Cantiknya Mawar Yang Tak Berduri

Cantiknya Mawar Yang Tak Berduri
Kemunculan Ataris


__ADS_3

"Berbicara soal Tian, di kelas sewaktu Tian akan keluar setelah bertanya padaku, secara tidak sengaja aku melihatnya memandangimu, dan entah kenapa aku merasa khawatir tentang hal itu." Ucap Gita memandangi Mawar yang duduk ditengah-tengah dia dan Lili


""Mungkin saja dia suka pada mawar, sehingga dia memandanginya? . "Ucap Lili dengan senyum jahil di wajahnya


"Aku tahu bagaimana cara pandang orang Lain ketika melihat orang yang disukainya, tapi yang kulihat dia memandang mawar tanpa ekspresi apapun dan itu membuatku merasa aneh akan hal itu, seperti ada sesuatu yang direncanakan olehnya. "Ucap Gita lagi


Ternyata bukan hanya Raka yang melihat hal itu, tetapi Gita juga sempat menyadari pandangan Tian pada Mawar, tetapi Gita tidak tahu jika saat itu ada Raka di belakang mereka.


"Sudahlah, tidak usah dipikirkan, memang apa yang bisa dilakukan si cupu penakut itu." Ucap Lily menenangkan Gita yang khawatir dengan berlebihan.


Lili tidak percaya Tian yang cupu dan penakut itu akan berbuat sesuatu pada mawar jika itu terjadi maka dia akan menjadi garda terdepan untuk melindungi sahabat yang disayanginya itu.


"Sudahlah, tidak akan ada yang terjadi padaku selama kalian berdua selalu bersama dengan aku." Ucap Mawar sembari merangkul kedua sahabatnya.


Gita dan Lili pun mengangguk dan balik memeluk mawar yang sudah dianggap adik oleh mereka berdua, yang sama-sama tidak memiliki adik, dengan adanya mawar mereka merasa menemukan sesuatu yang harus selalu mereka jaga, juga sayangi, terkadang mereka khawatir dan juga marah, semua berkat mawar sehingga mereka bisa memiliki perasaan seperti itu mereka berdua sangat menyayanginya dan merasa hidup lebih berwarna ketika bersama dengan Mawar.


Selama ini mereka berdua selalu sendiri, tidak ada yang mau menjadi teman mereka. Tidak ada yang berteman dengan Lili karena dari keluarga miskin, padahal tidak seperti itu ayahnya bekerja di bagian keuangan di kantor besar jadi tidak mungkin dia berasal dari keluarga miskin, hanya karena setiap hari ke sekolah naik bus.


Lili yang sudah terbiasa diajari ayahnya untuk hidup sederhana tidak ambil pusing dengan teman-teman yang menjauhinya karena miskin.


Untuk Gita mereka hanya berteman dengan Gita karena dia kaya, mereka tidak pernah tulus berteman dengan nya, mereka hanya memanfaatkannya, Gita yang senang karena mendapatkan teman pun akhirnya hanya mengikuti keinginan teman-temannya itu untuk melakukan apapun yang mereka inginkan.


Gita selalu disuruh membayar makanan mereka, hingga ketika dia tidak mau melakukannya lagi, mereka malah tidak ingin lagi berteman dengannya, hingga saat akhirnya dia bertemu dengan Lili dan Mawar di Star School dan menjadi sahabat baik mereka berdua. Mereka berdua pun berjanji dalam hati akan selalu menjaga kedua sahabatnya itu.


Selang beberapa waktu berlalu mobil mereka sampai di depan perpustakaan kota. Mereka pun turun dari mobil bersamaan dengan ketiga remaja laki-laki tampan dan dingin turun dari mobil mereka yang berada di depan tidak jauh dari mobil mereka parkir.


