
Ketika ketiganya sedang serius mengerjakan tugas, tiba-tiba Mawar merasakan nyeri dibagian bawah perutnya, dia mengambil ponselnya dan melihatnya. Mawar bertanya kepada Gita apakah ada mini market yang dekat dengan rumahnya.
Gita memberitahu Mawar jika ada mini market tidak terlalu jauh dari rumahnya, di ujung jalan berlawanan dengan arah sewaktu mereka bertiga keluar mengerjakan tugas kelompok.
" Untuk apa kau bertanya tentang mini market?" Tanya Lili
" Sepertinya tamu bulananku akan datang." Jawab Mawar
" Kalau begitu kita akan pergi bersama." Ucap Gita
" Tidak perlu, biarkan aku pergi sendiri, kalian berdua sebaiknya mengerjakan tugas kalian, aku akan ke kamar mengambil jaket." Ucap Mawar berdiri dan berlalu dari hadapan mereka menuju ke kamar yang ditempati olehnya.
Setelah keluar dari kamar, dengan jaket yang sudah di pakainya dia berpamitan kepada kedua sahabatnya itu.
Melihat mereka berdua yang masih mengkhawatirkan dirinya yang akan pergi sendirian dan tidak ingin ditemani, dia pun meyakinkan kedua sahabatnya itu kalau dia akan baik-baik saja, lagi pula mini market dekat dan dia keluar hanya sebentar saja, dia akan kembali dengan cepat.
Gita menawarkan padanya untuk di antara oleh supir saja, jika dia tidak ingin ditemani, tetapi Mawar menolak sarannya karena tidak ingin mengganggu waktu istirahat orang lain.
" Baiklah kalau begitu hati-hati di jalan, dan cepatlah kembali." Ucap Gita pasrah
" Kalau tidak tau jalan kembali segera hubungi Kaka mu yang cantik ini, oke!." Candaan Lili
__ADS_1
"Siap kakak ku yang cantik tapi tidak dengan mulutnya yang tidak bisa diam seperti kacang yang digoreng." Ucap Mawar dan berlari keluar sambil tertawa dari hadapan Lili, sebelum sahabatnya itu mengamuk.
Sesampainya Mawar di mini market dia pun masuk ke dalam untuk mencari apa yang dibutuhkannya. Ketika berada dibagian barang yang ingin di beli, ternyata tertulis bahwa barangnya sedang kosong, terpaksa Mawar keluar dari mini market. Mawar melanjutkan perjalanannya tetapi bukan untuk kembali pulang, melainkan dia berjalan menjauh dari sana untuk mencari toko-toko kecil yang berada di sekitar, agar bisa membeli apa yang dia butuhkan.
Semakin jauh Mawar berjalan akhirnya dia menemukan sebuah toko yang tidak terlalu besar, dia mendekat ke toko itu dan membeli apa yang dibutuhkan, kemudian secepatnya dia berjalan kembali untuk pulang karena sudah berjam-jam dia keluar, pasti kedua sahabatnya saat sedang menghawatirkan dirinya.
Di rumah Gita. " Kemana anak itu?, Kenapa dia belum juga kembali?" Tanya Gita dengan khawatir dan cemas karena sudah berjam-jam Mawar keluar
" Sebaiknya kita menyusul dan mencari dia, takutnya dia tidak tau arah kembali ke sini atau bisa saja dia pingsan di jalan, karena belum makan waktu pergi, bisa juga itu anak lagi asik keliling mini market sampai lupa waktu, kau tau sendiri, kalau dia mengatakan kepada kita jika dia tidak pernah di ijinkan keluar rumah apa lagi saat malam hari, jadi mungkin saja dia masih betah di sana." Ucap Lili
" Sudah sebaiknya kita pergi sekarang menjemput dia, aku takut anak itu kenapa-kenapa karena dia tadi tidak menggunakan kaca matanya." Ucap Gita berjalan keluar di ikuti Lili di belakangnya
Mereka akhirnya keluar untuk mencari Mawar. Karena terlalu terlalu khawatir mereka berdua malah mencari dengan berjalan kaki dan tidak terpikirkan oleh keduanya untuk meminta diantarakan oleh supir, agar mengantar mereka berdua mencari Mawar. Sedangkan orang yang mereka berdua khawatirkan sedang berjalan santai menyusuri jalan sembari menenteng kantong plastik hitam ditangannya.
