Calon Istriku Ketua Geng Jabrik

Calon Istriku Ketua Geng Jabrik
[MASIH TAHAP REVISI]


__ADS_3

Balutan dress yang membentuk lekuk tubuh Eca begitu tipis di permukaan kulit, perlahan udara dingin di Irlandia menusuk ke pori-pori yang membut tubuh nya sensitif degan suhu dingin, bagaimana tidak sekarang Irlandia berada pada musim dingin dimana suhu disana sekitar 9°C sepertinya jika tidak di dalam ruangan Ecs akan mati kedinginan, bagaimana bisa dia sebodoh itu meninggalkan baju hangat didalam mobil yang mengantar nya tadi


Sekarang sudah hampir tengah malam, udara dingin yang mulai mencengkam membuat Eca ingin kembali kekamar hotel sebab keberangkatan nya ke indonesia sekitar pukul tujuh pagi, seketika Tuan Jaya berjalan meghampiri anak nya yang tengah duduk menyantap dessert yang berjejer di depan Eca.


"ca, mama dan papa ada hal mendesak yang harus kami kerjakan, jadi Brian akan ikut dengan kami, sebab ada beberapa bisnis papa yang harus dipahaminya" jelasnya Jaya kepada Anak nya sembari mengelus lembut bagian rambut Eca


" baiklah pa, Eca akan kehotel sendiri" sahut nya seketika, sebab dia tau betul pada akirnya dirinya akan tinggal sendirian jika nanti Brian sudah mulai mamasuki dunia bisnis.


Melihat raut wajah sedih dari Wajah anak nya, membuat Jaya menarik tubuh anak nya sembari memeluk Eca dengan sayang, tak lupa Jaya mencium kening Eca atas kerinduan nya kepada putri cantik nya itu, tentu saja Eca membalas pelukan ayah sembari memberikan sedikit senyum manis yang harus di paksakan.


Sedang kan mama nya yang kala itu berdiri disamping Papa langsung memeluk Eca untuk mengatakan hati-hati pulang ke Indonesia, seketika Brian yang terlihat sedih seakan ingin pulang bersama kakak nya menatap wajah Eca dalam, membuat gadis itu sedikit lirih memandang ke arah adik nya, Brian mendekap tubuh Eca dengan hangat, membuat gadis itu benar-benar tengelam didalam pelukan adik laki-lakinnya, bahkan Eca masih tidak percaya adik nya sudah sehangat itu untuk menjadi pria dewasa


" aku akan menunggu mu dirumah" bisik Eca kepada Brian saat mereka masih mendekapnya pelukan dengan hangat


Sedangkan Jaya meminta anak nya berpamitan kepada keluaga Fenderick selaku rekan bisnis nya, seketika itu Eca menjabat tangan Tuan Fenderick hingga beralih kepada uluran tangan Ken, dengan tatapan dingin pria itu menatap Eca dengan sini, bahkan membuat Eca engan tersenyum untuk beberapa detik, suasana diantara kedua nya sangat canggung, saat Eca dan Ken melepaskan jabatan tangan mereka masing-masing


" apa kamu pulang sendiri nona" tanya Tuan Fenderick kearah Eca, tentu saja gadis itu menjawab pertanyaan dari tuan Fenderick. tapi seketika Jaya menjelaskan bahwa anak nya harus pulang sendiri Ke Indonesia, sedangkan ken yang masih melihat ke arah Eca dengan tatapan penuh mengalihkan pandangan nya ke arah samping.


"jika seperti itu anak mu pulang bersama Ken saja" tutur Tuan Fenderick ke arah Jaya, sontak membuat mata Eca membulat dengan sempurna


Jaya yang kala itu sepertinya tidak menolak dengan tawaran Tuan Fenderick mempertimbangkan nya, membuat eca berdoa agar papa nya tidak menyetujui hal tersebut.


Eca bedikit gugup menatap Ken dengan ketidak nyamanan tapi dia harus di paksa tersenyum ke arah Tuan fenderik, hingga takdir tidak berpihak pasa nya, pada akirnya Jaya menyetujui tawaran dari rekan nya.


Bahkan Ken bersedia mengantar Eca untuk ke hotel nya, dan juga Ken bersedia terbang bersama Eca untuk ke Indonesia, seketika gadis itu tidak dapat menolak sebab papa yang memberikan keputusan tersebut.


