Calon Istriku Ketua Geng Jabrik

Calon Istriku Ketua Geng Jabrik
[MASIH TAHAP REVISI]


__ADS_3

Kenapa rasa nya ada rasa sakit yang menjalar di relung hati Adellia, meskipun dia mengetahui hubungan mereka telah retak semenjak lima tahun pernikahan, namun setiap kali mengatakan fakta tersebut ada rasa sakit yang membelengu diri nya


“Apa aku masih mencintai nya” gumam Adellia sembari melangkah pastri kekamar putri nya “kami sudah berakir 15 tahun yang lalu, meskipun aku merasakan sakit, itu hanya karna hubungan yang tidak bisa dipisahkan ini” tutur nya dengan air mata yang berlinang.


Selama ini Adellia hidup dibawah bayang-bayang Jaya, dia selalu mendapatkan apapun karna dirinya istri Jaya, hingga pada masa itu Adellia mencoba keluar dari bayangan yang memeluk dirinya bersama kegelapan, dia meniti karier nya tanpa campur tangan Jaya sedikit pun hal itu guna membebaskan diri nya dari belenggu kungkungan keluarga Jay, Adellia benar-benar berjuang hingga kehilangan waktu bersama anak nya, bahkan Adellia sering kali menangis sendirian atas kehidupan keras yang dijalani nya, namun hal itu tidak mempengaruhi tekad kuat nya, Adellia memiliki prinsip, dia tidak akan kembali jika sudah jauh untuk pergi, begitupun dengan hubungan nya dan Jaya, mereka berdua tidak lagi saling mencintai, mereka sama-sama memperbaiki diri dari hubungan salah yang sudah terjadi, meskipun Adellia menyesali pilihan labil nya, namun dirinya tidak pernah menyesali kehadiran dua buah hati nya, meskipun Adellia bukan ibu yang baik untuk Eca dan Brian, Adellia berusaha memperbaiki dirinya sendiri barulah dia berani menjangkau kehidupan anak nya, sebab Adellia percaya, jika saat itu dia tidak keluar dari bayangan Jaya yang mebelengu hidup nya, mungkin Adellia tidak akan seperti sekarang, dia tidak akan bisa menjadi ibu yang baik untuk anak nya, sebab Adellia percaya, untuk menyelamatkan kehidupan anak nya, dia harus menyelamatkan diri nya.


Sebab itulah Adellia memilih jalan yang begitu pahit untuk dilalui nya, meskipun sudah masa lalu, dan sekarang semua hal sudah berlalu, Adellia berusaha untuk tegar tanpa melihatkan banyak penyesalan yang lalu-lalu


“Eca” sapa Adellia saat melihat anak nya uring-uringan di atas ranjang


“Ada apa ma” tanya Eca sembari mendudukan diri


“bagaimana hubungan mu dan Ken” tanya Adellia ke arah anak nya, bahkan membuat Eca memelototkan mata


"Apa maksud mama?” tanya gadis itu dengan terbata-bata, seketika Adellia mendudukan diri di sofa yang berada di samping ranjang Eca


“Pria yang berkunjung malam itu adalah Ken, bukan kah itu pertanda Eca sudah membuka diri pada nya” tutur Adellia dengan begitu gamblang nya, membuat Eca gugup membalas nya, bahkan jantung nya berdegub kencang menerima tembakan langsung dari wanita itu


“Ti..tidak” seru mya lirih dengan mata yang begitu ngeri menatap ke arah Adellia

__ADS_1


“Apa nya yang tidak?” tanya Adellia saat mengulaang kembali pernyataan Eca


“Maksud nya bukan kak Ken” teriak Eca ke arah mama nya, membuat wanita itu mendesis kesal akibat suara anak nya yang memekakan pendengaran


"Mama masih bisa mendengar dengan baik Ca” tukas nya seketika “Kamu tidak bisa berbohong pada mama, orang suruhan mama bukanlah orang abal-abalan yang mencari fakta tentang itu, jadi jangan berbohong lagi, bagaimana perkembangan hubungan mu dan Ken” sambung Adellia dengan tegas kr arah anak nya


