Cantiknya Mawar Yang Tak Berduri

Cantiknya Mawar Yang Tak Berduri
Hampir Diculik


__ADS_3

Masih flashback


Setelah berada di luar rumah, Mawar berjalan kearah taman samping sebelah kanan rumahnya. Mawar berjalan ke arah lubang yang dilihatnya waktu membersikan rumah, ketika melihat sekeliling untuk memastikan tidak ada siapapun dia kemudian masuk ke dalam lubang itu, untuk keluar dari halaman rumahnya.


Setelah dia sudah berada di luar pagar beton rumahnya, Mawar melihat ke arah lubang disampingnya. Mawar mencari sesuatu untuk menutupi lubang Tersebut agar tidak terlihat oleh orang lain.


" Yes, Akhirnya setelah sekian lama, aku akhirnya bisa pergi untuk melihat suasana malam hari di luar rumah, yang tidak pernah aku lihat lagi ketika masuk sekolah dasar, walaupun aku tidak terlalu ingat masa kecil ku." Ucap Mawar


Pada saat usia itu, Mawar tidak pernah di ijinkan untuk keluar dari kamarnya pada malam hari, atau hanya ke rumah teman untuk mengerjakan tugas sekolah, dia tidak pernah diijinkan keluar lagi setelah pulang sekolah. Biasanya Mawar akan menyelesaikan semua tugasnya di sekolah sebelum pulang kerumahnya, karena itu dia sering membantu mengerjakan pekerjaan di rumah bersama para pekerja ketika dia tidak melakukan apapun.


Mawar tidak pernah diajak makan malam di luar bersama dengan orang tuanya, dia selalu di tinggal sendirian, orang tua hanya mbawa kedua adiknya dan tidak untuk dirinya setelah wajahnya berubah menjadi buruk seperti itu, Mawar pernah mendengar perkataan ibunya kepada ayahnya, jika ibunya itu tidak akan pernah sudi membawa anak buruk rupa seperti dia untuk makan malam di luar, karena itu hanya akan membuat ibunya itu malu dan akan di hina jika memiliki anak cacat seperti dirinya.


Setelah merasa semuanya beres, dengan hati-hati dan sedikit gugup dia berjalan menatap lurus ke depan. " Ayah, ibu maafkan aku karena melakukan apa yang kalian larang padaku, hanya satu kali ini saja aku ingin melihat-lihat suasana malam di luar rumah, dan tidak akan terjadi lagi untuk kedua kalinya, aku janji." Ucap Mawar menatap ke arah rumahnya ketika dia berada sedikit jauh dari rumahnya itu.


Anak kecil itu berjalan keluar dari kawasan rumahnya yang hanya ada 5 buah rumah mewah tersebut. Mawar menatap dengan takjub pada jalanan yang ramai, orang-orang yang melakukan berbagai macam aktifitas, dan juga dengan cahaya lampu warna-warni yang menambah indahnya pemandangan di depan matanya.


Mawar yang merasa senang bisa keluar membuatnya berjalan kemanapun kakinya melangkah, hanya kali ini saja dia akan menggunakan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya, karena tidak ada kesempatan kedua seperti ini lagi. Dia berjalan tak tentu arah dengan setia menatap ke sekelilingnya di sepanjang jalan.


Tiba-tiba dia menghentikan langkahnya, karena ada beberapa orang dewasa berdiri di hadapan Mawar, yang mencegahnya untuk melangkah. Mereka adalah para preman jalanan yang biasanya memalak orang ketika berjalan sendirian.


" Mau kemana adik kecil?, Mengapa kamu sendirian?" Tanya preman 1


" Tidak baik sendirian malam-malam begini, banyak orang jahat, sebaiknya kau ikut kakak saja, biar kakak yang akan mengantarkan kamu pulang kerumah." Ucap preman 2 mengajak Mawar


" Terima kasih om, aku bisa pulang sendirian, rumahku tidak jauh dari sini, hanya beberapa meter di depan." Jawab Mawar dengan tegas dan berani menolak ajakan mereka.


