Calon Istriku Ketua Geng Jabrik

Calon Istriku Ketua Geng Jabrik
[MASIH TAHAP REVISI]


__ADS_3

"ca, aku minta maaf yang tak bisa mengontrol diriku" jelas ken pada eca dengan rasa bersalahnya, perlahan ken mengusap lembut rambut eca yang membuat mata eca berkaca-kaca.


" kenapa meminta maaf, aku juga menginginkan nya" jawab eca sambil menatap dalam kedua mata ken


" tapi aku sudah kelewatan, dan aku akan pergi" ken beranjak dari ranjang dan ingin berlalu pulang, sebab jika dia berlama-lama melihat wajah polos itu mungkin saja sesuatu yang lebih akan terjadi.


" kak eca takut ditinggalkan, bukan kah kita harus membiaskan diri untuk saling terbiasa?" sontak membuat kaki ken terhenti dari lagkahnya. ken membalikan tubuhnya lalu berjalan ke arah eca .


" eca" dengan lirih ken mengusap kepala eca, dan berlutut dihadadapan nya yang duduk ditepi ranjang.

__ADS_1


"kita akan menikah, terbiasa atau tidak nya kamu akan menjadi istri ku. kadang kita tak perlu memaksa kan sesuatu yang belum pada waktunya. bukan kah lebih baik berproses dengan waktu untuk membuat kita saling terbiasa" senyum lembut ken menenangkan kekacauan yang ada didalam diri eca.


"kak ken" isak eca pecah dan memeluk tubuh ken.


"kenapa kau menangis lagi? " tanya ken dengan terenyuh


" mengapa kau tidak selembut ini kemarin, aku bahkan takut jika memikirkan hidup dengan laki-laki ketus seperti itu" kata-kata eca seketika membuat ken tersenyum. bagaimana tidak eca sepolos ini mengakui segalanya.


bahkan eca tak pernah memikirkan ada orang yang berada disisinya disaat dia takut dan sendiri, laki-laki yang dengan senang hati menunggunya hingga terlelap dari ketakutan malam. laki-laki yang mengusap lembut air mata yang jatuh dipipinya, laki-laki yang mengerti betapa rapuh nya eca hanya dengan tatapan yang mendalam. tadinya rumah yang besar ini sangat mencengkam, tapi sekarang kehadiran ken membuat eca merasa damai dirumahnya.

__ADS_1


Untuk pertama kalinya jantung yang tak berdetak begitu hebat bahkan kepada aldo pun tak pernah dirasakan nya. malam ini rasa nyaman begitu kuat dipelukan ken. untuk pertama kalinya eca mengenggam erat tubuh seorang pria yang sangat sempurna bagi semua orang. untuk pertama kalinya fikiran eca mempertanyakan kepada diri sendiri apa begini rasanya dicintai dan mencintai?


bagi eca ken hanya orang asing yang baru kemarin sore dikenal dekat oleh nya, tapi cara ken memperlakukan eca seakan orang yang mengerti eca secara utuh, perlahan eca menatap dalam ken mempertanyakan siapa kenfenderick ini sebenarnya, apakah dia hanya kebetulan atau ditakdirkan bagi hidup eca?


"bisa kah kakak memeluku saat tidur" sikap manja eca begitu tiba-tiba membuat ken tak bisa menolak wanita yang dicintainya.


"apakah kamu nyaman dengan ku? " tanya ken untuk meyakini dirinya sendiri, eca langsung mangangukan kepalanya hingga tak melepaskan pelukan kan.


"lepaskan dulu pelukan mu ca, dan tidurlah" perintah ken. eca yang langsung membaringkan dirinya ditempat tidur, mengisyaratkan untuk ken secepat mungkin menidurkan nya. sembari melepaskan jam tangan rolex milik ken, dia menarik selimut dan menyelimuti eca yang sedang berbaring menghadap ken. tanpa ragu eca melingkarkan tangan nya di pingang ken dan tersenyum manis. ken hanya kaget dengan perubahan yang secara tiba-tiba terjadi kepada eca. dengan sadar ken mencium kening eca sambil mengucapkan selamat malam dan mengusap bagian kepala belakang eca untuk menenagkan nya didalam pelukan. tanpa ragu eca mencium bibir manis ken dan membalas ucapan selamat malam.

__ADS_1


jantung ken benar-benar tidak dapat dikontrol, deg degan yang dirasakan nya begitu luar biasa tapi rasa sayang kepada wanita yang didepan nya membuatnya tak kuasa. gadis yang begitu polos dan manja, tapi bersikap dewasa. bagaimana bisa dia hidup sendiri dirumah yang tanpa siapa-siap. sepanjang malam eca terlelap hangat dipelukan ken, tapi ken tak henti memikirkan eca yang sekuat ini menjalani hidupnya.


"aku akan membuatmu bahagia eca, i love u" bisik ken lirih di bagian telinga eca. sayangnya eca tidak dapat mendengar perkataan tulus dari bibir ken, lantaran dia terlelap dalam tidur yang panjang.


__ADS_2