
Masih di waktu yang sama, Didalam perjalanan hanya ad keheningan dan bunyi kenalpot motor dari Bian yang menemani kedua remaja itu dalam perjalanan mereka ke tempat tujuan masing-masing.
" Berhenti." Ucap Tian tiba-tiba
Mendengar suara dari belakangnya yang menyuruh untuk berhenti membuat Bian memberhentikan motornya di samping jalan.
" Ada apa?, kenapa menyuruh aku berhenti di sini, dan di tempat yang sepi seperti ini, apakah kita sudah sampai di tempat tinggal mu, tpi aku melihat di sekitar sini tidak ada rumah satupun." Tanya Bian sembari melihat sekeliling untuk melihat apakah ada rumah di daerah sana, sehingga Tian menyuruh dia untuk berhenti secara tiba-tiba
"Ah maaf, karena tiba-tiba menyuruh kamu berhenti disini." Ucap Tian meminta maaf pada Bian
" Tidak apa-apa, tapi masalahnya kenapa kita berhenti disini? Tanya Bian
" Karena aku akan berjalan masuk ke arah gang kecil di depan sana." Tunjuk Tian pada sebuah setapak sempit yang tidak bisa di lalui oleh kendaraan
" Oh begitu, ayo naik lagi, biarkan aku mengantarkan kamu langsung ke rumah saja." Ajak Bian
" Tidak perlu dan terima kasih, aku turun disini saja, nanti aku akan jalan, motor kamu tidak akan bisa melewati gang sempit itu." Ucap Tian
" Baiklah kalau seperti itu, sampai jumpa lagi." Ucap Bian menyalakan motornya kembali dan kemudian meninggalkan Tian di tepi jalan sendirian
sepeninggalan Bian, Tian melanjutkan perjalanannya dengan jalan kaki menuju setapak yang dia tunjuk sebelumnya untuk memberitahu kepada Bian
" Ternyata dugaan aku salah, maafkan aku, karena aku sehingga semua ini bisa terjadi, aku tidak akan melakukannya lagi, ini untuk terakhir kalinya aku janji tidak akan pernah melakukan itu lagi." Ucap Tian
__ADS_1
Setelah berjalan selama beberapa menit kemudian Tian pun memasuki sebuah setapak kecil itu menuju ke tujuannya.
Di tempat lain dalam waktu yang sama, sebuah mobil hitam berhenti di perumahan mewah. Turun dua remaja laki-laki tampan yaitu Rifal dan Rian.
" Sampai jumpa lagi kawan, hati-hati di jalan." Ucap keduanya kepada Raka yang berada di dalam mobil hitam tersebut
Ketika keluar dari rumah sakit untuk pulang ke rumah mereka, Rian dan Rifal menolak jemputan yang orang tua mereka kirimkan untuk menjemput keduanya.
Mereka berdua memilih di antar oleh Raka menggunakan mobilnya, Rian dan Rifal merasa sunyi jika tidak pulang bersama dengan sahabat sekaligus saudara sepupunya itu.
Padahal pada kenyataannya, Raka selama perjalanan pulang untuk mengantarkan mereka kerumahnya pun hanya berdiam diri dan tidak berbicara apapun, dia tidak sama sekali menggubris kedua pengacau itu.
" Baiklah sampai jumpa lagi, aku pergi, daah." Ucap Raka sembari melambaikan tangannya kepada kedua sepupunya yang pengacau itu,
" Apakah kau sudah yakin akan menginap di rumahku?" Tanya Rifal pada Rian
" Yakin seratus persen aku akan menginap." Ucap Rian mengangkat dan menurunkan kepalanya
" Sebaiknya kau memberi tahu dulu pada ayahmu jika kamu ingin menginap di rumahku, aku tidak akan menerima anak pelarian." Ucap Rifal
" Nanti akan aku beritahu setelah mandi." Jawab Rian
" Tidak bisa nanti, kamu harus memberitahunya sekarang jika ingin menginap di sini, aku tidak akan mengijinkan kamu masuk ke rumahku jika belum mendapatkan ijin dari orang tua mu." Ucap Rifal
__ADS_1
"Kenapa kamu begitu kejam kepadaku?, sedangkan jika itu Raka kamu akan selalu setia menampungnya di sini?" Tanya Rian dengan wajah yang dibuat kecewa seperti orang yang mengetahui jika pasangannya berselingkuh.
" Itu karena dia selalu meminta ijin kepada ibunya jika ingin menginap disini, dan juga ayahnya selalu membiarkan dia untuk menginap disini, berbanding terbalik jika itu ayahmu." Ucap Rifal
" Kamu sering bohong jika sudah di ijinkan untuk menginap di rumah ku tetapi kenyataannya tidak sama sekali, bahkan ayahmu datang dengan membawa polisi ke rumah ku malam-malam untuk mencari kamu yang dikira sedang diculik, hingga mengganggu para tetangga yang sudah beristirahat." Lanjut Rifal
Dengan sangat terpaksa Rian pun menelpon Ayahnya untuk meminta izin untuk menginap di rumah Rifal, walaupun sempat menerima penolakan dari ayahnya tetapi karena usahanya ia pun diijinkan menginap dirumah Rifal
" Apa kau sudah puas sekarang." Ucap Rian sembari memasukan kembali ponsel yang dia ambil untuk menelpon ayahnya
"Sangat Puas, ya sudah, ayo masuk." ajak Rifal pada Rian
" Cih dasar orang tua." Ucap Rian pelan sembari masuk ke dalam rumah melewati tubuh Rifal begitu saja
" Aku masih mendengarnya, anak manja." Ucap Rifal
Bersambung.....
Sampai jumpa lagi di episode berikutnya 😊
Terima kasih semuanya yang sudah membaca cerita ini 🙏😊
Semoga pembaca semuanya sehat yah, dan masih setia membaca cerita author yang amburadul ini
__ADS_1