
Sepeninggalan Raka dan sahabatnya, Shafita merasa sangat kesal karena Raka tidak memperdulikannya, Shafita mengepalkan tangannya dan bertekad akan mendapatkan semua perhatian dari Raka. " Aku akan mendapatkanmu Raka, dan berada satu kelompok denganmu adalah kesempatan besar untuk aku mendekatimu." Ucap Shafita dalam hati sembari memandangi Raka dan kedua sahabatnya keluar dari kantin.
"Ayo kita juga pergi dari sini, tidak ada gunanya juga kita berada di sini."ucap Shafita dan mengajak kedua sahabatnya keluar dari kantin dengan berdecak kesal. Sebenarnya mereka telah selesai makan dan akan keluar dari kantin tetapi tidak jadi karena ketika mereka Raka dan kedua sahabatnya berada di dalam kantin, mereka pun mengurungkan niatnya untuk keluar dan malah memilih berjalan dan mendekati ketiga remaja laki-laki tampan itu untuk mencari perhatian dari mereka, walaupun hasilnya sudah pasti diketahui bahwa mereka tidak akan berhasil dan malah ditinggalkan begitu saja.
Beralih ke taman sekolah, kini dibawah pohon duduk Mawar dan kedua sahabatnya yang telah selesai makan makanan yang di pesan oleh Gita dari kantin, mereka tidak lagi kembali ke kelas mereka, Karena jam pelajaran selanjutnya adalah pelajaran olahraga, dan guru olah raga mereka tidak masuk sekolah hari ini karena harus ijin untuk menemani istrinya ke rumah sakit, maka kelas IX satu dibebaskan untuk beraktifitas asal jangan menganggu murid lainnya yang sedang belajar.
Untuk itu mereka bertiga memilih tetap berada di taman dan bersantai dibawah pohon di taman tersebut sambil berbincang dan bercanda. Kalaupun mereka memilih masuk ke dalam kelas, pasti kelas mereka tidak ada penghuninya, ketika jam kosong seperti ini setiap murid di kelas IX satu akan memilih keluar dari dalam kelas untuk melakukan kegiatan mereka masing-masing, kebanyakan dari mereka akan berada di perpustakaan untuk belajar mandiri, sebagaian besar murid laki-laki akan berada di lapangan basket, begitupun juga dengan sebagian siswi perempuan akan berada di lapangan basket juga hanya sekedar untuk menonton teman laki-laki mereka yang sedang bermain basket.
Seperti saat ini di lapangan basket, terlihat Shafita dan kedua sahabatnya Vanilla dan Kornelia yang sedang menemani dirinya menonton Raka yang sedang bermain basket dengan para sahabatnya itu. Sebagian murid perempuan yang lain yang berada di lapangan basket ketika melihat Shafita dan kedua sahabatnya itu datang, mereka pun lebih memilih pergi dari lapangan itu dan mereka lebih memilih pergi ke ruang seni, karena mereka tidak ingin mencari masalah dengan si ratu buli itu.
🌹 🌹🌹 🌹 🌹
Di taman Gita sedang mengeluh dan mengeluarkan unek-uneknya kepada kedua sahabatnya itu.
" Kanapa aku harus berbeda kelompok dengan kalian berdua?, Apalagi harus berkelompok dengan dua pangeran dingin, satu cowok cupu yang penakut dan juga wakil ketua kelas yang selalu terlihat serius seperti kutu buku itu." Ucap Gita mengeluh
Gita merasa tidak cocok dengan kelompok itu karena tidak ada seorang pun dari mereka yang bisa dia ajak untuk bergosip maupun bercanda, lebih parahnya lagi, kelompoknya harus meneliti tentang bunga Easter Lili nama yang sama dengan sahabatnya jika dibalik.
Mawar tertawa mendengar keluhan Gita tentang nama Lili. Sedangkan Lili memasang wajah cemberut dan kesal karena Mawar yang menertawakan namanya dan Gita yang mengeluh tentang namanya.
Dengan kesal Lili berkata kalau mereka juga tidak cocok dengan kelompok mereka, apalagi harus satu kelompok dengan pangeran es berwajah datar, irit bicara dan susah di dekati itu, ditambah lagi dengan si ratu buli yang suka membuli Mawar. Setiap kali Lili melihatnya, dia merasa tangannya selalu gatal dan ingin sekali untuk mencakar wajahnya yang selalu merasa paling cantik sedunia.
__ADS_1
" Malangnya nasib diriku ini." Ucap Lili mendramatisir
" Setidaknya kalian berdua berada di dalam kelompok yang sama dan bisa saling menjaga." Ucap Gita kepada mereka berdua
" Jadi dimana kelompok kalian akan melakukan penelitian?" Tanya Gita lagi pada kepada keduanya
" Setelah selesai berdiskusi di kelas, kelompok kita sepakat untuk melakukan penelitian di restoran bintang." Jawab Mawar
" Itu betul, tapi berdiskusi bukan kelompok, tapi hanya tiga orang saja, yang dua lainnya itu hanya patung bernyawa." Ucap Lili tidak suka dengan apa yang baru di ucapkan Mawar
Waktu di kelas kelompok Mawar dan Lili ditugaskan untuk meneliti tentang bunga kembang sepatu, karena tidak ada dari anggota kelompok mereka yang rumahnya di tumbuhi bunga kembang sepatu, jadi mereka sepakat untuk mengerjakan tugas penelitiannya di taman restoran bintang dan ide itu awalnya dari si ratu buli. Dia hanya menyarankan untuk mengerjakan tugas mereka di restoran bintang setelah itu tidak berbicara lagi. Dia seperti mempunyai rencana lain yang tidak diketahui oleh teman-temannya.
