
Di dalam kelas Mawar tidak konsentrasi dengan guru di depan kelas yang sedang mengajar, dia sesekali melirik ke sebelah kanannya, melihat bangku samping jendela yang masih kosong.
Karena tidak bisa berkonsentrasi Mawar pun tidak menangkap apa yang diterangkan oleh guru. Hingga gurunya selesai mengajar dan berpamitan keluar dari dalam kelas. Tiba-tiba gurunya masuk lagi ke kelas membuat semua murid kelas IX satu bingung termasuk Mawar. Kemudian gurunya berjalan ke tempat duduknya Selly
"Maaf, bapak lupa memberitahu kalian kalau hari ini Raka tidak hadir dikarenakan semalam kecelakaan waktu pulang ke rumahnya dan sekarang masih di rumah sakit." Ucap guru mereka
"Jadi kau Selly, sebagai wakil ketua kelas akan menggantikan tugasnya hari ini dan jika ada di antara kalian yang mau menjenguknya itu juga tugasmu untuk mengatur mereka agar kalian bisa pergi bersama nanti." Tambah pak guru
Mawar ya mendengarkan bahwa Raka masuk ke rumah sakit pun sangat kaget sekaligus khawatir, pasalnya dari saat dia sampai ke sekolah, dia selalu mencari keberadaan Raka untuk mengetahui keadaannya, hingga tak konsentrasi untuk belajar dan sekarang setelah mendengar kabarnya dia berharap bisa menjenguknya untuk mengetahui keadaan orang yang telah menolongnya. Dia hanya berharap waktu segera berlalu.
"Apakah dia masuk rumah sakit karena menolongku kemarin?" Tanya Mawar dengan pelan pada dirinya yang merasa bersalah karena tidak membawa Raka untuk sekedar memeriksa keadaannya
"Itu bukan salah kamu dan lagi pak guru mengatakan Raka kecelakaan pada saat pulang ke rumahnya bukan di perpustakaan." Ucap Gita yang mendengar suara Mawar berkata pelan dan menenangkannya
"Kau tidak perlu merasa bersalah seperti itu, tidak mungkin hanya karena kejatuhan buku dia harus menginap di rumah sakit, pasti itu tidak ada kaitannya denganmu." Ucap Lili
"Semoga saja seperti itu." Ucap Mawar sedikit merasa lega
"Tapi yang anehnya, kenapa dia menolongmu saat itu?" Tanya Lili dan dijawab Mawar dengan mengangkat kedua bahunya tanda dia juga tidak tahu.
Di sebuah rumah sakit besar kota N, di dalam ruang VIP terlihat remaja laki-laki tampan sedang disuapi oleh ibunya, dia adalah Raka yang saat ini sedang disuapi bubur oleh ibunya. Dia tidak habis pikir dengan ibunya itu yang memperlakukan dia seperti barang langkah yang tidak boleh rusak hanya karena punggungnya yang sedikit memar, dia harus menginap di rumah sakit selama 3 hari.
"Ini semua ulah gadis manja itu makanya aku berada di sini." Ucap Raka dalam hati sedikit kesal pada adiknya
Malam itu ketika menjemput Rasi di cafe mereka berdua pun pulang ke rumah di dalam perjalanan juga Raka bertanya kepada adiknya, apakah dia pernah bertemu dengan gadis buruk rupa itu sebelumnya, dan dijawab tidak dengan ketus padanya, karena dia tidak suka kakaknya memanggil Mawar dengan sebutan gadis buruk rupa walaupun kenyataannya seperti itu. Rasi berkata pada kakaknya kalau dia berkenalan dengan Mawar karena merasa gadis itu sangat cantik, bukan cantik wajahnya tetapi cantik hatinya.
Tidak seperti gadis-gadis yang suka mencari perhatian kakaknya, memiliki wajah yang cantik tapi hatinya sangat busuk, dia juga berpesan pada kakaknya jika sampai menyakiti Mawar, maka harus berhadapan dengannya.
