Cantiknya Mawar Yang Tak Berduri

Cantiknya Mawar Yang Tak Berduri
Kejadian Sebenarnya


__ADS_3

Di depan pintu sudah berdiri 3 orang pria dengan setelan jas hitam, salah satu dari mereka membawa sebuah tas di tangannya.


" Selamat malam nona muda." Ucap mereka bersamaan sembari membungkuk memberi hormat pada Shafita


" Kenapa kalian lama sekali datangnya, cepat masuk, tidak tahu apa kalau aku sudah bosan berlama-lama di sini." Ucap Shafita pada ketiga pria didepannya


" Apa kalian sudah mendapatkan apa yang aku minta sebelumnya?" Tanya Shafita ketika ketiga sudah berada didalam


" Sudah non, sudah kami dapatkan." Jawab pria yang memegang tas sembari menunjukkan tas itu pada Shafita


" Ayo kita segera menemui teman-teman sekolahku." Ajak Shafita pada mereka bertiga


Mereka bertiga masuk ke dalam ruangan Mawar dan berjalan kearah sofa tempat teman-temannya duduk bersama, dengan dipimpin oleh Shafita di depan ketiga pria itu.


Sesampainya di depan teman-temannya. Shafita melihat Raka dan Kedua sahabatnya berdiri dari tempat duduk mereka dan berjalan melewati dirinya dan ketiga pria yang mengikuti dibelakangnya.


" Eh Raka, apa kau sudah akan pulang?" Tanya Shafita ketika Raka hampir mendekat pada mereka


Tetapi sayangnya pertanyaan Shafita tidak dipedulikan sama sekali oleh Raka dan kedua sahabatnya. Raka berjalan melewati Shafita begitu saja tanpa menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Shafita.

__ADS_1


Bahkan hanya sekedar melirik pun tidak Raka lakukan, seakan -akan Shafita tidak bertanya padanya, dan tak berada disana sama sekali.


Shafita yang melihat Raka ragam melewati dirinya begitu saja dan keluar dari ruangan itu membuat dia ingin sekali mengejar Raka dan ingin sekali keluar dari ruangan itu.


Salah satu alasan kenapa Shafita bertahan disana adalah Raka, Jika Raka tidak berada disana, dia juga tidak ingin berada disana, karena dia tau, mereka yang berada di ruangan itu tidak menyukai dirinya begitu juga sebaliknya, dia tidak menyukai mereka.


Dia masih harus berada disana karena dia mempunyai sesuatu yang penting untuk dilakukan saat ini, dia harus meluruskan masalahnya dengan si singa betina cerewet itu, agar dia bisa cepat pergi dari sana dan juga bebas dari tuduhan yang diarahkan padanya.


Sesampainya didepan Lili dan juga teman-temannya lain Shafita pun memerintahkan kepada pria yang memegang tas untuk menunjukan sesuatu yang dia minta sebelumnya pada mereka semua yang berada di disitu.


" Apa yang akan kau lakukan lagi kali ini, dan siapa juga mereka ini?" Tanya Lili


Mereka melihat ke pria yang disuruh oleh Shafita, mereka penasaran apa lagi yang akan dilakukan si ratu bully di sekolah mereka itu.


" Pantas dia aku panggil dengan sapi, karena dia tidak pernah menghargai orang lain dan juga sepertinya dia tidak mengerti bahasa manusia." Ucap Lili pelan


Ucapan Lili masih bisa didengar oleh Shafita tetapi dia tidak peduli sedikitpun dengan apa yang di ucapkan Lili, karena dalam pikirannya saat ini ingin cepat pulang dan tidur di kasurnya karena lelah seharian ini selalu berdebat dengan Lili, dan tidak ingin bersama dengan orang-orang miskin di depannya.


Pria itu menaruh tas yang dipegangnya di atas meja yang berada di hadapan mereka, kemudian di buka tas itu yang ternyata isinya adalah sebuah laptop.

__ADS_1


Setelah laptop dinyalakan, pria itu mencari dokumen didalam laptop dan membukanya, terdapat beberapa file di dalam dokumen tersebut, kemudian dia memilih memutar satu persatu file tersebut.


File yang diputar itu ternyata adalah video cctv yang mereka ambil dari perpustakaan kota N. Video yang di putar oleh pria itu menunjukkan kejadian sebenarnya tentang kecelakaan yang dialami oleh Mawar ketika dia terjatuh dari tangga


Ada 4 sampai 5 video yang di putar disana, cctv itu diambil dari berbagai sudut di perpustakaan tersebut. Video cctv itu membuktikan bahwa apa yang dituduhkan Lili pada Shafita tidaklah benar sama sekali.


" Apa kalian semua sudah melihatnya?" Tanya Shafita pada mereka


" Sudah aku katakan, bukan aku yang mendorong dia dari tangga, sekarang terbuktikan jika gadis buruk rupa itu terjadi karena dia sendiri dan tidak ada kaitannya dengan aku sama sekali." Ucap Shafita


" Cepatlah, Aku ingin pulang, aku tidak sudi berlama-lama dengan orang yang sudah miskin tapi juga suka sekali menuduh orang lai tanpa bukti apapun seenak jidatnya saja." Ucap Shafita memerintahkan ketiga pria itu sembari menatap sekilas tak suka ke arah Lili


Bersambung.......


Sampai jumpa lagi di episode berikutnya 😊


Terima kasih semuanya yang sudah membaca cerita ini 😊🙏


Terima kasih juga yang sudah like dan komen, semoga kalian selalu sehat 😊🤲

__ADS_1


Untuk yang komen Kalau ceritanya terlalu lambat, nanti author usahakan agar tidak terlalu lambat, karena memang sengaja author kasih lambat


__ADS_2