
Lily yang begitu khawatir pada Mawar, membuat dia mengomeli sahabatnya itu sepanjang perjalanan pulang Mereka ke rumah Gita. Dia juga tidak tahu kenapa dia bisa seperti itu kepada Mawar.
Dia merasa kalau sikapnya itu terlalu berlebihan kepada sahabatnya. Jika dengan Gita dia tidak terlalu berlebihan seperti itu, dia sendiri merasa aneh akan dirinya, dia merasa sangat takut jika sampai mawar diculik, dan terjadi sesuatu padanya. Dia merasa harus menjaga dan melindungi sahabatnya itu.
Perasaan yang sangat besar untuk melindungi sahabatnya itu muncul pertama kali saat mereka bertemu waktu pendaftaran murid baru di Star School di mana orang-orang akan menjauhi mawar dan menatap jijik Mawar. Kebalikannya dengan Lili dia melihat Mawar dengan pandangan rindu dan juga terselip sedikit perasaan sedih dari tatapan matanya.
Sehingga sehingga pada awal dia bertemu dengan mawar, dia yang memulai untuk mendekatkan dirinya pada Mawar.
Dengan menjadi perisai untuk membantu jika ada yang mengganggu mawar.
Awalnya Mawar malu jika Lili berdekatan dengannya, dia takut jika Lili juga akan dibully dan dijauhi seperti dirinya, Karena berusaha menjadi temannya dan selalu berusaha untuk mendekat dan melindunginya dari orang lain, tapi karena usaha pantang menyerah Lily yang selalu berusaha untuk menjadi sahabatnya, hingga pada akhirnya mawar pun menerima Lily sebagai sahabatnya karena melihat usaha Lili tersebut.
Walaupun sudah diusir ataupun dijauhi oleh mawar, Lili tetap mendekatkan diri padanya pada saat itu mawar juga merasa sedikit perasaan sayang pada sahabatnya itu dan juga terdapat perasaan rindu yang jauh di lubuk hatinya kepada Lili, dia tidak tahu mengapa memiliki perasaan seperti itu pada orang yang baru pertama kali ditemuinya.
Bukan hanya Lili yang menjadi sahabatnya yang mengisi hari sepinya di sekolah tetapi ditambah dengan Gita juga yang akhirnya menjadi sahabat baik mereka berdua, Mawar pun akhirnya menjalani hari-harinya di Star School tidak sendirian karena ada dua sahabat baik yang selalu menyayangi dan menjaganya dan membuat harinya tidak sepi dan sendirian lagi.
Karena belum juga mendapatkan jawaban dari pertanyaannya kepada Mawar, akhirnya Gita berkata "lebih baik kita pulang terlebih dahulu biarkan dia menjelaskan semuanya ketika kita sampai di rumah, tidak baik kita berlama-lama di sini takutnya jika ada orang yang melihat, kita akan disangka sebagai komplotan pencuri karena tengah malam begini berdiri di depan rumah orang lain. "Ucap Gita pada mereka berdua
Mereka bertiga akhirnya berjalan menuju rumah Gita, sesampainya di rumah mawar memberitahu kedua sahabatnya jika dia akan mengerjakan urusannya terlebih dahulu, setelah itu dia akan menjelaskan kepada mereka apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya sewaktu dalam perjalanan pulang ke rumah.
Mawar berjalan masuk ke kamar yang ditempatinya dengan membawa kantong plastik hitam di tangan nya. Setelah urusannya selesai dia kemudian keluar menemui kedua sahabatnya yang telah menunggu dirinya sambil mengerjakan tugas mereka masing-masing.
Mawar mulai menjelaskan semua yang terjadi padanya kepada mereka berdua dari awal hingga akhir tanpa ada yang terlewati, namun dia tidak menceritakan ketika dia menolong Rasi dari para pria berpakaian hitam itu.
Dia hanya mengatakan saat waktu kembali dia tak sengaja melihat ada perkelahian di depannya sehingga dia memilih bersembunyi.
