Cantiknya Mawar Yang Tak Berduri

Cantiknya Mawar Yang Tak Berduri
Pertemuan Kedua


__ADS_3

Ketika semuanya sibuk dengan memikirkan rasa iri mereka pada Ataris, tiba-tiba ponsel Raka dan Rifal berbunyi secara bersamaan, mereka berdua saling pandang sejenak kemudian beralih menatap kepada ponsel mereka, Raka dan Rifal melihat notifikasi masuk dari Ryan di grup chat dengan tulisan Angsa tenggelam


Grup Angsa tenggelam


"Apakah kalian merasa tidak asing dengan nama Ataris?" Tanya Rian


"Apa maksudmu Ataris yang mengikuti balap liar bersama kita tahun kemarin?" Tanya balik Rifal


"Iya, yang itu sepertinya pemikiran kita berdua sama." Ucap Rian


"Mereka memiliki nama yang sama, mungkin saja mereka orang yang sama." Balas Rifal


"Apa kalian waras?" Tanya Raka


"Apa maksudmu kami berdua gila?" Tanya Rian dan Rifal sama


"Iya kalian berdua gila, mana ada heacker yang sehandal itu yang bisa membuat dua buah perusahaan besar tidak dapat melacaknya hingga sekarang, dan lagi masih seusia dengan kita apalagi kalau kalian ingat itu terjadi 2 tahun lalu, berarti dia masih duduk di kelas VII dan itu tidak mungkin sama sekali, jika dipikirkan pakai otak kalian itu" isi Chat Raka


"Benar juga, jika mereka orang yang sama, berarti dia menjadi heacker pada saat duduk di kelas VII dan memang tidak mungkin" balas Rian


"Sebenarnya siapa Ataris yang mengikuti balapan dengan kita kemarin, dia juga tidak pernah muncul lagi setelah dia menang waktu itu" Ucap Rifal


"Mana kita tahu jika dia menutup seluruh wajahnya dan hanya kelihatan matanya saja, di data yang diisinya juga hanya ada nama umur, serta jenis kelamin." Balas Rian


"Tapi kalau dilihat warna matanya sangat cantik, warna coklat kemerahan yang indah dan bersih seperti mata perempuan dengan bulu mata yang lentik." Balas Rian kembali


"Apakah kau sudah tidak waras?, Sadarkan dirimu itu, dia sama seperti kita, juga seorang pria." Balas Rifal


"Aku hanya mengatakan apa yang aku lihat, tidak ada kaitannya dengan apa yang ada di dalam pikiran kotormu itu , aku masih normal, menyukai gadis cantik." Balas Rian dengan ditambah emoji kesal


"Berhentilah berdebat dan kerjakan tugas kalian, jangan memberatkan ponselku dengan sampah dari kata-kata kalian." Balas Raka


Keduanya berhenti dengan ponsel mereka dan melanjutkan apa yang mereka kerjakan. "Kalau di dunia maya saja banyak kata-kata indahnya, ketika datang ke dunia nyata malah seperti orang bisu." Ucap rian sangat pelan


Mawar yang dari tadi menunduk kearah bukunya, mengambil ponsel dan mengetik sesuatu di ponselnya. tiba-tiba di sampingnya ponsel Lili berbunyi tanda adanya pesan masuk.


Lili pun membaca pesan itu sambil tersenyum kecil, dia pun berdiri tiba-tiba dan meminta izin ke teman-temannya jika dia akan ke toilet sebentar.


"Mau ku antar?" Tanya Gita


"Tidak perlu, sepertinya kau sangat sibuk, biar Mawar saja yang menemani aku." Ucap Lily menarik tangan Mawar pergi bersamanya


Melihat dua kursi di samping kanannya kosong, Shafita pun mengganti tempat duduknya di tempat yang diduduki Mawar sebelumnya.


Di gedung yang sama kini Mawar dan Lili turun melewati tangga ke lantai 1 menuju toilet karena Mawar berjalan terburu-buru dia tidak sengaja menabrak seseorang ketika akan berbelok ke arah toilet wanita. Buku-buku yang dipegang oleh orang yang ditabrak Mawar terjatuh berhamburan ke lantai.