Dia tau jika mereka yang ada di depannya ini adalah orang-orang yang tidak baik, dan mempunyai niat jahat padanya, sehingga dengan tegas dan berani menolak mereka, tetapi berbanding terbalik dengan dengan hatinya yang sedang berdebar kencang karena sangat takut saat ini.


Bukan takut karena akan di culik oleh preman di depannya tapi dia takut jika ketahuan keluar tanpa ijin dan melanggar perintah orang tuanya, karena resikonya lebih besar dari pada di culik oleh preman


Jika dia di culik oleh para preman di depannya, dengan sangat mudah ayahnya itu akan dapat menemukan dirinya, tetapi jika dia ketahuan oleh orang tuanya keluar malam tanpa ijin mereka, bahkan hal itu dilarang keras oleh keduanya, dia akan di hukum oleh ayahnya dengan di kurung di dalam rumah dan tidak akan pernah di ijinkan keluar, maupun ke sekolah. Lebih parahnya lagi, jika ini sampai di ketahui oleh ibunya dia akan dengan senang hati mengusirnya dari rumah, dan memasukannya ke dalam panti asuhan dengan penjagaan yang sangat ketat.


Ketika para preman mendengar jawaban dari Mawar membuat mereka sangat kaget, karena tidak menyaka jika anak kecil di depan mereka ini adalah seorang gadis kecil. Mereka pikir dia seorang laki-laki, karena cara berpakaiannya, rambutnya yang panjang dia masukan ke dalam jaket, dan kepalanya juga ditutupi oleh topi jaket, dia juga memakai kaca mata tebal dan menggunakan masker, sehingga tidak ada yang mengira jika dia seorang gadis, sampai dia mulai berbicara pada mereka.


Para preman yang sudah mempunyai niat jahat dari awal tidak akan melepaskan dia dengan mudah apalagi ketika mereka tau jika dia seorang gadis.


" Dia pasti anak orang kaya, kita culik saja, dan membawanya dengan cepat dari sini, kalau dengan rayuan dia tidak mau, kita paksa saja, dia cuma hanya seorang gadis kecil, jadi tidak bisa melawan kita bertiga, dan kita bisa meminta tebusan yang sangat besar pada orang tuanya." Ucap preman 1


" Apakah kau itu bodoh?" Tanya preman 3 sembari memukul kepala preman 1

__ADS_1


" Kenapa kau memukul kepalaku." Tanya preman


"Agar otakmu itu bisa berpikir dengan baik." Jawab preman 3


" Apakah kau piki para orang kaya itu akan memberikan kita yang hanya preman abal-abal ini uang yang besar seperti yang kau katakan itu, yang ada mereka akan memberikan kita predikat dan makanan setiap harinya." Lanjut preman 3


" Bukannya itu bagus untuk kita?" Tanya preman 1 dan 2 bingung dengan ucapan teman mereka


" Iya bagus, sangat bagus malah untuk kita, kita akan diberikan predikat sebagai mantan napi dan makanan gratis di penjara setiap hari, dan entah apa yang akan kita alami di sana nanti." Jawab preman 3 pada kedua temannya


" Jadi lebih baik kita bawa saja ke tempat orang yang membeli anak-anak, tapi sebelum itu, kita lihat dulu apakah bisa kalau kita jual anak ini, kalian lihat sendiri kan, kalau dia berpakaian seperti penculik dari pada kita bertiga." Ucap preman 3 lagi


Mereka bertiga pun memperhatikan penampilan Mawar, yang lebih seperti penculik dari pada mereka bertiga bedanya Mawar mempunyai tubuh yang kecil. Pakaian yang di pakainya dari atas kepala hingga kaki semuanya berwarna hitam hanya kacamata saja yang tidak.


Preman 2 yang berada di depannya pun menarik masker juga melepas topi jaket dari kepalanya, dan tampaklah wajah mengerikan Mawar dihapan mereka. Mereka shok melihat kondisi wajah Mawar yang sebelah kirinya tidak semulus sebelah kanannya. Wajah yang hampir seluruhnya terdapat luka bakar.


