
Mawar berjalan menuju ke arah dapur untuk masuk ke kamarnya yang memang berada di dekat dapur rumah itu. Setelah selesai berganti seragam sekolah dengan baju rumah yang nyaman, Mawar kemudian keluar dari dalam kamarnya menuju ke ruang makan untuk makan bersama dengan keluarganya yang sudah menunggu di meja makan.
Mawar tiba di meja makan dan duduk di kursinya yang berada disebelah kiri ayahnya. Mawar makan dengan melamun seperti sedang ada yang dia pikirkan.
" Bagaimana caranya aku meminta ijin kepada ayah yah?" Tanya Mawar dalam hati pusing dengan pikirannya sendiri
" Sebaiknya setelah selesai makam malam baru aku ijin dari ayah saja, jika sekarang aku tidak yakin ayah akan memberikan aku ijin, iya sebaiknya memang seperti itu." lanjut Mawar dalam hati
Mawar yang tengah asik melamun bahkan tidak mendengarkan sindiran dari adiknya Ellen, yang mengatakan bahwa Mawar merasa jika dia seperti seorang tuan putri dirumah itu, dimana semua orang harus menunggunya pulang baru bisa mereka makan bersama.
Setelah selesai makan malam, Julian berdiri duluan menuju ruang kerjanya, begitupun dengan Shaina dan si kembar Ellen dan Elleanor yang berdiri menuju kamar mereka masing-masing yang ada di lantai dua dan tiga. Sedangkan Mawar yang ditinggkan di meja makan memilih pergi ke kamarnya karena ada hal yang dia kerjakan sebelum pergi menemui ayahnya.
Sesampainya di dalam kamar Mawar mengambil laptop yang ada di atas meja belajarnya, dia kemudian membawanya ke atas tempat tidur. Mawar duduk di atas tempat tidur dan menyalakan laptopnya untuk mengerjakan sesuatu yang tidak diketahui. Setelah lima menit Mawar telah selesai dengan laptopnya.
Sambil tersenyum dia mematikan laptopnya dan menaruhnya kembali ke atas meja belajarnya, kemudian diapun keluar dari dalam kamarnya, Mawar berjalan ke arah ruang kerja ayahnya untuk meminta ijin, seperti yang sudah di rencanakan sebelumnya.
Sampai di depan ruang kerja ayahnya, Mawar mengetok pintu ruang kerja Julian. Setelah mendengar suara ayahnya yang berada dalam ruangan mempersilahkan dia untuk masuk, barulah Mawar membuka pintu tersebut untuk bertemu dengan ayahnya.
" Apakah ada yang mau kamu bicarakan dengan ayah?" Tanya Julian pada Mawar setelah dia berada di depannya
"Iya yah, ada yang mau aku bicarakan." Jawab Mawar
Mawar pun memberitahu maksud kedatangannya menemui ayahnya untuk meminta ijin menginap di rumah sahabatnya, dengan alasan-alasan yang sudah disusun rapi bersama kedua sahabatnya itu sewaktu mereka di sekolah, setelah mengatakan semua yang harus dikatakan, dia pun mendapatkan ijin dari ayahnya.
Setelah berbicara dengan ayahnya Mawar kembali ke kamarnya. Di dalam kamar, sebelum tidur dia menyiapkan seragam untuk dipakainya ke sekolah besok dan juga beberapa pakaian lagi serta perlengkapan lainnya yang dia masukan ke dalam koper kecil yang sudah dia siapkan sebelumnya untuk akan dibawahnya ke rumah Gita. Mawar memilih membawa serta kopernya ke sekolah agar tidak perlu lagi kembali ke rumah mengambil kopernya sepulang sekolah nanti, karena besok mereka akan langsung ke rumah Gita setelah sekolah selesai. Setelah itu dia pun memilih tidur karena besok dia tidak akan tidur di kamarnya lagi selama seminggu karena harus menginap dirumah gita selama seminggu.
Pagi hari Mawar terbangun dan keluar dari kamarnya, melihat bibi May yang berada di dapur lagi memasak, Mawar pun memilih membantu bibi May sebentar untuk membuat sarapan pagi ini, setelah selesai membantu bibi May menggoreng telur barulah Mawar pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
__ADS_1
Sudah menjadi kebiasaan Mawar jika ada waktu senggang dia akan membantu bibi May memasak di dapur, begitupun dengan pekerjaan lainnya seperti menyiram bunga dan lain-lain, seperti pagi ini, karena masih banyak waktu sebelum berangkat ke sekolah Mawar memilih membantu bibi May membuat sarapan.
Setelah selesai Mawar dari kamar mandi, dia berjalan kembali ke kamarnya untuk bersiap. Dia memakai seragam sekolah dan merapikan rambut dan penampilannya, selesai dengan urusan penampilannya, Mawar mengambil tas sekolah dan keluar dari dalam kamar setelah merasa semua sudah rapi dan tidak ada yang dia lupakan lagi, dia menarik koper di sebelah tangannya dan keluar menuju ruang makan.
Sesampainya di ruang makan, di meja makan hanya ada kedua adiknya, Ellen dan Elleanor, dia tidak melihat ayah maupun ibunya.
" Bibi May, ayah dan ibu kemana?" Tanya Mawar karena tidak melihat orang tuanya
" Tuan dan nyonya sudah berangkat lebih dulu karena ada pekerjaan penting dikantor non? Jawab bibi May yang berjalan disampingnya dengan segelas jus apel yang ada ditangannya untuk Elleanor yang sedang menunggu di meja makan
Akhirnya Mawar hanya sarapan bertiga bersama kedua adiknya, walaupun tidakk luput dari dari sindiran kedua adiknya ketika sedang sarapan, Mawar lebih memilih tidak menanggapi keduanya, dan sarapan dengan cepat. Setelah selesai sarapan mereka bertiga keluar dari rumah menuju mobil yang akan mengantarkan mereka ke sekolah.
