
dokter melihat mereka satu persatu dan dengan cepat mengatakan kepada mereka bahwa dokter akan menjelaskan keadaan teman mereka, setelah teman mereka akan dipindahkan ke ruang rawat inap, Setelah dokter melakukan pemeriksaan lebih lanjut barulah dokter akan menjelaskan keadaan teman mereka tersebut.
"Sebaiknya kalian semua ke ruang rawat inap teman kalian dipindahkan, biar nanti saya akan jelaskan semuanya di sana." Ucap dokter dengan cepat dan berlalu dari hadapan mereka
"Lebih sulit menghadapi anak-anak remaja itu daripada menghadapi balita, mereka lebih susah dibuat mengerti dan susah sekali diatur dan sangat keras kepala, untung aku pergi dengan cepat jika tidak, mereka akan banyak bertanya dan itu bisa membuat kepalaku pusing menghadapi banyaknya pertanyaan mereka yang tidak ada habisnya, bahkan mereka tidak memberikan kesempatan sedikit pun padaku untuk menjawab pertanyaan dari mereka." Gumam dokter sembari berjalan menjauh dari mereka semua
"Pasti ujung-ujungnya mereka sendiri yang akan berdebat di antara mereka dan membuat keributan di tengah malam begini, dasar anak-anak kaya itu memang suka semaunya saja, aku tidak ingin menjadi kaya agar anakku tidak akan bersikap seperti mereka, semoga saja mereka tidak lagi membuat keributan yang akan mengganggu orang lain." Lanjut dokter
Sepeninggalan dokter dari hadapan mereka, malah terjadi keributan dan perdebatan antara Lili dan Shafita. Shafita kembali menghina Mawar dan juga sahabatnya.
"Apa yang dokter katakan tidak salah, ruang inap?, mana mungkin bisa gadis miskin dan buruk apa itu bisa membayar ruang inap di rumah sakit besar ini, yang biayanya sangat mahal?" Tanya Shafita dengan nada mengejek dan menatap kearah kedua sahabat Mawar bergantian
"Bahkan untuk biaya pemeriksaannya saja, aku yakin dia tidak akan mampu untuk membayarnya, bahkan yang aku dengar dari rumor yang beredar di sekolah bahwa dia hanya seorang anak pembantu." Lanjut Shafita
"Diam kau sapi!, kau tidak mengetahui apapun tentang Mawar, jadi sebaiknya tutup mulut busuk kamu itu, sebelum aku akan menamparmu lagi." Ucap Lili marah
Lili berjalan ke arah Shafita dan ingin menampar mulutnya yang suka sekali menghina sahabatnya itu, tetapi tangan Lili ditahan oleh Gita, Gita meminta pada Lili untuk tidak peduli pada apa yang dikatakan oleh Shafita, karena yang lebih tahu tentang Mawar adalah mereka berdua sebagai sahabat baiknya, dan bukan orang lain.
mereka berdua lebih tau jika orang tua Mawar bukanlah seorang pembantu seperti apa yang sudah dikatakan oleh Shafita barusan karena Mawar sudah bercerita pada mereka berdua tentang keluarganya.
__ADS_1
Mereka berdua lebih percaya pada apa yang dikatakan oleh Mawar sebagai sahabat mereka daripada apa yang dikatakan oleh Shafita yang hanya berdasarkan sebuah rumor semata yang belum tentu itu adalah kebenarannya.
"Apa yang aku katakan salah?, memang membenarkan dia hanya seorang anak pembantu?, jika tidak, mengapa selama ini di setiap ada pertemuan orang tua murid di sekolah hanya orang tuanya saja yang tidak ada pada setiap pertemuan itu?" Tanya Shafita
"Itu karena dia pasti yang melarang mereka untuk hadir di pertemuan itu, karena dia pasti malu jika semua orang mengetahui dia adalah anak seorang pembantu rumah tangga apalagi dengan wajahnya yang buruk itu mungkin saja orang tuanya juga seperti dia sehingga tidak ada salah satu dari orang tuanya yang datang pada pertemuan itu, , sehingga dia selalu membuat alasan jika orang tuanya sibuk dan berada di luar kota, aku yakin jika orang tuanya itu tidak pernah berada di luar kota mana mungkin setiap kali ada pertemuan mereka selalu berada di luar kota, itu hanya alasan gadis buruk rupa itu agar orang tuanya tidak datang ke sekolah, padahal seharusnya mereka sebagai orang tua pasti bangga dengan anaknya yang selalu mendapat prestasi di sekolah, tapi buktinya mereka tidak pernah muncul sekalipun untuk mendampingi anaknya di sekolah." Jawab Shafita cepat pada pertanyaannya sendiri sebelum dijawab lili dengan nada mencemooh
Lili sudah tidak tahan mendengar apa yang dikatakan oleh Shafita pada sahabatnya dan bahkan ikut menghina orang tuanya membuat Lili sangat marah bahkan wajahnya mulai memerah, tangannya pun terlihat ikut memerah.
