
Ke esokan hari, Eca seperti biasa berada dikampus dan menyelesaikan kelas hingga makan siang bersama Syila, mereka berjalan di halaman kampus dengan canda tawa yang membuat mereka tidak memikirkan lingkungan.
Wanita imut yang berambut pirang mengunkana rok mini dia atas lutut siapa lagi kalo bukan Syila, baru saja menganti warna rambutnya hingga membuat Eca tidak mengenali saat pertama kali mereka berjumpa.
Dengan minuman kaleng yang berada ditangan nya, Eca berjalan bersamaan dengan langkah Syila yang senada dengan gerakan nya, gadis itu meneguk minuman hingga merasakan sensasi mint yang menyegarkan ditengorokan.
“oh iya Ca, apa benar kemarin kak Geby gak sadarkan diri di toilet wanita” pertanyaan Syila membuat Eca meneguk minuman nya sambil melihat wanita itu dengan binggung, seakan dirinya belum menyadari apa yang tengah di katakan teman nya itu
“Geby? Siapa? " saut Eca dengan santai, seakan dia lupa kejadian yang disaksika nya semalam
“Pacar Kak Aldo” jawab Syila secara gamblang
“Ppffttt..” deretan kejadiaan semalam langsung saja tampil di otak nya hingga membuat minuman yang diteguk wanita itu keluar begitu saja, dia pun mengingat siapa Gebby yang tengah ditanyakan Syila kepadanya, sebab Alfo juga menyerukan nama yang sama saat itu
“iiiii jorok banget sih Lo Ca!! ” Syila menjauhkan diri dari wanita itu, sebab percikan minuman yang keluar dari mukut Eca mengenai sedikit tubuh nya, wajah jijik Syila dengan jelas tertampil menghadap ke arah Eca yang tega menyemburkan minuman membuat pakaian milik Syila terkena basahan akibat tiupan angin.
“apa benar kakak semalam itu pacar kak Aldo?” tanya nya sekali lagi kepada Syila dengan tidak percaya tentang yang pendengarnya barusan
__ADS_1
“Orang nanya dia malah balik nanya, lagian ni ya!! semua orang juga tau kali, gimana Kak Aldo cinta nya sama Kak Geby, katanya kak Aldo laki-laki playboy yang disukai banyak wanita tapi hanya bertekuk lutut dihadapan Kak Geby, bahkan koglomerat kelas atas hingga artis terkenal pun mengincar ketampanan serta kekayaan nya, tapi nggak bisa membuat dirinya berpaling dari Kak Geby, wanita penerima beasiswa sosial yang hanya bermodalan cantik, tapi emang iya dia cantik dari pada aku” jelas Syila dengan mimik wajah meyakin kan nya, membuat Eca yang sedsri tadi mendengarkan secara seksama, bahkan saking tak menyangka nya Eca mengigit bibir bawah nya akibat gugup yang melanda setelah mendegar kenyataan yang sulit di terima oleh dirinya, bahkan Eca yang selalu mengamati Aldo setiap hari tidak mengetahui hal tersebut, tentu saja ini seperti bom waktu untuk nya
“apa Gue se-anti sosial itu sil?” Celetuk Eca sekalian dengan pertanyaan kepada teman nya yang melirik ke arah Ec, bagaimana tidak bahkan selama ini Eca selalu mengamati Kak Aldo dan mencintainya diam-diam. tapi diri nya tidak pernah melihat ada wanita bernama Gaby bersama Aldo selama ini, membuat Eca tak habis pikir, bagaimana bisa dia tidak mengetahui keberadaan Kak Geby.
Apakah Eca diciptakan untuk mencintai diri sendiri? Hingga tak dapat lagi mengamati lingkungan sekitar dan orang lain, bankan Syila yang melihat betapa anehnya ekspresi Eca saat bertanya kepadanya mengkerutkan kening dengan aura kebingungan yang kental.
“Heii!!! apa hubungan nya hal ini dengan anti sosial Lo?” bentak Syila untuk mengambil fokus sahabatnya yang seperti orang tidak sadarkan diri.
