
Di sebuah mansion megah, tepatnya di dalam sebuah kamar bernuansa hitam putih, duduk seorang remaja laki-laki berwajah tampan dan dingin sedang berada di meja belajar dalam kamar itu, dia adalah Raka yang sedang mengetik semua hasil penelitian yang mereka lakukan di laptopnya.
Ketika sampai pada kertas yang tertera nama Mawar yang dia akan di ketik hasil kerjanya, sejenak dia berhenti dan menatap kertas itu dengan kagum, pasalnya tulisan Mawar sangat bagus dan rapi walaupun kertas itu hanya tulisan asal-asalan di atas kertas saja.
" Wow, tulisan yang sangat bagus dan rapi, yang seperti ini saja sudah bagus apalagi catatannya, pasti lebih rapi dan bagus dari ini." Ucap Raka kagum
Tiba-tiba muncul bayangan Mawar di dalam pikirannya, juga bayangan kejadian di taman restoran dimana Bian yang terus menatap wajah Mawar lama. Semua tingkah laku Bian tak lepas dari perhatian Raka. Sebagi sesama laki-laki dia tahu bahwa cara Bian menatap ke wajah Mawar, bukan menatap dengan tatapan jijik pada wajahnya melainkan tatapan orang yang sedang kagum pada sesuatu atau bisa saja lebih dari itu, jika di perhatikan dari tatapan mata sedikit yang kagum dengan wajahnya yang sedikit memerah.
" Ada apa dengan ku?, Kenapa aku mengingatnya dan juga kejadian di restoran itu?" Tanya Raka pada dirinya
"Ah sudahlah, bukan urusanku juga jika gadis buruk rupa itu sukai siapa dan siapa yang dia sukai, jadi enyalah dari pikiran ku." Ucap Raka memukul pelan kepalanya sendiri
Suara dering ponsel menyadarkan Raka dari kegiatannya.
Dia berjalan mengambil ponsel di atas ranjangnya dan menggeser icon hijau untuk menjawab. " Halo, apa yang yang terjadi?, Tunggu aku aku akan segera kesana, tetap di dalam dan jangan keluar." Pembicaraan Raka di ponsel dengan orang yang menelponnya. Raka mematikan ponselnya dari berlari keluar dari dalam kamarnya.
Di lain sisi Mawar terlihat masih berdiri menatap beberapa orang di depannya tersisa satu orang yang masih berhadapan dengannya, tidak berselang lama, Mawar pun mengalahkan orang tersebut dengan tendangan telak disisi kiri wajah pria itu dan membuatnya jatuh terkapar di tanah.
Setelah selesai dengan perkelahian itu, para pria berpakaian hitam itu memilih pergi dari sana karena sudah di buat babak belur oleh Mawar dan tidak bisa mereka lanjutkan lagi, para pria berpakaian hitam itu saling membantu dan mengangkat teman-temannya ke arah mobil mereka dan meninggalkan Mawar yang masih berdiri melihat mereka dengan acuh.
Mawar berbalik dan berjalan ke arah mobil gadis itu yang sudah menunggunya di luar mobil sambil memegang kantong plastik hitam yang dititipkan olehnya kepada gadis itu. Saat lebih mendekat ke arah gadis itu akhirnya Mawar bisa melihat dengan jelas wajahnya, gadis itu dia mengenalnya.
" Terima kasih sudah menolong aku, nama aku Rasi, kalau kamu siapa?" Ucap Rasi berterima kasih sembari mengulurkan tangannya untuk berkenalan dan menyerahkan kantong plastik hitam milik Mawar padanya
" Iya Sama-sama, nama aku Ata." Jawab Mawar menjabat tangan Rasi dan mengambil barangnya kembali
__ADS_1
" Kamu seorang perempuan, lain kali jika berpergian pulangnya jangan terlalu malam jika kamu pergi sendirian, tidak baik untuk anak seusia kamu." Ucap Mawar menasehati dan pergi dari hadapan Rasi
" Bukannya dia juga seorang perempuan?, Aku juga tidak sendirian tapi berlima, dan bukannya aku tapi malah dia yang lagi sendirian, juga malam-malam begini keluar sendirian, dan sepertinya usia kita tidak berbeda jauh, dia menasehati diriku tetapi tidak menasehati dirinya sendiri." Ucap Rasi bingung
" Dasar gadis aneh." Lanjut Rasi menggaruk kepalanya yang tidak gatal
Selepas Mawar pergi, muncul sebuah mobil mewah berhenti di depan mobil Rasi. Turunlah Raka menghampiri Rasi. " Apa kau tidak apa-apa?" Tanya Raka pada adik perempuannya itu sembari membolak-balikkan tubuhnya, dengan perasaan khawatir jika adiknya itu terluka
" Kakak berhenti, kau membuat kepala aku pusing, aku tidak apa-apa, bisa lihat sendiri aku ini baik-baik saja." Ucap Rasi menghentikan tingkah kakaknya itu
" Aku sudah di tolong sama gadis aneh yang baik hati." Lanjut Rasi
" Gadis aneh?, Terus kemana orangnya?" Tanya Raka
" Sudah pergi, dengan memberikan aku nasehat seperti ibu-ibu pada anaknya." Jawab Rasi
Masih dalam perjalanan pulang Mawar berjalan menyusuri jalan yang sepi setelah jauh dari tempat Rasi berada akhirnya dia melepaskan masker dan topinya.
