
Beberapa waktu berlalu sesi belajar mengajar di kelas IX satu selesai. Sebelum bel menandakan waktu pulang berbunyi Raka melihat kearah tempat dimana Mawar dan Lili berada. Raka selaku ketua kelompok dari mereka berjalan kearah tempat duduk Mawar dan teman-temannya.
" Hei, kalian berdua..." Ucap Raka tanpa menunjuk salah satu dari mereka
" Apa dia berbicara pada kita?" Tanya Lili pelan pada tiga orang yang berada di dekatnya
" Kau berbicara pada kami?" Tanya Mawar dan Lili menunjuk diri sendiri secara bersamaan
" hm, jangan terlambat." Ucap Raka lagi sambil menjauh pergi dari hadapan mereka
" Pas, tidak kurang tidak lebih." Ucap Lili
" Apa yang pas?" Tanya Mawar bingung
" Itu, si pangeran es, setiap akan berbicara tidak lebih dari tiga kata." Jawab Lili
Mawar hanya ber oh ria, sedangkan Gita dan Selly masih terdiam menatap takjub dengan apa yang baru saja terjadi di depan mereka, Raka yang biasanya tidak akan mengajak orang lain untuk berbicara duluan, kini dia sendiri yang berinisiatif untuk berbicara kepada mereka terlebih dahulu.
Tidak jauh dari tempat keempat gadis itu duduk, terlihat Shafita menatap mereka dengan raut wajah tidak suka, dan tangan yang dia kepalkan dengan kuat di bawah mejanya. " Aku akan membalas kalian yang berani merebut perhatian Raka dari aku." Ucap Shafita dalam hati.
Dia sangat marah karena hanya mereka berdua yang di ingatkan oleh Raka, padahal dia juga berada di kelompok yang sama dengan mereka.
Tidak berselang lama bel berbunyi menandakan berakhirnya aktifitas di sekolah hari ini. Mawar dan Lili keluar dari kelas lebih dari pada Gita. Mereka berdua akan ke ruang loker untuk mengambil koper yang sebelumnya mereka titip di sana waktu datang ke sekolah.
" Kita akan ambil koper dulu, kamu duluan saja tunggu kita di depan gerbang." Ucap Mawar pada Gita
" Baiklah aku akan menunggu kalian di depan saja." Jawab Gita
Gita yang sudah berada didepan gerbang sedang menunggu kedua sahabatnya bersama dengan pak supir yang sudah datang untuk menjemput mereka bertiga. Tidak lama Mawar dan Lili muncul didepan Gita dengan menarik koper mereka masing-masing. Koper mereka berdua dimasukkan ke dalam bagasi mobil dan mereka bertiga naik ke mobil dan meninggalkan sekolah.
Sesampainya di rumah Gita, mereka bertiga turun dari mobil dan masuk ke dalam rumah, di ikuti pak supir di belakang mereka dengan membawa kedua koper milik Mawar dan Lili, setelah mereka didalam, pak supir meminta ijin pergi setelah memberikan koper mereka masing-masing.
Gita menujukan kamar yang akan ditempati mereka berdua dan membiarkan mereka untuk masuk ke kamar yang sudah dia bagikan untuk mereka istirahat. Mereka bertiga pun berpisah dan masuk ke kamar mereka untuk bersih-bersih serta mengganti seragam yang mereka pakai karena mereka bertiga akan keluar lagi untuk mengerjakan tugas kelompok dengan teman-teman lainnya.
Mawar keluar dari kamar lebih dulu dari ke dua sahabatnya, dia memilih berjalan menuju ruang tamu menunggu keduanya di sana. Tidak berselang lama kedua gadis cantik keluar dari kamar yang berbeda menuju ke arahnya. Sesampainya mereka di depan Mawar, mereka berdua menatap Mawar dari atas ke bawah kemudian mereka berdua saling pandang sambil menggelengkan kepala mereka berdua.
