Cantiknya Mawar Yang Tak Berduri

Cantiknya Mawar Yang Tak Berduri
Luka


__ADS_3

Gita penasaran apa yang dipikirkan teman-temannya saat ini tentang Lili yang telah membayar semua biaya rumah sakit Mawar dan bahkan menyiapkan ruangan VVIP untuk sahabatnya itu.


" Jika Lili yang hanya memiliki seorang ayah yang bekerja, bisa membuat Lili mempunyai tabungan yang bahkan bisa mengurus semua biaya rumah sakit Mawar, lalu bagaimana dengan Mawar yang memiliki ayah yang bekerja disebuah perusahaan yang sama dengan ayahnya Lili dan juga memiliki seorang ibu yang bekerja di sebuah butik?" Tanya Gita dalam hati sembari melihat Mawar yang berada tidak jauh darinya dan Lili yang berjalan disampingnya secara bergantian


" Apalagi aku tidak pernah melihat keduanya membeli sesuatu yang harganya mahal." Lanjut Gita dalam hati


" Ada apa?" Tanya Lili ketika melihat Gita memperhatikan dirinya


" Tidak ada." Jawab Gita menggelengkan kepalanya


Sesampainya mereka berdua di dekat ranjang Mawar, mereka melihat dokter sedang melakukan pemeriksa kondisi Mawar.


"Bagaimana dok, keadaan sahabat kami?" Tanya Lili dan Gita bersamaan


" Teman kalian sudah dalam keadaan baik-baik saja, besok atau lusa mungkin dia akan siuman." Ucap dokter

__ADS_1


" Tapi kepala dan wajah teman kami dibungkus dengan perban seperti mumi begitu dok?" Potong Lili bertanya pada dokter


" Iya, itu karena terdapat banyak luka sobekan-sobekan kecil pada kulit kepala teman kalia, sehingga dengan terpaksa kami mencukur habis semua rambutnya agar kami bisa menjahit luka-luka tersebut." Jelas dokter


"Luka yang lebih parah ada pada jidat dan pipi sebelah kanannya karena luka pada kedua tempat tersebut cukup besar dan dalam yang perlu dilakukan beberapa jahitan lebih banyak di bandingkan luka yang ada pada kepalanya." jelas dokter lagi


" Apakah luka tersebut akan meninggalkan bekas dok?" Tanya Gita


" Sudah pasti semua luka akan meninggalkan bekas, luka kecil maupun luka besar, yang pastinya itu akan selalu meninggalkan jejak luka pada setiap orang yang mengalami luka tersebut." Ucap dokter


" Baik dok, kami akan menjaganya." Ucap Selly menjawab perkataan dokter


Selly dan teman-teman lainnya mendekat ke arah ranjang untuk melihat kondisi Mawar yang sekarang ini masih terbaring lemah dengan seluruh kepala dan wajah Mawar di tutupi perban dan hanya menyisakan mata, hidung dan mulut yang bisa mereka lihat saat ini.


Selly yang melihat Mawar terbaring lemah seperti itu membuat hatinya terasa sakit, ketika melihat apa yang di alami sahabat baiknya itu.

__ADS_1


Tanpa semuanya sadari air mata Selly mulai membasahi pipinya dan jatuh tepat di atas tangan Mawar yang sedang dipegangnya.


Pada saat itu Selly merasakan pergerakan dari tangan yang dipegangnya, refleks Selly melihat ke arah tangannya, tetapi Selly tidak sama sekali melihat pergerakan apapun dari tangan Mawar.


Seketika Selly tersadar ketika melihat air mata itu, Selly baru saja jika menangis tanpa suara saat melihat Mawar, sebelum ada yang menyadarinya, dia dengan cepat menghapus sisa air mata di pipinya.


Bertepatan saat itu juga dokter kembali berhenti dan memberitahu mereka, jika orang tua Mawar datang, tolong segera memberitahu dirinya, tetapi mereka sampai sekarang belum juga bisa menghubungi orang tua Mawar, maupun keluarganya.


" Semoga saja Tian bisa memperbaiki ponselnya Mawar, kita hanya bisa berharap padanya, datang dengan ponsel Mawar lebih cepat." Ucap Lili


Bersambung.....


sampai jumpa lagi di episode berikutnya 😊


Terima kasih semuanya yang sudah membaca cerita ini 😊🙏

__ADS_1


Terima kasih buat yang sudah like


__ADS_2