
SUDUT PANDANG KEN.
***
Rambut halus nan panjang itu menyentuh bagian lengan Ken yang membuat nya terdiam seketika lupa dengan apa yang sedang di kerjakan, kepala wanita ini dengan nyaman berada dipundak nya sehingga pria itu terdiam tanpa kata, perlahan deguban menghantam hebat, hingga jantung Ken bergejolak dengan sangat cepat.
Ada gelombang yang telah lama dirasakan itu muncul dengan semakin kuat, suasana yang begitu asing namun terasa nyaman, tentu saja gadis yanng selama ini dipandanginya dari kejauhan malah berada dipangkuan, tanpa sadar wajah cantik itu hanya berjarak 0,5 cm dari wajah Ken.
Alizafairany jaya, yang sering disapa Eca dari keluarga Jaya, seorang anak koglomerat yang ingin hidup menjadi orang biasa, wanita yang membuat mata Ken tak henti memandangi nya, bagaimana tidak Eca adalah wanita pertama yang tidak pernah tertarik padanya, wanita yang tak pernah memandang nya, bahkan wanita yang tak pernah sadar siapa Ken sebenarnya.
*S**atu tahun yang lalu*, saat menghadiri suatu acara yang juga dihadiri oleh Eca, keadaan ruangan yang membuat Ken bosan berlama-lama disana, sebab dia harus tersenyum kepada setiap rekan kerja ayah nya, Ken beranjak dari ruangan itu dan berdiri di koridor hotel sambil mengenggam minuman miliknya, tak lama kemudia Ken melihat seorang wanita dengan senyum indah melirik air yang ada dikolam dengan penuh cinta dan ketulusan, itu sangat tergambar bagaimana dirinya bermain-main dengan air tersebut, saat mengunakan dress mewah serta kalung indah yang melingkari lehernya, bahkan itu terlihat sangat mahal ditubuhnya yang sempurna.
Wanita polos yang tak dikenali Ken perlahan menarik perhatian nya, awalnya dia hanya memandangi Eca secara kebetulan, tapi lama kelamaan pria itu malah tak bisa melepaskan sorot mata nya dari gadis tersebut, seketika Ken berdiri dari atas koridor hotel sambil mengengam gelas wine ditangan nya, satu tegukan terasa nikmat ketika di saat bersamaan memperhatikan Eca dari jarak yang cukup jauh
Tanpa disadari nya wanita yang menarik perhatian nya itu, membuat Ken tak bisa beranjak dari tempatnya berdiri, sesaat tingkah manis Eca membuat nya tersenyum berulang kali, bahkan Ken tak henti-henti nya menatap wajah anggun itu, bagaimana bisa gadis asing itu sangat mengemaskan hingga membuat hati nya terasa damai.
__ADS_1
Tiba-tiba wanita itu beranjak untuk berdiri, Ken pun perlahan merubah cara tegaknya, Eca yang kala itu terlihat meninggalkan tempatnya tiba-tiba saja terjatuh ke arah kolam, sontak senyuman Ken berubah menjadi kaget, tanpa sadar dia berlari kencang ke arah Eca lalu menceburkan diri kedalam kolam yang dingin itu, Ken sembari meraih pinggang nya untuk di hilir ke tepian, pria itu berusaha membuka mata gadis asing tersebut namun tidak mendapatkan respon apa-apa.
Di dalam air yang dingin itu Ken sempar melirik wajah wanita tersebut, bahkan di dalam air gadis itu dapat menangis membuat Ken tak habis fikir, hal apa yang begitu menyedihkan di hidup nya.
Dengan cepat Ken mengangkat gadis yang tak sadarkan diri iti ke tepian, dia menidurkan badan Eca di pinggiran kolam, tentu saja dirinya sangat binggung terhadap situasi yang dihadapinya, dia sangat binggung dengan apa yang akan dilakukan, secara spontan Ken meraih kepala Eca lalu menutup bagian hidung dan mengkecup lembut bibir mungil nya sembari membantu gadis itu bernafas bahkan Ken melakukan nya berulang kali.