“Perkembangan apa? Hubungan apa?” tanya Eca dengan sedikit takut, bahkan dia berusaha menekuk wajah seakan merasa bersalah


“Ecaaaaa” lirih Adellia dengan suara peringatan, jika wanita itu sedah berseru nama Eca dengan nada panjang, sudah tersyirat suatu makna jika Eca harus mengatakan yang sebenar nya


“Baiklah, iya pria malam itu kak Ken, tapi Eca tidak melakukan apapun dengan nya, malam itu hujan deras, maka nya Kak Ken harus menunggu hingga reda untuk pulang ke rumah nya, sebab Kak Ken mengunakan motor saat kesini” balas Eca dengan begitu gugup nya


“Ecaaaaaaaaaaa” lirih Adellia sekali lagi, namun Eca tidak bergeming dari diam nya, gadis muda itu hanya menekuk kepala karna rasa bersalah nya “kenapa Eca diam saja, apa aku terlalu menakuti nya? Tapi selama ini Eca tidak pernah diam meskipun sikap ku dingin pada nya” gumam Adellia saat melihat ke arah anak nya


“Maafkan eca ma” seru gadis itu dengan suara gemetar, bahkan terdengar jelas gejolak nada nya seakan tertahan di kerongkongan, membuat gadis itu bersusah payah mengucapkan kata, dia merasa bersalah kepada mama nya, Eca tidak pernah menyembunyikan apapun dari wanita yang melahirkan nya itu, meskipun mama nya begitu dingin dan tegas namun Eca selalu mencintai nya dan menjadi anak yang baik untuk nya, tapi untuk satu hal itu Eca tidak mampu menjelaskan apapun kepada mama nya, membuat hati nya tersayat akibat rasa bersalah yang sudah membelengu, hingga air mata gadis itu berderai, melihat semua itu mbuat Adellia gemetar memandang anak nya, selama ini dirinya tidak pernah melihat air mata Eca, bahkan saat gadis itu berusia lima tahun, Adellia tidak pernah menyaksikan nya, namun kali ini Eca menangis di hadapan nya, tentu saja ada rasa sakit yang menusuk relung hati nya, bagaimana pun Adellia seorang ibu, dia merasa bukan menjadi ibu yang baik saat menyadari selama15 tahun Adellia tidak pernah menyaksikan air mata anak nya itu, ibu mana yang dapat menerima fakta seperti itu.


Tidak ada manusia dipermukaan bumi yang tidak menangis dalam waktu lima belas tahun, tidak ada!! Dan itu sangat mustahil jika ada. Namun anak yang dikandung nya dan lahirkan dari rahim nya tidak pernah meneteskan air mata selama ini, bagaimana bisa Adellia menerima nya, tubuh nya kaku bahkan dirinya gemetar takut, saat menerima fakta selama ini dia telah gagal menjadi seorang ibu untuk Eca.


“Ecaaaa” Adellia berjalan ke ranjang putri nya dengan tertatih, air mata nya berlinang di saat tubuh nya terasa tak bertulang, dia mendaratkan tubuh nya di tubuh Eca, membuat Eca terhenti oleh isakan yang menyayat relung hati nya

__ADS_1


“Selama ini, baru kali ini Eca merasakan kehagatan mama, apa benar seperti ini rasa nya pelukan seorang ibu” gumam gadis itu didalam hati nya, dia tidak mampu bicara saat suara nya dipenuhi oleh isakan tangis yang mendera


“Selama lima belas tahun lama nya, baru kali ini Eca menangis, bagaimana bisa aku mengakui diri sebagai ibu, bahkan selama lima belas tahun aku tidak menyaksikan air mata anak ku, dimana Eca menangis selama ini nak, maafkan mama” gumam Adellia di sela air mata nya yang berjatuhan tanpa suara, dia memeluk Eca dengan penuh sayang, entah kenapa disaat Adellia menyadari Eca akan dipersunting Ken, dirinya sebagai seorang ibu merasa ditinggalkan, bahkan baru saja Adellia menyadari titik salah nya, bahkan baru saja Adellia mulai menerima kehidupan nya, tapi anak nya Eca telah jauh meninggalkan nya, Eca selama ini telah tumbuh dengan bayangan gelap akan keluarga yang tidak utuh, bahkan dirinya telah tumbuh sebagai seorang anak yang menyembunyikan diri nya, Eca menjauhkan diri dari Adellia, Eca bahkan tidak membutuhkan sosok ibu di dalam hidup nya, sebab gadis itu bisa tumbuh disaat tidak memiliki sosok Adellia sebagai seorang ibu bagi dirinya.


