Cantiknya Mawar Yang Tak Berduri

Cantiknya Mawar Yang Tak Berduri
Mendonorkan darah


__ADS_3

Mendengar teriakan Selly membuat keduanya terkejut dan terdiam di tempat dan tidak berani lagi bersuara, begitu juga dengan yang lainnya bahkan dokter pun ikut dibuat terkejut dengan teriakan spontan yang dilakukan oleh Selly


"Ternyata ada juga yang berpikiran dewasa di antara murid-murid ini." Ucap dokter dalam hati menatap takjub gadis remaja di depannya, yang bisa menghentikan teman-temannya yang susah di atur itu


"Sebaiknya tutup mulut kalian berdua jika kalian berdua tidak ingin ditarik paksa keluar dari rumah sakit ini, dan biarkan dokter menyelesaikan ucapannya." Ucap Selly memperingati mereka berdua dan menatap keduanya dengan tatapan tajam.


Lili dan Shafita memilih diam dan tidak berdebat lagi ketika ditatap tajam oleh Selly, begitu juga dengan yang lainnya tidak berani bersuara, terkadang mereka takut jika Selly marah seperti itu, bahkan ketiga laki-laki tampan itu hanya diam di tempatnya.


Selly melihat ke arah dokter dan meminta maaf atas perilaku teman-temannya juga mempersilahkan dokter itu untuk melanjutkan kembali ucapannya yang sempat dipotong oleh Lili


"Ternyata wakil ketua kelas lebih seram wajahnya dari guru olah raga di sekolah kalau lagi sedang marah seperti ini." Pikiran mereka semua


Dokter kembali melihat mereka semua dan mulai memberitahu hasil tesnya kepada mereka.


"Dari hasil tes kalian semua terdapat dua orang diantara kalian yang mempunyai golongan darah yang sama dengan pasien. Jadi kedua orang ini bisa langsung mendonorkan darahnya." Ucap dokter melanjutkan ucapannya pada mereka semua


"Darah apanya yang langkah, buktinya dua orang diantara kita memiliki darah yang sama dengan si buruk rupa itu, jika ingin merasa diri istimewa, tidak perlu berbohong tentang darah yang langkah seperti itu, memangnya dia seorang tuan putri dari dunia lain yang berdarah biru." Ucap Shafita menatap ke arah Lili dengan tersenyum mengejek


" Gadis miskin buruk rupa seperti dia, mana bisa manjadi gadis yang istimewa, dia juga bisa diibaratkan pungguk merindukan bulan." Lanjut Shafita menghina Mawar

__ADS_1


Mendengar Shafita yang kembali meghina sahabatnya itu membuat Lili sangat marah dan ketika Lily akan membalas hinaan dan ejekan Shafita, Gita dengan segera menutup mulutnya, Gita menggelengkan kepala pelan kepada Lili untuk tidak mengatakan apapun dan mengkode dengan matanya kepada Lily untuk melihat ke arah Selly.


Lili yang mengerti arti kode dari Gita pun menatap ke arah wakil ketua kelasnya itu, begitu juga dengan Shafita yang melihat ke arah Selly setelah melihat apa yang di lakukan oleh Lili dan Gita, mereka berdua terdiam melihat Selly yang sudah menatap mereka berdua dengan wajah marah dan tatapan yang tajam.


Mereka berdua lupa dengan peringatan dari Selly, untungnya diingatkan oleh Gita kalau tidak mereka berdua akan diusir keluar karena terus membuat keributan di sana.


Mereka memilih diam mendengarkan apa yang akan dikatakan selajutnya oleh dokter tersebut.


"Jadi siapa saja dokter hasil tes darahnya sama dengan Mawar?" Tanya Bian yang sudah penasaran karena dokter Selalu menunda ucapannya karena ulah dari teman-temannya itu


"Dari hasil di tangan saya ini kedua orang itu adalah Lili dan Selly, jadi siapa di antara kalian yang bernama Lili dan Selly langsung ikuti saya untuk diambil darahnya." Ucap dokter


"Syukurlah aku bisa membantu Mawar dengan mendonorkan darahku padanya, dan betapa beruntungnya sahabatnya aku yang baik itu tidak perlu menerima darah dari si sapi betina itu yang tidak ingin darahnya terbuang percuma, untungnya dia tidak mempunyai darah yang sama dengan sahabat tersayang ku itu." Ucap Lili bersyukur dan sedikit mengejek Shafita


