
Kembali ke rumah sakit, setelah Lili dan selesai mendonorkan darah mereka dan beristirahat selama beberapa menit Keduanya kembali berkumpul dengan teman-teman mereka yang masih menunggu dengan setia di rumah sakit itu.
"Gita, apakah kamu sudah memberitahu orang di rumahmu jika kita tidak pulang malam ini?" Tanya Lili duduk di samping Gita
"Aku sudah memberitahu bibi di rumahku agar tidak menunggu kita pulang malam ini, juga memberitahu apa yang terjadi agar orang di rumah tidak berpikiran macam-macam tentang kita bertiga." Jawab Gita
"Aku juga sempat memberitahu ayahku tentang kondisi Mawar dan kata ayahku aku harus kembali besok pagi-pagi sekali kamu jadi tolong kamu temani Mawar sampai aku kembali ke sini lagi." Ucap Lili minta tolong pada Gita
"Kamu tidak perlu meminta tolong seperti itu padaku, Mawar juga merupakan salah satu sahabat baik aku selain dirimu jadi sudah pasti aku akan dengan senang hati menjaganya, tanpa kamu meminta pun aku akan tetap menjaganya, jika kamu tidak bisa menemaninya di sini dan tidak perlu khawatir karena kakakku akan ke sini besok." Ucap Gita
"Kakak kamu?" Tanya Lili bingung
"Iya, aku tadi sempat video call sama keluargaku memberitahu keadaan Mawar dan juga meminta izin menemaninya di rumah sakit ini sampai dia siuman nanti." Ucap Gita
"Terus kenapa Kakak kamu ingin mendatang ke sini?" Tanya Lili masih bingung
"Katanya kakakku ingin menemani aku dengan menjaga aku selama aku di sini, katanya dia sangat khawatir pada diriku ini dan tidak ingin membiarkan adiknya sendirian di rumah sakit ini, karena aku tidak pernah menginap di luar rumah dan ini pertama kalinya aku ke rumah sakit lagi setelah aku dilahirkan." Ucap Gita
"Dasar anak mami siapa yang sakit, siapa yang malah dijaga, enaknya mempunyai seorang kakak laki-laki yang bisa menjaga kita dan juga mengkhawatirkan kita." Ucap lili dengan sedikit bercanda pada Gita
Gita yang mendengar ucapan Lili hanya bisa tersenyum menatap ke arah sahabatnya itu, dia legah jika kakaknya akan datang menemani dia untuk menjaga sahabatnya Mawar, sehingga dia bisa meyakinkan Lili bahwa dia akan menjaga Mawar dengan baik karena ada kakaknya yang akan menemani dia di sini.
__ADS_1
"Oh iya, tapi yang membuat aku bingung kenapa ayahmu harus menyuruhmu pulang pagi-pagi sekali, bukannya ayahmu telah mengijinkan kamu menjaga Mawar hingga orang tua Mawar datang menemani dia di rumah sakit?" Tanya Gita
"Aku pun juga tidak tahu mengapa, ayahku hanya menyuruh ku pulang dan tidak memberitahu aku alasannya." Jawab Lili
"Jika kamu akan pulang pagi-pagi sekali, bagaimana dengan koper dan barang-barangmu yang masih berada di rumahku?" Tanya Gita lagi
"Nanti saja akan aku ambil setelah kembali lagi ke sini." Jawab Lili
Ketika waktu selesai mengambil darah dan sedang beristirahat di ruangan dokter, Lili sempat kembali ditelepon oleh ayahnya. Ayahnya menanyakan keadaan temannya apakah sudah baik-baik saja, Lily menjawab pada ayahnya jika Mawar masih dalam keadaan kritis masih ditangani oleh dokter, dia juga mengatakan bahwa saat ini dia sedang mendonorkan darahnya pada Mawar karena Mawar membutuhkan donor darah sekarang dan tidak ada yang mempunyai darah yang sama dengan sahabatnya itu dan juga stok darah yang sama di rumah sakit pun tidak ada yang sama dengannya.
Ketika mendengar itu, ayahnya sempat tidak percaya pada apa yang dilakukan oleh Lili dengan mendonorkan darahnya pada sahabatnya itu, tetapi setelah dijelaskan tentang semua situasinya dan mengapa Lili harus mendonorkan darahnya, akhirnya ayahnya itu sedikit lebih tenang, tetapi Lili diminta segera pulang oleh ayahnya malam itu juga dan ayahnya akan menjemput Lili di rumah sakit.