“Eca maafkan mama” lirih Adellia di telinga anak nya, bahkan pelukan nya saja menghangatkan batin Eca yang terluka, mendengar hal itu semua rasa sakit rontok tak beraturan, bahkan membuat Eca merasa sakit dan lega disaat bersamaan.


Eca masih merintih dengan isakan nya, bahkan Adellia masih memeluk putri nya, dia tidak pernah mencium Edellia semenjak lima belas tahun belakangan selain di depan kamera, kali ini Adellia mengkecup kepala anak nya dengan penuh rindu dan sayang, tentu saja Eca merasakan, dia tidak menyangka kedua orang tua nya menghancurkan kegelapan itu disaat yang bersamaan, membuat Eca menerima lagi kehidupan nya.


“mama Eca yang minta maaf” lirih Eca dengaan tertatih, bahkan suara nya saja tak mampu terdengar jelas


“Acaa…sayangg. lihat mama” Adellia meraih wajah anak nya untuk menatap nya, bahkan mata Adellia telah banjir dengan air mata, membuat Eca tersedu-sedu menatap dua mata hangat yang indah itu “Eca…maafkan mama nak, Eca kenapa menangis, beri tahu mama sayang, jangan memendam nya sendiri, jangan melukai diri sendiri, Eca tidak ada orang yang mencintai dirimu jika Eca tidak mencintai diri Eca sendiri, jika eeca seperti ini semua orang akan menyakitimu, jika Eca menahan rasa sakit itu sendiri semua orang semakin menderamu dengaan rasa sakit yang sama, jadi untuk melindungi dirimu, Eca harus mencintai diri sendiri, Eca kenapa nak? Kenapa Eca seperti ini” tutur Adellia dengan air mata yang mengalir, namun anak nya mengelengkan kepala untuk tidak ingin mengatakan apa-apa


“Maafkan mama” lirih Adellia seketika, bahkan tangan nya tak bertenaga lagi memeluk tubuh anak nya, sedangkan Eca masih terisak menagis hingga dirinya memeluk tubuh Adellia


“Mama maafkan Eca, maafkan Eca yang selalu menyakiti mama, Eca minta maaf selalu menyalahkan mama, Eca minta maaf pernah membenci mama, Eca minta maaf maa. Maafkan Eca maa” rintih gadis itu dengan suara tangisan yang tidak berhenti, membuat Adellia semakin menderaskan air mata nya


"Kenapa Eca membiarkan mama menyakiti Eca nak? Apa selama ini mama ibu yang begitu buruk hingga Eca tidak pernah membagi apapun yang Eca rasakan? Apa selama ini mama seburuk itu? Maafkan mama” tutur Adellia saat membalas pelukan anak nya


“Tidak ma!!! Tidak” bantah Eca dengan mengelengkan kepala nya, dia seperti merasakan sakit yang lebih perih dari yang dirasakan nya, saat mendengar mama nya meminta maaf atas kesalahan nya kepada dirinya, ada rasa perih yang tidak terbendung lagi dibatih nya, hingga tiap inci relung hati nya tergores habis dengan luka yang mengiris, bahkan Eca tidak menyangka sikap nya selama ini telah melukai banyak orang, terutama dirinya sendiri.

__ADS_1


Eca menyembunyikan rasa sakit nya sendiri, membiarkan orang tua nya melakukan keinginan mereka tanpa mengungkapkan ke inginan dirinya, Eca membiarkan orang tua nya melakukan kesalahan hingga menyakiti nya, bahkan benar apa yang dikatakan mama nya, tidak ada orang yang berani menyakiti kita jika kita mencintai diri sendiri, membuat Eca sadar selama ini dia tidak pernah mencintai diri nya karna itulah dia disakiti oleh orang lain karna Eca membiarkan mereka melakukan nya.


__ADS_2