" Kalau yang begini, dikasih gratis pun tidak akan ada yang mau mengambilnya." Ucap para preman


" Sebaiknya kita bawa ke penampungan anak-anak lainnya saja, kita bisa dijadikan dia sebagai pengemis, itu cocok dengan wajah cacatnya ini." Ucap preman 2


Mawar tidak bisa kabur dari mereka, karena kedua tangannya sedang di pegang oleh preman 3. Ketika dia akan dibawa oleh mereka, dia pun memberontak dan berteriak minta tolong, karena tidak mungkin dia akan diam saja ketika dia akan dijadikan pengemis ketika dia masih mempunyai keluarga yang lengkap, dan juga sangat kaya.


Ketika Mawar sudah pasrah dengan keadaannya, tiba-tiba ada yang memukul preman yang memegang kedua tangannya dari belakang kepala, preman itu langsung jatuh pingsan di belakangnya. Mawar berbalik dan melihat seorang pria berumur sekitar 40 Tahun sedang berdiri di samping tubuh preman yang sudah jatuh pingsan itu.


Pria itu tersenyum padanya dan dengan cepat menarik tangan Mawar dan membawanya ke belakang tubuh pria itu. Pria itu pun maju ke depan melawan kedua preman yang sudah maju untuk melawannya, ketika mereka melihat teman mereka di buat pingsan oleh orang tidak di kenal. Tidak sampai sepuluh menit kedua pria itu di buat pingsan menyusul temannya. Mawar di buat takjub dengan perkelahian di depannya, yang hanya selesai dalam beberapa menit saja.


" Apa kau baik-baik saja." Tanya pria itu pada Mawar


" Aku baik-baik saja, terima kasih om sudah menolong aku." Ucap Mawar


Pria itu mengajak Mawar pergi dari sana, dan membawa Mawar ke sebuah kedai di pinggir jalan jauh dari tempat para preman itu pingsan. Setelah mereka sampai di kedai, pria itu memesan makanan untuk mereka berdua, setelah selesai mereka makan dan Mawar mengucapkan terima kasih pada pria itu. Pria itu pun memulai pembicaraannya dengan Mawar.


" Kenapa kau malam-malam begini sendirian diluar?" Tanya pria itu


" Aku hanya jalan-jalan pak, dan tidak sengaja bertemu dengan orang-orang jahat itu." Jawab Mawar


" Tidak baik, anak kecil malam-malam sendirian di luar, apa lagi kau seorang perempuan, untung tadi bapak lewat sana dan melihat kaamu, sehingga bisa menolong, jika tadi bapak tidak lewat disana, kamu pasti sudah diculik." Ucap pria itu


" Untuk itu saya ucapkan terima kasih sekali lagi karena telah menolong saya." Ucap Mawar

__ADS_1


" Maaf pak, bisakah aku meminta tolong sesuatu lagi kepada bapak?" Tanya Mawar


" Apa itu?, Jika bapak bisa menolong, pasti bapak akan melakukannya." Jawab pria itu


" Bisakah bapak mengajariku berkelahi seperti yang bapak lakukan pada para preman itu?" Tanya Mawar


" Apakah maksudmu beladiri?, Untuk apa kamu mau belajar beladiri?, Kamu tau jika belajar beladiri untuk perempuan itu bisa membuat tubuh sakit, apalagi kamu masih kecil, dan juga seorang perempuan." Ucap pria itu pada Mawar sembari memandangi wajahnya tanpa rasa kasihan ataupun rasa jijik kepadanya, yang terlihat hanya wajah khawatir pada pria itu.


" Untuk melindungi diri sendiri pak, kalau bisa orang lain juga, agar kejadian yang seperti tadi terjadi lagi aku bisa melindungi diriku sendiri." Ucap Mawar


Setelah berpikir sejenak akhirnya pria yang sudah diketahui namanya pak Iman itu akan membantu Mawar mengajarinya beladiri. Mawar juga menceritakan kondisinya pada pak Iman, jika dia tidak dapat belajar bersama murid pak Iman yang lain. Pak Iman juga mempunyai beberapa murid yang dia ajari selain Mawar.