__ADS_1


"Maaf, maafkan aku, aku tak sengaja menabrakmu karena buru-buru." Ucap Mawar tanpa melihat orang di depannya karena sedang menunduk untuk memungut buku-buku yang jatuh di bantu dengan Lili dan orang di depannya.


Ketika dia dan Lili berdiri dan ingin mengembalikan buku yang dipegangnya kepada pemilik buku itu, ada sedikit keterkejutan di wajahnya saat menatap orang yang berdiri di depan mereka. Ia pun menyerahkan buku itu kemudian meminta maaf sekali lagi barulah dia dan Lili menuju ke toilet.


Sudah beberapa waktu mereka di toilet, Mawar masih sibuk dengan urusannya di dalam bilik toilet, sedangkan Lili sedang sibuk merapikan rambutnya yang sedikit berantakan di cermin dalam toilet. Setelah Mawar selesai mereka berdua keluar dan menuju ke lantai 2 di mana teman-teman mereka berada.


"Terima kasih sudah menemani aku, untungnya aku selalu membawa persiapan di dalam tasku." Ucap Mawar


Di lantai 2 jauh dari Mawar dan Lili berdiri terlihat di meja mereka telah bertambah penghuni baru yang sedang duduk berhadapan dengan Raka sambil tersenyum manis padanya.


"Bukannya dia gadis yang kau tabrak sewaktu ke toilet?" Tanya Lili pada Mawar dan dibalas anggukan kepala oleh Mawar


"Kenapa dia bisa terlihat begitu akrab dengan Ryan dan Rifal?, terlebih lagi Raka tidak merasa terganggu sama sekali, lihatlah bahkan Raka tersenyum manis padanya." Ucap Lili


Mawar yang melihat senyuman Raka merasa sedikit terkesan dengan senyuman itu, tidak bisa Mawar pungkiri jika memang Raka lah satu-satunya remaja laki-laki paling tampan di Star School. Jadi tidak salah jika dia dijuluki pangeran Star School.


Dan Mawar hanya bisa mengaguminya dari jauh, dan rasa kagumnya itu tidak akan dia tunjukkan di depan siapapun karena dia tidak mau dicap sebagai orang yang tidak tahu diri, mengingat keadaannya sendiri, selain itu dia hanya ingin fokus pada pendidikan dikarenakan jalannya masih panjang untuk mengarah ke arah sana.


Untuk urusan seperti masalah percintaan biar nanti dia pikirkan ketika sudah dewasa, itu jika ada yang mau dengan gadis buruk rupa sepertinya.


"Apa kau tidak tahu siapa dia?" Tanya mawar bingung menatap Lili, pasalnya semua murid di Star School pun mengenal gadis itu seperti kakaknya.


" tidak."Jawab Lili polos


"Dia adalah Rasi adiknya Raka, dia juga sekolah di Star School sama seperti kita dan duduk di kelas VIII, salah satu gadis tercantik di Star school, sangat terkenal sama seperti kakaknya, masa kamu tidak mengenalnya, selama ini apa saja yang kamu lakukan di sekolah? Masa temannya ratu gosip tidak mengenalnya." Ucap Mawar sambil bertanya dan tersenyum kecil


Mawar hanya menggeleng kepala pada jawaban Lili. Temanya yang satu itu sangat protektif padanya, selalu menempel bagaikan perangko padanya dan selalu menjaganya, dia merasa Lili seperti ibunya daripada ibunya sendiri. Ketika mengingat ibunya tiba-tiba dia merasa sedih, tetapi menetralkan perasaannya kembali karena tidak mau sampai Lili tahu dia bersedih. Mawar pun menarik tangan Lili menuju ke tempat teman-temannya berada.


"Bisakah kau pindah dari tempat dudukku." Ucap Lili pada Shafita


Shafita yang ingin protes pada Lily pun dia urungkan ketika mendengar Selly bertanya pada Lili, kenapa mereka lama ke toiletnya, Lily menjelaskan apa yang terjadi kepada Selly.


