dirinya saat menerima perlakuaan Jaya, namun Adellia takut menghadapi kenyataan yang sama, bahkan mereka berdua telah berbeda hingga tidak bersisa, membuat Adellia hanya berdiam diri tanpa menjawab nya.
Melihata respon dari istri nya tentu saja membuat nyali Jaya menciut, dia begitu ingin memastikan apakah Adellia masih mencintai nya, sebab sejak menikah hingga hari ini Jaya hanya mencintai istri nya, meskipun mereka telah berbeda dan terjadi banyak perdebatan, Jaya tidak pernah meninggalkan Adellia, meskipun selama ini dirinya tidak menyentuh istri nya semua itu akibat pertengkaran mereka yang tidak menguntungkan keadaan.
Di saat Jaya ingin kembali disaat yang sama Adellia ingin pergi, tentu saja Jaya tidak bisa memaksakan dirinya kepada wanita tersebut, sebab selama itu Adellia merasa terbebani dengan status yang dimiliki Jaya, sebab setelah kebangkrutan orang tua nya, Adellia menjadi alasan kenapa keluarga besar Jaya menopang perekonomian orang tua nya.
Hal itulah yang menjadi titik dimana Adellia kehilangan diri nya, dia terbebani dengan tuntutan orang tua dan mertua nya, meskipun Jaya sudah melakukan banyak cara meyakin kan istri nya, namun Adellia terlanjur rendah diri, bahkan dia terbebani untuk menjadi bayangan di balik kehidupan yang begitu gemilang, sebab kebangkrutan orang tua nya lima belas tahun yang lalu membuat Adellia terpuruk untuk bersanding dengan Jaya, tentu saja dia mengerti apa yang di alami istri nya, hingga perdebatan mereka berujung tanpa titik terang, Adellia yang selalu egois dan mementingkan dirinya sedangkan jaya yang begitu emosi dengan setiap tindakan Adellia.
Mebuat mereka berdua berseberangan, semenjak hari itu Jaya mengerti satu hal, kadang ada masa nya dimana dirinya harus melepaskan disaat memeluk terlalu menyakitkan, Jaya tidak ingin menyakiti Adellia dengan hubungan mereka yang tidak damai, bagaimana pun saat itu Adellia masih terbilang muda untuk menjadi istri dan ibu, bahkan kebangkrutan orang tua nya membuat Adellia menerima banyak pandangan buruk bahkan dari mertua nya, yaitu ibu Jaya sendiri
Membuat Adellia memulai kembali hidup di kaki nya sendiri, hingga detik ini wanita itu mencapai titik jati diri yang di inginkan nya,
tentu saja Jaya sangat bahagia, meskipun dirinya tidak turut mengucapkan kata, namun Jaya mendukung Adellia dibalik sana, disetiap langkah yang dilakukan istri nya Jaya selalu memberikan jalan tanpa menganggu, sebab jika wanita itu bahagia, Jaya akan menjadi pria yang akan bahagia, hingga pada akirnya Jaya mendengar percakapan anak nya bersama Adellia, membuat air mata nya menetes ketika kalimat yang di ucapkan istri nya, menyentuh kebagian dasar hati nya, bahkan saat itu saja Jaya ingin memeluk kedua wanita tersayang nya, namun dirinya sadar diri dimana posisi nya berada.
Adellia mengatakan kepada Eca untuk menyelamatkan orang disekitar mu, kau harus menyelamatkan dirimu, untuk mencintai orang disekitar mu kau harus mencintai dirimu, bahkan untuk menghalangi orang menyakitimu kau harus keras dalam mencintai diri sendiri.
__ADS_1
Tentu saja hal itulah yang selama ini di lakukan Adellia, dia menyelamatkan hidup nya untuk menyelamatkaan anak-anak nya, jika saat itu Jaya egois terhadap Adellia mungkin hingga saat ini Adellia tidak akan bahagia menjadi dirinya sendiri, mungkin Adellia tidak akan sampai dititik dimana dirinya menyadari Eca dan Brian itu penting, mungkin Adellia tidak akan mengerti tahta ibu sangat berharga, sekarang Jaya sudah mendapatkan semua nya, dia mendapatkan titik dimana Adellia menyadari posisi nya sebagai seorang ibu kembali, sebab selama ini Adellia benar-benar mengabaikaan fakta penting tersebut, meskipun menyakiti kedua anak nya, Jaya akan memperbaiki nya dengan memastikan seumur hidup Adellia, istri nya akan kembali lagi bersama mereka, bahkan meskipun mustahil untuk membuat Adellia jatuh cinta pada nya, Jaya akan memperjuangkan untuk mengejar Adellia, sebab dia percaya Adellia wanita satu-satu nya yang menjadi wanita terakir hingga seumur hidup nya.