" Apakah kamu akan berpakaian seperti itu untuk pergi?" Tanya Lili
" Kau tidak ingin menggantinya?, Kalau kamu mau aku bisa meminjamkan bajuku" ucap Gita
__ADS_1
" Tidak perlu, dan terima kasih, aku merasa lebih nyaman berpakaian seperti ini." Ucap Gita
" Baiklah kalau kamu merasa nyaman seperti itu." Ucap keduanya pasrah
Ketiga sahabat itu keluar dari rumah menuju tempat tujuan mereka. Penampilan ketiga gadis itu sangat berbeda, Gita yang sangat cantik dan feminim dengan menggunakan dress, dan Lili yang mengunakan celana panjang dengan kaus putih yang di pandukan dengan blazer yang terlihat pas dan cantik. Berbanding terbalik dengan Mawar yang hanya menggunakan celana panjang longgar dan kaos polos putih berlengan panjang ditutupi jaket diluarnya, dan menggunakan sepatu kets putih senada dengan kaosnya.awar terlihat seperti penjaga keduanya.
Mereka bertiga masuk ke dalam mobil dan meninggalkan rumah. Gita akan mengantar kedua sahabatnya terlebih dahulu ke restoran bintang karena restoran bintang tidak jauh dari rumahnya dan juga searah dengan tempat yang akan menjadi tujuan Gita.
Mobil yang membawa mereka sampai di depan restoran, setelah pamit pada Gita, Mawar dan Lili keluar dari dalam mobil. Gita berpesan pada keduanya jika mereka berdua selesai lebih awal darinya, mereka bisa pulang lebih dulu dan tidak perlu menunggu dirinya. Mereka berdua hanya mengangguk mengiyakan apa yang yang dipesankan untuk mereka berdua. Setelah itu Gita pun pergi meninggalkan mereka berdua di sana.
Mawar dan Lili berjalan ke arah restoran untuk menunggu anggota kelompok mereka yang lainnya, karena mereka berdua yang pertama sampai di restoran bintang.
" Sebaiknya kita langsung ke taman restoran saja untuk menunggu mereka." Ajakan Mawar pada Lili
" Betul juga, jika kita berdua berdiri di depan restoran seperti ini, yang ada kita di sangka mau mengemis, ih! Mau Taru dimana lagi wajah cantik ku ini." Ucap Lili
" Ayo pergi, tidak ada juga pengemis yang cantik seperti dirimu, kau tidak akan mendapatkan apa-apa jika mengemis dengan wajahmu itu, yang ada kamu akan di culik karena di sangka anak orang kaya, dan mereka akan meminta tebusan yang banyak, jika kau bukan anak orang kaya jalan satu-satunya mereka akan menjual organ tubuhmu yang cantik itu." Ucap Mawar panjang lebar sembari menarik tangan Lili menuju ke arah taman
" Sebenarnya kau memujiku atau menyumpahiku sih, kau berkata seperti seorang mafia saja." Gerutu Lili yang di tarik tangannya oleh Mawar
" Itu cita-cita ku." Ucap Mawar asal
" Bagikan pada mereka." Ucap Raka sembari menyerahkan lembaran kertas itu pada tangan teman laki-laki di depannya
"Baik..." Jawab teman laki-laki yang bernama Bian
Bian menerima lembaran kertas dari tangan Raka dan membagikan kembali lembaran kertas itu kepada anggota kelompok lainnya sesuai dengan nama yang tertera pada masing-masing kertas.
Pada kertas-kertas itu Raka telah menuliskan nama mereka masing-masing dan apa saja tugas yang akan mereka kerjakan dengan batas waktu yang sudah ada pada kertas masing-masing.
Karena tidak terlalu suka berdekatan dan berbicara pada orang lain maka dengan itu Raka membagikan tugas pada masing-masing anggota kelompoknya, agar mereka mengerjakan bagian mereka sendiri dan tidak harus berdekatan dan berbicara padanya. Itu akan berlangsung selama tugas penelitian tersebut sampai selesai.
Tanpa mereka ketahui bahwa lembaran kertas itu di tulis oleh adiknya Raka. Ketika waktunya presentasi tugas mereka nanti, mau tidak mau dia harus berbicara dengan mereka, walaupun dia hanya akan berbicara dengan Bian seorang, dia masih tidak merasa nyaman berdekatan dengan anggota kelompok mereka yang perempuan, apalagi dengan Shafita yang selalu mengganggu dirinya, Lili yang terlalu berisik dan juga yang merusak pandangan Matanya.