Ketika sudah berada di rumah Rasi disuruh memanggil kakaknya untuk makan malam bersama, sampai di depan kamar kakaknya dia langsung membuka pintu kamar tanpa mengetuk karena dia tahu pasti kakaknya sedang berada di dalam kamar mandi. jika mengetuk pun percuma tidak akan dijawab oleh kakaknya. Ketika pintu terbuka Rasi pun langsung berteriak
"Ibu !!!." Teriak Rasi dengan kencang saat melihat kakaknya
Raka yang mendengar teriakan adiknya berjalan cepat menutup mulut Rasi agar tak berteriak lagi.
Jika didengar oleh ibunya dan datang ke kamarnya bisa gawat urusannya.
__ADS_1
"Ada apa dengan punggung kakak?, kenapa memerah seperti itu?, apakah Kakak dipukul orang dari belakang?, Siapa yang memukul kakak? apakah Kakak sudah membalas mereka?, kenapa tidak menjawab pertanyaanku?" Tanya rasi bertubi-tubi
Raka pusing dengan pertanyaan yang Rasi berikan bagaimana dia mau menjawab jika Rasi tidak memberikan kesempatan untuknya menjawab ketika melihat Rasi yang akan bersuara lagi Raka langsung menutup mulut Rasi dengan tangannya.
"Berhentilah bertanya aku akan menjawab jika kau tidak berbicara lagi." Ucap Raka melepas tangannya
Raka menjawab kalau saat keluar dari kamar mandi dia tak sengaja tersandung keset kaki dan jatuh hingga punggungnya terkena ganggang pintu kamar mandi.
"Kenapa kamu teriak seperti itu Rasi?" Tanya ibu mereka yang baru masuk
"Dia melihat kecoak ibu makanya dia teriak seperti itu." Jawab Raka bohong
"Karena melihat punggung kak Raka memerah habis dipukul Bu." Jawab Rasi polos, dan sedikit tersenyum jahil pada kakaknya
"Apa! siapa yang berani memukul anak ibu, pokoknya dia harus diberi balasan juga." Ucap ibunya marah
"Aku tidak sengaja jatuh depan kamar mandi Bu." Ucap Raka pada ibunya
"Tidak ada luka berat hanya memar di punggungku." Ucap Raka lagi
Maka pada akhirnya Raka menginap di rumah sakit selama 3 hari dan dijaga oleh ibunya. Raka pernah meminta tolong pada ayahnya untuk mengeluarkan dia dari rumah sakit karena masih banyak tugas sekolah dan dia juga berada di kelas persiapan ujian kelulusan.
Jadi dia tidak mau membuang waktu 3 hari hanya untuk berbaring di rumah sakit tapi ayahnya hanya menyuruh dia mengikuti kemampuan kemauan ibunya, kata ayahnya istirahat 3 hari di rumah sakit tidak akan berpengaruh apapun pada nilai anaknya itu.
Di sekolah bel tanda pulang pun berbunyi, Mawar dan teman-temannya hari ini tidak akan ke perpustakaan untuk mengerjakan tugas, mereka akan menjenguk Raka ke rumah sakit, Selly memberitahu mereka kalau dari sekolah langsung ke rumah sakit mengingat waktu jadi lebih baik dari sekolah langsung ke sana dan yang akan menjenguk hanya kelompok Selly dan kelompok Mawar kecuali Tian, sedangkan teman-teman mereka yang lain lebih memilih mengerjakan tugas mereka.
Di depan rumah sakit beberapa murid yang masih menggunakan seragam turun dari mobil. Selly, Mawar, Gita dan Lili turun bersama dari mobil Gita. Bian menggunakan motornya, sedangkan Shafita turun dari mobil bersama kedua sahabatnya Cornelia dan vanila yang juga ikut bersama, tak lama muncul Rian dan rifal dalam satu mobil, setelah sampai mereka pun berjalan ke dalam rumah sakit.
Di meja loket "Maaf suster di kamar nomor berapa pasien atas nama Raka Damian Alexander?" Tanya Rian pada suster yang berjaga
"Kalian siapa ?" Tanya suster
"Kami teman sekolahnya suster." Jawab Ryan lagi
"Kamar atas nama Raka Damian Alexander berada di lantai 3 ruang VIP nomor 4." Jawab suster setelah mendapatkan nomor kamar mereka, mereka pun menuju ke kamarnya.
