
"Teman kalian telah selesai diperiksa akan tetapi dia membutuhkan donor darah sekarang karena dia kehilangan banyak darah sewaktu kecelakaan dan kami juga memiliki masalah di sini, kami tidak bisa mengetahui golongan darah teman kalian sehingga kami tidak bisa mengtransfusikan sembarangan darah pada teman kalian, takutnya itu akan berdampak buruk pada teman kalian kalau bisa segera hubungi orang tuanya karena pasti salah satu diantara ayah atau ibunya memiliki golongan darah yang sama dengannya."Ucap dokter menjelaskan keadaan Mawar kepada mereka
"Apakah cuma itu caranya dok?, apakah tidak ada Cara lainnya, karena ayah maupun ibunya sedang tidak berada di kota ini dan kami tidak dapat menghubungi keluarganya yang lain?" Tanya Lily pada dokter dengan perasaan khawatir
"Kami juga sedang berusaha dengan mengirimkan sampel darahnya ke rumah sakit yang lain untuk diperiksa mungkin saja mereka memiliki golongan darah yang sama dengan teman kalian karena di rumah sakit ini tidak ada golongan darah seperti itu." Ucap dokter
"Apakah kami bisa mendonorkan darah kami padanya dok?" Tanya Shafita yang baru kembali dari luar, sebelumnya dia keluar karena bertengkar dengan Lili
"Apakah kau bodoh?, dokter sudah mengatakan jika golongan darah Mawar tidak terdapat di rumah sakit ini, dan tidak diketahui golongan darahnya apa, bagaimana kita mendonorkan darah padanya jika tidak mengetahui golongan darahnya, jika terjadi sesuatu padanya kau mau bertanggung jawab?" Ucap Lili dengan marah pada Shafita
Ketika mendengar perkataannya yang dia ajukan oleh Shafita membuat Lili sudah tenang pun mulai marah kembali kepada Shafita karena pertanyaan yang dia ajukan sudah jelas apa jawabannya.
"Aku tidak bodoh dan apa salahnya jika kita mendonorkan darah pada gadis buruk rupa itu, kita bisa melakukan pengecekan darah di rumah sakit ini, jika diantara kita ada yang golongan darah sama dengan gadis buruk rupa itu maka kita bisa menolongnya." Balas Shafita pada Lili
Ketika ucapan Shafita akan dibalas oleh Lili, mulutnya sudah kembali di bekap oleh tangan Gita. Dia memilih membekap mulut sahabatnya itu agar tak semakin kacau keadaannya. Dia tahu jika tidak menghentikan sahabatnya untuk berbicara, maka Lili dan Shafita tidak akan berhenti berdebat. Gita tak habis pikir dengan keduanya, di dalam keadaan genting begini, mereka malah berdebat
"Bisakah kalian berdua diam." Ucap Gita yang sudah lelah dengan keduanya yang terlihat seperti ibu-ibu tetangga yang sedang berkelahi
"Apa yang dikatakan temanmu tidak salah untuk dicoba siapa tahu di antara kalian ada yang mempunyai jenis darah yang sama dengannya jadi tidak ada salahnya jika kalian mencoba untuk melakukan pengecekkan, walaupun kemungkinannya kecil atau bisa saja tidak ada sama sekali, karena ini juga pertama kalinya saya menemukan jenis darah yang tidak bisa dideteksi golongannya, kasus seperti ini belum pernah terjadi selama saya menjadi dokter." Ucap dokter
" Walaupun itu hanya 0,01% pun kami akan mencobanya." Ucap Lili setelah melepaskan tangan Gita dari mulutnya
Setelah mendengar apa yang dikatakan oleh dokter, akhirnya mereka pergi mengikuti dokter untuk mengecek darah mereka apakah ada yang sama dengan Mawar. Yang melakukan pengecekkan darah hanya Gita, Lili, Selly, Shafita dan juga Bian yang mengecek darah mereka sedangkan ketiga remaja laki-laki dingin itu tidak bisa mendonorkan darah mereka karena tidak sama dengan Mawar jadi mereka hanya bisa menunggu kabar dari teman-teman lainnya.
Untuk Tian, dia lebih dulu pergi membawa ponsel Mawar untuk diperbaiki sebelum Shafita kembali ke tempat mereka berada sehingga dia tidak tahu mengenai saran dari Shafita tentang mengecek golongan darah mereka untuk membantu Mawar
__ADS_1
Sebenarnya Shafita enggan untuk mendonorkan darahnya pada Mawar dan berniat pulang setelah Mawar diantarkan ke rumah sakit. Hanya karena Lili menuduhnya mendorong Mawar dari atas tangga, maka dia tetap berada di sana dan menyarankan hal tersebut agar mengurangi kecurigaan pada dirinya kalau dia yang bersalah telah mendorong Mawar dia akan berada di sana hingga bukti yang sebenarnya diperlihatkan pada singa betina yang cerewet itu.
Di seberang jalan tak jauh dari rumah sakit berdiri remaja laki-laki dengan memegang ponsel hancur di tangannya sedang menunggu seseorang. Tidak lama sebuah mobil sedan hitam parkir di depannya, dia adalah yang sebelumnya minta ponsel rusak Mawar pada Lili untuk diperbaiki agar bisa menghubungi orang tuanya, karena dia memiliki teman yang bekerja di tempat servis alat elektronik, Tian masuk ke dalam mobil tersebut dan berlalu meninggalkan tempat itu.
Dia akan membawa ponsel Mawar kepada temannya untuk diperbaiki pada malam itu juga, karena ponsel tersebut sangat dibutuhkan sekarang ini, dengan alasan itu sehingga Lili membiarkan Tian membawa ponsel Mawar dengannya.