Setelah semuanya sudah memegang kertas masing-masing, Raka pun berjalan menjauh dari hadapan mereka dan mencari tempat untuk mengerjakan bagiannya sendiri. Pada kesempatan itulah Shafita yang melihat Raka menjauh seorang diri pun memilih mengikutinya dari belakang.
Ketika mengikuti Raka dari belakang Shafita sempat berbalik melihat ketiga orang yang berada dibelakangnya dengan senyuman mengejek, lebih tepatnya dia melihat kearah Mawar juga Lili.
" Tsk, dasar nenek sihir." Ucap Lili mengangkat sudut bibirnya
__ADS_1
" Sudahlah ayo kita juga pergi mengerjakan bagian kita." Ajak Mawar
" Ini namanya bukan lagi tugas kelompok, tapi tugas sendiri." Protes Lili
" Sudah terima saja apa yang di suruh ketua kelompok." Ucap Bian
Sebelum mereka bertiga beranjak dari tempat mereka berdiri mereka bertiga mendengar suara bentakan tak jauh di depan mereka bertiga.
Merasa ada yang mengikutinya dari belakang, membuat Raka berhenti sejenak, dia berbalik dan melihat bahwa Shafita lah yang mengikutinya dan memandangnya dengan tersenyum, Raka yang sudah mulai kesal, dia tidak ingin ada gangguan ketika dia akan mengerjakan tugasnya.
" Menjauhlah dariku." Bentak Raka agak keras dengan wajah datar dan berjalan meninggalkan Shafita sendiri yang masih shock dengan bentakan dari Raka
" Hahahaha malu tuh si ratu buli, Jagan terlalu percaya diri jadi orang." Tawa Lili sambil mengejek Shafita yang jauh di depannya
" Oh astaga, kaget aku, ternyata dia juga bisa marah, kita pergi saja." Ucap Bian
" Sudah berhenti tertawa terus, dia tidak mendengar ucapanmu." Ajak Mawar menarik tangan Lili mengikuti dibelakang Bian yang berada di depan mereka berdua.
" Baiklah, tidak apa-apa, tidak masalah juga ini baru hari pertama, masih ada beberapa hari lagi, aku akan mencari kesempatan lain untuk mendekati dia..." Ucap Shafita pada dirinya setelah lepas dari keterkejutannya
Mawar, Lili dan Bian memilih mengerjakan bagian mereka ditempat yang sama, mereka memilih tempat yang tidak jauh dari tempat mereka berkumpul sebelumnya.
" Ini baru yang dinamakan kerja kelompok." Ucap Lili
"Bukan kaya mereka tuh, kerja kelompok apanya yang setiap anggota kelompoknya malah di pisah begini dan mengerjakan tugas mereka sendiri-sendiri." Ucap Lili menatap kearah dua orang yang tak jauh dari mereka
" Sudah biarkan saja, kita sebaiknya fokus dengan bagian kita sendiri agar bisa cepat selesai dan cepat juga kita pulang." Ucap Mawar
" Siap Bos." Ucap Lili keras sambil mengangkat tangannya hormat kepada Mawar
Mereka berdua pun tertawa bersama dengan tingkah konyol Lili, Bian yang melihat kelakuan kedua gadis di sampingnya juga ikut Tertawa, sedangkan Shafita memandang tak suka ke arah mereka karena dia melihat Raka juga memandang ke arah kedua gadis itu, dan itu tambah membuat dirinya tidak menyukai kedua teman sekelasnya itu.
" Kalian merebut perhatian Raka dari aku lagi, lihat saja nanti aku akan membuat kalian berdua malu nanti." Ucap Shafita
Bersambung.......
Sampai jumpa lagi di episode berikutnya 😊
Makasih semuanya yang sudah membaca cerita yang kurang sempurna ini 🙏🙏🙏
__ADS_1
Jangan lupa like dan komen yaah, saran juga boleh 😊