Dengan penuh kesopanan didepan orang tua Eca, Ken menundukan sedikit badan dengan memberi hormat, lalu mengarahkan tangan kanan nya untuk menuntun arah kami keluar dari ruangan, seketika Eca dengan terpaksa mengikuti pria yang tidak disukai nya itu hingga berlalu meninggalkan Brian yang terlihat sedih atas kepulangan kakak nya, sesekali Eca memandangi Ken dengan tersenyum manis ke arah Brian, setelah berpamitan kepada orang tua nya, Eca memberikan salah perpisahan kepada Tuan Fenderick.


Gadis itu benar-benar meninggalkan mereka tanpa terlihat di pandangan mata orang yang di tinggalkan nya, tanpa sadar Ken semakin jauh berjarak dari Eca, bahkan sifat nya saja berbeda dari dirinya yang penuy sopan di hadapan orang tua Eca.


"bagaimana bisa dia berjalan dengan langkah sebesar itu sendangkan aku yang mengenakan high heels yang tak mampu menyeimbanginya" gerutu Eca dengan mulut nya yang mengumpat saat tertinggal di belakang Ken


Beberapa saat kemudian Mereka mamasuki mobil Ken, bahkan Eca membuka pintu itu sendiri, terlihat jelas pria tersebut tidak memiliki sifat ramah kepada Eca.


"Terimakasih" ketus nya sembari membanting pintu mobil untuk menutup nya, hingga Ken melirik sikap kasar Eca


"Apa begini cara mu berterima kasih" balas pria itu dengan kesal

__ADS_1


"bukan nya memang begini cara orang normal mengucapkan terimakasih, lalu bagaimana lagi" sambung Eca saat meninggikan nada suara nya.


"Jika kau tidak ikhlas mengucapkan nya, tidak udah diucap kan, bahkan aku tidak perlu ucapan terimakasih dari mu! apa kau tidak punya sopan santun, aku lebih tua dari mu, dan saat ini kau menumpang di mobil ku, namun sikap mu sangat tidak sopan, apa begini cara nyonya Jaya mendidik anak nya" ketus Ken saat membalas tatapan tajam dari Eca


"Siapa dirimu bisa mengukur ketulusan seseorang, dan juga mengapa kau harus membawa orang tua ku, jika aku menyinggung mu, maka salahkan saja aku, begitu saja membawa-bawa orang tua" sindir Eca ke arah pria menyebalkan tersebut.


"Apa kau terlahir dari keluarga biasa, tidak kah kau tau, tata krama seorang koglomerat itu adalah ajaran yang di berikan oleh ibu, jika kau tidak punya sopan santun sudah jelas orang tua mu yang salah, karna tidak mengajarkan anak mereka tata krama yang baik" balas Ken, hingga membuat Eca sangat kesal dengan pria itu, bagimana bisa dirinya terlibat dengan Pria menyebalkan tersebut


"apa aku memilih untuk terlahir seperti ini, tidak semua orang bisa menerima hidup nya. tidak peduli siapa aku, aku akan tetap salah jika melakukan kesalahan, dan tata krama yang kau maksud barusan, apa kau sudah memiliki attitude yang baik!! lebih baik kau berkaca sebelum mengatakan tentang orang tua ku" geram Eca dengan tangan nya yang mengepal, bahkan ada pancaran emosi di kilat mata nya.


"apa dia akan menangis!! aku benci sekali dengan wanita lemah" Ken hanya diam didalam gumam nya, dia menatap gadis itu dengan sorot mata yang tak redup "sudahlah, lebih baik aku mengalah" pria itu tidak membalas apapun, hingga memalingkan wajah untuk menghidupkan mobil nya.


"pakai sabuk mu" Ken berseru dengan dingin, membuat Eca dengan kesal memasang sabuk nya, setelah memastikan gadis itu mengunakan settbel, Ken melajukan mobil yang dikendarai nya.


Sedangkan Eca duduk di samping Ken dengan wajah masam, dia benar-benar kesal atas perdebatan mereka barusan, perlahan tangan Ken menjalar menghidupkan pemanas ruangan yang berada di dalam mobil tersebut, saat merasakan suhu yang mengenai kulit nya tubuh Eca sedikit merinding, sebab sedari tadi dia hanya kedinginan meskipun pria tersebut sudah menghidupkan pemanas ruangan, Ken yang melihat ketidak nyamanan dari gadis yang ada disamping nua, hanya melirik melihat baju yang di kenakan Eca, dia mengerti bagaimana tipis nya dress tersebut, hal itulah yang membuat gadis itu merasa tak nyaman dengan keadaan.