Lili bahkan awalnya tidak percaya bahwa Tian mempunyai teman yang bisa memperbaiki ponsel yang bahkan sudah hancur menjadi beberapa bagian itu, karena dia tahu bahwa Tian adalah anak yang pendiam dan anti sosial, dan tidak mempunyai satu orang teman pun di sekolah dia bahkan sering dibully oleh teman-teman lainnya di sekolah karena penampilannya yang kampungan dan terlihat sangat cupu, penampilan Tian tak jauh berbeda dengan mawar, hanya saja Tian lebih beruntung karena wajahnya tidak buruk seperti Mawar.
Lili memberikan ponsel Mawar pada Tian dengan pikiran bahwa yang terpenting ponsel itu bisa diperbaiki secepatnya agar bisa memberitahukan keadaan sahabat mereka itu kepada orang tua Mawar, masalah apakah Tian bisa memperbaiki ponsel Mawar atau tidak biarkan itu menjadi urusannya Tian, karena Tian telah berjanji padanya kalau ponsel Mawar pasti bisa diperbaiki oleh temannya itu, jadi dia tidak perlu khawatir.
Kembali ke rumah sakit, di dalam sebuah ruangan terdapat 4 gadis cantik yang sedang duduk menunggu giliran untuk diambil sampel darahnya, sedangkan Bian sudah berada bersama dokter untuk diambil darahnya terlebih dahulu. Setelah Bian selesai kini giliran Gita yang diambil darahnya, satu persatu mereka bergantian hingga terakhir ditutup dengan Selly.
Setelah semuanya selesai mereka keluar bersama dengan dokter yang akan membawa darah mereka untuk diperiksa. " Dokter berapa lama hasilnya akan keluar. "Tanya Lili tak sabaran
"Semoga saja ada keajaiban salah satu diantara kita mempunyai jenis darah yang sama dengannya." Ucap Gita
"Kita berdoa saja semoga keajaiban itu terjadi, mengingat jenis darah yang Mawar punya bisa dikatakan langka." Balas Lili
Mereka memilih kembali ke tempat ketiga teman mereka yang berada di depan ruang IGD tempat Mawar ditangani. Mawar belum bisa dipindahkan karena kondisinya masih dalam keadaan yang tidak baik-baik saja. Tidak berselang lama terlihat dokter sedang berjalan ke arah mereka dengan memegang sesuatu di tangannya. Ketika sebelum sampai di hadapan mereka dokter itu sudah di bombardir pertanyaan oleh mereka.
"Apakah hasilnya sudah keluar dok?" Tanya Lili tidak sabaran ingin segera mengetahui hasil tesnya
"Apakah ada diantara kami memiliki darah yang sama dengannya?" Tanya Gita penasaran juga dengan hasilnya
"Bisakah kalian berdua diam dulu, biarkan dokter memberitahukan hasil tesnya terlebih dahulu." Ucap Selly yang akhirnya berbicara kepada mereka yang tidak sabaran itu
__ADS_1
Dokter memilih melihat hasil tes darah mereka yang sudah tertera di beberapa lembar kertas yang tengah dipegangnya. Kemudian beralih menatap anak-anak remaja yang berdiri di depannya yang sedang menunggu dengan harap-harap cemas. Setelah beberapa menit melihat hasil tes itu dokter pun menghela napasnya dalam sebelum berucap
"Dari hasil tes ini bisa dilihat bahwa,,,"ucap dokter belum selesai
"Sudah pasti tidak ada yang cocok diantara kita." Ucapan Lily memotong ucapan dokter
Sebelum dokter melanjutkan ucapannya terlebih dahulu sudah dipotong oleh lili yang sudah yakin jika tidak ada di antara hasil tes darah yang mereka lakukan tidak ada satupun diantara hasil itu mempunyai darah yang sama dengan Mawar.
"Apakah kau bisa tenang dulu singa betina?" Tanya Shafita tidak suka
Shafita sangat tidak menyukai apa yang dilakukan Lili. Dia selalu tidak suka dengan Lili yang menganggap jika apa yang dipikirkannya itu selalu benar, dan selalu membuat kesimpulan sendiri untuk sesuatu yang belum tentu benar adanya.
"Diam kau sapi, apa kau tahu apa yang dikatakan dokter sebelumnya? Dia mengatakan jika darah Mawar tidak bisa deteksi golongannya, dan itu secara tidak langsung bisa dikatakan jika Mawar memiliki darah yang langka dan yang bisa kita lakukan sekarang hanya menunggu Tian kembali dengan ponselnya Mawar yang sudah diperbaiki, agar kita bisa menghubungi orang tuanya agar secepatnya ke sini untuk bisa mendonorkan darah padanya karena hanya mereka yang pasti mempunyai golongan darah yang sama." Ucap Lili yang sudah merasa tidak ada yang bisa mereka lakukan lagi, karena dia yakin hasil tes darah mereka tidak ada yang sama dengan sahabatnya itu
"Aku memang tidak mendengarnya tapi kita perlu tahu hasilnya, karena aku tidak akan menyia-nyiakan darahku yang sudah diambil untuk diperiksa itu terbuang begitu saja." Ucapan Shafita
" Aduh sapi sok cantik, kalau kau tidak ikhlas untuk melakukannya, tidak perlu repot-repot untuk melakukannya, tidak ada satu orang pun yang memaksamu melakukan itu." Ucap Lili Geram geram
"Diam!!!" Teriak Selly yang sudah pusing dengan tingkah Lili juga Shafita yang terus saja berdebat tanpa henti
Bersambung........
sampai jumpa lagi di episode berikutnya 😊
terima kasih semuanya yang sudah membaca cerita ini 😊🙏
__ADS_1