Mendengar penjelasan Lili yang suara seperti dikenalnya, Rasi pun berbalik ke samping melihat Lili yang sudah duduk di sampingnya dan Mawar yang berdiri di belakang Lili yang belum duduk karena tempat duduknya masih di duduki oleh Rasi


"Oh, jadi yang menabrak aku tadi temannya kak Raka?" Tanya Rasi


"Iya, maaf sudah menabrakmu." Ucap Mawar


"Tidak apa-apa, Kakak siapa namanya?" Tanya Rasi pada Mawar


"Mawar." Jawabnya


"Namaku rasi." Ucap rasi berdiri dan menjulurkan tangannya pada Mawar untuk bersalaman dan Mawar menjabat tangan Rasi dengan tersenyum begitupun sebaliknya.


"Ini kursi kak, Mawar silakan duduk kak, Rasi juga akan pergi." Ucap Rasi lagi

__ADS_1


"Kak Raka, aku akan menunggu di cafe dekat sini, jadi Kakak bisa menjemputku di sana ketika kakak sudah selesai di sini aku tidak akan mengganggu lagi." Ucap Rasi pada Raka yang memandanginya dengan bingung


"Dadah, kak Mawar, sampai jumpa lagi, nanti kalau ada waktu Rasi akan menemui kak Mawar di sekolah." Ucap Rasi melambaikan tangan pada Mawar dan berjalan dari hadapan mereka dengan tersenyum


Bukan hanya Raka yang bingung dengan tingkah adiknya, Mawar juga sama bingungnya dengan Raka akan apa yang baru saja terjadi, dari rumor yang beredar, di sekolah mereka mengatakan jika Rasi tidak pernah berbicara kepada orang yang tidak dikenalnya, dan tidak suka berbicara dengan orang lain yang tidak disukainya, apalagi tadi Rasi berbicara padanya dengan ramah dan juga tersenyum padanya, bahkan ingin menemui nya lagi, itu membuatnya bertanya-tanya ada apa dengan gadis itu, begitupun dengan teman-teman mereka yang lain, tapi tidak ketiga pria yang ada di depannya, bukan hanya bingung tapi juga kaget dengan apa yang dilakukan oleh Rasi.


Dia yang lebih dulu menanyakan nama orang lain dan juga yang pertama mengulurkan tangannya, juga ingin menemuinya kembali, gadis manja yang tidak pernah perduli akan orang lain, dan selalu menolak dan berbicara kasar di hadapan orang yang tidak di sukai ya, dan tidak ingin di dekati oleh orang lain, kecuali orang-orang yang sudah dia kenal dan dekat dengannya, dan yang terjadi saat ini itu tidak pernah dia lakukan olehnya bahkan dia tersenyum pada orang yang baru pertama kali di temui, orang yang jauh dari kata cantik.


"Ada apa dengannya? Apa dia kerasukan setan baik?" Tanya Raka dalam hati


"Apakah benar tadi itu rasi?, Aku takut kalau dia kerasukan setan." Ucap Ryan pelan pada Rifal di sampingnya sambil bertanya


"Kalau kau tanya padaku, lalu aku tanya pada siapa." Ucap Rifal


"Kalau mau bertanya, bertanyalah pada gadis buruk rupa di depan kita ini." ucap Rifal


Keduanya pun menatap ke arah Mawar yang sedang menunduk menatap bukunya dan mengerjakan tugas. Merasa keadaan di meja terasa sangat sepi, dia pun mengangkat wajahnya, betapa kaget dirinya saat semua orang yang berada satu meja bersama dengannya menatap pada dirinya dengan tanda tanya besar yang terlihat jelas pada wajah mereka.


Dia melihat rasa ingin tahu yang sangat jelas pada teman-temannya itu. Merasa risih ditatap seperti itu, akhirnya dia memberanikan diri untuk bertanya. "kenapa kalian semua melihatku seperti itu?" Tanya mawar


"Apakah kau sudah pernah bertemu dan berbicara dengan Rasi sebelumnya?"Tanya Rian Karena penasaran sehingga tidak sadar jika dia bertanya kepada Mawar


Meski mereka sempat kaget saat Rian yang bertanya pada Mawar, mereka tidak peduli akan hal itu karena pertanyaan darinya mewakili mereka semua, yang akan bertanya hal yang sama mereka lebih peduli akan jawaban Mawar.