Disamping mobil sudah ada pak Willy yang berdiri dengan membuka pintu mobil untuk mereka.
Pada saat Mawar akan naik ke mobil tangannya ditahan oleh Elleanor.
" Mau kemana kamu, hari ini kamu tidak mobil naik mobil bersama kami, lebih baik kamu jalan kaki biar sinar matahari pagi menyembuhkan wajahmu yang buruk itu biar sedikit lebih baik." Ucap Elleanor dengan nada sinis dan melepas tangannya dari Mawar sembari membersihkan tangannya dengan rasa jijik.
Elleanor menarik tangan Ellen masuk ke dalam mobil dan menyuruh pak Willy menjalankan mobilnya meninggalkan Mawar di depan rumah yang masih terdiam.
Tanpa sepengetahuan Elleanor dan pak Willy, Ellen menatap sekilas pada Mawar dari kaca mobil, kemudian segera beralih melihat ke arah Elleanor untuk mengajaknya berbicara agar tidak ketahuan oleh mereka.
Disudut hati Ellen yang paling dalam dia merasa sedih melihat kakaknya itu dan berpikir ingin mengajaknya bersama walaupun nanti diturunkan ditengah-tengah perjalanan, tetapi karena tidak mau adiknya Elleanor marah padanya dan menjauhinya, maka Ellen membuang jauh-jauh perasaan dan pikirannya tentang kakaknya itu.
Kembali ke Mawar, kini dia memilih berjalan kaki menuju halte bus. Dia pun mempercepat langkah kakinya ketika keluar dari rumahnya karena harus dua kali menggunakan bus hari ini.
" Tidak apa-apa, tidak perlu di ambil hati, anggaplah ini olah raga pagi sambil melatih otot-otot kaki, dan juga matahari pagi sangat bagus untuk tubuh." Ucap Mawar menyemangati dirinya sendiri
__ADS_1
Waktu berlalu, Mawar telah sampai di depan gerbang Star School, dia bertemu dengan Lili didepan gerbang yang akan masuk kedalam dengan menarik koper kecil sama seperti dirinya. Mawar dan Lili tidak satu bus, karena Mawar hari ini terlambat ke halte karena harus jalan kaki, sehingga dia tidak berangkat bersama Lili hari ini, Mawar berangkat sendiri dan bertemu dengan Lili di depan gerbang.
Kedua orang itu berjalan masuk dengan menarik koper masing-masing sambil berbincang.
" Sebaiknya letakkan dulu koper yang kita bawa ke loker." Ucap Mawar
" Iya, tidak mungkin juga kan, kita membawanya ke kelas, yang ada kita disangka akan menginap di sekolah." Balas Lili tersenyum
Setelah menyimpan koper mereka berdua berjalan menuju ke kelas. Seperti biasanya mereka akan menggunakan tangga dan harus melewati depan kelas kedua adiknya itu.
" Syukurlah, tidak ada jelmaan iblis menempel di depan kelas VIII." Ucap Lili
" Jika ada, maka kita akan kenyang pagi ini dengan sindiran mereka berdua, apa lagi di kelas kita ada kaka dari mereka berdua." Lanjut Lili
" Siapa Kakak mereka?" Tanya Mawar dengan raut wajah yang terlihat sedikit was-was
" Siapa lagi Kakak dari mereka berdua kalau bukan si ratu buli itu, mereka bertiga sudah seperti saudara, karena memiliki sifat dan perilaku yang sama." Jawab Lili
" Oh, aku kira siapa, ternyata dia Shafita." Ucap Mawar legah. Mawar sempat mengira kalau Lili tau dia adalah kakak dari kedua saudara kembar itu, ternyata perkiraannya salah. " Tapi kalau dipikir-pikir mereka bertiga lebih cocok jadi saudara jika dibandingkan dengan ku." Dalam hati Mawar sambil tersenyum dan menggeleng kepala dengan pikirannya sendiri.
Mereka berdua berjalan menuju kelas ditemani Lili yang terus berbicara tanpa henti hingga sampai masuk ke kelas. Di dalam kelas sudah ada Gita yang menunggu kedua sahabatnya. Jam pelajaranpun di mulai, semua murid di kelas IX satu sedang memperhatikan pelajaran yang guru berikan di depan kelas dengan tenang dan serius, karena kelas mereka adalah kelas yang akan mengikuti ujian kelulusan beberapa bulan lagi, jadi mereka semua harus rajin belajar agar mendapatkan nilai yang memuaskan.
Jika dia antara para murid penerima beasiswa lulus dengan nilai terbaik dan berada pada 10 teratas di seluruh murid Star School, maka mereka juga akan mendapatkan beasiswa penuh untuk melanjutkan pendidikan mereka di Star High School dengan sistem yang sama yaitu jika nilai mereka bagus dan selalu di pertahankan.
Bel tanda jam istirahatpun berbunyi, Mawar mengajak kedua sahabatnya ke kantin utuk mengisi waktu istirahat mereka, tapi sebelum itu mereka ke perpustakaan terlebih dahulu untuk meminjam buku Matematika untuk mengerjakan tugas mereka bertiga di rumah Gita. Setelah selesai mereka dari kantin, mereka bertiga kembali ke kelas sebelum jam istirahat selesai untuk mengikuti pelajaran selanjutnya.
Bersambung......
__ADS_1
sampai disini dulu ya,,, semoga suka episode kali ini 😊
terima kasih semuanya yang sudah membaca 🙏🙏