Cantiknya Mawar Yang Tak Berduri

Cantiknya Mawar Yang Tak Berduri
Penjelasan Terabaikan


__ADS_3

Gita dan Lili akhirnya memilih melihat kontak yang tersimpan di ponsel Mawar agar bisa mengetahui siapa yang akan mereka hubungi selain ayahnya.


Ketika Lili membuka daftar kontak Mawar hanya terdapat 5 nama yang nomor ponselnya tersimpan di daftar kontak milik Mawar.


" Astaga!!, Apa hanya ini nomor orang yang dia simpan di ponselnya?" Tanya Gita yang kaget dan tidak percaya dengan apa yang dia lihat di ponsel Mawar


" Sepertinya memang begitu, kau lihat sendiri cuma segini saja." Jawab Lili menunjukan kepada Gita


" Sahabatmu itu sesuatu sekali, sepertinya dia ingin menjadi orang yang tidak ingin bersosialisasi dengan orang lain." Ucap Gita menggelengkan kepalanya


" Sahabatmu Juga kalau kau tidak lupa." Intrupsi Lili


" Sepertinya memang begitu, kau lihat saja sendiri daftar kontaknya hanya yang dia simpan adalah Ayah, Paman Willy, kita berdua, dan juga cek pulsa, tidak ada yang lainnya lagi, bahkan kontak ibunya sendiri tidak ada disini." Ucap Lili.


" Dasar gadis unik, cek pulsa di simpan, nomor kontak ibunya tidak disimpan sama sekali." Ucap Gita melirik ke ranjang Mawar yang sedang terbaring


" Jadi siapa yang akan aku hubungi besok?" Tanya Gita meminta pendapat Lili


" Pak satpam kompleknya." Jawab Lili


" Kok pak satpam?, kan Mawar tidak punya nomor pak satpam kompleknya." Ucap Gita


" Astaga sahabatku Gita yang cantik, pintar, punya banyak uang, tapi borosnya minta ampun, kenapa otak mu itu tidak bisa bekerja dengan baik jika malam hari sih?" Tanya Lili mendramatisir

__ADS_1


" Kamu lihat kan di ponselnya ini hanya 4 kontak, jika tidak dihitung dengan cek pulsa, jadi kamu bisa menghubungi orang yang nomornya disimpan disini selain ayahnya dan kita berdua." Ucap Lili menunjukan layar ponsel Mawar di depan wajah Gita


" Hehehe maaf, biasa faktor ngantuk jadi otak tak berfungsi dengan baik, jadi besok aku akan menghubungi Paman Willy." Ucap Gita sambil tersenyum kecil


" Ya sudah, sebaiknya kita kembali ke sofa saja dan beristirahat, aku sudah sangat mengantuk sekali. " Ucap Lili


Mereka berdua berjalan kembali menuju sofa untuk mengistirahatkan tubuh dan juga pikiran mereka yang lelah karena seharian ini mereka sudah mengalami banyak kejadian yang sangat menguras tenaga dan pikiran mereka.


Terutama Lili yang merasa sangat lelah hari ini, karena sudah mendonorkan darahnya pada Mawar, juga dia banyak menguras emosinya ketika menangis dan juga sangat lelah karena beberapa kali harus berdebat dengan Shafita.


Sesampainya mereka berdua di sofa, Gita yang dari awal sudah sangat penasaran dengan ruangan ini akhirnya mengajukan pertanyaan kepada Lili sebelum dia menyandarkan tubuhnya di atas sofa.


" Lili boleh aku bertanya?" Tanya Gita pada Lili yang duduk di sofa yang berhadapan dengannya


" Kenapa kamu menaruh Mawar di ruang VVIP?, bukannya biaya menginap semalam disini sangat mahal?, apakah ayahmu tidak akan marah jika kamu menghabiskan banyak uang hari ini?, dan kenapa tidak di ruang biasa saja?, dari pada harus buang-buang uang sebanyak ini, dan juga pasti memakai uang tabungan kamu kan?, dan juga bukannya kalian berdua selalu mengatakan jika melakukan sesuatu yang berlebihan itu tidak baik?" Tanya Gita panjang lebar dalam sekali jalan


" Astaga banyak sekali pertanyaanmu, aku sampai pusing mendengarnya." Ucap Lili


" Hehe biar sekalian, tidak perlu bertanya lagi, dan setelah ini aku akan menjadi pendengar yang baik untuk mendengarkan jawaban dari kamu." Ucap Gita


" Iya Aku memakai tabunganku." Ucap Lili


" Apa jangan-jangan ayahmu menyuruh mu kembali dengan cepat karena dia tau kamu menghabiskan banyak uang dalam semalam." Potong Gita bertanya

__ADS_1


" Astaga Gita!!, katanya mau menjadi pendengar yang baik, mau aku lanjutin atau tidak, kalau mau aku lanjutin, tolong jangan bertanya lagi, biar kita berdua cepat tidur, mataku sudah sangat berat ingin tenggelam." Ucap Lili


" Ah maafkan aku, tolong dilanjutkan, aku akan diam." Ucap Gita


" Awas saja sampai bertanya lagi, aku akan tidur dan tidak menjawab pertanyaan kamu lagi." Ucap Lili


" Iya Lili Easter yang cantik sedunia, aku akan diam." Ucap Gita kemudian merapatkan bibirnya dengan melakukan gerakan tangan mengunci mulut


" Ayahku sudah sedari awal mengetahui jika aku menggunakan tabunganku untuk biaya rumah sakit Mawar, ayahku tidak marah sama sekali justru ayahku senang jika aku menggunakan tabunganku untuk membantu orang lain, apalagi ini sahabat aku sendiri, dan untuk ruangan ini, aku ingin yang terbaik untuk Mawar, disini lebih baik dan juga akan, aku selalu merasa beberapa hari ini ada yang sengaja ingin mencelakakan dia, sehingga aku memilih ruangan ini agar kita bisa bersama-sama selalu menjaganya, dan tidak ada namanya yang berlebihan jika kita ingin yang terbaik untuk orang terdekat kita." Jelas Lili


Ketika Lili selesai menjelaskan, diapun melihat kearah Gita yang tengah berbaring selonjoran di atas sofa, Lili mengira Gita masih mendengarkan penjelasannya, tetapi ternya setelah di panggil tidak ada sahutan dari Gita.


" Ya ampun ini anak, aku kira sedari tadi dia mendengarkan penjelasannya, ternyata malah sudah tertidur." Ucap Lili menggelengkan kepalanya melihat kelakuan sahabatnya itu


" Bagus sekali, tidak akan ada siaran ulang untuk penjelasannya besok, yang tadi itu live, sebaiknya aku juga tidur, aku akan membalas mu kapan-kapan, sekarang sudah tidak bisa." Ucap Lili melihat Gita dan ikut berbaring di atas sofa yang berhadapan dengan Gita


Bersambung.....


Sampai jumpa lagi di episode berikutnya 😊


Terima kasih semuanya yang sudah membaca cerita ini 🙏🙏


semoga para pembaca selalu sehat 🤲

__ADS_1


__ADS_2