"Tidak pernah, ini pertama kalinya aku bertemu dan berbicara dengannya." Ucap mawar berbohong, karena ini untuk kedua kalinya dia bertemu dan berbicara dengan Rasi, walau dia tahu kalau Rasi tidak mengenal dia yang sudah menolongnya. Ketika Ryan akan melanjutkan pertanyaannya, dia di hentikan oleh suara Raka. "berhentilah bertanya." Ucap Raka dengan wajah datar.


Akhirnya tidak ada yang bertanya lagi semua kembali fokus pada kegiatan mereka masing-masing, walau sesekali Raka akan memperhatikan Mawar begitupun dengan Bian dan Tian. Bian yang dia buat semakin kagum pada Mawar, dia pun selalu tersenyum jika tak sengaja bertatap mata dengan Mawar dan gadis itu juga membalas senyumnya. Sedangkan Tian tidak ada yang mengetahui apa yang ada di pikirannya ketika menatap Mawar, baik itu Mawar sendiri maupun mereka Raka yang selalu memperhatikan mereka.


Sedangkan Shafita sangat marah ketika Mawar selalu menjadi pusat perhatian mereka dan bukan dirinya. hari ini dia sudah dipermalukan oleh mereka dan dia akan membalaskan perbuatan mereka baik itu Selly, Mawar dan temanya dan sekarang tambah satu lagi yaitu Rasi. Dia bertekad tidak akan melepasnya, walaupun Rasi adalah adik dari orang yang disukainya.


Waktu berlalu kini Mawar dan teman-temannya menyudahi kegiatan mereka. Karena hari sudah mulai gelap, mereka membereskan barang bawa mereka untuk dimasukkan ke dalam tas mereka. Buku-buku yang sempat mereka pakai pun akan dikembalikan ke tempat masing-masing.


Setelah semuanya selesai, mereka bergegas keluar, tapi tidak dengan Bian dia mengajukan dirinya untuk mengembalikan buku yang tadi diambil oleh mereka ke tempatnya, Mawar dan Lili menawarkan diri untuk membantunya karena melihat Bian yang kesusahan mengangkat banyak buku sendirian.


Dengan senang hati Bian akan menerima bantuan mereka, apalagi dia bisa bersama dengan Mawar gadis yang dikaguminya mereka bertiga berjalan menuju rak buku, lili dan Bian berada di area rak buku yang sama, sedangkan Mawar berada di rak sebelah berbeda dengan mereka berdua.


Setelah semua buku hampir selesai ditaruh pada tempatnya, Lili dan Bian berjalan menuju ke arah Mawar yang berada paling belakang tiga rak buku dari mereka berdua.


Tanpa Mawar sadari ada seseorang yang memperhatikannya tak jauh dari tempatnya berdiri sejak tadi.


Ketika Mawar duduk menaruh buku yang terakhir dipegangnya pada rak bagian paling bawah, ada dua buku besar dan tebal jatuh dari atas rak paling atas menimpa kepalanya, Lili yang melihat dua buku besar itu akan menimpa kepala Mawar dari jauh pun membuat Lili langsung berteriak dengan keras memanggil nama Mawar ketika buku akan jatuh mengenai tubuhnya, di saat dalam keadaan berlari Lily pun berpikiran konyol, jika saja dia mempunyai kekuatan sihir dia akan menggunakannya untuk bertukar tempat dengan Mawar biarkan dia saja yang celaka asal jangan sahabat yang sudah dianggap adiknya itu.


Sedangkan Mawar yang mendengar teriakan Lili, mengangkat kepalanya, Mawar melihat buku yang akan jatuh menimpanya hanya menutup kepala dengan kedua tangannya karena sudah tidak ada waktu untuk menghindar karena sedang duduk lesehan di lantai ketika Mawar pasrah tubuh kecilnya akan tertimpa buku tiba-tiba dia kaget ada seseorang yang memeluk tubuh nya dengan erat dan melindungi kepalanya dari belakang dan membuatnya kaget, dia bisa mendengar suara keras buku jatuh menimpa orang yang masih memeluk dan melindunginya.


bersambung......

__ADS_1


sampai jumpa lagi di episode berikutnya 😊


terima kasih semuanya yang sudah membaca cerita ini 🙏😊


__ADS_2