Cantiknya Mawar Yang Tak Berduri

Cantiknya Mawar Yang Tak Berduri
Ruangan Mawar


__ADS_3

Gita dan teman-teman lainnya mendekat ke arah Selly, setelah mereka berada di dekatnya, Selly menatap mereka semua dan berhenti tepat pada wajah Shafita.


" Aku memperingatkan kamu untuk yang terakhir kalinya, jika sampai kamu membuat keributan lagi, aku sendiri yang akan menyeret mu keluar dari sini, dan sebaiknya kamu tutup rapat mulutmu itu jika masih ingin ikut bersama kami." Ucap Selly memperingati Shafita


Selly berjalan mengikuti Lily yang menunggu mereka tidak jauh di depan sana dan diikuti Gita dan yang lainnya dibelakang Selly.


"Siapa juga yang ingin berlama-lama dengan kalian gadis miskin di sini, kalau bukan karena ingin membuktikan aku tidak masalah, aku juga tidak ingin melihat gadis buruk rupa itu." Ucap Shafita dalam hati


" Aku juga hanya ingin berada di sini karena agar mendapat perhatian dari Raka dan ingin dia melihat kalau aku adalah gadis yang baik dan cocok untuk dijadikan temannya." lanjut Shafita dalam hati


Tidak lama berjalan mereka semua sampai di depan lift. Tak berselang lama pintu lift pun terbuka, Lili dan Selly masuk ke dalam lift lebih dahulu dan diikuti teman-teman lainnya.


Secara kebetulan tidak ada orang lain yang ingin menaiki lift itu, hanya mereka sendiri yang berada di sana sehingga mereka semua dapat menaiki lift itu bersama-sama.


Sesampainya di dalam lift keempat remaja laki-laki itu memilih berdiri di bagian belakang dan para gadis berdiri di depan mereka. Melihat ada kesempatan untuk mendekati Raka, Shafita mulai mencari cara untuk mendekatinya, tidak ada kesempatan yang akan dilewatkan oleh Shafita jika itu mengenai Raka.


Shafita yang ingin berdiri di depan Raka agar mereka semua terlihat berpasang-pasangan di dalam lift harus kembali cemberut, karena di belakang mereka Raka memilih bertukar tempat dengan rifal yang berdiri di belakang Selly.


Raka seperti sudah mengetahui semua isi kepala teman sekelasnya itu, dia seperti peramal yang akan mengetahui apa saja yang akan dilakukan oleh Shafita di setiap ada kesempatan untuk temannya itu mendekati dirinya.


"Apa dia tidak salah menekan tombol lift? Tanya Shafita dalam hati ketika melihat menekan tombol lantai yang menjadi tempat tujuan mereka


Shafita yang tidak ingin diusir tengah malam begini ketika jemputannya masih dalam perjalanan ke sini, memilih bertanya dalam hatinya saja, dia tidak ingin sendirian duduk di luar sana, jadi dia berpikir lebih baik diam saja agar bisa bersama dengan teman-temannya daripada harus sendirian di luar rumah sakit ini.

__ADS_1


Walaupun merasa penasaran dan ingin bertanya kenapa Lili menekan tombol lantai atas rumah sakit, dia memilih bertanya dalam hatinya sendiri dan tidak berani mengeluarkan suara sedikitpun ketika mengingat ancaman Selly padanya.


Bukan hanya Shafita yang ingin bertanya, mereka semua yang berada di sana juga ingin bertanya pada Lili, tetapi mereka lebih memilih diam saja, karena mereka juga pasti akan mengetahui di mana mereka akan dibawa oleh Lili jika sudah berada di tempat yang menjadi tujuan mereka.


Setelah beberapa waktu kemudian pintu lift pun berhenti. Lili keluar terlebih dahulu ketika pintu lift terbuka diikuti oleh Gita dan teman-teman lain di belakangnya.


"Ternyata dugaan aku benar aku benar, tetapi kenapa dia mengajak kita ke sini?" Tanya Raka dalam hati setelah berada diluar lift


"Aku ingin sekali bertanya padanya aku lebih baik aku ikuti saja daripada harus bertanya padanya." Lanjut Raka dalam hati


Tidak hanya Raka, semua teman-temannya juga ingin sekali bertanya kepada Lili, mengapa mereka semua berada disana, bukannya mereka seharusnya pergi ke ruang rawat inapnya Mawar, kenapa sekarang mereka malah membuang-buang waktu mereka di sana.