Seketika mata nya mulai bergerak tapi hanya berlangsung beberapa saat lalu memejamkan mata nya kembali, Ken mencoba menekan bagian dada gadis asing itu untuk mengeluarkan air yang terminum, seketika wanita itu memuntahkan air hingga membuatnya batuk, menyaksikan hal itu membuat Ken menarik nafas panjang dengan rasa lega yang menenagkan, wanita itu menatap Ken dengan penuh rasa syukur dan bahagia, terlihat jelas bagaimana senyum kecut yang indah itu terpampang dihadapan Ken, membuat pria itu terdiam sambil memandangi wajah wanita yang membuat nya tak henti menatap.
Tanpa sadar wanita asing itu meraih pundak Ken lalu mengkecup nya dengan hangat, deguban jantung yang tak terbendung seakan menjadi saksi bagaimana rasa nyaman itu hadir akibat sebuah kecupan, bahkan tidak ada rasa penolakan bagi tubuh Ken melainkan penerimaaan, hingga akirnya Ken malah terhipnotis dengan keadaan yang menuntun dirinya, hingga pria itu pasrah dengan perlakuan wanita yang basah kuyup di hadapan nya.
Kepala Eca yang berada dipelukan Ken membuat nya merasakan cemas, bagaimana tidak setelah ciuman sensual yang mereka lakukan, Eca malah pingsan di pelukan nya, tentu saja pria itu sangat binggung dengan keadaan yang dihadapi nya.
"Tuan, apa kah ada yang bisa saya bantu" Pria berpakaian rapi itu bertanya kepada Ken yang saat itu memeluk Eca dengan cemas.
"Dia jatuh ke kolam hingga tak sadarkan diri" jelas Ken dengan nafas yang tersengal, kedua pegawai yang menghampiri mereka malah tatapan satu sama yang lain, membuat Ken kesal dengan sikap mereka.
__ADS_1
"Apa yang kalian lakukan cepat panggil ambulans dan aku akan mengangkatnya" teriak Ken dengan tatapan tajam ke arah pegawai tersebut, sembari memanggil nama Eca untuk menyadarkan nya sebab jelas sekali kecemasan diwajah nya saat itu
"Maaf tuan, bukan kah dia anak tuan Jaya" celetu pegawai tersebut kearah Ken, sontak membuat pria itu kanget mendengar perkataan nya, bagaimana bisa wanita yang ada di pangkuan nya itu kelauarga Jaya, bukankah keluarga Jaya itu selalu mementingkan sikap elegan seorang konglomerat dan selalu bersikap sombong dalam segala hal seakan mereka pemilik segalanya disemua bidang, sedangkan gadis yang berada di pelukan nya hanyalah gadis biasa nan polos dengan tingkah imut yang disaksikan barusan.
Tiba-tiba wartawan malah menuju ke arah Ken yang sedang memeluk Eca kala itu, membuat kerutan tampaj jelas di kening nya, sebab jika Ken terlibat scandal dengan keluarga Jaya ini akan merugikan perusahaan nya, apalagi Ken sedang mengambil proyek besar yang baru disepakati beberapa hari lalu, tanpa fikir panjang Ken memindahkan kepala Eca dari pelukan nya dan menidurkan nya dilantai.
"Kalian berudua, sesegera mungkin panggilkan ambulans untuk nya, lalu hubungi tuan Jaya, jagan sampai ada berita tentang ku yang bersama nya saat ini. apa kaliab mengerti!! " perintah Ken dengan tegas, membuat dua orang itu mengerti apa harus mereka lakukan
"Siap tuan" saut kedua pria tersebut secara bersamaan, bagaimana tidak hotel ini adalah hotel milik Ken sendiri, seketika dia beranjak meninggalkan Eca yang tidak sadarkan diri di sana
Mobil yang dikendari nya berlaju kencang dengan kecepan penuh, entah apa yang membuatnya semarah ini, tapi beberapa saat dia sadar hatinya masih monolak tindakan yang meninggalkan gadis itu begitu saja, jika difikir kembali apa yang ditakutnya nya dengan scandal, bahkan dia tidak melakukan kesalahan, perlahan Ken berfikir apakah karna ciuman itu yang membuatnya bersalah.
"shit!!!!!" teriak nya sambil memukul bagian stir mobil dengan keras, tanpa pikir panjang Ken membanting stir mobil hingga berputar arah, menujun ke hotel nya dengan kecepatan penuh, napas nya yang tersengal membuat pria itu berlari secepat mungkin ke ketempat kejadian, tapi Eca tidak ada lagi disana.
"bodohh sekali!!!! " teriak nya dengan frustasi, sebab ada penyesalan yang mendera dirinya saat itu.
__ADS_1