Sampai ketika merasa keadaan sudah aman dan mereka semua pergi barulah dia melanjutkan perjalanannya pulang ke rumah, karena itulah dia terlambat. Lili dan Gita pun akhirnya mengerti kenapa sahabat mereka itu begitu lama untuk pulang ke rumah, ternyata dia bersembunyi karena takut pada orang-orang berpakaian hitam itu setelah mendengarkan semua penjelasannya.
__ADS_1
Akhirnya ketiga sahabat itu memilih mengerjakan tugas mereka beberapa menit lagi baru kemudian mereka akan berhenti dan masuk ke kamar yang mereka tempati masing-masing untuk beristirahat. Karena besok pagi mereka hari berangkat lagi ke sekolah.
Pagi hari ketika ketiganya bangun dan akan bersiap-siap ke sekolah, Mawar, Lili dan Gita keluar dari kamar mereka masing-masing dengan seragam yang sudah rapi menuju ruang makan untuk sarapan pagi yang sudah disiapkan oleh pembantu rumah itu.
Mereka bertiga duduk bersama untuk memulai sarapan di atas meja yang sudah disediakan roti selai dan 3 gelas susu, mereka sarapan tanpa ada yang bersuara.
Setelah selesai sarapan mereka bertiga pun berangkat ke Star School, diantar oleh sopir Gita. Ketiganya duduk berdesakan di kursi belakang karena tidak satu orang pun dari mereka bertiga yang mau duduk di kursi depan samping pak sopir, sebelum berangkat ke sekolah terjadi sedikit drama saling tolak menolak antara ketiga sahabat baik itu untuk menempati kursi depan.
Karena tidak ada yang mau duduk di depan, akhirnya pak sopir yang melihat Nona muda dan kedua sahabatnya yang masih berdiri di luar mobil dan tidak ada satupun dari mereka yang mau masuk ke dalam mobil, mengingat waktu terus berjalan dan ketiganya bisa saja terlambat pak sopir pun membuka suaranya
"Iya juga, kenapa kita tidak duduk bersama saja di kursi belakang, badan kita tidak terlalu besar untuk duduk bersama di kursi belakang lebih dari cukup dengan tubuh kita yang kecil ini. "Ucap kita menepuk jidatnya
Mawar dan Lili melihat kelakuan Gita pun tertawa bersama, tertawa kebodohan mereka yang membuang-buang waktu ke sekolah hanya untuk posisi tempat duduk.
Mereka bertiga pun akhirnya naik ke kursi bagian belakang, pak sopir pun menjalankan mobil keluar rumah untuk mengantarkan Nona dan kedua sahabatnya ke sekolah, di dalam perjalanan mereka bertiga berbicara ringan sambil bercanda dan tertawa bersama.
Pak sopir memperhatikan ketiga gadis yang duduk di belakang dengan tersenyum melalui kaca mobil. "Orang bilang jangan melihat sesuatu dari tampilannya itu betul sekali, dan sekarang aku melihatnya sendiri, walaupun wajahnya tidak terlihat cantik dan sangat buruk tetapi tidak dengan hatinya, hatinya begitu baik, aku bisa berkata jika hatinya lebih cantik dari wajahnya, ternyata Nona memilih teman yang pas untuknya." Ucap pak sopir dalam hati sambil memandangi mawar dengan tersenyum kecil. Mawar yang melihatnya pun hanya tersenyum kembali kepada pak sopir.
Setelah selesai dia pun masuk ke dalam untuk bersiap mandi dan ketika dia akan masuk ke dalam rumah, di situlah dia bertemu dengan pak sopir yang sedang menyiapkan mobil untuk Nona dan sahabatnya ke sekolah.
Mawar menyapa pak sopir dengan sopan sambil tersenyum yang membuat pak sopir memandang kagum pada sahabat Nona nya itu.
Bisa saja mawar juga menyiapkan sarapan untuk mereka bertiga, tapi karena bibi yang membuat sarapan sudah berada di dapur dan juga Karena waktu, akhirnya mawar memilih melakukan urusannya sendiri.
Beberapa waktu berlalu sampailah mobil yang membawa ketiganya berhenti tepat di depan gerbang Star School. Gita pun turun dari mobilnya terlebih dahulu dari kedua sahabatnya.