“Lupakan” Eca dengan tatapan kosong berjalan kencang ke arah depan, sebab hal ini membuatnya malu setengah mati jika Syila mengetahui dirinya menyukai kak Aldo.
Syila yang melihat sikap aneh yang di tampilkan eca hanya mengerutu kesal saat teman nya yang memiliki postur tinggi itu berjalan dengan langkah besar tanpa memperdulikan nya, sedangkan Syila dengan langkah kecil bersusah payah mengejar ketertinggalan nya di belakang, merasakan Syila yang semakin mendeka membuat eca memperbesar langkah nya hingga meninggalkan gadis mungil itu dibelakang.
Seketika langkah mereka sama-sama terhenti di hadapan mobil hitam berkilau dengan empat laki-laki berdasi yang berjejer rapi dihadapan mereka, Eca yang tidak asing denga orang yang menunduk ke arahnya tersebut mengeluarkan tatapan sinis tentang ketidak sukaan nya.
Mereka adalah pengawal pribadi yang di berikan tugas menjaga eeca dari kejauhan, selama ini Eca memberikan syarat atas kehadiran mereka, jika dirinya harus dikawal seperti maling yang dipenjarakan, mereka semua harus menjaga jarak dan mengamati dari kejauhan saja.
Sebab hal ini adalah peraturan yang sangat mutlak dari papa untuk anak-anak nya, tapi kali ini mereka berdiri dihadapan Eca seakan ingin mengawal Eca bak putri dan membawa dirinya pergi.
__ADS_1
Hal itu pun membuat ribuan mata terfokus ke arah Eca, dengan malu dia mengangkat jari jemari untuk menutupi wajah.
“Kenapa kalian kesini, bukan kan sudah ku bilang aku tidak ingin diperlakukan seperti ini” gerutu Eca dengan tatapan tajam nya dihadapan laki-laki-laki berjas rapi yang sedang menundukan kepala untuk Nona Muda mereka
“Maaf kan kami Nona, tapi ini adalah perintah dari Tuan Jaya sendiri. Dia memberikan kami perintah untuk menjemput anda di depan kampus dan memastikan anda pergi bersama kami dengan selamat” jawab satu dari empat laki-laki yang berdandanan formal ke arah Eca , bahkan dengan sopan mereka menundukan lagi kepalanya.
Eca yang kesal dengan keadaan ini mau tak mau harus pergi dengan orang suruhan papa, sebab papa sangat jarang melangar janji yang telah dibuatnya, jika tidak untuk hal terdesak tidak mungkin dia mengutus mereka untuk mengawal Eca pergi, lagi pula ini adalah titah langsung dari papa, Tuan Jaya mana boleh dibantah.
Syila yang belum bisa menutup kembali mulut nya menghadap ke arah Eca dengan tidak menyangka, sebab dirinya masih berdiri seakan tidak percaya dengan hal yang disaksikan oleh mata nya, meskipun selama ini dia tahu sahabatnya adalah seorang anak koglomerat kelas atas tapi terkadang hal itu membuat Syila lupa akibat penampilan Eca yang biasa-biasa saja.
Seketika Eca memalingkan wajah kebelakang menghadap Syila yang masih mematung dibelakang nya
“Sil, gue duluan” suara Eca memecahkan fokus gadis itu
“Iyaa. Oke, hati-hati” jawab Syila dengan kelalapan, setelah mendengar jawaban dari teman nya, Eca pun masuk ke dalam mobil mewah dengan empat mobil yang mengikuti dibelakangnya dan meninggalkan Syila ditempat yang sama.
Dengan mata yang dipejamkan beberapa detik Eca merasa malu dengan kejadian barusan.
__ADS_1
“Sila siapa itu?” gerombolan gadis-gadis rempong menghampiri dirinya yang belum beranjak dari tempat tersebut
“Kepo bangat sih!! jangan julid tolong” dengan wajah kesal hingga mulut yang terus mengerutu, Syila meninggalkan mereka hingga terdengar suara cibiran dari arah belakang ke arah Syila, tentu saja hal itu tak menganggu diri nya, sebab Syila merasa puas berhasil mengundang kekesalan mereka.