Mendengar permohonan putrinya, akhirnya ayah Lili membiarkan dia berada di sana dan besok pagi-pagi sekali sudah harus pulang dan dia akan dijemput oleh ayahnya. Lili bingung pada ayahnya yang awalnya mengizinkan dia menemani Mawar kemudian menyuruhnya untuk segera pulang setelah dia memberitahu pada ayahnya jika dia sudah mendonorkan darahnya pada Mawar. Dia bertanya-tanya dalam hatinya kenapa ayahnya seperti tidak ingin dia mendonorkan darahnya pada sahabatnya sendiri.
"Besok aku akan tanya pada ayah kenapa menyuruh aku untuk pulang pagi-pagi sekali, sepertinya ada sesuatu yang disembunyikan ayah dari aku." Ucap Lili dalam hati
"Ada apa denganmu?, sepertinya kau sedang memikirkan sesuatu, jika ada yang ingin kamu ceritakan, kau bisa berbagi cerita denganku." Ucap Gita bertanya pada Lili
"Tidak ada, aku hanya sedang berdoa agar Mawar baik-baik saja setelah mendapatkan donor darah dari aku dan juga Selly, semoga saja keadaan dia akan semakin membaik setelah ini." Jawab Lili sedikit berbohong
Saat ini di dalam kepala kecilnya itu muncul banyak pertanyaan-pertanyaan yang segera ingin ditanyakan pada ayahnya dan ingin segera juga mendapatkan jawaban yang benar dan pasti dari ayahnya itu. Lili ingin ayahnya menjawab pertanyaan-pertanyaan yang akan dia ajukan dengan jujur dan bukan dengan alasan bahwa ia masih kecil seperti yang selalu dilakukan oleh ayahnya ketika dia bertanya sesuatu yang serius kepada ayahnya itu.
__ADS_1
Bahkan ayahnya selalu menjawab dengan teka-teki yang sangat sulit dia pahami dan dia pecahkan dengan kepintaran dia yang sedikit itu, dibandingkan dengan sahabatnya Mawar yang selalu memahami apa yang di katakan oleh orang lain, bahkan teka teki yang sulit sangat mudah dipahami oleh sahabatnya itu yang mempunyai otak yang sangat pintar dan cerdas.
Walau dia dan Mawar sama-sama menerima beasiswa, tetapi kepintaran mereka berdua tidak bisa dibandingkan. Kepintaran Mawar berada di atasnya, walaupun Mawar terlihat jarang belajar, dan terkadang bersikap acuh pada apa yang diterangkan oleh guru di depan kelas, dan hanya membuat catatan dengan singkat atau pun kadang tidak membuatnya tetapi nilai Mawar selalu berada di atas nilainya, yang mana Lili adalah orang yang selalu rajin belajar dan mempunyai catatan yang lengkap dan paling fokus ketika belajar tetapi dia tidak bisa memiliki nilai yang lebih dari sahabatnya itu.
Lili pernah bertanya pada Mawar, terbuat dari apakah otak sahabatnya itu, kenapa dia bisa begitu pintar dan cerdas bahkan sering sekali tidak belajar tetapi bisa nilainya selalu yang paling tertinggi dari orang-orang yang rajin bahkan paling rajin belajar di sekolah. Walaupun begitu dengan kepintaran yang dimiliki Mawar tidak pernah membuat Lili iri pada kepintaran sahabatnya itu.
Dia bahkan merasa bangga pada sahabatnya, karena bisa bersaing dengan yang lainnya untuk menempati tempat sebagai salah satu murid terpintar di sekolah mereka. Mawar selalu bersaing dengan Raka dan Selly untuk menempati posisi pertama murid dengan nilai tertinggi di kelas mereka, di sekolah, bahkan antar kota.
Lili percaya setiap orang mempunyai kelemahan dan kelebihannya masing-masing, dan untuk sahabatnya itu walaupun memiliki kekurangan yang jelas pada ciri fisiknya tetapi dia juga memiliki kelebihan, salah satunya adalah otaknya yang cerdas dan juga pintar yang bahkan kepintarannya itu tidak semua orang bisa memilikinya atau bisa seperti dirinya.
Beberapa waktu berlalu dokter keluar dari ruangan yang menjadi tempat Mawar ditangani melihat dokter yang telah keluar Lili dan teman-temannya segera berdiri dan mendekat ke arah dokter untuk menanyakan keadaan temannya itu.
"Dokter bagaimana keadaan teman kami?" Tanya beberapa diantara mereka bersamaan, kecuali Shafita, dan ketiga remaja laki-laki tampan yang hanya diam menunggu jawaban dari dokter
Bersambung.......
sampai jumpa lagi di episode berikutnya 😊
terima kasih semuanya yang sudah membaca cerita ini 🙏😊
dan makasih semuanya atas dukungan yang diberikan pada Author
__ADS_1