Para siswa yang berada di sekitarnya tidak terlalu peduli dengan hal itu karena rata-rata siswa yang bersekolah di Star School adalah anak orang kaya, jadi dengan diantar menggunakan mobil ke sekolah sudah menjadi hal biasa bagi murid di sekolah itu.
__ADS_1
Ketika Lili dan Mawar turun dari dalam mobil Gita, Mereka berdua pun menjadi pusat perhatian para murid yang akan masuk ke Star School. Jika itu Lili mereka juga masih memandang kagum pada wajah cantiknya walaupun mereka tahu, dia bukan dari kalangan orang seperti mereka.
Mereka tahunya Lili adalah anak orang miskin sama seperti Mawar yang tiap hari ke sekolah dengan menaiki bus, mereka bersekolah di Star School karena mendapatkan beasiswa, ketika pandangan mereka tertuju pada mawar malah yang terjadi sebaliknya pandangan mereka menatap Mawar tidak suka juga jijik padanya, dan terjadilah bisik-bisik tetangga di antara para murid tersebut.
"Oh, ternyata ada tuan Putri bersama dengan satu asisten dan satu pembantunya ke sekolah bersama. "Ucap Elleanor yang muncul tiba-tiba entah dari mana sambil menyindir mawar dan kedua sahabatnya itu
"Jangan kurang ajar Elleanor, kita ini kakak kelas kamu. "Ucap Gita marah
"Memangnya kenapa kalau kalian kakak kelas? "Tanya Elleanor sinis
" Mulutnya memang harus dikasih pelajaran biar bicara dengan lebih sopan kepada orang yang lebih tua." Ucap Lili kesal sambil maju ke depan Eleanor dan ingin menamparnya
Belum sempat Lili menamparnya, Elleanor sudah ditarik oleh kakaknya Ellen. Ellen menarik tangan adiknya, Elleanor yang akan protes pada kakaknya karena ditarik paksa itu akhirnya diam ketika mendengar Ellen berkata. "biarkan si buruk rupa sesekali tahu bagaimana rasanya naik mobil bagus ke sekolah, itu tidak merugikan kita, karena bukan mobil kita yang dia naiki."
Setelah mendengar ucapan kakaknya dia pun berbalik menatap Mawar dengan sinis, sedangkan Mawar yang ditatap sedang sibuk menahan tangan Lili yang sedang marah dan menetap ke arah Elleanor bagai musuh bebuyutan dibantu oleh Gita, takutnya jika mereka melepaskan Lili maka dia akan berlari mengejar Elleanor dan mencakar wajahnya itu, mereka berdua tahu jika Lili sedang marah dia akan terlihat seperti singa betina yang anaknya sedang diganggu.
"Sudah, tenanglah aku tidak apa-apa sebaiknya kita masuk." Ucap mawar menenangkan sahabatnya itu
Mereka bertiga masuk ke kelas IX satu sambil bergandengan tangan, bukan gandengan lebih tepatnya Gita dan Mawar memegang tangan kiri dan kanan Lili hingga ke tempat duduknya.
Selly yang berada di tempat duduknya berdiri membiarkan Lili masuk dan duduk di kursinya dibantu oleh kedua sahabatnya.
"Ada apa dengannya ? "Tanya Selly
"Emosi, karena tidak dapat mencakar jelmaan iblis karena ditahan dua malaikat tidak bersayap. "Jawab Lily dan menghembuskan napasnya kasar
Bukan dijawab oleh Gita dan Mawar malah Lili yang menjawab sendiri pertanyaan Selly. Gita dan Mawar saling pandang dan tersenyum mereka legah karena sahabatnya itu sudah kembali ke keadaan normal lagi, suasana hatinya itu mudah sekali berubah, walaupun belum sepenuhnya berubah karena dia masih menjawab pertanyaan Selly dengan sedikit nada tidak terima dan juga kesal.
__ADS_1
Sedangkan Selly menatap mereka bertiga satu persatu dengan wajah bingung. "Apa mereka yang aneh atau aku yang aneh ? "Tanya Selly dalam hati menatap ketiga teman sekelasnya itu.
Dia pun tidak ambil pusing dengan kelakuan mereka bertiga dia memilih membuka buku dan membacanya, dia merasa tidak akan cocok dengan mereka bertiga.