Gita yang masih memegang tangan Lili dengan refleks langsung melepaskan tangannya, Gita mengibaskan tangannya yang terasa panas dan bergerak mundur beberapa langkah dari tempat Lili berdiri dan tidak berani lagi mendekat padanya.
Ini ini untuk pertama kalinya dia melihat Lili seperti ini jika Mawar yang dihina Lili akan sangat marah tetapi masih bisa dia tenangkan amarah lili, ini untuk pertama kalinya juga Gita tidak berani mendekat ke arah Lili.
Shafita yang melihat Lili sudah memerah karena marah padanya malah tersenyum mengejek pada lili, Shafita yakin Lili tidak akan macam-macam padanya karena orang tua aku adalah salah satu orang terkaya di kota mereka tinggal.
minta maaf sekarang." Uje Prilly menatap marah pada Shafita
"Minta maaf untuk apa?, apa yang aku katakan benarkan?, untuk apa aku meminta maaf?" Tanya Shafita menatap tidak suka pada Lili
"Aku bilang minta maaf sekarang!, minta maaf untuk apa yang kamu katakan tentang orang tua Mawar." Ucap lili yang masih bisa menahan emosinya
__ADS_1
"Memang siapa kau menyuruhku meminta maaf atas apa yang aku katakan tentang orang tuanya?, atas dasar apa kau menyuruhku seperti itu?, mereka bahkan bukan orang tuamu, jadi jangan sok jadi pahlawan yang selalu membela gadis miskin itu, bahkan kita yang juga merupakan sahabat si buruk rupa itu tidak sih marah dirimu sekarang ini." Ucap Shafita
"Apa jangan-jangan dia adik tirimu yang tidak diketahui oleh orang lain dan kau sengaja menyembunyikannya agar tidak ada yang mengetahui semua ini, sehingga kau begitu membela gadis buruk rupa itu, dan kau juga selalu menjaga dia seperti dia adalah adikmu sendiri, jadi kau pasti marah seperti ini ketika aku mengatakan orang tuanya pasti sama dengannya iya kan?" Tanya Shafita dengan maksud untuk memfitnah Lili
plak! plak!
bunyi tamparan terdengar dengan keras, Shafita langsung memegang kedua pipinya yang merah dan tergambar jelas tanda 5 jari pada kedua pipinya.
Tamparan yang terdengar dengan keras itu membuat semua yang berada di sana sangat terkejut bahkan Shafita sendiri pun yang ditampar juga ikut terkejut dan langsung memegang kedua pipinya yang terasa sangat sakit dan juga panas.
Gita dan Selly bahkan kaget dengan apa yang terjadi di depan mereka, begitu juga dengan Bian dan ketiga remaja laki-laki tampan yang masih dengan setia menemani teman-temannya.
mereka semua melihat ke arah pipi Shafita dan kembali lagi melihat ke arah Lili, mereka kaget dengan suara tamparan Lili pada kedua pipi Shafita, bahkan orang dewasa pun tidak akan menampar dengan suara yang keras seperti itu, bahkan membuat tanda merah pada kedua pipi Shafita seperti akan mengeluarkan darah.
" Tamparan itu pantas untuk gadis bermulut kotor seperti dirimu bahkan aku merasa itu kurang jika untuk memperbaiki mulutmu yang tidak bisa sopan dan tidak bisa berucap hal yang baik, dan selalu ingin memfitnah dan menjelekkan nama orang lain." Ucap Lili setelah menampar dengan keras kedua pipi Shafita
Bersambung...........
sampai jumpa lagi di episode berikutnya 😊
__ADS_1
terima kasih semuanya yang sudah membaca cerita ini 😊🙏