Setelah menceritakan semua kondisinya dan beberapa permintaan kecil pada Pak Iman, akhirnya pak Iman menyetujui untuk mengajari Mawar saat malam hari saja, selama satu setengah jam, ia akan menjemput Mawar di kedai yang saat ini mereka berada sekarang setiap harinya.


Dia akan di jemput dan diantar kembali ke kedai itu sampai dia bisa menjaga dirinya sendiri. Mawar memilih di jemput di kedai itu karena dia tidak pak Iman tau bahwa dia adalah putri dari keluarga Austin. Dia berasalan bahwa kedai itu tidak jauh dari rumahnya. Dia tidak menceritakan kondisinya sebenarnya pada iman tapi menceritakan kondisinya dengan diselingi sedikit kebohongan pada pak Iman.


Begitulah pertemuan pertama antara Mawar dan pak Iman yang menjadi guru beladirinya setiap malam. Setiap malam setelah semua orang yang berada di rumahnya masuk ke kamar mereka masing-masing dia akan dengan diam-diam keluar dari rumah menemui pak Iman di kedai untuk belajar beladiri darinya.


Flashback End


Kembali sekarang ke Mawar yang sedang berjalan menuju rumah sahabatnya. Mawar dengan asiknya berjalan sambil bersenandung dengan riang, juga senang karena bisa menyelamatkan orang. Tiba-tiba dia mendengar ada yang berteriak memanggil namanya.


" Mawar!!!!" Teriak Lili dan Gita dengan keras secara bersamaan di tengah malam yang sunyi itu. Suara teriakan mereka yang keras dengan sedikit nada khawatir dan juga bercampur kesal membuat Mawar kaget bukan main, pasalnya dengan keadaan yang sunyi itu, suara mereka bisa saja mengganggu orang lain yang sudah beristirahat. " Mampus aku, bisa di ceramahi hingga pagi nih." Dalam hati Mawar ketika melihat mereka berlari mendekat padanya


" Apakah kalian berdua tidak bisa berteriak dengan pelan saja?, Kalian tidak tau jika suara kalian berdua itu seperti teriakan orang yang sedang berdemo bisa membangunkan orang-orang yang sudah berada didalam mimpi mereka?" Tanya Mawar pada kedua sahabatnya yang sudah berada di hadapannya dengan nafas naik turun karena berlari kearahnya ketika mereka berdua melihat Mawar dari jauh


" Cerita dari mata jika berteriak itu harus pelan, yang pelan itu berbisik bukan berteriak." Ucap Lili yang masih sempatnya protes pada ucapan Mawar setelah menarik nafas dalam-dalam


" Sudahlah, biarkan saja, itu tidak penting, yang terpenting sekarang kami telah menemukan kamu." Ucap Gita


" Dari mana saja kamu?, Apakah kamu tidak tau jika kami sangat mengkhawatirkan dirimu?, Kami berdua telah mencari kamu kemana-mana, kami berdua tidak menemukan kamu di mini market yang seharusnya kamu datangi, kami berdua takut jika ada yang menculikmu, hampir saja kami berdua melaporkan kepada polisi kalau kamu itu di culik, kamu kemana sebenarnya?" Tanya Lili panjang lebar pada Mawar. Saking khawatirnya dia pada Mawar sampai membuat dia terlihat seperti ibu-ibu yang mengomeli anak perempuannya yang terlambat pulang kerumah.


" Melihat kalian berdua seperti ini, bagaimana bisa aku mengatakan pada kalian bahwa aku tadi habis berkelahi dengan beberapa pria, maaf belum bisa memberitahu kalian berdua jika aku bisa beladiri, aku masih ingin merasakan dilindungi oleh kalian berdua yang sudah ku anggap sebagai kakak ku sendiri." Ucap Mawar dalam hati melihat mereka berdua didepannya


bersambung.........


sampai jumpa lagi di episode berikutnya 😊


terima kasih semuanya yang sudah membaca cerita ini 🙏😊

__ADS_1


__ADS_2