" Akhirnya aku bisa mempraktekkan ilmu bela diri yang aku pelajari, apalagi jika di praktekkan pada orang jahat dan bisa digunakan untuk menolong orang, tidak buruk pada percobaan pertama, walaupun selesainya sedikit lama itu juga karena aku melupakan kacamataku." Ucap Mawar
" Ada bagusnya juga aku tidak menggunakan kacamata, jadi Rasi tidak akan mengenaliku, tapi buruknya jarak pandanganku jadi tidak jelas." Ucap Mawar lagi
Waktu melawan para pria berpakaian hitam itu, Mawar lebih banyak menggunakan insting dan pendengarannya, karena mawar tidak bisa melihat pada malam hari dengan jelas, jika dia tidak menggunakan kacamatanya. Tapi beruntung dia sering berlatih tanpa menggunakan kacamatanya, sehingga tidak terlalu sulit baginya. Mawar mengganggap perkelahian tadi sebagai latihan untuk meningkatkan ilmu bela dirinya.
Tidak ada yang tau jika Mawar bisa bela diri, hanya pelatih yang mengajarinya, bahkan kedua orang tuanya sendiri juga tidak tau jika anak perempuan mereka bisa menggunakan hampir semua seni beladiri, walau tidak semua seni beladiri di ajari oleh pelatihnya.
__ADS_1
Mawar bisa semua seni beladiri Karena dia juga belajar seni beladiri secara otodidak, dengan menonton tutorial di ponselnya, dengan otaknya yang cerdas tidak menjadi halangan baginya untuk mempelajari sesuatu dengan cepat dan sangat mudah bagi dirinya.
Murid-murid yang belajar seni beladiri dengan guru yang sama dengannya bahkan tidak mengetahui jika guru mereka itu mempunyai murid lain selain mereka. Mereka yang datang belajar beladiri tiap hari bersama tidak pernah melihat Mawar jadi tidak ada yang pernah tau jika guru mereka mempunyai murid seorang gadis remaja yang buruk rupa.
Mawar mulai belajar beladiri pada saat usia 9 tahun karena suatu kejadian, sehingga dia memilih untuk belajar beladiri demi melindungi dirinya sendiri dari orang yang ingin berbuat jahat padanya dan bahkan jika memungkinkan dia juga akan melindungi orang lain ketika mereka berada dalam masalah yang membutuhkan bantuannya.
Flas Back
6 Tahun lalu, ketika saat usianya 9 Tahun, Mawar yang sedang membersihkan taman tidak sengaja dia melihat Didin beton yang ditutupi bunga terdapat sebuah lubang agak besar ditutupi beberapa tanaman merambat. Mungkin saja lubang itu di buat oleh hewan peliharaan tetangga yang masuk ke halaman rumah mereka.
" Bagaimana bisa ada lubang disini?" Tanya Mawar pada diri sendiri
" Sepertinya tidak ada yang tau jika dinding ini bolong, jika mereka sudah tau disini ada lubang, pasti ayah sudah menyuruh para pekerja untuk memperbaikinya, apa aku pakai saja yah untuk keluar malam ini?, Aku ingin sekali lihat suasana di malam hari, yah bagusnya seperti itu, nanti malam aku akan keluar melalui lubang ini." Ucap Mawar mantap dengan rencananya
Pada Malam harinya karena rasa penasaran yang sangat besar ingin melihat suasana malam hari di luar rumah, Mawar pun nekat akan keluar dari rumah malam ini, dengan menggunakan lubang yang tadi dilihatnya waktu membersihkan kamar.
Ketika mereka makan malam bersama, Mawar makan dengan cepat dan diam saja ketika kedua adiknya itu menyindir dirinya pada saat ayah sudah tidak berada di meja makan dengan mereka, dengan cepat Mawar berdiri lebih dulu dari kedua adik dan ibunya di meja makan begitu saja, dia saat ini sedang memikirkan cara untuk keluar dari dalam rumah.
Mawar masuk kedalam kamarnya, dia masuk ke kamar mandi untuk menyikat giginya, setelah keluar dari dalam kamar mandi Mawar Mengganti bajunya, dengan menggunakan baju putih lengan pendek, celana panjang hitam, dia juga mengambil jaket dan masker untuk di pakainya, tidak lupa dengan kacamata besarnya.
Mawar membuka pelan pintu kamarnya kemudian memasang pendengarannya untuk mendengar suara di luar kamarnya. Merasa tidak mendengar apapun lagi, Mawar keluar dengan perlahan dari dalam kamarnya, dia berjalan dengan melihat sekeliling dengan kacamata besar yang di pakainya, mengetahui semua keluarganya sudah masuk ke kamar masing-masing, Mawar pun melanjutkan perjalanan, dia keluar dari rumah besar itu melalui pintu bagian belakang dapur yang tidak terlalu jauh dari kamarnya.
Bersambung......
Sampai jumpa lagi di episode berikutnya 😊
__ADS_1
Terima kasih semuanya yang sudah membaca cerita ini 🙏😊