Cantiknya Mawar Yang Tak Berduri

Cantiknya Mawar Yang Tak Berduri
Kekayaan


__ADS_3

"Jika kamu ingin memulai keributan lagi sebaiknya kamu keluar saja dari ruangan ini sebelum kita semua disini di usir karena mengganggu pasien yang sedang istirahat, atau jika kamu tidak ingin sendirian di luar rumah sakit, kau bisa memisahkan diri dari kami, dengan duduk di sana." Ucap Selly pada Shafita sembari menunjuk ke arah kursi sofa yang berada dalam ruangan itu


" Jika kamu pun tidak Sudi untuk duduk sofa itu dan berada satu ruangan dengan kami, maka secara terpaksa aku akan mengeluhkan kamu dari sini, karena aku tidak ingin kau membuat keributan di sini dan berakibat untuk kita semua." Lanjut Selly


Mendengar ucapan Selly membuat Shafita berjalan meninggalkan mereka semua yang berada di sana. Dia berjalan dari hadapan mereka dengan menggerutu di sepanjang kakinya melangkah.


"siapa juga yang ingin bersama kalian di sini, bahkan jika kita membuat keributan di sini pun tidak akan ada yang mendengarkan kita dari luar sana." Ucap Shafita pelan sembari berjalan menuju sofa yang ditunjuk oleh Selly


Melihat Shafita berjalan menjauh dan menggerutu pelan yang masih bisa didengarkan oleh mereka semua karena masih dalam keadaan hening, membuat mereka semua menggelengkan kepala.


Mereka semua tidak habis pikir dengan kelakuan teman mereka yang satu itu, mereka semua seakan tidak mengingat bahwa gadis yang berjalan di depan mereka masih remaja yang sering cemberut dan kesal dengan hal-hal kecil dan mereka juga bahkan seperti itu tanpa mereka semua sadari.


"Kenapa anak orang kaya selalu saja sesuka hati mereka menghina orang lain, yang hidupnya kekurangan dan tidak seperti mereka yang serba kecukupan bahkan lebih, mereka selalu saja memamerkan kekayaan mereka untuk diperlihatkan pada orang lain." Tanya Lili dengan sedikit wajah penasaran


"Padahal kekayaan itu berasal dari kerja keras orang tua mereka dan bukan kerja keras mereka sendiri tetapi mereka selalu saja bangga pada apa yang bukan menjadi kerja keras yang mereka sendiri lakukan. " Lanjut Lili

__ADS_1


Ketika Lily mengatakan dan bertanya sesuatu seperti itu dan kemudian dia melihat semua wajah teman-temannya yang berasal dari kalangan keluarga yang sama dengan Shafita diantaranya Raka juga kedua sahabatnya dan juga kita.


Dia merasa tidak enak kepada mereka ketika melihat raut wajah dari mereka semua, bahkan tidak ada dari mereka semua yang menjawab pertanyaan dari Lili dan hanya memilih diam sambil memandangi satu sama lain diantara ketiga remaja laki-laki itu, mereka semua tidak ada yang menjawab pertanyaannya itu


Lili yang melihat suasana di ruangan itu agak canggung membuat Lili meminta maaf untuk apa yang diucapkan olehnya.


Bukan maksudnya untuk menyindir teman-teman lainnya yang berasal dari keluarga kaya tetapi dia hanya tidak suka melihat sifat dan sikap Shafita terhadap seseorang yang tidak berasal dari kalangan keluarga yang sama dengan keluarganya.


"Aku tahu kalian pasti tersinggung atau mungkin tidak terima dengan apa yang baru saja aku ucapkan, hanya saja aku ingin bertanya apa semua anak dari kalangan keluarga seperti kalian selalu memiliki sifat dan sikap seperti dirinya, yang suka sekali menghina dan merendahkan orang lain? " Tanya Lili pada mereka semua


" Aku tidak tahu yang lainnya tetapi untuk diriku, aku tidak ingin memiliki sifat dan sikap seperti itu, karena aku diajarkan oleh orang tuaku tidak boleh menghina orang lain atau bahkan merendahkan mereka, aku selalu diajarkan oleh Ibu dan ayahku untuk sering berbagi kepada mereka yang membutuhkan, baik itu dari keluarga sederhana keluarga menengah makan keluarga kaya sekalipun." Ucap Gita


" Aku tahu kamu itu seperti apa Git, tidak mungkin seperti itu, jika tidak kau tidak mungkin akan mau berteman dengan kami berdua yang selalu dikatakan miskin oleh teman-teman lainnya." Ucap Lili


"Mungkin hanya dia saja yang memiliki sifat dan sikap seperti itu." Lanjut Lili

__ADS_1


Mereka semua membiarkan apa yang dilakukan Shafita di ruangan itu sendirian, mereka tidak ada yang bergerak untuk hanya sekedar menemaninya di sofa ruangan itu.


Karena mereka tahu mereka tidak akan diterima oleh sabita jika mereka berada di sana bahkan jika mereka berada di sana maka Shafita akan selalu mencari cara untuk membuat keributan dengan mereka.


Mereka merasa jika mereka berada di sana bersamanya maka mereka akan selalu dihina dan direndahkan olehnya karena berasal dari keluarga yang kurang mampu (miskin).


Tapi tak hanya akan menerima jika itu adalah Raka dan teman temannya, tapi itu sesuatu yang tidak akan mungkin untuk Raka lakukan karena dia tidak akan pernah untuk duduk bersama dengan Shafita dan juga mengajaknya berbicara itu tidak mungkin untuk seorang Raka lakukan.


Jika bahkan Shafita mengharapkan untuk berbicara dan duduk berdua dengan Raka ataupun teman-temannya itu hanya dalam mimpi Shafita yang tidak akan pernah terwujud bahkan dalam mimpinya sekalipun.


"Apanya yang membuat keributan, jika aku membuat keributan juga tidak akan didengar oleh orang di luar ruangan ini." Ucap Shafita pelan


"Dari mana juga lili mendapatkan uang sebanyak ini untuk biaya rumah sakit gadis buruk rupa itu?


Bersambung......

__ADS_1


Sampai jumpa lagi di episode berikutnya 😊


Terima kasih semuanya yang sudah membaca cerita ini 🙏😊


__ADS_2