Setelah berada di jarak yang bisa membuatnya melihat apa yang terjadi, dia memilih untuk bersembunyi dibalik tong sampah yang berada di dekatnya. Di depan Mawar melihat ada seorang gadis cantik yang mungkin seusia dengannya sedang berteriak minta tolong karena ditarik paksa oleh beberapa pria berpakaian hitam.
Sedangkan orang yang bersama dengan gadis itu telah jatuh tak sadarkan diri, hanya tersisa dua orang yang sedang memberikan perlawanan pada pria berpakaian hitam lainnya sehingga tidak melihat jika gadis yang mereka lindungi sedang di tarik paksa keluar dari mobilnya.
"Siapa mereka?, Apakah mereka penculik?, Sepertinya wajah gadis itu tidak asing, apakah aku harus menolongnya?" Tanya Mawar dalam hati
Karena merasa kasihan pada gadis itu, dan seperti mengenalinya, Mawar pun memilih untuk menolong gadis itu. Sembari menggunakan masker dan topi jaket pada kepalanya Mawar berlari ke depan dan langsung meloncat menendang kedua pria itu dari arah belakang dengan menggunakan kedua kakinya, hingga membuat kedua pria berpakaian hitam yang sedang mengapit gadis itu jatuh tersungkur ke depan.
__ADS_1
Mawar menarik tangan gadis yang belum di ketahui namanya itu dengan cepat dan berjalan ke arah mobil.
Mawar memasukannya dengan cepat ke dalam mobil." Jangan keluar, tetap disini, dan tolong pegang ini sebentar." Ucap Mawar pada gadis itu sembari menyerahkan kantong plastik hitam yang dibawanya diatas pangkuan gadis itu dan segera menutup pintu mobil. Mawar kembali berjalan ke arah para pria berpakaian hitam itu.
" Siapa kau anak kecil?... Jangan menganggu urusan kami, jika ingin selamat, sebaiknya pergi dari sini" Ucap salah satu dari pria berpakaian hitam
" Bukan siapa-siapa, hanya orang lewat, terus melihat pria-pria tua yang menarik paksa seorang gadis kecil." Jawab Mawar acuh
" Oh, ternyata kau cuma seorang gadis kecil yang sok berani ingin menolong orang." Ucap salah satu di antara mereka
"Om-om tua sebaiknya kalian pulang dan tidur saja, biar besok bisa pergi mencari kerja yang benar untuk menghidupi keluarga kalian, dari pada jadi penculik seperti ini bukanlah perbuatan yang baik." Ucap Mawar menasehati
Mendengar nasehat Mawar membuat mereka sangat marah. Mereka tidak terima anak kecil sepertinya menasehati mereka seperti itu. Akhirnya salah satu dia antara mereka menyarankan untuk menangkap Mawar berserta gadis yang ingin mereka bawa sebelumnya, mereka berpikir tidak ada salahnya membawa gadis yang berani melawan mereka itu. Mereka nanti bisa meminta tebusan dari orang tuanya. Bisa dikatakan beli satu gratis satu.
Mawar yang mendengar mereka akan menculiknya hanya memandang mereka dengan diam, seolah-olah dia tidak takut jika mereka akan menculiknya. Pada akhirnya mereka maju untuk menangkap Mawar tetapi mereka terlalu meremehkan Mawar yang hanya seorang gadis kecil. Mawar yang melihat mereka mendekat kearahnya malah membuat perlawanan terhadap mereka dan akhirnya perkelahian pun terjadi antara Mawar yang hanya seorang gadis kecil dan beberapa pria berpakaian hitam itu.
Berbeda dengan Mawar yang sedang berkelahi dengan pria-pria itu, di dalam mobil gadis itu duduk dengan perasaan takut juga cemas melihat Mawar dari dalam mobil. Dia takut jika Mawar akan di tangkap maka dirinya juga akan di tangkap kembali, karena disana tidak ada orang lain yang bisa menolongnya Sekarang. Semua orang yang bersama sudah jatuh tak sadarkan diri. Dia hanya berharap Mawar bisa mengalahkan mereka, walau dalam pikirannya itu tidak mungkin terjadi.
Bersambung.......
Sampai jumpa lagi di episode berikutnya 😊
__ADS_1
Jangan lupa like dan komen yah 🙏