
"Aku yakin dia pasti meminjam uang dari orang lain karena tidak mungkin dia memiliki uang sebanyak itu, karena miskin sepertinya tidak mungkin bisa menggunakan uangnya sendiri untuk biaya rumah sakit sebanyak itu." Ucap Shafita
Shafita merasa yang selevel dengannya hanyalah Raka dan kedua temannya, sedangkan untuk yang lain nya di ruangan itu dia tidak menganggap mereka sama sekali, bahkan Gita yang merupakan keluarga kaya pun, dia tidak menganggap Gita selevel dengannya.
Shafita selalu menganggap semua murid yang menggunakan bus ke sekolah adalah murid-murid miskin dan tidak memiliki apapun dan hanya mengandalkan beasiswa untuk bersekolah di Star School yang menjadi sekolah para anak-anak orang kaya.
Sebenarnya tidak ada yang salah saat Shafita menganggap mereka seperti itu, karena pada dasarnya murid-murid yang berangkat menggunakan bus adalah murid-murid yang semuanya adalah murid penerima beasiswa di Star School.
Murid-murid yang menggunakan bus utuk berangkat ke sekolah juga termasuk Tian, Selly, Lili, Bian dan Mawar yang tiap harinya selalu menggunakan bus untuk ke sekolah.
sehingga membuat savita menganggap mereka adalah anak-anak orang miskin yang tidak pantas untuk dijadikan sahabat olehnya karena mereka berasal dari keluarga yang berada di bawah keluarganya.
Bahkan termasuk Gita yang ikut berteman dengan kedua gadis miskin itu tak tak luput untuk menjadi sasaran sindiran dari Shafita, dia juga menganggap Gita sebagai gadis miskin yang tidak selevel dengannya.
Hanya karena Gita lebih memilih bersahabat dengan Mawar dan juga Lili daripada bersahabat dengan orang-orang yang selevel dengannya. dan itu membuat Shafita marah karena Gita lebih memilih berteman dengan gadis-gadis miskin itu.
__ADS_1
Itu sebabnya Shafita juga tidak menyukai Gita karena memilih berteman dengan Mawar dan juga Lili daripada dengannya. Shafita merasa Gita telah menghinanya dengan memilih berteman dengan Mawar dan juga Lili setelah menolak ajakan Shafita untuk bergabung dengan kelompok pertemanan yang dia buat sebelumnya.
Setelah semuanya melihat keadaan mawar, Lily mengajak semuanya untuk duduk bersama di sofa ruangan itu, yang saat ini diduduki oleh Shafita sendirian.
"Sebaiknya kita semua beristirahat di sana saja, dan biarkan Mawar beristirahat dan kita tidak boleh membuat keributan di sini, dia juga belum tentu akan sadar sekarang." Ucap Selly menunjuk sofa dan menyetujui ajakan dari Lili pada mereka semua
Mereka semua bersama-sama berjalan ke arah sofa yang berada di dalam ruangan itu ketika sesampai di sana Mereka pun duduk bersama dengan Shafita yang dari tadi duduk sendirian.
Belum sempat mereka semuanya duduk di sofa itu, tiba-tiba ada yang mengetuk pintu ruangan inapnya Mawar, tetapi melihat beberapa detik kemudian tidak ada seorangpun yang masuk ke dalam.
" Mungkin saja itu dokter yang ingin memeriksa keadaan Mawar." Jawab Gita
" Bukannya dokter belum lama ini keluar dari sini, kenapa sekarang balik lagi ke mari?" Lanjut Lili bertanya
" Tidak tahu juga, biarkan aku yang melihat siapa yang datang, karena jika itu dokter dia pasti akan langsung masuk, dan tidak akan mungkin menunggu di luar seperti itu." Ucap Bian menawarkan diri untuk melihat siapa yang berada di luar sana dan sedang mengetuk pintu
__ADS_1
Ketika Bian akan berdiri dari duduknya Shafita lebih dahulu berdiri dan berjalan ke arah pintu ruangan Mawar daripada Bian.
Melihat itu membuat Bian yang akan berjalan berhenti di tempatnya dan tidak melanjutkan niatnya tersebut untuk melihat siapa yang berada di luar karena sudah didahului oleh Shafita.
" Biarkan saja dia, kau duduk kembali saja Bian." Ucap Selly
Bian pun terpaksa kembali duduk lagi di tempatnya, dia tidak akan berani mencari masalah dengan Safitri si ratu bully itu.
ketika Shafita sampai di depan pintu, tidak menunggu lama dia pun langsung membuka pintu tersebut.
Bersambung.....
Sampai jumpa lagi di episode berikutnya 😊
Terima kasih semuanya yang masih dengan setia mau membaca cerita ini 🙏🙏😊
__ADS_1
Semoga besok author bisa up 2 episode, mohon doanya ya 🙏