__ADS_1
Di dalam kamar, Raka sedang melakukan video call dengan seseorang.
"Kapan kau akan kembali?, apa kau tidak kasihan padaku?, aku selalu dijaga oleh Ibu seperti tuan putri kecil daripada putrinya sendiri, andai kau di sini, aku pasti merasa sangat senang." Ucap Raka menghela dan menghembuskan nafasnya
Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu. "sudah ya sepertinya ada yang datang." Ucap Raka mematikan panggilannya. Raka memasang muka seperti biasanya dan menatap ke arah pintu, padahal sebelumnya dia berbicara dengan mengeluh dan memasang wajah imut minta dikasihani saat video call dengan orang yang belum diketahui siapa.
Tak lama pintu terbuka dan muncul dua wajah yang sangat dikenalnya siapa lagi kalau bukan Ryan dan rifal. "Oh. Ternyata kalian." Ucap Raka malas
Ketika Raka akan bertanya dia melihat Rifal dan Ryan menyingkir dari pintu dan masuklah teman-temannya yang lain, Raka memandangi mereka satu persatu yang masuk, di wajahnya tergambar bahwa dia berharap seseorang akan menjenguknya juga, ketika dia melihat Selly terakhir masuk dan tidak ada lagi yang mengikuti di belakang di belakangnya wajahnya pun berubah sedikit kecewa.
Dia pun berbalik melihat kedua sahabatnya sambil menghela nafas seperti sedang kecewa akan sesuatu. "Ada apa denganmu?, Apa kau baik-baik saja?" Tanya Rian
"Tidak apa-apa? "Jawab Raka tak bersemangat
"Kamu dari mana?" Tanya Lili pada Mawar yang baru masuk ke dalam ruang rawat Raka
"Dari toilet." Jawab Mawar
Mendengar Lili yang bertanya pada seseorang yang baru masuk, Raka pun berbalik menatap arah pintu, dilihatnya Mawar yang sedang ditanyai oleh Lily, Raka pun tersenyum kecil menatap mereka berdua tanpa diketahui oleh siapapun, pada saat mereka melihat ke arahnya Raka dengan cepat mengalikan pandangannya lagi pada Rian dan Rifal di sampingnya.
Rian dan Rifal hanya menata bingung sepupunya itu. Lili mengajak Mawar berkumpul dengan teman lainnya yang sedang duduk di sofa dalam ruangan Raka dirawat, tidak ada dari mereka yang berani mendekat pada Raka hanya Rian dan rival yang sekarang berada di sampingnya, begitu juga dengan Selly hanya saja saat ini dia lagi malas bergerak, untuk Shafita sebelum mendekat gerakan, dia sudah lebih dulu di peringati oleh Raka, untuk menjauhinya.
Di dalam ruangan Raka terdapat 4 kelompok diskusi, Raka dan kedua temannya yang sedang berbicara, Mawar dan kedua sahabatnya ditambah Bian juga yang sedang berbicara dengan suara pelan, Shafita dan kedua sahabatnya juga seperti itu, sedangkan Selly hanya sibuk dengan dunianya sendiri.
Mereka tidak seperti datang untuk menjenguk pasien, tetapi datang untuk berdiskusi tentang urusan mereka sendiri. Mawar yang mengikuti pembicaraan dengan teman-temannya, hanya menyimak dalam diam.
Dipikirannya saat ini bagaimana caranya agar dia bisa berbicara berdua dan meminta maaf pada Raka tanpa ada yang tahu dan bertanya apakah dia masuk ke rumah sakit ini karena telah menolongnya, Mawar ingin mengetahuinya agar tidak merasa bersalah lagi dan juga sedikit khawatir pada temannya itu.
Bersambung.......
Sampai jumpa lagi di episode berikutnya 😊
terima kasih semuanya yang sudah membaca cerita ini 😊🙏
Jangan lupa like dan komen yaah, saran juga boleh,
__ADS_1