"Dingin sekali, aku benar-benar kedinginan" gumam Eca saat mata nya masih setia memandang ke arah samping, bahkan bibir nya bergetar akibat suhu dingin.


"Apa dia tidak punya mulut untuk bicara, bagaimana cara aku membantu jika dia tidak mau bicara, aku benci sekali dengan wanita yang sok jual mahal" gerutu Ken, sebab bagaimana pun dirinya tak tega menyaksikan ada orang yang menderita di dekat nya.


Dengan cepat, ken membanting stir untuk berhenti ke arah kiri jalan, sebab mobil ken berhenti di tepian, dia membuka jas tebal yang dikenakan nya untuk diberikan kepada Eca


" tak usah! aku baik-baik saja" sahut Eca ketus, sebab dirinya sangat kesal dengan raut wajah tak ramah dari pria itu


"apa kau tidak bisa menghargai orang sedikit pun" kali ini suara ken meninggi, bahkan nada nya begitu kasar di pendengaran Eca, membuat gadis itu tidak percaya orang lain meneriaki nya.


"pakailah ini, nanti kau sakit, aki tidak bermaksud lain" sambung ken dengan nada yang sedikit merendah dari barusan, sebab dia melihat ada raut wajah takut yang ditampilkan gadis itu kepada nya.


Menyaksikan tingkah pria itu Eca hanya diam, bagaimana pun dia benar-benar takut saat Ken meneriaki nya, Eca memilih diam sejenak untuk memikirkan tawaran yang diberikan pria itu, hingga akirnya Eca meraih jas hangat yang diberikan Ken pada nya.


Setelah itu, akirnya mereka melanjutkan perjalanan dengan keheningan, suhu tubuh Eca sedikit membaik dari yang dirasakan nya sebelum memakai jas hangat Ken, bagaimana pun dia berterimakasih meskipun tak dapat mengucapkan.


"brarkkkkk" seketika ada hantaman besar dari arah belakang yang menghantam mobil mereka, Ken yang kala itu menyadari tentang cahaya lampu yang menuju ke arah mobil nya, langsung memeluk Eca kedalam dekapan nya dengan erat, membuat gadis itu langsung menjerit dengan hantaman tersebut seketika. untung saja tubuh bidang Ken memeluk Eca dengan penuh pertahanan, hingga gadis itu tidak terbentur ke arah depan, bahkan terasa jelas kecemasan yang membalut dekapan itu.


Terlihat sekali bagaimana cemas nya Ken dari caranya memeluk Eca dengan menenggelam kan kepala diantara pundak gadis itu, sedangkan tangan nya melindungi kepala bagian belakang Eca.


Eca yang kala itu tak mengerti dengan suasana yang di alami nya, lebih kaget lagi dengan sikap Ken yang mendekap tubuh nya tanpa melepaskan, pelukan yang begitu erat membuat Eca sedikit sesak untuk bernafas, bahkan gadis itu seperti berhenti untuk menghirup Oksigen.

__ADS_1


"Kak, apa kau baik-baik saja? aku sangat sesak" lirih nya disertai pertanyaan peduli, seakan memenangkan diri sendiri dan pria itu


Dengan cepat Ken melepaskan Eca, mata nya penuh dengan kecemasan, dia menantap Eca sambil mengenggam tanggan gadis itu, hingga Eca hanya terfokus melihat raut wajah nya tanpa mempedulikan apa yang menghantam mobil mereka


"Apakah kau terluka? " tanya Ken sambil mengusap lembut kepala Eca mengunakan jemari nya


"Tidak. Aku baik-baik saja" Balas Eca dengan rasa canggung atas perlakuan Ken yang tiba-tiba berubah.


