Calon Istriku Ketua Geng Jabrik

Calon Istriku Ketua Geng Jabrik
[MASIH TAHAP REVISI]


__ADS_3

Rasa nya semakin berputar waktu semakin membuat Eca merindukan indonesia, hal yang paling di rindukan gadis adalah makanan nya, kenyamanan ranjang yang membuai nya untuk memejamkan mata seakan memaksa tubuh gadis tersebut mengistirahatkan diru,lain dari itu Eca ingin melupakan semua yang terjadi untuk hari ini.


malam itu dirinya terlelap di antara gelap yang menyelimuti kesendirian, dia benar-benar sendiri dala m kesunyian yang tak berujung, tanpa sadar Eca meneteskan air mata yang membasahi pipi, ingga kesadaran nya hilang begitu saja dalam lelap


Seseorang mengetuk pintu kamar sampai menyadarkan Eca dari tidur yang panjang, rasanya dia memimpikan sesuatu yang tak bisa di ungkapkan namun dapat di ingat, yaitu rumah nya di indonesia, aneh bukan.


Matahari pagi yang menyapa membuat gadis itu tersadar untuk pulang, perlahan cahaya itu menembuas ruangan kaca hingga memantulkan nya kembali, seakan mengajak Eca berlama-lama diatas kasur putih tersebut, meskipun cuaca sangat terik tapi diluar sana benar-benar dingin, membuat rasa nyaman jika dirinya menarik selimut kembali, tapi Eca menepiskan niat nya dia perlahan bangkir dari ranjang sembil melangkah ke arah luar dan membuka pintu, sebab seorang laki-laki dengan setelan jas hitam yang sangat rapi itu berdiri dengan tegap dihadapan nya dengan memberikan hormat saat membungkukan badan


"Ada apa? " seru Eca dengan setengah sadar, dia adalah pengawal pribadi nya saat keluar Negri.


"Nona anda harus berangkat untuk ke Indonesia hari ini, kami sudah menyiapkan keberangkatan anda" jelas nya pada gadis yang masih acak-acakan dari bangun tidur itu, bahkan membuat pengawal itu segan berhadapan dengan majikan nya, dia memilih menekuk pandangan nya sembari mencondongkan bandan kedepan untuk memberikan hormat


"Baikalah, sepertinya aku akan terlambat 15 menit, apa tidak masalah? " balas Eca saat mengucek mata nya sebab dirinya benar-benar mengantuk

__ADS_1


"Tidak masalah Nona" pria itu beranjang dengan memberikan hormat kembali, dia meninggqlkan eca yang masih berdiri di pintu kamar nya.


Sesegera mungkin dirinya bersiap-siap untuk pulang ke Indonesia, beberapa barang di kemasi baik-baik agar tak ada yang tertinggal, rasanya Eca sangat ingin pulang dan merindukan kamar tidur di rumah nya, bagaimana tidak banyak hal yang bisa dilakukan nya di kamar itu, membaca buku, memainkan lepto , serta melakukan apapun sesuka hati nya.


Mobil yang di tumpangi melaju dengan sangat kecang untuk mengejar keterlambatan, beberapa mobil mengikuti dibelakang, membuat Eca seperti seorang tahanan yang harus dikawal, papa sebenarnya terlalu berlebihan memperlakukan diri nya seperti ini.


Tapi bagaimana lagi hukum papa adalah mutlak dan tak bisa di ganggu gugat, seketika mobil itu berhenti tepat didepan jet yang akan di naiki nys, dirinya menginjakan kaki lalu keluar perlahan berjalan menuju tangga pesawat, rasanya ini suatu pemborosan, sebab dia hanya sendirian untuk pulang ke Indonesia tapi harus mengunakan jet pribadi untuk keberangkatan nya, bagaimana pun papa pasti memberikan yang terbaik kepada anak -anak nya, membuar Eca tak bisa menolak apapun sebagai anal Tuan Jaya


Wanita cantik itu membalas senyuman ramah Anak Tuan Jaya penuh keindahan wajahbnya sembari menanyakan ada hal lain yang di butuhkan nya, kala itu Eca hanya tersenyum dan mengatakan dirinya tidak membutuhkan apa-apa.


Setelah mendengar perkataan Eca pramugari itu meninggalkan nya hingga hilang dari pandangan , tiba-tiba seorang laki-laki yang memakai jas hitam rapi lengkap dengan beberapa alas percakapan dibagian telinga nya berjalan ke arah nya, nampak sekali dari caranya menghampiri Eca seakan ingin menyampaikan sesuatu


"nona maafkan kami sebelumnya, tapi keberangkatan anda ditunda 30 menit sebab Tuan Muda Fenderick akan ikut bersama anda" jelasnya sambil mencondongkan tubuh kearah depan, membuat Eca tak percaya dengan apa yang dikatakan pria itu.

__ADS_1


" apakah Ken Fenderick? " tanya dirinya secara gamblang untuk memastikan siapa yang akan pulang bersama nya


"iya nona" sahut pria itu dengan tegas


"apa-apaan ini bagaimana bisa dia bersamaku untuk pulang? apa kalian mempermainkan ku" teriak eca ke arah ajudah nya, membuat pria itu tidal menyangka Nona muda yang berhadapan denagn nya bisa meninggikan suara


"Maaf Nona. tapi Tuan Jaya yang mengatur pernerbangan anda, beliau berpesan anda harus bersikap sopan, saya permisi nona" imbuhnya dengan berlalu meningalkan Eca yang kala itu masih tidak percaya dengan keputusan papa nya.


Bagaimana tidak, untuk persoalan semalam saja dia masih tak bisa melupakan nya, rasanya Eca begitu gugup saat mengigat pelukan Ken, tapi sekarang Tuan Jaya malah memutuskan seenak hati untuk nya pulang bersama Ken.


Membuat Eca tak habisa pikir dengan keputusan orang tua nya, gadis itu duduk dengan gugup dia benar-benar cemas sampai tak sadar menggigit kuku sembari mengerutu dengan keputusan papa nya, apa yang akan di lakukan nantinya, otak Eca seakan berhenti berputar membuat dada nya sedikit sesak sampai dirinya tidak nyaman dalam proses menunggu.


Bayangkan saja perjalanan ke Indonesia itu membutuhkan dua belas jam penerbangan, bagaimana bisa dirinya bersama Ken selama setengah hari " Ya tuhan aku benar-benar tak percaya dengan situasi yang harus ku hadapi ini, bagaimana bisa papa menyiksa ku dengan cara seperti ini, bahkan berhadapan dengan nya saja benar-benar membuat ku muak"

__ADS_1


__ADS_2