"Akhirnya aku tidak perlu mendonorkan darah pada gadis miskin dan buruk rupa itu." Dalam hati Shafita senang


"Sekarang tinggal tunggu buktinya sampai, maka aku bisa pergi dari sini, aku tidak ingin berlama-lama dengan gadis-gadis miskin ini, aku bertahan disini hanya untuk membuktikan aku tidak bersalah, juga karena ada Raka disini, semoga bukti yang bisa membuktikan aku tidak bersalah cepat sampai dan akan aku tunjukkan pada singa betina itu." Lanjutnya dalam hati sembari melihat kearah Raka dengan tersenyum manis sedangkan orang yang ditatap tidak melihat ataupun menganggap ada disana


"Ayo pergi." Ucap Selly menarik tangan Lili dengan gerakan cepat mengikuti dokter yang sudah berjalan di depan mereka, meninggalkan teman-temannya yang bingung dengan kelakuan Selly yang tidak seperti biasanya

__ADS_1


Mereka bingung dan di buat kaget dengan apa yang di lakukan Selly, selama seminggu ini ketika mengerjakan tugas bersama mereka melihat banyak perubahan sikap yang di tunjukkan Selly pada mereka, apalagi sikap yang dia ditunjukkan pada Mawar.


Lily yang ditarik tangannya dengan cepat oleh Selly, hanya bisa pasrah dan berusaha menyamakan kecepatan langkah kakinya dengan Selly yang melangkah dengan cepat seperti orang yang akan lari bersembunyi dari rentenir yang datang menagih hutang.


"Kenapa dia juga sama seperti Mawar yang suka sekali menarik tanganku seperti ini, mereka tidak tahu jika itu bisa membuat tanganku yang cantik ini lecet, dan bahkan kecepatan jalan mereka sama, dasar garis-gadis tomboy yang semaunya saja." Gerutu Lili dalam hati


"Dan lagi ada apa dengannya hari ini, dia tidak seperti biasanya, bikin pusing saja, tidak bisa dimengerti orang yang biasanya hanya fokus dengan dunianya sendiri sekarang terlihat lebih khawatir dan memperhatikan orang lain di sekitarnya malah terlihat lebih khawatir dia pada Mawar daripada aku yang sebagai sahabat baiknya sendiri." Lanjut Lili dalam hati bingung melihat ke arah Selly


" Kita sampai, Ayo masuk." Ucap Selly melepaskan tangan Lili


Dia sempat kaget melihat tangannya yang masih memegang tangan Lili hingga sampai ke ruangan yang dituju dokter. Dia tidak sadar jika dia menarik tangan Lili selama mereka berjalan mengikuti dokter.


Mereka berdua masuk bersama ke dalam mengikuti dokter, dokter mempersilakan mereka berdua berbaring di atas ranjang yang berada di dalam ruangan itu. dokter kemudian melakukan pengambilan darah kepada mereka berdua. Dokter menusukkan jarum yang sudah disterilkan ke kulit di bagian siku dalam masing-masing dari mereka selama 4 sampa 5 menit, sebelumnya dokter sudah memberitahukan kepada mereka berdua, jika mereka belum cukup umur untuk mendonorkan darah mereka kepada orang lain, dan akan bisa mempengaruhi kesehatan mereka berdua.


Lili tidak peduli dengan apa yang dikatakan oleh dokter tersebut, yang terpenting baginya sekarang adalah bahwa dia bisa menyelamatkan sahabatnya itu bahkan jika harus menghabiskan seluruh darah di tubuhnya. Begitu juga dengan Selly yang terpenting sekarang adalah menyelamatkan temannya itu.


Dokter pun hanya bisa pasar dengan kedua gadis remaja yang keras kepala itu, dokter hanya akan mengambil setengah kantong darah dari mereka masing-masing agar tidak terlalu mempengaruhi kesehatan keduanya. Dokter mengikuti keinginan keduanya hanya karena mereka dalam keadaan darurat.


Bersambung......

__ADS_1


sampai jumpa lagi di episode berikutnya 😊


terima kasih semuanya yang sudah membaca cerita ini 😊🙏


__ADS_2