
“Huss…huss…tenang lah” Adellia mengusap punggung anak nya, tentu saja dia terluka dan tersakiti saat menerima fakta bahwa selama ini Eca menahan luka nya, namun untuk kali ini saja Adellia berusaha tegar meskipun terlah banyak kesalahan yang dilakukan nya.
Adellia memeluk anak nya untuk memberikan kehagatan sepenuh hati nya, bahkan Adellia tidak ingin melepaskan Eca sebelum gadis kecil nya berhenti menangis, ibu mana yang tega menyaksikaan air mata putri nya, ibu mana yang tegar saat menerima fakta dirinya terlah gagal menjadi seorang ibu, mungkin Adellia berhasil mencari jati dirinya, terlepas dari bayangan keluarga Jaya yang selama ini merendahkan diri nya, namun Adellia memiliki kegagalan tersesar dalam hidup nya, gagal menjadi seorang istri dan gagal menjadi seorang ibu, dengan dua hal berharga tersebut tentu saja tak ada arti seorang wanita bagi diri Adellia sekarang, di usia nya yang semakin tua membuat Adellia berpikir lagi kebelakang.
Apa pun yang di inginkam nya di usia mudah sudah di capai nya di usia sekarang, namun apapun bentuk pencapaian sekarang membuat diri nya kehilangan banyak dari hidup ini, terutama keluarga.
Sekarang kehidupan rumah tangga nya dan Jaya tidak seperti orang pada umum nya, mereka sudah berbeda, bahkan jika pun Adellia mengakiri nya, dia tidak bisa meninggalkan dua perkara, yang pertama orang tua nya tentu akan mengalami kerugian atas keputusan itu, dan juga anak nya semakin terlukan, bahkan bisa saja perceraian nya dan Jaya akan menghancurkan Karier yang di rintis nya.
Dengan semua kendala itu membuat Adellia bertahan diatas ketidak bahagian hidup nya, sekarang jika pun dia kembali dengan Jaya, tentu saja itu tidak mungkin, sebab pria itu sudah tidak mencintai nya lagi.
Siapa laki-laki yang bisa menerima istri yang lebih mementingkan kehidupan pribadi nya dari pada menjadi seorang ibu untuk anak nya, begitupun dengan Jaya. Bahkan Jika pria itu masih mau bertahan di atas hubungan mereka yang sudah berakor adalah suatu kebaikan yang di berikan nya untuk Adellia.
Setidak nya di luar sana semua orang bisa menilai jika hidup Adellia sangat lah sempurna, dan di luar sana orang lain lah yang iri dengan kehidupan nya, meskipun Adellia juga iri dengan kehidupan mereka
“Apa sudah baikan?” tanya nya kepada Eca yang masih tersedu-sedu di pangkuan nya, meskipun Adellia sangat muda namun anak nya sudah tumbuh besar, bahkan membuat Adellia sedikit tak percaya bahwa Eca terlahir dari rahim nya, ternyata waktu memberikan nya karma, sebab selama ini Adellia mengabaikan harta yang paling berharga, mahkota sebagai tahta seorang ibu, dan juga mengabaikan waktu bersama Aca.
Adellia bahkan tidak percaya anak nya menjadi sebesar ini dengan waktu yang sudah berlalu selama ini, betapa tersakiti nya Adellia menerima penyesalan di usia nya yang semakij senja.
__ADS_1
Meskipun begitu, Adellia tidak akan menyerah, dia sudah terlanjur salah hingga sejauh ini, dan tentu saja Adellia tidak ingin anak nya merasakan kegagalan rumah tangga seperti diri nya.
Meskipun awal nya Adellia yang paling menentang pernikahan Eca dan Ken, karna pernikahan muda anak nya hampir sama dengan pernikahan nya, Adellia tidak ingin mengambil resiko, karna itulah dia menjadi orang pertama yang menentang keputusan Jaya.
Namun, saat itu Ken benar-benar membuat nya tak percaya, pria itu bersusah payah meyakinkan diri nya bahkan pria tersebut mencintai Eca sepenuh hati, tentu saja tidak semudah itu bagi Adellia menerima fakta nya, sebab cinta bisa saja di ungkapkan dengan kata, namun perbuatan sangat jarang ada orang melakukan.
Ken bersusah payah meyakinkan ibu nya Eca untuk menerima diri nya sebagai calon menantu, sebab ken mencintai gadis iti sepenuh hati nya, Ken mengungkapkan betapa diri nya menginginkam Eca menjadi wanita nya, dengan begitu banyak penolakan yang di berikan Adellia, tak membuat Ken berhenti memperjuangkan nya.
Hingg Adellia menerima fakta bahwa Ken lah yang menyelamatkan nyawa putri nya, tentu informasi itu di dapatkan nya dari orang suruhan nya untuk menyelidiki Ken, membuat Adellia mulai melihat ada ketulusan dan cinta yang besar dari Ken kepada putri nya.
Bagaimana Ken selalu menjaga Adellia, bagaimana Ken selalu ada disekitar Adellia, bahkan bagaimana Ken memastikan anak nya baik-baik saja.