Setelah mendegar hal itu Ken memeluk Eca kembali sambil mengelus lembut kepala bagian belakang senada dengan nafas nya yang tidak beraturan, bahkan dia mengulangi nya beberapa saat, tentu saja Eca tidak mengerti dengan sikap aneh Eca, bahkan dirinya tidak mampu lagi menahan kecanggungan yang medera diri nya, dengan paksa Eca melepaskan diri hingga menyadar kan Ken dengan keadaan yang dialami nya saat ini


" aku baik baik saja kak" seru Eca dengan nada meninggi, membuat raut wajah ken berubah, bahkan seketika dia menjadi orang yang berbeda dari sebelum nya


Eca dapat merasakan ada kecemasan terbesar yang dia rasakan pria itu, tapi keadaan mereka sedikit asing untuk dijelaskan, Ken keluar ke arah belakang untuk melihat apa yang terjadi barusan, ternyata ada mobil berwarna putih yang menabrak mobil nya, Ken mengambil ponsel yang ada di saku celananya untuk menghubungi polisi.


Eca yang memilih diam membisu di dalam mobil, mencoba menetralkan deguban jantung nya, rasanya dia juga ingin melihat apa yang terjadi tapi dirinya sangat malu menghadapi Ken.


"Jangan keluar" celetuk ken membuyarkan perhatian Eca, tentu saja Eca mengangkan kepala, sedangkan Ken menutup kembali pintu mobil nya.


Tak lama setelah itu Ken memasuki mobil dan memberi kan air putih kepada Eca, dengan sungkan Eca meneguk nya hingga habis.


" apa yang terjadi, kenapa dia aneh sekali" gumam Eca saat melirik Ken.


"Apa kau ingin menanyakan sesuatu?" tanya Ken, sebab dia melihat Eca sedari tadi melirik kepada nya


"Apa yang terjadi?" tanya nya dengan nada gugup


"ada orang mabuk yang menabrak mobil ku, berhubung kita adalah korban, aku terlalu malas memberikan tuntutan, dan pengacara ku yang membereskan semua nya" jelas nya sambil mengendarai mobil dengan tenang


"begitu" seru Eca, saat mulut nya membentuk huruf O lantaran mengerti, tak lama kemudian, mobil yang di kenadarai Eca berhenti di sebuah hotel mewah tempat nya menginap, entah bagaimana dia merasa aneh, sebab Eca tidak mengatakan dimana dia menginap namun pria itu dapat memberentikan nya dia hotel tersebut.


Tanpa pikir panjang, Eca keluar sembari mengucapkan terimakasih, dia berjalan ke arah lobby tanpa melirik ke arah belakang. tiba-tiba saja dari arah belakang jas yang di kenakan nyantadi melingkar ditubuh nya, bahkan membuat Eca tertegun dari langkah nya, Pria aneh itu yang memasangkan balutan jas nya ketubuh Eca.


"Aku tidak bisa mengunakan pakaian yang sudah di pakai oleh orang lain" jelas nya sambil memasuki lift, mendengar hal itu dari Ken membuat Eca semakin kesal, dia mengumpat tak karuan, sembari menyusul memasuki lift.


Di tengah suasana Hening entah kenapa tubuh nya tak menolak sedikit pun perlakuan yang diberikan Ken, bahkan dia tak bergeming untuk menolak lagi, Ken yang kala itu berdiri disamping nya, hanya memasang wajah datar dengan sikap cuek dan sombong.


Membuat Eca tak habis pikir ada manusia menyebalkan seperti pria itu, mereka keluar dari lift secara bersamaan, namun Eca memilih mengikuti di belakang sebab dia merasa curiga dengan laki-laki itu, bisa jadi Ken akan membunuh nya, atau mengikuti nya hingga kehotel, namun pria itu memasuki sebuah kamar yang tepat di samping kamar hotel Eca.

__ADS_1


Hingga gadis itu terpaku dengan rasa percaya diri yang di alami nya barusan, meskipun begitu Eca tak pernah melihat sifat lembut itu sebelumnya, meskipun ken membentak nya, namun saat suara pria itu merendah ada kedamaian yang dirasakan nya, bahkan Eca yang tadinya takut dan ingin menangis, langsung menghilang seketika, Eca tak habis pikir seseorang yang kasar itu memiliki sisi perhatian yang membuat jantung nya berdegup saat berdua dengan nya


Eca membaringkan tubuh nya di kasur, mata nya menatap langit-lagit hotel dengan penuh pertanyaan, dia mengigat kembali kejadian saat kecelakaan itu, tentu saja kejadian yang tidak ingin di ingat nya, namun terus terusan terulang di ingatan Eca


__ADS_2