Gita yang sudah tidak bisa menahan rasa penasarannya pun bertanya kepada Lili, mengapa mereka semua berada di sana, harusnya mereka semua pergi ke ruang rawat inapnya Mawar untuk mengetahui keadaan sahabat mereka itu.


Betapa terkejutnya mereka semua setelah berada di dalam ruangan itu, walaupun sebelum masuk mereka semua sudah membaca papan nama ruangan yang tertempel di depan pintu, tapi mereka semua masih terkejut dengan isi ruangan itu.


Ruangan yang dimasuki oleh mereka semua adalah ruangan VVIP dan itu yang membuat mereka semua bertanya-tanya mengapa mereka semua berada di sana.


Dan yang membuat mereka terkejut bahwa ruangan itu begitu mewah dan luas dengan fasilitas yang lengkap di dalamnya. Bahkan di ruangan itu terdapat tv dengan ukuran yang cukup besar berada di kamar itu.


Juga yang buat mereka lebih terkejut lagi adalah bahwa ruangan itu menjadi ruang inap tempat Mawar dipindahkan. Menjadi sebuah fakta yang mengejutkan bahwa Mawar menginap di sana. Bahkan Raka yang merupakan seorang putra dari keluarga Alexander saja hanya dirawat di ruangan VIP.


Jika Raka saja yang dirawat di ruang VIP sudah dikatakan berkelas bagaimana dengan gadis buruk rupa itu. Ketika mereka ingin bertanya kepada Lily , Lili sudah lebih dulu berjalan ke arah ranjang Mawar meninggalkan mereka semua dengan seribu pertanyaan di kepala mereka.

__ADS_1


Tidak dengan Gita yang ketika mengetahui kalau ruangan itu menjadi ruangan menginapnya Mawar tidak lagi penasaran untuk bertanya kepada sahabatnya itu. Gita memilih mengikuti Lily untuk melihat keadaan sahabat mereka.


Gita tidak akan bertanya lagi pada Lili bagaimana bisa Mawar menginap di ruangan itu, karena dia tahu itu semua berkat Lili. Gita juga yakin bahwa Lili pasti menggunakan uangnya sendiri untuk membayar semua biaya rumah sakit Mawar.


Gita hanya sedikit merasa penasaran berapa isi tabungan Lili sehingga bisa mengurus semua ini sendiri. Gita yakin Lili pasti menggunakan tabungannya sendiri untuk itu, karena dia tahu Lili tidak pernah memakai barang mewah maupun suka menghamburkan uang.


Dia terkadang merasa Mawar dan Lili seperti saudara karena mereka berdua memiliki sifat dan kepribadian yang hampir sama.


Mereka berdua sama-sama tidak suka memakai sesuatu yang terlihat mewah, mereka berdua suka hal yang sederhana dan memiliki hati yang baik dan suka sekali membantu orang lain dan yang paling penting mereka saling menyayangi layaknya saudara kandung.


Semua itu membuat Gita bangga menjadi sahabat mereka berdua, walaupun mereka berdua memiliki orang tua yang mapan dan mempunyai penghasilan yang bisa dikatakan cukup untuk keduanya menjalani hidup yang mewah tetapi mereka berdua memiliki hidup dengan sederhana layaknya hidup seperti orang biasa yang jauh dari kemewahan.


Karena itu yang membuat keduanya sering dianggap sebagai gadis miskin di sekolah dan selalu dihina oleh teman-teman mereka yang lain, karena mereka berdua selalu berangkat ke sekolah menggunakan.


Padahal pada kenyataannya bukan hanya mereka berdua saja yang menggunakan bus ke sekolah tetapi ada juga murid-murid yang lainnya menggunakan bus bersama dengan mereka.


" Mereka berdua pasti suka sekali menabung." Pikir Gita di kepalanya ketika melihat Mawar dan juga Lili


Bersambung.......


Sampai jumpa lagi di episode berikutnya 😊


Terima kasih semuanya yang sudah membaca cerita ini 😊🙏

__ADS_1


Terima kasih juga buat yang like dan komen, semoga kalian semua sehat-sehat terus dan banyak rezekinya 🤲😊


__ADS_2