"Terima kasih pak, nanti Gita kabari jika sudah selesai." Ucap Gita pada pak supir


"Baik Nona." Ucap pak sopir meninggalkan mereka


Mereka berenam berjalan menuju perpustakaan bersamaan dari arah yang berbeda, mereka menjadi pusat perhatian pengunjung perpustakaan yang memandang takjub pada mereka lebih tepatnya kepada ketiga remaja laki-laki tampan di hadapan mereka, dan dua gadis cantik di samping kiri dan kanan mawar. Bukan hanya pengunjung, teman-teman yang berdiri menunggu mereka di depan perpustakaan juga seperti itu.


Dia antara ke empat teman-teman hanya seorang saja yang memandang ke arah mereka, itu tidak diragukan lagi shafita akan memandang Raka dengan rasa kagum dan tersenyum manis padanya, tapi senyum itu menghilang ketika orang yang ditatapnya menatap ke arah lain ketika melihat siapa yang menjadi tujuan dari tatapan Raka, maka senyuman manis itu berganti dengan wajah marah.


Sedangkan Bian dan Tian menatap objek yang sama, tetapi dengan raut wajah yang berbeda Bian kagum pada mawar sedangkan Tian memandang mawar tanpa emosi


Dari semua itu hanya Rian, rival, dan Selly yang acuh dengan keadaan sekitar sedangkan Mawar yang ditatap tiga remaja laki-laki dengan karakter yang berbeda itu tidak mengetahui apapun karena sedang membaca pesan yang masuk di ponselnya. sedangkan Lili ditarik oleh Gita untuk berjalan di sampingnya sambil Bergosip.


"Ada apa kau menari-ku? "Tanya Lili

__ADS_1


"Coba kau lihat Tian dan Bian di depan perpustakaan dan Raka yang berjalan dari arah depan kita." Suruh Gita pada Lili. Lili pun mengikuti apa yang dikatakan oleh Gita. Lily melihat Tian dan Bian, kemudian Raka.


" Ada apa dengan mereka bertiga?" Tanya Lili lagi


" Perhatikan arah pandangan mereka." Ucap Gita bisik-bisik. Akhirnya Lili mengerti apa yang terjadi, ternyata ketiga orang itu memandangi Mawar yang berada di samping kiri mereka


"Apakah dia tidak menyadari kalau di tatap pri 3 level?" Bisik Lily pada Gita


"Pria 3 level?" Tanya Gita bingung


Lili pun menjabarkan maksud dari pria 3 level. " Level 3 kelas rendah adalah Tian, level 2 kelas menengah adalah Bian, dan level 1 kelas atas adalah Raka "ucap Lili


Akhirnya Gita pun mengerti maksud dari sahabatnya itu. Mereka berdua melihat ke arah Mawar yang sedang sibuk membaca pesan di ponselnya dengan menggunakan tangan kirinya sedangkan tangan kanan tetap memegang tangan Gita di sampingnya, agar dia bisa membaca pesan sambil berjalan tanpa melihat ke arah depan yang akan mereka tujuh karena sudah ada Gita yang akan membawanya.


Sebenarnya Mawar mengetahui kalau dia sedang diperhatikan oleh Bian dan Tian dan dia tidak ada masalah dengan itu hanya saja jangan sampai mereka merencanakan sesuatu yang buruk padanya atau orang-orang yang dia sayangi.


Mawar tidak tahu jika dia juga sudah ditatap oleh Raka dia hanya tahu Bian dan Tian saja, karena sebelumnya Gita sudah memberitahu tentang Tian padanya jadi dia akan menjaga jarak dengan Tian agar kedua kakaknya itu tidak khawatir lagi, dan hari ini dia mengetahui jika Bian juga memandanginya tetapi tidak ada niat jahat pada pria itu, bisa Mawar lihat dengan cara Bian menatapnya dengan tersenyum tulus, tidak ada pandangan kasihan maupun jijik, dan itu untuk pertama kalinya dia ditatap dengan tulus oleh seorang remaja laki-laki yang seusia dengannya dan ada sedikit rasa senang di hatinya akan hal itu.


Dia terus tersenyum kecil memandangi ponselnya. Semua tingkatnya tidak lepas dari pandangan ketiga remaja laki-laki itu.


