
Dua hari pun berlalu begitu saja, sudah dua hari pula Mawar belum juga sadar, walau sudah diperkirakan dia akan sadar dalam dua hari, tetapi hari ini pun Mawar belum juga sadar.
Dua hari yang lalu, paginya Gita telah menelpon paman Willy yang nomornya tertera di kontak ponselnya Mawar setelah berdiskusi dengan Lili sebelumnya.
Paman Willy yang datang untuk melihat keadaan Mawar sangat terkejut dengan anak perempuan pertama dari majikannya itu, dia merasa sangat kasihan dan prihatin dengan apa yang menimpa Mawar saat ini.
Pak Willy memperkenalkan dirinya pada dokter dan juga Gita pada waktu itu bahwa dia adalah ayah dari Mawar ketika dia sampai di rumah sakit, akan tetapi Gita sempat tidak percaya dengan apa yang diucapkan oleh paman Willy.
Jika ucapan dari paman Willy adalah benar, mengapa Mawar menyimpan nama ayahnya sendiri di ponselnya dengan nama paman Willy, sedangkan orang lain dia taruh nomornya sebagai ayah.
Paman Willy beralasan jika nomor yang dinamakan dengan ayah adalah Kakak laki-laki dari paman Willy. Mawar dibesarkan oleh kakak dari paman Willy sehingga sudah menjadi kebiasaan bagi Mawar memanggil Kakak dari paman Willy sebagai ayah, sedangkan dirinya adalah paman Willy.
Dan paman Willy tidak masalah dengan panggilan itu karena sedari awal anaknya tidak dia besarkan dan dia rawat dengan kedua tangannya sendiri, sehingga dia tidak bisa memaksakan Mawar untuk memanggilnya dengan ayah.
Setelah mendengarkan semua penjelasan yang dibuat oleh paman Willy seperti sebuah cerita yang benar adanya, Gita pun percaya pada semua penjelasan yang di ucapkan Paman Willy kepada dirinya dan juga dokter yang pada saat itu bersama dengan keduanya di ruangan Mawar
__ADS_1
Dokter yang pada saat itu sedang memeriksa kondisi Mawar pun bahkan sangat percaya dang merasa sangat prihatin dengan ayah dan anak bohongan itu.
Dia bahkan sempat menguatkan paman Willy mengenai keadaan Mawar saat itu, ketika melihat kondisi Mawar yang belum juga menunjukkan tanda-tanda untuk siuman.
Dalam dua hari itu pun Lili tidak pernah sekalipun datang menjenguk Mawar setelah pagi-pagi sekali dia dijemput oleh ayahnya untuk pulang dari rumah sakit.
Gita telah menghubungi Lili untuk menanyakan keadaan sahabatnya itu, apakah dia baik-baik saja, dan kenapa sudah dua hari ini dia tidak pernah datang untuk menjenguk Mawar lagi.
Gita sempat khawatir jika Lili dimarahi oleh ayahnya karena telah menghabiskan uangnya untuk biaya rumah sakit dari Mawar, sehingga ayahnya tidak ingin lagi Lili untuk dekat dengan dia dan juga Mawar.
Gita menanyakan pada Lili apakah masalah yang dikatakan oleh Lili ada kaitannya dengan biaya rumah sakit Mawar, tetapi Lili mengatakan bahwa masalah yang dia hadapi sekarang ini tidak ada kaitannya dengan biaya rumah sakit Mawar tetapi karena ada masalah kecil di dalam keluarganya.
Lili meminta kepada Gita agar selalu memberitahukan perkembangan Mawar kepadanya, dan juga segera menghubungi dia jika Mawar telah siuman.
Sekarang ini dokter sedang memeriksa kembali kondisi Mawar, mengapa sampai sekarang Mawar juga belum sadar, padahal dokter memperkirakan paling lambat dia akan siuman hari ini, tapi sampai sekarang belum juga sadar
__ADS_1
"Dokter bagaimana keadaan anak saya?, bukannya saya telah mendonorkan darah juga padanya, dan pasti dia akan siuman hari ini kan dokter?" tanya paman Willy
" Iya dok, bukannya dokter berkata bahwa dia akan siuman secepatnya dan bahkan dia telah mendapatkan donor darah tambahan dari ayahnya sendiri." Ucap Gita
" Kita tunggu saja sampai malam hari nanti, saya akan kembali lagi untuk memeriksa keadaannya." Ucap dokter
" saya permisi karena masih ada pasien yang lain yang harus saya periksa, kalau terjadi sesuatu kalian bisa segera memberitahu saya, saya akan kesini lagi nanti." Lanjut dokter
" Baiklah dokter, kami akan segera memberitahu anda jika terjadi sesuatu." ucap Gita dan paman Willy bersamaan
Bersambung...........
Sampai jumpa lagi di episode berikutnya 😊 terima kasih semuanya yang sudah dengan setia membaca cerita ini 🙏🙏😊
Semoga semua yang membacanya selalu sehat...
__ADS_1