Cantiknya Mawar Yang Tak Berduri

Cantiknya Mawar Yang Tak Berduri
Dipindahkan


__ADS_3

Lili yang sudah tidak bisa menahan amarahnya ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Shafita, membuatnya ingin kembali menampar Shafita lagi.


Lili tidak habis pikir dengan teman sekelasnya itu yang dengan seenak jidatnya memfitnah mawar adalah adik tirinya, dan itu secara tidak langsung Shafita juga memfitnah ayahnya memiliki istri lain selain ibunya yang telah meninggal.


Lili sendiri tidak akan terima jika ayahnya difitnah seperti itu. pada kenyataannya Lili dari kecilnya hidup berdua dengan ayahnya dan tidak ada anggota keluarga lain selain mereka berdua selama dia tinggal bersama ayahnya itu.


Shafita yang masih memegang kedua pipinya yang memerah dan terasa sedikit panas menatap marah pada Lili, bahkan sudut bibirnya sedikit mengeluarkan darah, dia kemudian mengelap sedikit ujung bibirnya dengan menggunakan ibu jari kemudian melihat ibu jarinya yang terdapat darah Shafita pun menatap kembali kepada Lili dengan marah.


"Kau sudah menampar aku untuk kedua kalinya hari ini, ini bisa menandakan bahwa jika gadis buruk rupa itu memang adalah saudara tirimu, karena kau begitu emosi ketika aku berbicara seperti itu tentangnya." Ucap dengan sinis


Lili yang masih marah pun kembali mendekat pada Shafita dan ingin menamparnya sekali lagi, begitupun dengan Shafita yang sudah mempersiapkan diri nya untuk menghadapi Lili ketika melihat Lili akan maju di hadapannya.


kita masih tidak berani menahan sahabatnya Lili untuk tidak mendekat kepada Shafita, Sedangkan yang lainnya hanya diam dan tidak berani melerai kedua gadis itu.


Selly ingin menahan Lili tetapi dia terlihat sedikit ragu dan sedikit takut ketika melihat kita tadi sempat melepaskan tangannya dari tangan lele dengan sedikit mengibaskan tangannya seperti orang yang sedang memegang sesuatu yang panas.


Selly sempat heran, apakah tangan lele yang memerah itu bisa mengeluarkan hawa panas sehingga kita lebih memilih melepaskannya dan membiarkan sahabatnya begitu saja.


Selly yang khawatir jika Lili berbuat berlebihan pada Shafita dan bisa membuat keadaan lebih buruk jika keduanya berdebat lagi, Selly memberanikan dirinya untuk maju dan menahan tangan Lili untuk tidak melanjutkan apa yang akan ia lakukan.


Ketika tangannya dipegang oleh seseorang dia sempat terbalik dan ingin melepaskan tangan orang yang menahan tangannya. tetapi ketika dia berbalik dia melihat bahwa yang memegang tangannya adalah wakil ketua kelas Selly.


Beberapa detik keduanya saling pandang, Lili yang wajah dan tangannya yang memerah berangsur-angsur berubah seperti sebelumnya, bahkan amarah yang tadinya meledak-ledak, kini tidak tampak lagi pada dirinya dan itu membuat Lily kembali tenang lagi.


" Tenanglah." Ucap Selly


Lily yang sudah lebih tenang malah menatap Selly juga teman-temannya dengan bingung, Lili hanya menganggukkan kepalanya pada ucapan Selly, kemudian berjalan ke arah Lili berjalan ke arah sahabatnya kita yang melihatnya dengan gugup, bingung dan bertanya-tanya di dalam pikirannya.

__ADS_1


Tidak lama setelah itu beberapa penjaga keamanan rumah sakit berjalan ke arah mereka karena menerima laporan dari beberapa orang yang merasa terganggu dengan apa yang dilakukan remaja-remaja di rumah sakit itu dan bahkan sudah beberapa kali mereka membuat keributan di sana.


Selly mendekat dan berbicara kepada para penjaga keamanan rumah sakit dan meminta maaf untuk apa yang dilakukan teman-temannya.


Selly memohon kepada para penjaga keamanan rumah sakit itu agar tidak mengusir mereka semua dari sana, , karena mereka semua sedang menunggu teman mereka yang masih berada di IGD.


Selly berjanji bahwa dia akan memastikan teman-temannya tidak akan lagi membuat keributan di sana, setelah diperingati boleh penjaga agar mereka tidak membuat keributan lagi.