Bisa saja Mawar membawa mereka kerumahnya, karena dirumahnya itu tumbuh segala jenis bunga, dan banyak sekali bunga kembang sepatu tumbuh di belakang rumahnya, akan tetapi itu tidak mungkin akan dia lakukan, karena tidak satupun dari teman-temannya di sekolah yang tau dimana alamat rumahnya bahkan kedua sahabatnya pun tidak.
Karena alasan dilarang ibunya dan juga karena wajahnya yang buruk, yang bisa membuat keluarganya malu. Dia tidak ingin sampai ada yang tau kalau dia adalah salah satu putri dari keluarga Austin, yang bisa membuat ibunya itu akan tambah membenci dirinya. Dan sampai sekarang ini tidak ada yang tau kalau Mawar adalah salah satu dari putri dari keluarga Austin.
Semua orang di kota N tau kalau keluarga Austin mempunyai tiga putri yang sangat cantik, putri pertama mereka menempuh pendidikan di luar negeri sedangkan kedua putri kembar keluarga Austin menempuh pendidikan di Star School, jadi tidak ada yang akan percaya kalau Mawar adalah putri pertama dari keluarga Austin, karena wajahnya yang jauh dari kata cantik.
Bahkan tidak ada yang akan curiga dengan namanya yang hampir sama dengan putri pertama dari keluarga Austin. Di berkas data diri Mawar juga namanya di singkat menjadi Mawar T.A, begitupun dengan nama orang ayah dan ibunya, tidak tertulis nama Julian dan Shaina Austin, tetapi nama pembantu di rumahnya, di berkas data diri itu tertera nama bibi May dan suaminya. Sehingga walaupun nama Mawar yang di singkat itu tidak mirip dengan nama putri Julian tidak akan ada yang curiga padanya.
Walaupun jika dia di ijinkan untuk membawa teman-temannya ke rumah sebagai anak dari pembantu itu tidak akan dia lakukan, karena pasti mereka akan curiga dengannya, apalagi jika harus membawa anggota kelompoknya ke rumah, maka itu bisa menjadi drama yang panjang dan memusingkan. Karena kedua adiknya itu tidak akan membiarkan mereka mengerjakan tugas dengan tenang, apalagi ada si ratu buli yang sekelompok dengannya, yang menjadi musuh semua siswi perempuan diseolah dalam hal mendekati Raka. Jika sampai dia membawa mereka semua ke rumahnya maka dia tau dengan pasti akan terjadi drama perebutan siapa yang akan menduduki posisi putri mahakota untuk mendampingi putra mahakota Raka Damian Alexander seperti yang ada di drama-drama kerjaan.
__ADS_1
Karena dia tau kalau kedua adiknya itu sangat menyukai Raka dan merasa pantas dengannya karena berada di kalangan yang sama dengan teman sekelasnya itu, maka dari itu mereka dengan sombongnya, selalu merasa tidak ada yang lebih pantas dari mereka berdua, salah satunya adalah Shafita yang selalu mengatakan kalau dia telah dijodohkan oleh orang tuanya dengan Raka, sehingga kedua adiknya itu juga mengganggap Shafita sebagai saingannya, dan mereka akan berusaha saling menjatuhkan ketika mereka bertiga bertemu.
Dengan begitu Mawar tidak akan membawa mereka ke rumahnya yang akan mengundang masalah untuk dirinya sendiri, karena jika terjadi sesuatu pada kedua adiknya itu maka dia yang pasti akan di salahkan, dan kedua adiknya itu akan mengkambinghitamkan dirinya di depan kedua orang tuanya.
Dan akibatnya dia akan tambah dibenci oleh ibunya, karena selalu membuat kedua adiknya itu terkena masalah, walaupun itu ulah kedua adiknya sendiri dan bukan dia yang membuat masalahnya, dan akan dihukum untuk mengerjakan semua pekerjaan rumah selama seminggu. Sedangkan ayahnya hanya pasrah dengan apa yang diputuskan oleh istrinya jika itu tidak terlalu berlebihan menurutnya.
Waktu berlalu dan jam pelajaran selanjutnya akan dimulai Mawar mengajak kedua sahabatnya pergi dari taman dan kembali ke kelas untuk mengikuti jam pelajaran selanjutnya. Tidak berselang lama bel berbunyi menandakan sekolah telah selesai dan mereka bisa pulang kerumah. Mawar dan kedua sahabatnya berjalan keluar dari dalam kelas bersama dan turun ke lantai bawah, setelah di lantai paling bawah mereka keluar bersama dengan para murid yang lain yang berjalan kearah gerbang sekolah untuk pulang kerumah mereka masing-masing.
Tak lama jemputan Gita sudah berada didepannya. "Aku pulang duluan ya." Ucap Gita pada kedua sahabatnya. Gita tidak menawarkan tumpangan kepada mereka berdua karena arah jalan menuju rumah mereka bertiga berbeda
Mawar dan Lili melanjutkan perjalanan menuju tujuan mereka. mereka berdua menyeberangi jalan menuju halte bus.
" Kita jadi pergi kan?" Tanya Lili
" Iya, kita akan pergi, jadi kita tidak akan repot lagi besok." Jawab Mawar
" Oke, jangan lupa kabari orang rumah mu." Ucap Lili mengingatkan
Oke bersambung.........
Sampai jumpa lagi episode selanjutnya
__ADS_1
Terima kasih semuanya yang sudah membaca 🙏😊