Jika bukan karna Ken anak nya tidak akan bisa hidup seperti orang biasa, membuat Adellia tak menyangka tuhan mengabulkan doa nya, agar putri tercinta nya mendapatkan pria yang benar-benar mencintai nya, sebab kegagalan rumah tangga nya dan Jaya adalah masalah yang menghantui nya, untuk memberikan Eca ketangan pria yang tidak membuat anak nya bahagia.
“Mama, maaf kan Eca” lirih anak nya di pangkuan Adellia
“Apa maksud mu, tidak ada yang perlu dimaafkan dari Eca, jika pun Eca salah, sudah pasti mama yang harus minta maaf, karna Eca darah daging mama sayang” tutur nya, membuat Eca kembali meneteskan air mata
__ADS_1
“Jangan menangis lagi” Adellia melepaskan rangkulan anak nya sembari menghapus air mata Eca, dia meraih gelas yang ada di nakas tepi ranjang, untuk diberikan kepada putri tercinta nya, seketika gadis itu meneguk minuman yang diberikan mama nya, membuat Adellia tersenyum memandang ke arah Eca senada dengan jemari nya yang menyelipkan rambut halus Eca ke bagian telinga anak nya.
“Sekarang tidur lah, mama mengerti Eca capek” perintah Adellia, membuat anak nya membaringkan tubuh diranjang, dibantu dengan Adellia yang menyelimuti tubub gadis itu.
Dengan cepat Eca memejamkan mata nya seraya Adellia menyelimuti tubuh putri nya, dia mengkecup kening Eca sambil mengusap lembut rambut anak nya, bahkan hal itu masih belum memuaskan hati Adellia, untuk pertama kali nya dia membaringkan tubuh nya disamping Eca, sembari memeluk hangat tubuh anak nya, dengan cepat Eca memeluk tubuh mama nya saat mata nya masih setia terpejam
“Hangat sekali” gumam Eca dengan bahagia, dia seperti menemukan kembali kebahagian yang dinantikan nya selama ini, hingga Eca tertidur pulas saat tangan Adellia menepuk punggung anak nya secara lembut, melihat putri tercinta nya yang terlelap di sore hari menjelang senja, membuat Adellia menutup tirai pintu sembari menghidupkan pendingin ruangan, dia kembali mencium pipi anak nya yang tertiudur pulas, Adellia keluar dari sana dengan mata bengkak.
Dia melirik ke arah dapur untuk mengambil minuman di lemari eas, saat kaki nya berjalan menuju sana Adellia terhenti saat tidak melihat suami nya berada di sofa, bagaimana pun ada pertanyaan di logika nya.
“kemana Jaya? Tidak mungkin dirinya dikamar, karna semenjak lima belas tahun yang lalu kita sudah mengakiri nya untuk tidak menginjak kamar itu lagi, pasti pria itu pergi berkencan lagi” seru Adellia dengan rasa bingung nya, dengan cepat dia melangkahkan kaki ke dapur dan meraih lemari es untuk menuangkan minuman dingin kegelas, bahkan dengan cepat Adellia meneguk nya.
Seketika saja Adellia mendudukan diri disofa, mata nya masih melirik kesana kemari untuk menunggu suami nya, sebab bagi Adellia masalah Eca sangat penting untuk di diskusikan bersama suami nya itu, meskipun hubungan mereka sudah terputus lima belas tahun yang lalu.
Bahkan saat di luar negri pun mereka berdua memesan kamar hotel yang berbeda, jika media tahu tentang ini semua tentu saja hal itu akan mencoreng semua image yang di ciptakan Adellia dan Jaya atas keluarga bahagia mereka.
“Apa dia benar-benar pergi? Apa tidak bisa menunggu ku sebentar untuk berbicara mengenai anak nya, pria itu!” Adellia mengerutu dengan kesal nya, bahkan dia sangat geram dengan sikap Jaya, meskipun mereka bukan seperti suami istri sebenar nya namun masalah Eca sangat penting untuk nya, setidak nya Jaya harus mempertimbangkan kehadiran Adellia disini, bahkan jika dia ingin pergi bukankah adab yang bagus untuk meminta izin kepada tuan rumah.
__ADS_1
Fikiran negatif berkumpul di otak Adellia, dia sangat kesal atas sikap yang ditampilkan Jaya, meskipun pria itu tidka bisa menjadi suami untuk nya setidak nya Jaya adalah seorang ayah yang memiliki anak perempuan yang akan menikah, selama ini Adellia masih menghargai pria itu sebagai suami nya, meskipun mereka berdua sama-sama tahu hubugan mereka sudah berakir dari lima belas tahun yang lalu, bahkan Adellia tidak pernah berkencan dengan siapapun sebab terikat status sebagai istri Jaya, pria bodoh seperti apa yang akan mendekati nya, bahkan dengan image keluarga yang ditampilkan media tentu saja hal tersebut membuat Adellia sendiri tanpa siapapun selama ini, meskipun Adellia mengetahui suami nya sering bermain perempuan di hotel, namun perasaan nya sudah di bunuh semenjak mengetahui fakta itu.
Di antara mereka sudah tidak ada cinta.