
Setelah Shafita dan ketiga pria itu keluar, Bian dan Tian pun pamit pada ketiga gadis yang masih berada di dalam ruangan Mawar untuk pulang ke rumah mereka karena sudah larut malam.
Mereka berdua berjanji akan kembali lagi besok untuk menjenguk Mawar. Sesampainya diluar rumah sakit Bian pergi mengambil motornya yang dia parkir ditempat parkiran rumah sakit itu, setelah itu dia kembali untuk menjemput Tian yang masih menunggunya di depan rumah sakit agar mereka berdua bisa pulang bersama.
Sewaktu di dalam ruangan Mawar tadi, sebenarnya Bian ingin mengajak Selly untuk pulang bersama dengannya, karena Gita dan Lili akan menginap di rumah sakit untuk menjaga Mawar, sehingga dia berniat mengantar Selly pulang ke rumahnya.
Akan tetapi Selly menolak ajakan dari Bian untuk mengantarnya pulang dengan alasan Selly juga ingin menginap bersama Gita dan juga Lili untuk menjaga Mawar di rumah sakit.
Dengan alasan itu, dia menolak ajakan dari Bian, tetapi dia menyarankan agar Bian mengajak Tian untuk pulang bersama dengannya. Karena mengingat malam yang semakin larut seperti ini tidak baik untuk Bian mengendarai motornya sendirian, maka dari itu Selly menyarankan mereka berdua pulang bersama agar mereka berdua bisa saling menjaga jika terjadi sesuatu yang di jalan nanti.
Karena Tian juga tidak memiliki kendaraan dan juga pulang sendirian jadi sebaiknya mereka berdua pulang bersama saja, dengan Tian yang akan diantar oleh Bian ke rumahnya yang ternyata rumah Tian juga searah dengan pulang ke rumah Bian.
Setelah Tian naik ke atas motor, Bian pun menjalankan motornya meninggalkan depan rumah sakit.
Di dalam ruangan Mawar kini duduk tiga gadis cantik sedang berbincang dan juga menjaga Mawar di dalam ruangan itu.
" Kenapa kamu tidak ingin diantar pulang oleh Bian?" Tanya Gita pada Selly dengan wajah sedikit penasaran
Mendapat pertanyaan seperti itu tidak langsung membuat Selly menjawab pertanyaannya melainkan memandangi kedua gadis didepannya itu dengan diam, dia tidak terbiasa berbicara dengan akrab dengan teman sekelasnya seperti apalagi mendapat pertanyaan seperti itu.
"Tidak apa-apa jika kamu tidak ingin menjawabnya." Ucap Lili yang melihat Selly yang seperti enggan untuk menjawab pertanyaan dari Gita
Lili tau jika Selly merasa canggung ditanya seperti itu oleh Gita sehingga dia tidak ingin membuat Selly tidak nyaman dengan menjawab pertanyaan dari sahabatnya itu.
__ADS_1
" Tidak apa, sebenarnya aku hanya ingin Bian untuk mengantarkan Tian pulang, karena dia pasti tidak tahu akan pulang ke rumahnya menggunakan apa di tengah malam seperti ini, aku hanya merasa kasihan padanya." Ucap Selly
" Kalau aku bisa saja menyuruh ayahku menjemput aku disni." lanjutnya
" oh ternyata seperti itu, karena ingin mendapatkan tumpangan pulang kamu menolak ajakan Bian?" Tanya Gita
" Tidak juga, walaupun tidak ada Tian, aku tetap akan menolaknya dengan alasan yang lain lagi." Ucap Selly
" Kenapa?" Tanya Lili
" Karena ayahku tidak mengijinkan aku untuk berdekatan dengan laki-laki, aku harus fokus untuk belajar." Jawab Selly
" Tapi kan kalian tidak menjalin hubungan apapun, dan hanya pulang bersama sebagai teman yang ingin mengantarkan temannya untuk pulang ke rumah dengan selamat, masa ayahmu melarang juga." Ucap Lili tak percaya
" yah begitulah, ayahku melarang aku berdekatan dengan teman laki-laki di sekolah maupun di luar sekolah, aku hanya harus fokus untuk belajar saja, jika itu teman perempuan tidak apa-apa asalkan tidak boleh terlalu dekat mereka, karena bisa mengganggu waktu belajarku." Jelas Selly
" Hidup yang sangat membosankan, aku tidak akan sanggup jika jadi dirimu, belajar memang penting, tapi memiliki teman juga penting, karena kita tidak bisa melakukan semuanya sendiri tanpa teman yang membatu kita jika kita membutuhkan bantuan." Lanjut Lili dalam hati menatap prihatin pada Selly
" Kamu bisa menjadi sahabat kami, jika kamu mau." Ucap Gita pada Selly
" Mawar juga pasti setuju dan sangat senang jika tau kamu mau menjadi sahabat kami." Tambah Lili
" Maafkan aku, tapi sepertinya aku tidak bisa." Ucap Selly menunduk menatap ponselnya yang berbunyi tanda pesan masuk
__ADS_1
" Aku harus pergi, ayahku sudah menunggu di depan rumah sakit. Ucap Selly berdiri dan berpamitan kepada mereka berdua setelah membaca pesan yang dikirim oleh ayahnya
"iya baiklah, hati-hati di jalan." Ucap mereka berdua bersamaan
Selly beranjak dari hadapan mereka berdua, dia tidak langsung berjalan menuju pintu untuk keluar melainkan Selly berjalan kearah ranjang Mawar berbaring.
Sesampainya Selly didekat ranjang Mawar, dia kemudian secara perlahan mengambil tangan Mawar dan menggenggam tangannya dengan erat.
" Aku tidak tau mengapa aku seperti ini, tetapi ketika melihatmu seperti ini membuat hatiku rasanya sakit sekali dan membuat aku ingin sekali menangis, jika bisa aku ingin menggantikan kamu untuk berbaring disini, aku juga tidak tau kenapa aku mempunyai keinginan seperti itu." Ucap Selly
" Sebenarnya aku tidak ingin meninggalkan kamu dan juga ingin tetap berada disini untuk menjaga kamu hingga sadar nanti, tetapi itu tidak mungkin aku lakukan karena ayahku tidak akan mengijinkan aku menginap disini, besok aku janji akan kembali kesini lagi untuk menjenguk kamu, semoga besok kamu sudah sadar lagi." Ucap Selly melepas genggaman tangannya setelah mengelus dengan lembut tangan Mawar
Setelah berbicara dengan Mawar dan berpamitan sekaligus berjanji akan kembali lagi besok untuk menjenguk Mawar lagi, walaupun pembicaraan itu tidak di tanggapi dan dijawab oleh Mawar.
Setelah semuanya yang ingin dia katakan telah dia katakan semuanya, Selly pun berbalik dan berjalan meninggalkan ranjang Mawar menuju kearah pintu dan keluar dari ruangan itu.
Tanpa ada satupun dari mereka sadari, ketika Selly melepas tangannya dan berbalik untuk keluar, Mawar sempat mengerakkan tangannya yang sempat digenggam oleh Selly sebelumnya.
Bersambung.....
Sampai jumpa lagi di episode berikutnya 😊
Terima kasih semuanya yang sudah membaca cerita ini 🙏😊
__ADS_1
Makasih para pembaca yang masih setia menunggu
Maaf Author 3 hari ini tidak up, soalnya author lagi ga enak badan, tpi hari ini author usahakan utuk up,