Sesampainya keenam orang itu di depan ke empat teman yang berdiri di depan perpustakaan, barulah Mawar menghentikan kegiatan membaca pesan di ponselnya, begitu juga dengan yang lainnya memilih berhenti dari kegiatan mereka masing-masing. Mereka masuk ke dalam perpustakaan bersama-sama.


Mereka berjalan ke arah komputer di dekat pintu masuk untuk mengisi nama mereka ke data pengunjung perpustakaan, setelah itu mereka berjalan mencari tempat duduk yang kosong.


" Kenapa hari ini perpustakaan sangat ramai sekali?" Tanya Tian


"Nama juga perpustakaan kota, yang pastinya seluruh orang di kota ini akan ke sini, karena cuma ini satu-satunya perpustakaan besar yang ada di kota N." Jawab Bian


Ketiga remaja laki-laki tampan yang mendengar ucapan Bian yang ada benarnya langsung berjalan ke arah meja yang ditunjuk Bian, dan diikuti yang lainnya dari belakang, sesampainya di meja Raka memilih duduk paling ujung samping jendela.


Melihat hal itu Shafita yang akan duduk di sampingnya pun tidak jadi karena mendengar Raka berkata, "menjauhlah dariku!!." Ucapnya


Ketika Shafita yang tidak bergerak dari tempatnya berdiri, akhirnya Bian pun berbicara lagi, "Biarkan kami berlima para pria duduk di sini, kalian yang gadis boleh duduk di kursi depan kami bersama, jadi pas masing-masing mendapat kursi untuk diduduki." Ucap Bian dengan sabar


"Harus sabar Bian, beginilah jika harus berkelompok dengan orang-orang yang susah diatur dan keras kepala juga manja, dan juga harus menjadi juru bicara sementara untuk orang-orang yang irit bicara ini, menghadapi satu saja susah, sekarang jadi tiga belum lagi yang lainnya, hah semangat Bian pasti bisa." Ucap Bian menyemangati diri sendiri dalam hati.


Shafita berjalan ke arah depan dia berpikir jika tidak duduk di samping Raka tidak masalah, dia masih bisa duduk di depannya dan bisa memandangi wajah Raka dari jarak yang cukup dekat. Ketika dia akan duduk di tempat yang diincarnya, ternyata tempat duduk itu sudah ditempati oleh Mawar dan di sebelahnya ada Lili.


Dia berjalan ke arah Mawar dengan wajah memerah marah, ketika akan mendekati Mawar ada yang menyebut namanya. "Safita!, sebaiknya duduk saja di tempat duduk yang masih kosong jangan membuat keributan, jika tidak mau ditendang keluar dari perpustakaan ini maka duduklah dengan tenang kau akan mengganggu orang lain yang berada di sini." Ucap Selly satu nafas menata tajam Shafita

__ADS_1


"Apakah tadi itu wakil ketua kelas kita yang tidak pernah peduli urusan orang lain dan yang tidak pernah peduli keadaan sekitar dia baru saja menegur dan berbicara panjang pada orang lain bukan?" Pertanyaan semua orang di dalam hati menatap ke arah Selly.


Sedangkan Selly yang tidak peduli malah melanjutkan membuka bukunya untuk dibaca setelah itu Shafita akhirnya duduk di kursi kosong yang berhadapan dengan Ryan.


Mereka mulai mengerjakan tugas mereka, yang menjadi juru bicara di kelompok Mawar adalah Bian sedangkan untuk kelompok Gita dia sendiri yang menjadi juru bicaranya, yang aktif dalam berdiskusi di dua kelompok itu cuma Bian, Mawar dan Lili. Sedangkan kelompok satunya hanya Gita, Tian dan Selly jika berbicara soal pelajaran Selly akan sedikit banyak berbicara.


Sedangkan yang lain hanya mengerjakan tugas mereka dengan tenang. Jika ada yang mau mereka katakan mereka akan menunjukkan lewat kertas. Mereka bertingkah seperti orang bisu dan semua itu tidak diambil pusing oleh yang lainnya. Mereka yang sedang fokus mengerjakan tugas tiba-tiba mendengar cerita dari orang-orang yang duduk membelakangi Raka dan yang lainnya.