Jika itu terjadi maka mereka semua akan diusir dari sana, Selly juga menjelaskan jika mereka berada di sana pada malam hari dengan ramai-ramai seperti itu karena orang tua dari teman mereka yang sedang ditangani tidak bisa berada di sana.


Mereka semua berjanji akan segera pergi ketika teman mereka sudah dipindahkan ke ruang rawat inapnya dan sudah dinyatakan dalam keadaan baik-baik saja.


Setelah beberapa waktu berbicara pada remaja-remaja itu dan juga memperingati dan mengingatkan mereka bahwa mereka sekarang ini berada di rumah sakit dan juga sudah malam, jadi mereka tidak boleh membuat keributan sedikitpun di sana.


Beberapa penjaga itu berjalan meninggalkan mereka semua untuk kembali ke tugasnya masing-masing.


"Oh iya, apa teman kalian itu bernama Mawar?" Tanya seorang penjaga keamanan yang tiba-tiba berhenti tak jauh dari mereka dan mengajukan sebuah pertanyaan pada remaja-remaja di depannya


"Tidak, saya tidak mengenalnya, tetapi ketika kami berjalan kemari, saya melihat beberapa suster mendorong ranjang pasien dengan nama pasiennya Mawar." Ucap penjaga pada mereka


Setelah memberitahu semua pada mereka apa yang diketahuinya, penjaga itu pun melanjutkan perjalanan mengikuti teman-temannya yang lain di depan sana.


endengar apa yang dikatakan oleh penjaga itu, mereka semua saling tetap menatap. dengan segera membuka pintu untuk melihat ke dalam dan yang dia lihat sudah tidak ada mawar di sana.


Lily tidak habis pikir dengan kebodohannya yang melayani ucapan safita sehingga dia tidak sadar jika sahabatnya itu telah dipindahkan dari sana.


Dan yang lebih anehnya lagi dia tidak ingat apa yang telah dilakukannya hingga membuat cap lima jari di kedua pipi Shafita yang terlihat hampir mengeluarkan darah, juga di sudut bibirnya terdapat jejak darah yang sudah mulai mengering.

__ADS_1


"Sepertinya apa yang dikatakan oleh penjaga tadi adalah benar, sebaiknya kita langsung saja ke ruang rawatnya." Ucap Lili


"Bagaimana kita akan kesana, jika kita tidak mengetahui di ruang mana dia dipindahkan?" Tanya Gita yang sudah mulai berbicara lagi ketika sempat terdiam beberapa waktu


" Ayo kita pergi!" Ucap selly menarik tangan Lili


Selly yang menarik tangan Lili dengan sangat cepat dan meninggalkan mereka semua di sana begitu saja, membuat semuanya kaget terutama Gita yang berdiri tepat di samping sahabatnya itu.


Lily yang ditarik dengan cepat begitu saja tidak kalah terkejutnya dibandingkan dengan sahabatnya Gita, dia bahkan tidak mengeluarkan suara apapun dan hanya mengikuti Selly dengan diam dan membiarkan dirinya ditarik begitu saja.


"Ada apa dengan mereka berdua hari ini?, sepertinya mereka berdua sudah mulai tidak waras. "ucap Gita menatap Lili dan Selly dengan raut wajah herannya


ketika sudah berjalan agak jauh dari teman-temannya Selly tiba-tiba menghentikan jalannya, dan melepaskan tangan Lili dan berbalik menatapnya.


Lily yang ditetap oleh Selly, membuat dia kembali menatap pada Selly dan itu membuat mereka saling tetap menatap selama beberapa detik.


Selly yang melihat Lili menatapnya dengan pandangan bingung membuatnya menghilang nafas berat, dia baru tahu jika Lili yang sangat pintar terkadang bisa lemot juga dalam menanggapi sesuatu.


"Tunjukkan jalan ke ruangannya, bukannya tadi kamu mengatakan sudah mengurus ruang inap untuk Mawar, dan tahu jalan ke sana?" Tanya selly menyadarkan Lili dari kebingungannya


"Oh iya, ayo." Ajak Lili


Selly hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat kelakuan Lili. Beberapa langkah dibelakang Selly terlihat Gita dan teman-temannya mengikuti mereka berdua di belakang.


"Astaga, aku sampai lupa kalau ada mereka juga." Ucap Selly pelan menepuk jidatnya


Bersambung......

__ADS_1


Sampai jumpa lagi di episode berikutnya 😊


Terima kasih semuanya yang sudah membaca cerita ini 🙏😊


__ADS_2