"Apakah kalian tahu jika kemarin malam muncul lagi heacker dengan nama Ataris?" Tanya teman 1


"Apa!!!, Tidak mungkin, bukannya Ataris sudah menghilang selama 2 tahun ini?, Siapa yang memberitahumu dia muncul kembali?" Tanya teman 2


"Temanku yang memberitahuku." Ucap teman 1


" Siapa itu Ataris?" Tanya teman 3 yang tidak tahu tentang Ataris


Dia pun menjelaskan bahwa Ataris adalah heacker yang pernah muncul 2 tahun lalu yang menggemparkan seluruh kota N, karena berhasil meretas keamanan perusahaan besar Austin group dan mencuri data-data perusahaan itu, hingga membuat perusahaan itu mengerahkan semua usaha mereka untuk mengembalikan datanya tapi tidak ada yang berhasil, bahkan sampai harus meminta bantuan pada perusahaan Alexander untuk membantu mereka melacak heacker itu, tapi tidak ada yang berhasil menemukannya.


Tetapi setelah 3 jam berlalu dia akhirnya mengembalikan data perusahaan itu seperti semula dan Ataris pun menghilang tanpa ada yang tahu, dia seperti orang yang tidak pernah ada. hingga dia muncul kemarin malam, tapi lebih aneh lagi dia muncul hanya 5 menit setelah itu dia menghilang dan semalam dia kembali muncul selama 5 menit dan menghilang lagi hingga sekarang.


Banyak orang yang mencoba melacaknya kemarin malam termasuk perusahaan Austin maupun Alexander tetapi tidak ada satupun yang dapat melacaknya. Semalam juga seperti itu tapi sebelum ada yang dapat melacaknya dia telah menghilang.


" Berarti dia itu memiliki otak yang sangat cerdas, tidak ada yang akan bisa melacaknya jika hanya 5 menit dia muncul, aku penasaran siapa sebenarnya Ataris ini." Ucap teman 3


Sedangkan di meja Raka dan kawan-kawan yang mendengarnya pun merasa kagum sekaligus iri dengan bakat dan kepintaran Ataris itu.


"Apa jangan-jangan yang terjadi padaku kemarin malam itu juga perbuatan Ataris?" Tanya Shafita dengan suara pelan yang masih didengar oleh Gita


"Kau tidak sepenting itu, sehingga orang seperti Ataris yang sudah menghilang selama 2 tahun muncul hanya 5 menit untuk berbuat konyol seperti itu pada mu." Ucap Gita


"Memang Ataris yang melakukannya, dengan konyolnya Antaris melakukan itu untuk memberi dia pelajaran, agar dia tidak lagi memandang rendah orang lain yang hidup sederhana tidak seperti dirinya yang hidup dalam limpahan harta orang tuanya." Ucap Mawar dalam hati sambil tersenyum kecil.


Mawarlah yang melakukan semua itu pada perusahaan ayahnya maupun kepada kejadian yang menimpa Shafita. Dia heacker yang bernama Ataris, nama itu diambil dari nama tengahnya Trasia dengan sedikit mengubah posisi huruf vokal pada namanya. Selain jago beladiri dia juga seorang heacker yang handal.


Dia mempelajarinya sendiri melalui situs luar negeri yang dia temukan, karena otaknya yang cerdas dia dapat memahami semuanya dengan mudah dan untuk mencoba apa yang sudah dipelajari dia memilih perusahaan ayahnya sendiri, dengan pikiran jika dia ketahuan ayahnya dia tidak akan dihukum terlalu berat atau bisa saja itu membuat ayahnya bangga akan dirinya yang pintar tetapi ketika tiga jam berlalu dia tidak juga ketahuan oleh ayahnya.


Dia memilih mengembalikan data perusahan yang telah dia curi sebelumnya dan memasang keamanan yang lebih baik untuk melindungi data-data perusahan ayahnya.


Bersambung.......

__ADS_1


sampai jumpa lagi di episode berikutnya 😊


terima kasih kepada semua orang yang telah membaca cerita ini 🙏😊


__ADS_2